Gejolak Sosial

10 Manfaat & Cara Menyangkal Diri Menekan Arogansi Negatif – Merendahkan Diri Dihadapan Tuhan

Manfaat & Cara Menyangkal Diri Menekan Arogansi Negatif - Merendahkan Diri Dihadapan Tuhan

Kristen Sejati – Menyangkal adalah (1) mengingkari; tidak mengakui; tidak membenarkan: ia telah – segala tuduhan; (2) membantah; melawan; menentang; menyanggah; (3) menolak (KBBI Offline). Menyangkal diri adalah aktivitas merendahkan diri untuk menyadari hakekat manusia yang berasal dari debu-tanah dengan maksud untuk meninggikan Tuhan di atas segala sesuatu. Aktivitas ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari sebab manusia dilahirkan dalam kesombongan. Bahkan bisa dikatan bahwa frase ini menekan seseorang untuk membuatnya lebih tangguh (tegar) dalam menjalani hari lepas hari. Sekalipun demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui betapa bermanfaatnya sikap rendah hati itu.

Menyangkal diri dalam segitiga emas kekristenan

Seperti kata Tuhan Yesus dalam Markus 8:34 yang berbunyi demikian.

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Aktivitas ini merupakan syarat pertama dalam segitiga emas kekristenan. Bisa dikatakan bahwa sebelum seseorang menyangkal dirinya maka ia tidak dapat bahkan mustahil untuk mencapai syarat ke 2 (memikul salib) dan ke 3 (mengikut Aku – jalan kebenaran). Syarat yang diberikan Tuhan sifatnya berjenjang dan berputar. Artinya, semua memiliki tahapan yang harus di jalani step by step. Dimana pada hakekatnya ketiga hal itu berlaku secara kontinu dalam perputaran silih berganti selama kita hidup. Jadi seorang kristen sejati tidak boleh melupakan aktivitas ini bahkan bila perlu menjadikannya kebiasaan yang suatu saat kelak akan membudaya. Saat sesuatu sudah membudaya maka itu terjadi begitu saja hingga mendatangkan kebahagiaan bagi setiap hati yang melakukannya.

Contoh menyangkal diri dalam Alkitab

Terlebih dahulu harus dipahami bahwa aktivitas menyangkal diri sama dengan merendahkan diri. Keduanya memang memiliki tata bahasa yang berbeda jelas tetapi maksud dan tujuannya adalah sama, yaitu meninggikan Tuhan di dalam kehidupan kita. Kebiasaan ini dalam perjanjian lama hanya dilakukan di waktu-waktu tertentu saja seperti berpuasa, tidak melakukan pekerjaan (Imamat 16:29) menggunakan kain kabung, mengoyakkan jubah, berjalan dengan langkah lambat (I Raja-Raja 21:27), menangis (II Raja-Raja 22:19), menyesali perbuatan dan lain sebagainya. Anda bisa membolak-balik kembali kitab Perjanjian lama untuk mengetahui semuanya itu.

Setelah Tuhan Yesus datang, Ia tidak merubah kebiasaan ini melainkan lebih memfokuskan kita untuk tidak mencari hormat kepada dunia ini melainkan melakukannya secara diam-diam, sehingga hanya kita sajalah yang mengetahui dan menjalankannya. Sebab Tuhan menyukai kebaikan yang tersembunyi, lagipula Roh Allah adanya di dalam hati setiap manusia. Seolah Tuhan Yesus mengatakan “jangan fokus indramu (demi pujian/ pengakuan dari sesama) tetapi fokuslah kepada hati sendiri saat berpuasa.” Seperti kata Tuhan dalam firman berikut ini.

Matius 6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Menyangkal diri versi pertama dilakukan lewat puasa. Berpuasa adalah salah satu aktivitas untuk merendahkan diri tetapi jangan sampai itu dijadikan kesombongan agar kita terkesan hidup sebagai orang benar di hadapan orang lain. Sebab orang yang mencari muka lewat puasa yang dilakukannya telah beroleh keuntungan di bumi, yaitu citranya menjadi/ tetap baik di mata orang lain. Oleh karena itu, jika menginginkan upah di sorga maka berpuasalah dengan tidak diketahui oleh siapapun. Saat seseorang puasa, ia menjauh dari hal-hal materi (kenikmatan duniawi) lalu mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Menyangkal diri versi ke dua dilakukan di dalam hati berdasarkan suasana dan pergerakan emosional anda. Saat emosi mulai meninggi (angkuh), arogansi mulai muncul dan menjadi orang yang sangat mementingkan diri sendiri: sebaiknya segera sangkal diri kawan. Ada beberapa contoh yang bisa kita temukan di dalam Alkitab tentang aktivitas merendahkan diri semacam ini. Nabi di perjanjian lama dan rasul diperjanjian baru sama-sama melakukannya. Berikut akan kami berikan beberapa contoh, mungkin anda bisa menambahkannya jikalau menemukan hal yang lain.

Ezra 9:5-6) Pada waktu korban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diriku, lalu aku berlutut dengan pakaianku dan jubahku yang koyak-koyak sambil menadahkan tanganku kepada TUHAN, Allahku, dan kataku: “Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.

dan lagi….

(I Korintus 4:10-13) Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina. Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

dan lagi penyangkalan diri dengan menyatakan bahwa semua yang kita miliki adalah dari Allah.

(Roma 11:36) Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Manusia memiliki sangat banyak arogansi dalam dirinya

Manusia dilahirkan dalam arogansi. Mengapa demikian? Dahulu saat kita keluar dari rahim bahkan saat sedang dibentuk sekalipun, semuanya secara sendiri-sendiri (kecuali yang kembar). Inilah kedagingan manusia yang merupakan bagian dari materi fana yang terus menggerogoti kehidupan. Tubuh kita ini dari materi sedang yang berkuasa atas materi adalah iblis. Itulah mengapa keinginan daging manusia tidak pernah lepas dari hal-hal yang jahat. Sebab manusia diperanakkan oleh Ibu Pertiwi, yakni bumi ini. Tapi jangan takut akan hal itu, karena ketika Tuhan Yesus masuk ke dalam dunia orang mati (setelah disalibkan) selama 3 hari, Ia telah mengikat dan mengekang iblis. Jadi, sekalipun iblis berkuasa atas daging anda, pengaruhnya tidak akan banyak terkecuali jikalau anda memilih dengan sengaja untuk melakukan hal-hal yang buruk.

Keserakahan obatnya menyangkal diri

Sifat arogansi yang sangat egois adalah wajar bagi setiap manusia. Sebagai makhluk bumi maka sifat yang satu ini tidak akan jauh-jauh dari materi. Manusia menjadi arogan karena menginginkan materi atau memilikinya dalam jumlah yang lebih banyak dari orang lain (di atas rata-rata). Keinginan akan materi sudah wajar karena memang asalnya tubuh ini dari bumi, tepatnya debu dan tanah. Tetapi ketika keinginan (hawa nafsu) menyatu dengan kecerdasan, gabungan ini menghasilkan kejahatan yang lebih nyata, yaitu ketamakan. Jika tidak menyangkal diri maka keserakahan semacam ini akan semakin menjadi-jadi dalam kehidupan anda. Sebab hanya saat kita merendahkan dirilah, pikiran kembali disegarkan kepada eksistensi kemanusiaan itu sendiri yang berasal dari debu-tanah. Dimana hanya sementara saja semuanya ini sudah berakhir seperti bunga yang mekar di pagi hari tetapi yang sorenya akan menjadi lisut, layu dan sudah tidak kelihatan lagi jejaknya. Oleh karena itu, mengapa menyia-nyiakan kehidupan yang singkat di bumi ini dalam hawa nafsu yang tamak?

Kebahagiaan dan aktivitas menyangkal diri

Cara menyangkal diri membuat bahagia

Tahukah anda bahwa terkadang kita tidak bahagia karena keinginan yang bertele-tele. Semakin banyak yang diinginkan maka semakin tinggi harapan yang dilontarkan. Akan tetapi keadaan ini, sekaligus akan menggiring kebahagiaan anda ke syarat dengan level tinggi juga. Artinya, tepat di saat anda terlalu berharap sesuatu maka saat itu juga kebahagiaanmu di tingkatkan ke level yang lebih tinggi/ beragam/ banyak. Di saat semacam ini, anda akan mengalami kesulitan untuk bahagia terkecuali jika segera menyangkal diri. Aktivitas menyangkal diri bermanfaat untuk menghancurkan syarat bahagia yang sebelumnya anda tetapkan dengan mengharapkan sesuatu.

Manfaat menyangkal diri

Harap di pahami bahwa aktivitas ini tidak dilakukan UNTUK DIKETAHUI ORANG LAIN. Tidak perlu berkoar-koar menggunakan bibir (lisan) maupun menggunakan media tertentu (tulisan – media sosial & internet) layaknya orang-0rang yang lebay. Sebab orang yang mencari nama karena perilaku ini telah beroleh upahnya lewat pengakuan dan pujian yang diterimanya. Hanya orang-orang yang melakukannya secara diam-diam dan cukup untuk diketahui oleh diri sendiri yang akan menerima upah yang layak di sorga kelak.

Ini adalah aktivitas yang luar biasa. Kami sendiri masih menggunakannya di setiap jalan-jalan yang dilalui. Bahkan bisa dikatakan bahwa dapat menyelesaikan berbagai masalah hati yang anda alami. Oleh karena itu, mari kita bicarakan bersama tentang khasiat luar biasa dari kebiasaan menyangkal diri.

  1. Untuk menjadi orang yang bersikap biasa saja (datar) dalam segala sesuatu.

    Sikap semacam ini sangatlah penting dalam hidup manusia yang penuh gejolak. Ada saat dimana suasana emosional menjadi tinggi dan adapula saat ketika semuanya menjadi rendah. Semua keadaan ini membuat ekspresi yang dikeluarkan tidak stabil (tidak konsisten). Keadaan ini beresiko melemahkan suasana hati anda dan berpotensi menimbulkan kecemburuaan bagi orang lain. Salah satu contohnya adalah ketika semangat kita terlalu menggebu-gebu untuk melakukan sesuatu. Mereka yang terlalu bersemangat akan bekerja secara terburu-buru. Keadaan ini bisa saja menyebabkan ketelodoran dan melupakan beberapa hal yang tidak sederhana.

    Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau kita selalu menyadari SIAPA DIRI INI YANG SEBENARNYA? Harus memahami kembali konteks pada masa penciptaan dimana MANUSIA HANYALAH DEBU-TANAH yang dianugrahkan nafas oleh Allah. Setiap kali anda menemukan gejolak emosional dalam hati sendiri maka katakanlah dalam hati “Kami hanya manusia dari debu-tanah. Terimakasih untuk kehidupan yang telah dianugrahkan Tuhan. Mohon persiapkan hati kami menjalani situasi ini. Lalu teruslah bernyanyi memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  2. Untuk bahagia.

    Terkadang kita tidak bisa bahagia di waktu-waktu tertentu, terasa ada sesuatu di dalam hati sehingga pikiran sulit terbuka meraih sukacita sejati. Keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh semakin tingginya standar bahagia yang telah kita tetapkan di dalam hati. Akibatnya saat bersyukurpun kita tidak bisa merasakan apa-apa, pikiran tetap tertutup dan malah hati menjadi gelisah.

    Coba katakan dalam hati sendiri.
    Ya Tuhan, kami ini cuma debu-tanah, orang hina yang tidak berguna. Kami bersyukur buat segala yang telah engkau perbuat dalam hidup ini. Semua adalah yang terbaik, terpujilah Tuhan dalam segala perbuatan-Nya. Lalu bernyanyilah memuliakan nama-Nya di dalam hati. Pasti rasa bahagia dimana pikiran menjadi terbuka akan memenuhi kehidupan anda hari demi hari.

  3. Untuk belajar terbiasa dengan rasa sakit saat dibully, difitnah, dihina, diejek orang.

    Rasa sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan karena perasaan yang tidak enak di ulu hati hingga membuat pikiran kacau balau tidak menentu. Anda bisa belajar melakukannya dengan membuat simulasi pribadi dalam diri sendiri seputar kata-kata yang membuat hati tersakiti. Untuk lebih jelasnya tentang cara melakukan simulasi mengejek diri sendiri dapat anda lihat pada post-halaman yang kami tautkan. Inti dari aktivitas ini adalah “menghina diri sendiri sebelum orang lain menghina kita.”

  4. Untuk mengendalikan kesombongan di dalam hati.

    Selalu waspada dengan suasan hati sendiri di segala waktu. Saat tinggi hati mulai memenuhi diri sendiri, mungkin oleh karena beberapa pujian dan pengakuan dari orang-orang disekitar kita. segera potong itu dengan mengatakan.
    Tuhan, kami ini orang berdosa, penuh cela dan noda. Hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan. Lalu silahkan sibukkan pikiran dengan senantiasa bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

  5. Untuk menepis iri hati.

    Bila anda sudah terbiasa maka sekalipun seorang teman memiliki hidup yang lebih baik namun anda “tetap bersukacita karena bahagianya adalah bahagiamu juga.” Tetapi ketika rasa dengki itu meraung-raung dan menyebabkan rasa sakit, katakan kepada diri sendiri.
    Ya Tuhan kami hanya manusia tidak berguna, penuh noda dan dosa. Mohon kepada-Mu berkatilah orang ini seturut kehendak-Mu. Lalu puji-pujilah Tuhan di dalam hatimu selalu.

  6. Untuk menghilangkan amarah yang menggebu-gebu.

    Jika kita sudah mampu mengendalikan emosi di hati maka kejadian sulit akan dilalui dengan santai sembari melanjutkan pekerjaan yang ditekuni. Saat kita marah, emosi menjadi tidak terkendali akan dilengkapi oleh rasa arogan tinggi. Kemarahan semacam ini pastilah akan meledak jikalau tidak segera di tekan kuat.
    Hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan. Kami tidak layak karena semua dosa yang kami lakukan. Semuanya yang terjadi adalah pantas untuk kami alami. Kuatkan hati melewati semuanya ini Tuhan! Lalu teruslah bernyanyi memuliakan Allah.

  7. Untuk mengatasi kekecewaan.

    Rasa kecewa timbul karena kita tidak bisa menerima kenyataan apa adanya. Keadaan ini semakin di perparah oleh karena ekspektasi (harapan) yang diikrarkan sebelumnya terlalu berlebihan. Anda bisa menepis rasa sakit dan gelisah yang ditimbulkan oleh keadaan ini dengan mengatakan pada diri sendiri.
    Kami hanya manusia penuh dosa, sampah yang tidak pantas untuk mendapatkan belas kasihan-Mu. Kejadian ini sudah seharusnya terjadi. Kuatkan hati melalui semuanya itu Tuhan. Lalu tetaplah bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

  8. Untuk menghadapi perlakuan buruk dari orang lain.

    Bagi anda yang sering mendapatkan perlakuan buruk dan telah bersikap biasa saja saat hal tersebut terjadi, tidak perlu lagi melakukan hal ini.
    Bagi seorang pemula, kadang hati ini terlalu sombong untuk mendapatkan perlakuan buruk dari sesama sehingga timbullah niat untuk melawan bahkan mendendam. Untuk menepis keadaan ini katakanlah dalam hati masing-masing.
    Kami bukanlah manusia yang baik Tuhan. Pencelaan yang kami alami sudah pantas untuk diri ini. Kuatkan hati menjalani semuanya itu Tuhan. Sambil teruslah bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

  9. Untuk mengabaikan kebaikan yang dilakukan.

    Saat kita berbuat baik kepada sesama, pastilah ada rasa senang di dalam hati. Berhati-hatilah teman, jangan sampai keadaan ini dibangga-banggakan. Alangkah lebih baik jikalau di saat-saat seperti ini anda mulai mengatakan di dalam hati.
    Kami ini orang hina yang jauh dari kesempurnaan. Kebaikan kami ditujukan untuk Tuhan sebab seluruh kehidupan ini berasal dari pada-Nya. Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang maha Tinggi. Teruslah bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati teman.

  10. Semoga doa anda didengarkan Tuhan

    Orang yang merendahkan dirinya adalah manusia yang layak untuk mendapatkan kebaikan Tuhan sebab penghiburan dari dunia telah ia jauhkan dari dirinya. Merendahkan diri di hadapan Tuhan sama dengan menanggalkan setiap kenikmatan duniawi yang berlebihan untuk menjadi sederhana di hadapan Tuhan. Artinya, orang yang hidupnya sederhana lebih di dengarkan Tuhan daripada mereka yang suka bermewah-mewahan.

  11. dan lain sebagainya silahkan temukan sendiri.

Masalah kebanyakan orang di hari hari terakhir ini adalah keangkuhan. Ada banyak orang diantara kita yang merasa hidupnya selalu benar. Mereka merasa belum melakukan dosa hari ini sedang saat melihat orang lain hatinya menghakimi dan merendahkan sesamanya sebagai pendosa yang lebih berat. Sifat semacam ini haruslah kita tepis dalam kehidupan kita. Sebab hanya orang-orang yang rendah hati, merasa berdosa dan merasa tidak layaklah yang akan memasuki kerajaan sorga, seperti firman yang berkata demikian.

Matius 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Ada baiknya dalam menjalin hubungan dengan Allah, kita jangan menjadi orang yang suka membanding-bandingkan sehingga timbul rasa yang menganggap diri tidak berdosa sedangkan orang lain sangat berdosa. Melainkan alangkah lebih baik jikalau kita membandingkan diri ini dengan Tuhan sendiri (Yesus Kristus) yang maha benar, bukankah kita tidak ada apa-apanya? Dengan demikian menyadari bahwa diri ini bukan siapa-siapa, orang yang penuh dosa, debu-tanah, sampah yang tidak berguna: dengan demikian kita layak di hadapan Tuhan untuk mencapai surgan-Nya. Saat menyangkal diri, tingginya hati ini akan direndahkan sehingga Tuhan melayakkan kita untuk masuk di dalam rencana-Nya.

Cara menyangkal diri di hadapan Tuhan

Sadarilah bahwa Allah tidak pernah menjauh dari kehidupan kita bahkan untuk sedetikpun tidak! Sebab Ia selalu ada di dalam hati setiap orang percaya. Jadi, sekalipun anda hanya berbisik di dalam hati saja, Ia tetap mendengarkannya. Adapun beberapa cara untuk merendahkan hati yang kami maksudkan.

  1. Menyadari bahwa Tuhan lebih tinggi-mulia dari manusia.

    Tuhan itu tidak dapat dilihat tetapi pekerjaan-pekerjaannya nyata dalam kehidupan kita. Ia maha mulia, maha hadir, maha tahu dan maha segala-galanya. Tetapi, Ia tidak ditaktor melainkan membiarkan kita untuk memilih apa yang terbaik bagi diri sendiri. Tidak perlu sibuk mencari Tuhan sebab dimana ada kebenaran maka disanalah ada Tuhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran dalam hidupnya (mengasihi Allah dan sesama manusia) telah mencitrakan kepribadian Tuhan di bumi ini.

  2. Memahami bahwa kehendak Tuhan tidak selalu sama dengan kehendak manusia.

    Sadarilah bahwa keinginan manusia tidak pernah lepas dari materi. Jika saat ini pertanyaan ini ditanyakan kepada setiap orang: “apa yang kamu inginkan?” Pastilah semua jawabannya tidak jauh-jauh dari materi. Sedangkan yang Tuhan inginkan adalah AGAR MANUSIA TUMBUH DAN BERKEMBANG. Tuhan tidak mahu kita hanya menjadi orang yang konsumtif melainkan seharusnya kita berguna untuk kemuliaan nama-Nya dan bermanfaat juga bagi kehidupan orang lain.

    Kepribadian manusia seperti biji yang harus di tanam di tanah yang baik lalu pecah agar kecambahnya keluar (ini proses yang menyakitkan). Hari-demi hari akan terus tumbuh hingga akar, batang, ranting dan daunnya menjadi lebih kokoh & banyak. Semua ini terjadi semata-mata agar nama Tuhan di muliakan atas kehidupan kita dan keberadaan diri ini bisa membawa dampak positif terhadap orang lain.

  3. Mengetahui bahwa rencana Tuhan selalu bertujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya.

    Pahamilah bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan agar kita terbunuh, mati lalu masuk neraka. Tetapi pilihan kitalah yang menggiring diri sendiri ke neraka. Oleh karena itu, hati-hatilah dengan pilihanmu teman. Jangan karena jalan kepada kebenaran menimbulkan rasa sakit anda langsung mengubah haluan ke arah entah berantah. Sadarilah bahwa pilihan kecil yang salah berpotensi merusak kehidupan anda.

  4. Mengenal diri sendiri sebagai manusia yang hanya debu tanah dan penuh dosa di hadapan Tuhan.

    Selalu ingat bahwa kita bukanlah siapa-siapa, hanya debu tanah saja. Sekalipun saat ini anda berada di posisi tinggi sadarilah bahwa diakhirat jabatanmu tidak akan mempengaruhi kelayakan untuk masuk sorga sedikitpun. Dimata Tuhan kita ini sungguh setara tetapi pengetahuan dan kapitalisme telah menciptakan jenjang kehidupan yang berkelas diatara manusia. Ketahuilah bahwa kebanggaan kita akan hal-hal duniawilah yang menimbulkan perselisihan, persaingan, pertengkaran bahkan peperangan.

  5. Berpuasa.

    Inti dari berpuasa adalah menjauhkan diri dari kenikmatan dunia. Ketika raja Daud berpuasa, dia meninggalkan tempat petidurannya yang nyaman lalu setiap malam membaringkan diri dilantai. Raja-raja jaman dahulu juga membuka pakaian kebesarannya (pakaian yang sangat mahal) lalu mengenakan kain kabung (pakaian murahan) untuk merendahkan diri. Bahkan Imam Ezra sendiri berpakaian compang-camping (jubah yang terkoyak) untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan.

    Bisakah melihat pola-pola ini? Mampukah anda membaca/ memahami maksud Tuhan dalam bagian tersebut? Dapat dikatakan bahwa “mereka yang hidup sederhana, yakni orang-orang yang merendahkan diri akan didengarkan dan diselamatkan oleh Tuhan.”

  6. Menginjak dan menghinakan diri sendiri.

    Andapun bisa melakukan ini seperti beberapa contoh yang kami ajukan pada bagian sebelumnya (manfaat menyangkal diri). Silahkah kopi-paste dan jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan diri sendiri. Andapun dapat menambahkan contoh-contoh selanjutnya sesuai dengan pemahaman masing-masing. Kami akan memberikan salah satu contoh sederhana untuk kasus saat di jahili orang lain namun tetap dihadapi dengan sabar.
    Kami ini hanya sampah, manusia yang dosanya sangat banyak. Kotoran yang hina dan tidak pantas berada di hadapan-Mu. Kuatkan hati menghadapi kennyataan ini ya Tuhan. Lalu teruslah bernyanyi memuliakan Allah di segala waktu.

  7. Mengabaikan atau menyembunyikan setiap kebaikan yang dilakukan.

    Cukup berat untuk melakukan ini tetapi kami tetap berusaha untuk mencobanya. Itu jugalah yang membuat kami menyembunyikan nama pemilik blog ini dan berharap Allah melayakkan hal tersebut. Seperti kata pepatah lama “Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak melihat.” Lupakanlah setiap kebaikan yang anda lakukan dengan melakukan kebaikan lainnya dan selalu memenuhi otak untuk fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  8. Menerima kenyataan apa adanya.

    Sikap menerima kenyataan seadanya adalah sebuah dasar kedamaian dan ketenteraman hidup. Masalahnya adalah bagaimana kita bisa menerima sesuatu yang tidak kita inginkan atau bagaimana menerima sesuatu yang menghina diri ini?

    Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah jangan melawan di dalam hati. Setelah itu, iyakan saja semuanya: untuk hal-hal yang tidak bisa kita kontrol atau diluar kendali sendiri sebaiknya kita iyakan saja untuk membuat hati tenang dalam menjalani hidup. Saat orang lain memaki anda: iyakan saja. Ketika orang lain merendahkan anda: iyakan saja. Sewaktu sesama mengatakan anda sampah: iyakan saja dengan demikian hati tetap damai.

    Intinya adalah, apapun yang orang lain katakan kepada anda, iyakan saja. Selama anda tidak mampu mengontrol hal tersebut terimalah semuanya itu apa adanya dengan demikian hati tenang, damai dan tenteram.

Aktivitas menyangkal diri sama artinya dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ini adalah suatu kepasrahan yang penuh dimana seseorang menghapuskan segala yang lebay di dalam hidupnya untuk tampil sederhana dan apa adanya dihadapan Tuhan. Jikalau tokoh-tokoh di dalam Alkitab doanya didengarkan setelah merendahkan diri, “mengapa kita tidak mungkin melakukan hal yang sama saat ini?” Ingatlah selalu bahwa kehendak manusia dengan kehendak Tuhan itu berbeda. Jika doa-doa kita hanyalah tentang hawa nafsu, tidak ada jaminan Tuhan akan mendengarkan. Tetapi jika di dalam kerendahan hati anda mendoakan sesuatu tentang pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan kepribadian sendiri dan sesama manusia – pastilah Tuhan mendengarkan dengan sungguh!

Salam, Jangan fokus materi dalam doamu tapi fokus bagaimana roh dalam dirimu berkembang untuk kemuliaan nama Tuhan dan kebaikan semua orang!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.