Gejolak Sosial

+33 Dampak Buruk Pemanasan Global – Bahaya Perubahan Iklim Ekstrim Disebabkan Kapitalisme Tidak Mampu Memanajemen Sumber Daya

Dampak Buruk Pemanasan Global - Bahaya Perubahan Iklim Ekstrim Disebabkan Kapitalisme Tidak Mampu Memanajemen Sumber Daya

Pemanasan global bukanlah isapan jempol belaka. Ini adalah perubahan iklim yang ekstrim akibat aktivitas manusia yang berlebihan. Mengapa berlebihan? Karena manusia hanya terpaku pada indranya untuk membuat dirinya merasa puas dan bahagia. Terlalu fokus kepada panca indra membuat kita menjadi konsumtif terlebih ketika di tangan ada banyak uang dan sumber daya yang dikuasai banyak. Dari sini saja bisa kita pahami bahwa faktor yang menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim adalah uang dan sumber daya yang tinggi. Artinya orang yang memiliki materi dan sumber daya berlebih berperan besar dalam memicu bencana yang satu ini.

Manusia selalu berpikir bahwa dirinya begitu hebat dengan semua ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Kita menghasilkan berbagai-bagai ilmu yang baru sampai membuat diri ini merasakan kenyamanan, kemewahan, kemudahan dan pesona yang sangat tinggi nilai estetikanya (menurut iklan televisi). Padahal teknologi yang kita ciptakan untuk menghasilkan semua gemerlapan itu secara tidak langsung telah membunuh lebih banyak orang di atas muka bumi. Mesin-mesin yang kita perbudak telah membawa dampak negatif yang bersifat masif dan tersembunyi yang pada hakekatnya telah meningkatkan polusi dimana-mana.

Sistem ekonomi kapitalis yang kita andalkan telah menumpuk uang secara berlebihan di tangan sejumlah manusia. Akibatnya, orang-orang ini menggunakan materi tersebut untuk membangun dan memakai fasilitas serba glamour, mewah, nyaman, mudah dan mempesona indra. Mereka menjadikan aktivitas berlebihan semacam ini menjadi ikon kebanggaan, padahal itulah yang telah meracuni udara, meracuni air dan meracuni tanah-tanah pertanian yang kita miliki. Benda-benda yang disebut sebagai mesin berteknologi itulah yang mencemari lingkungan hari lepas hari.

Kapan ya, kita bisa sadar bahwa kebanggaan akan hal-hal materi hanya akan menggiring kehidupan ini kepada sifat-sifat yang sangat konsumtif. Manusia di dorong oleh trend iklan di media televisi, radio, internet, majalah dan lain sebagainya untuk membeli ini-itu agar hati berbahagia di segala waktu. Keadaan ini juga membentuk manusia untuk mencari materi dengan segala akal budi dan kekuatannya sebab dihati memiliki hal-hal yang ada di dunia ini adalah sumber kepuasan dengan taste (cita rasa) yang tinggi. Semua hal-ha inilah yang berakumulasi sehingga menyebabkan pemanasan global di seantero negeri bahka nseluruh belahan bumi.

Pemanasan global murni hasil modernisasi yang tidak memperhatikan keseimbangan alam

Iklim yang semakin ekstrim adalah hasil dari pengembangan berbagai-bagai ilmu pengetahuan dan teknologi  yang terjadi secara berlebihan dan tidak terkendali. Para kapitalis bermodal besar bebas membangun dan memajukan sektor industri yang mengutamakan penggunaan mesin berteknologi. Sadarilah bahwa pembangunan infrastruktur yang terus terjadi di wilayah anda dapat memicu bahaya global warming. Oleh karena itu, perlu ada tim pertimbangan yang mampu menelaah keadaan ini, sampai sejauh mana pembangunan tidak beresiko dan sampai sejauh mana penggunaan mesin tidak menyebabkan iklim semakin panas saja. Oleh karena itu, modernisasi yang mengkonsumsi sumber daya harus diseimbangakan dengan kemampuan lingkungan untuk mencerna polutan yang dihasilkan sekaligus memperbaharui sumber daya yang ada.

Sistem ekonomi kapitalis semakin memperparah pemanasan global. Mengapa demikian? Karena penumpukan uang ditangan oknum/ kalangan tertentu saja membuat kesempatan mereka untuk merusak lingkungan semakin besar. Orang-orang berdompet tebal ini akan lebih konsumtif karena hidup yang bergelimangan harta. Keadaan inipun turut membuatnya ketergantungan dan menginginkan yang lebih lagi. Saat jumlah konsumsi dan pemakaian barang-jasa meningkat maka saat itu juga sumber daya dan energi yang tersedia dipakai untuk dihancurkan menjadi kotoran, sampah dan polutan yang mencemari lingkungan. Artinya, semakin konsumtif seseorang maka semakin tinggi pula pencemaran lingkungan yang dibawanya.

Sifat konsumtif adalah penyebab utamanya

Manusia yang konsumtif adalah mereka yang terlalu fokus terhadap materi untuk membuat dirinya puas, bahagia, damai dan tenteram. Orang semacam ini tidak muncul begitu saja melainkan mereka dihasilkan dari iklan-iklan yang disebarkan oleh oknum kapitalis, baik melalui media elektronik (televisi, radio, internet, media sosial) maupun media cetak (majalah, poster, koran, baliho). Iklan semacam ini akan mempengaruhi costomer yang selalu menghabiskan waktu selama berjam-jam di depan media-media tersebut.

Sifat yang konsumtif juga dipicu oleh orang yang kurang cerdas karena aktivitas otak yang minim. Orang yang terus saja menikmati hidup secara maraton pikirannya yang selalu kosong. Mereka hanya mengharapkan agar orang lain atau hal-hal materi di luar sana membuatnya bahagia. Padahal jikalau otak mereka selalu terbiasa beraktivitas niscaya “di dalam rasa syukur dan puji-pujian yang ditujukan kepada Tuhan pikiran terbuka sehingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang, damai lalu meluap lewat senyuman di bibir masing-masing.”

Setiap manusia adalah konsumtif bahkan kami sendiripun selalu mengkonsumsi materi. Yang menjadi masalah adalah bagaimana memanajemen sifat ini. Artinya, harus ada keseimbangan antara jumlah yang dikonsumsi dengan jumlah yang diproduksi dimana semuanya itu tidak mengganggu keseimbangan alam. Manajemen sumber daya ini memang terkesan sepele tetapi mengaktifkan sistem yang mengatur tentang hal tersebut sama dengan menjaga bumi ini tetap awet. Menyerahkan manajemen sumber daya kepada kapitalis sama saja dengan menyerahkannya kepada uang. Sedang uang itu sendiri semakin bertambah-tambah banyak hari lepas hari. Uang yang banyak berarti konsumsi tinggi berarti juga turut menghasilkan polutan dan limbah yang tinggi pula. Keadaan inilah yang kelak mendatangkan ancaman pemanasan global yang nyata, cepat atau lambat.

Bahaya global warming bagi kehidupan

Manusia tidak bisa dilepaskan dari materi, artinya sifat konsumtif itu akan selalu ada tetapi harus dikendalikan. Tiga hal kunci yang menyebabkan manusia sangat konsumtif, yaitu hawa nafsu, ilmu pengetahuan – teknologi dan uang. Selama ketiga hal ini tidak bisa dikendalikan oleh seseorang atau oleh suatu sistem niscaya akan menghasilkan aktivitas yang berlebihan sehingga memicu timbulnya dampak buruk pemanasan global. Berikut ini akan kami jelaskan lebih rinci tentang dampak negatif dari perubahan iklim yang ekstrim.

Dalam kehidupan manusia.

  1. Menurunnya daya tahan tubuh.

    Menurunnya imunitas seseorang diakibatkan oleh aksi konspirasi yang meluas pula. Orang-orang cerdas semakin banyak sehingga aktivitas manipulatif untuk memiliki uang juga semakin banyak. Salah satu cara perusahaan kesehatan dan farmasi untuk melemahkan kesehatan masyarakat adalah dengan menyebarkan produk-produk yang mengandung bahan kimia berbahaya dalam setiap makanan pabrikan. Mereka mengklaim keadaan ini tidak berpengaruh sebab jumlah bahan kimia tersebut berada di bawah ambang batas toleransi. Akan tetapi penumpukan bahan-bahan tersebut di dalam tubuh telah memicu menurunnya sistem imun manusia sehingga mudah terserang penyakit infeksi dan penyakit degeneratif.

    Manusia yang terlalu intelek begitu anti dengan yang kotor-kotor. Mereka mau semuanya serba sangat bersih dan higienis tanpa kontaminasi mikroorganisme. Padahal keadaan ini sama saja dengan memanjakan imunitas sendiri. Karena justru lewat hal-hal yang kurang higienislah daya tahan tubuh manusia terpapar oleh antigen sehingga bisa belajar menyesuaikan diri lalu berkembang menjadi lebih kuat hari lepas hari. Jadi jangan takut saat anda sakit, ini adalah cara lingkungan melatih sistem imun di dalam darah.

  2. Menyebabkan alergi.

    Tingginya aktivitas manusia mengakibatkan meningkatnya polusi udara. Keadaan ini direspon baik oleh sebagian orang tetapi sebagian lagi akan mengalami gangguan sensitivitas. Pemanasan global berdampak terhadap angka alergi karena aktivitas manusia yang menghasilkan lebih banyak polutan yang berterbangan di udara dan sistem kekebalan tubuh individu yang terlalu lemah.

  3. Bahaya terinfeksi.

    Infeksi disebabkan oleh banyak faktor diantaranya karena aktivitas yang tinggi, daya tahan tubuh rendah, lingkungan yang tercemar, konspirasi yang sedang berlangsung dan pengetahuan masyarakat yang minim. Semua faktor ini akan berakumulasi untuk memberi kontribusi sehingga membuat seseorang dengan mudah terinfeksi oleh mikroorganisme (virus, bakteri, jamur) tertentu.

    Belum lagi masalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat bermutasi sehingga menghasilkan penyakit baru yang sulit diobati bahkan tidak ada obatnya sama sekali.

    Ditambah lagi dengan infeksi yang terjadi oleh virus yang mendorong terciptanya penyakit degeneratif seperti tumor dan kanker. Semuanya ini akan memperpendek harapan hidup seorang manusia.

  4. Anggapan kebahagiaan materil segalanya – konsumtif.

    Sistem kapitalis mengharuskan aktivitas perdagangan selalu terjadi. Oleh karena itu, para oknum tertentu yang bekerja di media (baik online maupun cetak) akan menampilkan promosi iklan yang lebay untuk menghipnotis konsumen. Keadaan ini memicu manusia yang terus berfokus pada materi sebagai syarat utama hidup bahagia dengan mengikuti trend di pasaran. Sedangkan suasana trend selalu berubah. Perusahaan yang pintar-pintar akan senantiasa menginovasi prodaknya agar trend terus berubah. Orang yang mampu mengikutinya akan merasa selalu senang sedangkan bagi mereka yang fokus materi tapi berat diongkos akan makan hati terus bahkan kadang pikiran kacau dan gundah gulana.

  5. Menurunnya kecerdasan.

    Sistem ekonomi kapitalis memfasilitasi beberapa pihak untuk memiliki uang dalam jumlah yang lebih banyak. Keadaan ini membuat mereka bisa menikmati hidup lebih lama dan lebih beragam dari orang lain. Padahal aktivitas menikmati hidup yang mereka lakukan berlama-lama telah membuat pikirannya kosong (blank). Aktivitas otak yang minim inilah yang mendorong manusia mengalami penurunan fungsi otak bahkan sampai tingkat kecerdasannya menurun pula. Sedang orang-orang yang kurang cerdas biasanya tidak mampu membahagiakan dirinya sendiri. Layaknya anak kecil yang harus dihibur oleh orang tuanya barulah dia tersenyum senang.

  6. Bahagianya manusia dangkal.

    Para kapitalis menyuguhkan informasi agar orang-orang terus konsumtif. Mereka beranggapan bahwa fasilitas duniawi yang ditawarkannya dapat memberi solusi buat semua masalah yang dihadapi oleh konsumen. Orang-orang ini menyebarkan informasi yang terkesan dibuat-buat lalu mengarahkannya untuk digunakan sebagai solusi. Penyebaran informasi semacam ini mungkin terjadi di televisi, radio, internet, media sosial, majalah, koran dan lain sebagainya.

    Orang-orang diarahkan untuk fokus kepada hal-hal materi yang diklaim dapat membuat manusia bahagia. Sedang hal-hal duniawi yang menjadi trend di berbagai media turut berubah-ubah. Akhirnya hanya orang-orang yang berduit tebal yang mampu berbahagia seperti yang diiklankan (mengikuti trend). Sedang mereka yang memiliki pendapatan pas-pasan akan makan hati karena senangnya pas-pasan pula (tidak mampu mengikuti trend).

  7. Pemborosan uang.

    Biaya yang lebih mahal harus dikeluarkan untuk mendinginkan ruangan dengan kipas atau AC (air conditioner). Belum lagi masalah air yang harus dikirimkan ke rumah-rumah penduduk dengan mesin karena hujan sudah tidak turun dalam waktu lama. Juga manusia yang ketergantungan dengan teknologi lainnya membutuhkan biaya hidup yang lebih banyak. Dalam hal ini mesin digunakan sebagai budak-budak pribadi sekaligus sebagai sumber kebanggaan. Belum lagi pembayaran untuk membiayai fasilitas hiburan di daerah setempat.

  8. Kelaparan – busung lapar.

    Kaum borjuis yang memiliki jumlah penghasilan yang lebih tinggi mengkonsumsi sumber pangan yang lebih banyak pula. Belum lagi aktivitas hura-hura dan pesta pora yang harus mereka lakukan untuk menambah kepercayaan diri dan meningkatkan kepuasan pribadi. Keadaan ini menyebabkan bahan pangan yang masih tersedia terbatas jumlahnya sehingga harganyapun naik. Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi rendah tidak sanggup membeli makanan yang harganya selangit. Orang-orang ini akan mengalami busung lapar bahkan sampai mati kelaparan karena pasokan bahan makanan yang sudah habis di borong oleh oknum kapitalis tertentu.

    Belum lagi dampak pemanasan global terhadap kesuburan tanah yang semakin berkurang. Ada pula kejadian gagal penen yang diakibatkan oleh bencana alam, serangan hama dan pencemaran tanah oleh pupuk kimia. Lahan-lahan tidak lagi memberikan hasil yang memuaskan dan jauh dari kata cukup.

  9. Beresiko mengalami kematian.

    Modernisasi membutuhkan uang dimana fulus itu kebanyakan diambil dengan berkonspirasi. Ada konspirasi di bidang ekonomi, politik, budaya, pangan, kesehatan dan lain sebagainya. Setiap kejahatan yang dilakukan pastilan menghasilkan dosa sedang upah dari dosa itu adalah maut. Kematian rohani akan dialami oleh oknum kapitalis (otak tipu muslihat) sedangkan kematian badani lebih banyak diderita oleh mereka yang tidak tahu apa-apa (korban manipulasi).

    Dalam kehidupan lingkungan alamiah.

  10. Hewan mati-punah.

    Modernisasi ala kapitalis menciptakan infrastruktur yang banyak sehingga membutuhkan ruang yang lebih besar. Keadaan ini turut menyingkirkan hutan-hutan yang menjadi habitat dari beberapa hewan liar. Belum lagi masalah hilangnya binatang liar tipe predator dari lingkungan akibat perburuan liar. Keadaan ini dipicu oleh hobi masyarakat yang memburu binatang tersebut sekedar untuk kesenangan dan bukannya sebagai kebutuhan. Akibatnya, hama serangga menghujani areal pertanian dan pemukiman warga.

  11. Pohon di tebang, hutan menyempit dan tersisih.

    Kota-kota modern milik kapitalis memakan banyak ruang sehingga membutuhkan areal tanah yang sangat luas. Fasilitas hiburan yang dimiliki sangat luas dimana semuanya itu milik pribadi. Keadaan ini mengharuskan mereka membabat lebih banyak pohon dan menghancurkan areal hutan sesuka hatinya. Terlebih ketika kemampuan materi (uang) dan sumber daya yang dikuasai lumayan besar. Mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk membunuh fauna dan flora agar keinginan hatinya terwujud semata-mata demi kebanggaan duniawi.

  12. Erosi tanah.

    Permukaan tanah yang telah menjadi gundul akan mempermudah terjadinya erosi. Gerakan air permukaan yang terjadi lewat aliran hujan, sungai dan aliran air akibat aktivitas manusia lainnya akan membawa serta tanah humus yang kaya unsur hara. Tidak hanya itu saja, jikalau alirannya deras maka partikel tanah yang lebih besar akan ikut terbawa ke tempat yang lebih rendah. Akibatnya, lama kelamaan keadaan tersebut akan menurunkan tinggi permukaan tanah.

  13. Terjadinya banjir.

    Curah hujan yang tinggi terutama di musimnya (musim hujan) membuat debit air yang sampai ke permukaan tanah menjadi tinggi. Akan tetapi kemampuan tanah permukaan untuk menyerap air sangatlah rendah. Keadaan ini disebabkan oleh karena daya serap yang berkurang dimana pori-pori tanah telah hilang karena minimnya aktivitas makhluk hidup di bawahnya. Aktivitas akar-akar pohon dan mikroorganisme membuat tanah tetap gembur sehingga pori-pori selalu ada.

    Sayang penebangan pohon untuk keperluan properti para kapitalis kelas atas telah menghabiskan semua pepohonan. Belum lagi banyaknya lahan yang mereka butuhkan untuk alasan fasilitas mewah dan modernisasi. Keadaan ini turut membuat hutan yang memiliki fauna dan flora tersingkirkan hingga ke pinggiran bahkan sampai tidak ada sama sekali. Akhirnya tanah menjadi gundul, tandus dan kehilangan pori-porinya. Ujung-ujungnya banjir yang terjadi membahayakan kehidupan manusia, hewan dan tanaman pangan yang berada di dataran rendah.

  14. Tanah longsor.

    Longsornya tanah akibat kebutuhan kayu yang tinggi dalam proses modernisasi turut membuat gundulnya lereng-lereng gunung dan daerah dengan kemiringan tertentu. Ketika kemampuan pohon untuk mengikat tanah telah hilang niscaya struktur tanah permukaan menjadi kurang stabil sehingga mudah terjadi longsoran kecil maupun besar. Keadaan ini akan dipermulus oleh hujan yang membasahi tanah tersebut yang membuatnya menjadi sangat labil terlebih ketika ada beban tinggi di atasnya. Misalnya rumah, jalan raya, gunung dan lain sebagainya.

  15. Banjir bandang.

    Merupakan gabungan antara tanah longsor dan banjir yang menjadi satu. Banjir semacam ini tidak hanya menghancurkan daerah pesisir atau dataran rendah melainkan turut mengenai pemukiman penduduk yang ada disekitar bantaran sungai di daerah hulu (dataran yang lebih tinggi). Bencana semacam ini biasanya selain membawa air dan lumpur juga turut membawa material longsoran seperti batu, pasir dan batang pohon dari daerah hulu.

  16. Pendangkalan muara (laut) – turunnya permukaan tanah.

    Aktivitas erosi tanah yang terus terjadi mengirim material padat dari berbagai tempat ke muara sungai (pinggir laut). Keadaan ini turut di perparah oleh banjir yang sering terjadi. Akibatnya, daerah-daerah yang dahulu lebih tinggi telah mengalami penurunan permukaan. Kemungkinan keadaan ini jugalah yang membuat pantai semakin landai dan air laut terkesan naik. Padahal bukan air laut yang naik tetapi tanah-tanah di daerah pesisir telah di hanyutkan ke dalam laut oleh aktivitas erosi.

  17. Hujan tidak turun.

    Saat para kapitalis bergiat untuk melaksanakan globalisasi dan pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Maka pepohonan sebagai magnet air (mengundang turunnya hujan) akan kehilangan fungsinya. Keadaan ini disebabkan oleh jumlahnya yang turun drastis dan luas areal hutan yang semakin menyempit. Situasi merugikan ini semakin diperparah oleh aktivitas kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang menyebabkan polusi udara. Akhirnya, hujan tidak kunjung turun selama berbulan-bulan akibat pemanasan global.

  18. Tanah menjadi tandus.

    Pemakaian pupuk yang tidak terkendali (berlebihan) telah merusak vegetasi tanah. Keadaan ini semakin diperparah oleh karena cahaya matahari yang menembus sampai ke permukaannya akibat kurangnya/ minimnya/ tidak adanya vegetasi flora diatasnya bahkan rumput juga tidak ada. Panas matahari akan membuat molekul air di dalam tanah menguap sehingga tidak dapat lagi ditempati oleh bakteri penyubur. Jika keadaan ini terus berlangsung lama niscaya tanah akan menjadi tandus dan gersang karena pemanasan global.

  19. Kekeringan – pasokan air minim bahkan tidak ada sama sekali.

    Ketika hujan tidak turun selama berbulan-bulan sedangkan hutan terus mengalami degradasi. Pepohonan sebagai magnet air tidak lagi dapat mengubah lebih banyak udara menjadi air lewat proses kondensasi (misalnya embun di pagi hari) sebab pohon sudah tidak ada lagi atau sekalipun ada jumlahnya sangat sedikit/ minim. Tanah yang semakin tandus dan gersang juga membuatnya tidak dapat menyimpan cadangan air didalamnya. Keadaan ini akan memicu terjadinya kekeringan yang akan meluas lewat krisis air yang melanda suatu wilayah yang cukup luas.

  20. Kebakaran hutan.

    Tumbuhan hijau yang tidak mendapatkan hujan selama berbulan-bulan akan mendorongnya untuk menggugurkan daun sekaligus mengurangi penguapan. Keadaan ini menyebabkan banyaknya dahan dan dedaunan yang kering berserakan di atas tanah. Sedangkan suhu pemanasan global yang semakin tinggi secara berangsur-angsur membakar ranting dan dedaunan yang telah kering tersebut sehingga terjadilah kebakaran hutan.

    Kebakaran hutan juga dapat terjadi karena disengaja oleh oknum petani atau pengusaha tertentu. Mungkin tujuan mereka hanya membakar lahan garapannya saja tetapi kekeringan yang melanda suatu daerah dapat mempermudah meluasnya areal kebakaran.

  21. Hutan menjadi gurun (penggurunan).

    Kebutuhan akan kayu untuk bahan bangunan membuat komoditas ini sangat laku dipasaran. Para pengembang properti yang tidak peduli dengan dampak lingkungan hanya tau membeli kayu-kayu tersebut tanpa mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana pepohonan yang sudah ditebang dapat tumbuh kembali. Konsumsi yang tidak diiringi oleh niat memperbaharui kembali membuat hutan menjadi gundul selama beberapa waktu.

    Sedangkan manusia yang terus mengembangkan areal pertanian membuat lahan-lahan tersebut menjadi kehilangan unsur haranya. Sekalipun dilakukan pemupukan tetapi penggunaan pupuk kimia beresiko merusak vegetasi tanah. Keadaan ini semakin diperparah oleh karena adanya hewan ternak yang juga turut mengkonsumsi rerumputan yang menutupi permukaan tanah. Akibatnya, gabungan antara pembalakan liar, kekeringan, kebakaran hutan, pertanian dan peternakan berangsur-angsur (dalam waktu cukup lama) akan menciptakan tanah-tanah yang gersang, tandus dan berpasir yang lama kelamaan berubah menjadi gurun yang semakin meluas.

  22. Udara tidak sehat karena polutan.

    Penggunaan kendaraan bermotor secara pribadi membuat jumlah mesin semakin banyak di jalanan. Sedang bahan bakar yang mereka gunakan rata-rata disuling dari minyak bumi (bahan bakar fosil) yang berpotensi menghasilkan gas buangan yang mengotori udara. Jika keadaan ini berlangsung secara terus-menerus niscaya udara menjadi kotor. Berbagai-bagai mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya berterbangan didalamnya yang berpotensi membuat manusia sakit.

    Polusi adalah pengotor yang turut memperberat masa jenis udara sehingga lebih lama menyimpan panas. Keadaan inilah yang turut membuat malam hari di tempat anda tetap panas. Sebab udara yang tercemar menahan radiasi matahari lebih lama daripada udara yang bersih. Akibatnya, peningkatan suhu udara terjadi secara berangsur-angsur dari tahun ke tahun yang disebut sebagai pemanasan global.

    Dampak buruk yang satu ini juga turut ditimbulkan oleh aktivitas mesin yang semakin banyak dilingkungan kita. Sebab mesin-mesin turut mengeluarkan panas yang sangat tinggi sehingga berkontribusi langsung terhadap suhu lingkungan yang kian hari kian meningkat.

  23. Air tercemar.

    Pencemaran air dipicu oleh karena buangan manusia (urin dan feses) maupun oleh buangan limbah industri. Keadaan ini semakin di perparah oleh karena rendahnya jumlah garam yang dikonsumsi individu. Sebab garam yang terlarut dalam kotoran manusia dan hewan dapat membantun mempercepat proses pembusukannya (demineralisasi urin dan feses lebih singkat waktunya). Limbah beracun turut mencemari perairan saat oknum industri membuang sampahnya tanpa terlebih dahulu menetralisirnya.

  24. Tanah tercemar.

    Pencemaran tanah terjadi oleh karena buangan manusia dan hewan (urin dan feses) semakin banyak di atasnya. Keadaan ini semakin diperparah oleh karena jumlah konsumsi garam yang rendah sehingga kotoran yang dihasilkan tidak dapat membusuk sendiri atau sekalipun membusuk membutuhkan waktu yang lama di atas tanah. Hujan yang tidak kunjung turun juga turut membuat proses pembusukan tersebut menjadi lambat. Akibatnya tanah tercemar dan tidak dapat ditumbuhi oleh tanaman bahkan rumput sekalipun tidak tumbuh karena pH-nya yang berubah drastis.

  25. Lapisan ozon menipis.

    Udara teratas adalah lapisan pelindung bumi dari berbagai partikel luar angkasa. Segala benda asing (komet, meteori) yang akan memasuki medan gravitasi bumi akan terbakar di udara. Lapisan yang satu ini juga berperan untuk melindungi bumi dari radiasa sinar matahari yang lebih ekstrim. Inilah yang membuat kulit kita tidak terbakar saat terkena sinar matahari. Akan tetapi, polutan yang terus-menerus dihasilkan oleh kendaraan bermotor, mesin industri dan pembangkit listrik membuat lapisan ozon menjadi tipis. Akibatnya udara radiasi sinar matahari akan lebih banyak yang sampai di atas permukaan bumi dimana manusia hidup dan bermukim. Inilah yang akan membuat sinar matahari terasa sangat panas hingga membakar kulit.

  26. Gelombang panas/ badai matahari.

    Menipisnya lapisan ozon mengakibatkan tingginya intensitas radiasi matahari yang mencapai bumi. Keadaan ini akan menyebabkan manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di permukaan akan terbakar. Matahari tidak lagi bersahabat pada kita bahkan bisa dikatakan bahwa alam semesta menolak diri ini karena berbagai ulah manusia yang tidak mampu menjaga keseimbangan alam. Mesin-mesin yang kita banggakan telah meningkatkan polusi udara sedangkan fasilitas dan gedung mewah yang kita puja-puji telah merusak hutan sekaligus meniadakan pohon sebagai pelindung bumi ini. Akibatnya badai mataharipun terjadi akan membakar setiap makhluk yang ada di atas bumi.

  27. Badai dimana-mana (topan, tornado, putting beliung, angin kencang lainnya).

    Cuaca ekstrim yang membawa angin dan molekul air (awan, hujan, es) akan menghantam dan meluluhlantakkan suatu wilayah dengan cepat. Keadaan ini akan menyebabkan tumbangnya pepohonan dan rusaknya atap dan rumah warga. Badai akan menimbulkan kerusakan properti pemerintah, swasta dan pribadi bahkan dapat pula menyebabkan korban jiwa.

  28. Gletser mencair.

    Pemanasan global membuat gletser di kutub utara dan selatan menjadi cair. Juga gletser yang menutupi puncak gunung tertinggi akan turut mencair. Keadaan ini akan membuat dataran di kedua kutub bumi akan semakin berkurang dari hari ke hari.

  29. Air laut naik.

    Naiknya permukaan air laut dipicu oleh gletser yang mencair di daerah kutub dan di puncak gunung-gunung tertinggi di dunia. Volume air laut yang terus bertambah membuat permukaannya turut meninggi dari tahun ke tahun. Keadaan ini juga dipicu oleh turunnya permukaan tanah akibat masa beban pada kerak bumi (gedung-gedung besar dan tinggi) dan erosi permukaan tanah yang terus terjadi.

  30. Hasil pertanian berkurang (gagal panen) dan tercemar.

    Cuaca ekstrim yang terus berubah-ubah (tidak stabil) mengharuskan masa tanam turut berubah pula. Tetapi mereka yang hanya tahu menanam saja tanpa mampu belajar menyesuaikan diri dengan keadaan iklim di sekitarnya beresiko tinggi mengalami gagal panen.

    Pemusnahan berbagai-bagai predator dalam dunia hewan oleh aktivitas perburuan binatang liar membuat jumlah mangsa semakin tak terkendali. Kebanyakan dari mangsa ini adalah serangga sehingga jumlah mereka semakin bertambah-tambah banyak dari hari ke hari tanpa ada hewan lain yang mengendalikannya (berbagai jenis burung, laba-laba, kadal-cicak, reptil-kodok). Akibatnya serangga sebagai hama dengan jumlah sangat banyak akan memakan habis tanaman pertanian. Sehingga beresiko mengalami fuso (gagal panen).

    Penggunaan pupuk kimia yang tidak terkendali telah merusak vegetasi mikroorganisme di dalam tanah. Keadaan ini menyebabkan tanah menjadi tandus sehingga tidak dapat lagi ditumbuhi oleh tanaman apapun.

  31. Boros bahan bakar bahkan habis.

    Saat suhu lingkungan sangat tinggi hingga membuat kulit pans terbakar saat terkena sinar maka manusia akan beramai-ramai untuk membeli dan menggunakan mode kendaraan tertutup misalnya mobil, kereta api dan pesawat. Sedangkan jumlah kapitalis akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini membuat orang-orang yang kaya raya semakin banyak dan limbah yang dihasilkan juga semakin banyak. Merekapun akan membeli kendaraan pribadi dengan mudah. Kemudahan untuk memiliki kendaraan pribadi membuat orang beramai-ramai untuk memilikinya juga. Pengaturan pajak kendaraan yang sangat rendah membuat manusia semakin dimanjakan oleh kendaraan pribadi. Akibatnya tingkat konsumsi BBM menjadi sangatlah tinggi yang menguras habis cadangan minyak yang sudah ada hanya dalam waktu beberapa puluh tahun ke depan.

    Dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

  32. Meningkatnya emigrasi.

    Orang-orang dari daerah/ wilayah/ negara yang miskin akan mengungsi ke daerah/ wilayah/ negara maju untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Tempat-tempat yang sudah menderita pemanasan global dengan derajat keparahan tinggi akan ditelantarkan oleh orang-orang kaya (kapitalis) setempat untuk mengungsi ke wilayah yang lebih menjanjikan di belahan dunia yang lain. Sedangkan orang-orang miskin di daerah tempat terjadinya bencana global  warming tersebut akan terlindas bahkan sampai kehilangan nyawanya lewat bencana alam yang datang secara bertubi-tubi.

  33. Meningkatnya sikap individualis.

    Sistem ekonomi kapitalis yang mengedepankan kecerdasan individu memupuk rasa arogansi di dalam hati manusia. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya dimana tetap menempuh cara-cara licik untuk mencapai sesuatu sekalipun terkesan menindas kelompok lainnya. Orang-orang ini juga sangat sensitif dengan gejolak sosial hingga menolaknya. Akibatnya, kepemilikan hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya semakin melekat dalam diri manusia itu sendiri. Sikap individualis yang hanya mau menang sendiri membuat seseorang tidak lagi memiliki kepekaan terhadap kehidupan orang lain yang ada disekitarnya (rasa sosial).

  34. Tingginya persaingan.

    Kapitalisme membuat posisi tertentu sangat ideal dan menawan hati sehingga sulit di tolak oleh siapun. Keadaan ini jugalah yang turut membuat persaingan tinggi untuk menempati jabatan tersebut sekaligus menciptakan daftar kepitalis baru

    Persaingan hidup yang belebihan hanya akan menghasilkan kerugiaan yang besar bahkan bisa jadi mengorbankan nyawa. Kejadian ini bisa juga disebabkan oleh sistem penggajian yang berbeda-beda. Dimana hanya orang-orang tertentu saja yang  dapat menikmati hidup sedangkan pihak lain tidak lagi memiliki kesempatan yang sama. Sekelompok orang akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memperebutkan suatu posisi yang memiliki wewenang dan pendapatan tinggi.

  35. Tingginya angka konspirasi.

    Manipulasi yang terjadi dimana mana telah dibius otaknya oleh informasi. Angka konspirasi bertambah tinggi untuk meraih untung yang sebesar-besarnya. Orang-orang juga semakin hobi berbohong untuk melemahkan sesamnya dimana semuanya itu semata-mata demi uang yang berlipat ganda. Sistem ekonomi kapitalis mencirikan persaingan tinggi dimana setiap orang yang lemah akan diperbudak dan diperah oleh oknum yang pintar-pintar. Konspirasi semacam ini dilakukan untuk menjamin kehidupan kalangan elite tertentu dalam kemewahan, kemanyaman, kemegahan, foya-foya dan pesta pora dengan teman-temannya.

  36. Meningkatnya agresivitas.

    Kesenjangan ekonomi yang tinggi membuat manusia kelas bawah mudah stres karena kemiskinan dan pengangguran. Akibatnya, terciptalakah semacam aksi-aksi yang berlebihan karena temperamen yang buruk yang di dorong oleh karena minat yang tinggi akan kenikmatan duniawi. Orang-orang kecil telah dihipnotis oleh iklan karena terlalu fokus pada televisi. Timbullah hawa nafsu yang tidak terkendali tapi tidak kunjung terwujud sehingga menciptakan manusia yang bertahan dalam depresi. Keadaan ini membuat mereka berkepribadian liar dengan moralitas jongkok. Kurangnya kemampuan mengendalikan diri membuat manusia sangat agresif untuk menanggapi hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk dilakukan.

  37. Pertengkaran hingga peperangan.

    Kurangnya rasa kebersamaan membuat manusia saling bersaing untuk berlawanan satu sama lain. Keadaan ini semakin di perparah oleh sumber daya dan energi yang tersedia semakin menipis. Sebab kapitalis hanya bisa menggunakannya saja tetapi tidak peduli bagaimana cara memperbahaguinya. Akibatnya, orang-orang yang memiliki power lebih (kekuatan militer yang besar) akan saling berhadapan untuk memperebutkan sumber daya yang tersisa. Sedang orang-orang yang pintar-pintar akan berkonspirasi melemahkan suatu negara dari dalam sehingga timbullah perpecahan yang membuat pihak lain lebih mudah mengeruk sumber daya & energi yang dimiliki. Akhirnya, semua persoalan ini turut menggiring manusia untuk saling melemahkan bahkan membunuh juga untuk berperang (langsung maupun tidak langsung/ menggunakan pihak ke tiga) satu sama lainnya.

  38. Kiamat – akhir dunia.

    Peperangan yang pecah dimana-mana hanya akan menghabiskan lebih banyak nyawa, menghancurkan infrastruktur dan meluluh lantakkan lingkungan sekitar. Ada dua penyebab utama kiamat, yaitu karena bencana alam yang dahsyat dan kedua karena peperangan antar negara.

Pemanasan global awalnya hanyalah bencana lingkungan biasa akan tetapi lama kelamaan dampaknya akan meluas dalam diri manusia itu sendiri, lingkungan pergaulannya, alam sekitarnya hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada dasarnya semakin tinggi hawa nafsu manusia, penggunaan uang dan teknologi mesin maka semakin tinggi pula tingkat pemanasan global. Jadi, kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan pesona materi yang terus-menerus kita kembangkan yang kelak akan membunuh diri ini (atau keturunan kita berikutnya) secara masif tetapi pasti. Benarlah pepatah yang mengatakan bahwa “sesungguhnya mereka yang mengabaikan Tuhan namun terlalu membangga-banggakan hal-hal materi akan beroleh kutuk” sedang buah dari kutukan itu adalah kematian. Mencari kepuasan materi tidak akan pernah berkata cukup, oleh sebab itu jangan fokus ke sana. Tetapi fokuslah kepada Tuhan (doa, firman) sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya sehingga pikiran terbuka dipenuhi oleh rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

Salam lingkungan hijau!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.