Gejolak Sosial

21 Perbedaan Materi & Fokus Tuhan – Kenikmatan Duniawi VS Kenikmatan Sorgawi,


Perbedaan Materi & Fokus Tuhan - Kenikmatan Duniawi VS Kenikmatan Sorgawi,

Kenikmatan duniawi

Materi oh materi, pesonamu membuat orang tergila-gila. Berusaha mengejarnya, berpikir untuk meraih yang lebih bernilai. Banyak orang yang kau buat jatuh tertelungkup bahkan kehilangan arah hidup. Mereka mengejarmu seperti mengejar hantu, tak bisa lagi dibedakan dimana yang kesetanan dan dimana yang sedang kejar-kejaran. Manusia terlena dalam dekap hangatnya selimutmu yang fana dan sesaat saja. Orang-orang ini tidak sadar sedang menggali kuburan sendiri. Mungkin bukan mereka yang kelak terjerat tetapi anak, cucu, cicit dan keturuannya yang kemudian.

Materi adalah kebutuhan daging sebab daging manusia ini asalnya dari materilah. Ada beberapa orang yang begitu terpana dengan kenikmatan duniawi yang menawarkan kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan pesona yang luar biasa pada pandangan pertama. Diawal-awal mereka sangat mengaguminya hingga kecanduan terhadapnya. Sayang, pada titik ini jugalah kejenuhan akan muncul ke permukaan. Ujung-ujungnya, mereka harus membeli sesuatu yang lebih bernilai tinggi untuk bahagia dengan semuanya itu.

Materi tidak bisa kita jauhkan dari pandangan mata ini bahkan mustahil dijauhkan dari hati masing-masing. Justru hasrat manusia semakin tinggi untuk menginginkan kemuliaan yang ditawarkan oleh dunia ini. Mereka beramai-ramai untuk bersaing memperebutkannya. Ada yang menjalankan konspirasi untuk melemahkan dan membodohi sesamanya agar beroleh keuntungan dari kejadian tersebut. Sedang manusia-manusia cerdas semakin banyak. Merekapun bersaing satu sama lain untuk memperebutkan hal tersebut. Ada yang menempuh pesaiangan lurus di awal-awalnya saja selanjutnya bengkok kemana-mana. Pula ada yang jelas-jelas menempuhnya dengan cara-cara kotor, licik dan penuh tipu muslihat. Pada akhirnya, mereka akan saling bertengkar satu sama lain bahkan peperangan pecah di mana-mana.

Para kapitalis mempelopori pemanfaatan kenikmatan dan kemuliaan dunaiwi. Yang mereka inginkan dan yang mereka tawarkan tidak jauh-jauh dari kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan pesona duniawi yang sangat menawan. Mesin-mesin berteknologi dikembangkan untuk menciptakan budak-budak baru dimana manusia hanya berperan sebagai operator saja. Peran lingkungan alamiah disingkirkan jauh hingga ke pinggiran bahkan sampai tidak terlihat sama sekali. Padahal dengan berlaku demikian mereka menghabiskan sumber daya dan energi untuk diri sendiri (pengadaan air, pendingin udara, transportasi). Sedang rakyat jelata tertekan, menderita bahkan terbunuh oleh bencana alam akibat pemanasan global. Para konglomerat ini berpikir akan selamat dari bencana global warming tetapi akhirnya mereka terjerat sendiri oleh jebakan yang mereka ciptakan. Persaingan akan menghasilkan perselisihan dan perpecahan akan menimbulkan peperangan besar dan duniapun berakhirlah (akhir zaman).

Bukan tidak boleh menikmati hal-hal duniawi tetapi alangkah baiknya itu dilakukan tidak berlebihan. Jangan karena alasan egois, kita menyingkirkan hutan dan pohon di dalamnya lalu mengadakan eksplorasi besar-besaran yang merusak lingkungan. Kita jangan hanya tahu mengkonsumsi saja tetapi harus mampu menjaga keseimbangan alam agar tidak rusak karena aktivitas konsumsi/ pembangunan yang sedang dilakukan.

Kenikmatan sorgawi

Aktivitas sorgawi ini memang kalah pamor dari aktivitas duniawi. Sebab aktivitas duniawi dibiayai oleh para kapitalis dalam lingkaran konspirasi sedang yang rohani berlangsung di dalam tanpa ada seorangpun yang mengetahui. Dimanakah yang akan bertahan dari kedua kekuatan ini? Yang gaungan dan hentakannya keras atau yang lembut dan hening tanpa kata? Orang-orang yang berharap kepada hal-hal materi, seolah-olah di luar kuat tetapi sesungguhnya didalamnya rapuh dan sangat lemah. Sedang mereka yang berjuang untuk selalu fokus Tuhan, mungkin kelihatan kurang meyakinkan dari luar tetapi pikiran dan tekad mereka kuat di dalam.

Memusatkan pikiran kepada Tuhan, tidak bisa kita nilai dengan mata kepala sendiri. Orang-orang disini bisa diam-diam saja tapi mungkin hati mereka tertuju kepada Tuhan. Ada yang sedang bekerja seperti biasa tapi pikirannya tertuju kepada Tuhan. Dibalik semua fakta ini, pada dasarnya orang yang mengasih Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan segenap akal budinya juga akan mengasihi sesama manusia SEPERI diri sendiri. Berhati-hatilah anda yang memiliki harta benda ribuan bahkan jutaan kali lipat dari orang-orang disekitarmu. Itulah ada pepatah yang mengatakan bahwa “lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang yang kaya raya.” Sebab orang-orang kaya ini mencemari lingkungan dengan sifatnya yang konsumtif sedang mereka sendiri berkonspirasi untuk memiliki harta sebanyak itu: Bukankah semuanya ini yang telah membunuh manusia lainnya atau lebih tepatnya rakyat jelata?

Saat pikiran terus berpusat kepada Tuhan maka banyak hal yang akan mendekat dalam hidup anda, salah satunya adalah kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Berhati-hatilah teman, jangan sampai hal-hal duniawi semacam ini membuatmu terlena. Bila perlu tolak segala kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan pesona duniawi lebay yang berpotensi menjauhkan kedekatan dengan Tuhan. Ketika waktu yang dihabiskan untuk menikmati hidup lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan untuk membahas-bahas kebenaran; saat semuanya itu hanya mendatangkan kekuatiran, kecemasan, kegelisahan dan ketakutan di dalam hati sendiri, silahkan kurangi bahkan tinggalkan kenikmatan duniawi tersebut. Materi yang berlebihan jelas tidak baik untuk kesehatan rohani anda.

Pikiran yang selalu fokus kepada Tuhan adalah solusi dari semua masalah yang kita hadapi hari lepas hari. Sebab aktivitas ini akan memacu/ meningkatkan kesadaran dan kecerdasan otak masing-masing. Sehingga setiap orang akan dimampukan untuk menemukan solusi yang baik dan benar buat setiap persoalan yang dihadapi. Tuhan akan menuntun setiap orang pada kemandirian hidup yang sesungguhnya tetapi bukan dalam arti anda tidak butuh orang lain lagi. Melainkan tetap jalin komunikasi kepada sesama dan berbagi kasihlah kepada siapapun. Tunjukkanlah kepada orang lain berkat yang telah anda peroleh dari Allah bukan dengan menyombongkannya tetapi dengan menjadi orang yang bermanfaat dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Perbedaan antara materi dan aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan

Mari kita pelajari lebih dekat dan mendetail tentang kedua hal ini. Sebenarnya ada kesamaan yang mereka datangkan dalam hidup anda. Ingatlah bahwa diawal-awal memang keduanya sama saja tetapi ketahuilah akhir dari semunya itu. Alhasil anda akan mengerti bahwa sesungguhnya materi yang kita bangga-banggakan hanya membuat kita seolah menggali kuburan sendiri sedangkan hal-hal sorgawilah yang akan menyelamatkan bukan hanya kita sorang tetapi semua makhluk yang ada di muka bumi. Ada perbedaan mendasar antara kenikmatan materi dan aktivitas fokus kepada Tuhan. Berikut akan kami uraikan perbandingan antara kedua hal ini dalam berbagai macam sudut pandang.

No Perbedaan Materi (Kenikmatan Duniawi) Fokus Tuhan (Doa, Firman, Nyanyian)
1 Kepuasan Ya Ya
2 Kebahagiaan Ya Ya
3 Kedamaian Ya Ya
4 Ketenteraman Ya Ya
5 Kebanggaan Ya Ya
6 Sasaran Indra Hati/ Pikiran
7 Aktivitas otak saat dinimati Blank (pikiran kosong) Pikiran aktif
8 Efeknya terhadap otak Menurunkan aktivitas, fungsi & kemampuan otak (bodoh) Meningkatkan kecerdasan
9 Tenggat waktu Sementara Selamanya
10 Sarana Uang Aktivitas Otak – Gratis
11 Diperoleh dari Menekan, melemahkan, menindas (konspirasi licik) Kebersamaan dan kerja sama yang adil
12 Saat dibiasakan Beresiko jenuh lalu menginginkan lebih hingga akhirnya mati rasa (bila tidak terkendali) Semakin dinikmati, hingga mendatangkan kebaikan luar-dalam
13 Resiko Jenuh 6 Kali konsumsi berturut-turut (tanpa jeda yang lama) Tak terbatas (unlimited)
14 Resiko Matirasa 9 Kali konsumsi berturut-turut (tanpa jeda yang lama) Tak terbatas (unlimited)
15 Resiko Ketergantungan Sangat tinggi, ujung-ujungnya menghabiskan sumber daya dan mempertipis cadangan energi (BBM) bahkan habis Mampu hidup apa adanya tanpa harus pusing memikirkan/ mengkuatirkan kebutuhan materi
16 Godaan Materi dengan nilai lebih tinggi, orang lain yang memiliki materi yang lebih baik. Bersaing dengan kenikmatan materi
17 Kecenderungan Menimbulkan kesombongan vs kecemburuan yang membuat manusia saling bersaing meraihnya Semakin dekat dengan Tuhan dan sesama manusia
18 Dampaknya terhadap sesama Membuat iri hati, persaingan dan pertengkaran bahkan pembunuhan Energi kebaikan, membuat anda semakin mengasihi sesama
19 Dampaknya terhadap bumi Limbah/ polutan mencemari, merusak lingkungan, bencana alam Tidak ada dan malahan merawat lingkungan
20 Saat dikembangkan Memajukan materi menghabiskan sumber daya dan merusak bumi Miliki otak yang kreatif dan inovatif sehingga dimungkinkan berkarya
21 Kemungkinan hilang Ya, tidak ada yang abadi di bawah kaki langit Tidak, selama anda tekun melakukannya

Anda mungkin lebih tergiur dengan kenikmatan duniawi lalu mengabaikan aktivitas untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan. Sadarilah bahwa sesungguhnya sikap yang terlalu fokus kepada hal-hal materil yang membuat kita terus menerus merasa kurang. Sebab para kapitalis kelas nasional terus merubah dan mengupgrade trend di pasaran. Artinya, berkonsentrasi untuk memiliki materi sama saja dengan menyerahkan hidup pada kehendak pasar dan uang. Akibatnya, orang-orang akan ditarik untuk mencari uang yang lebih lagi bahkan sampai menghalalkan segala cara. Sedang aktivitas konsumsi yang lebay tanpa disadari telah menyebabkan polusi/ pencemaran lingkungan yang tinggi. Inilah yang berpotensi menyeleksi bahkan membunuh orang lain dalam bencana pemanasan global. Oleh karena itu, jangan lupakan aktivitas untuk selalu memusatkan pikiran kepada Sang Khalik dan nikmatilah materi sewajarnya bahkan bila perlu usahakan kesetaraan untuk meredam gejolak di masyarakat.

Salam kebaikan hati!

Iklan

5 replies »

  1. kalau menurutku sih materi tetep perlu, sebagai manusia kan memang butuh kehidupan duniawi..
    dan sah-sah saja kalau manusia ingin bahagia di dunia maupun di akherat nanti..
    terlepas dari kenikmatan materi, mungkin dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat..
    dan menurutku, keseimbangan itu terwujud dengan rasa syukur. tetap bekerja mencari uang dan juga tetap beribadah dengan setulusnya

    Disukai oleh 1 orang

    • Setuju teman…
      Menjaga keseimbangan itu sangat penting sebab yang berlebihan tidaklah baik.
      Terimakasih masukannya akan kami tambahkan ke post.

      Suka

  2. Mohon maaf, mbok kata-katanya jangan seperti itu,
    cobalah cermati dan baca dengan hati
    arti kata “Lebih cerdas dari kami” berarti anda menempatkan diri sebagai orang yang PALING cerdas.
    Padahal titah TUHAN satu dengan yang lain beragam cara sudut pandangnya.
    Pakailah kata kata yang enak dibaca dan didengan sebagai ciri orang yang penuh KASIH
    Trimakasih, dan sekali lagi MOHON MAAF

    Disukai oleh 1 orang

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s