Gejolak Sosial

7 Cara Televisi Membodohi Penonton – Menonton Wajar Yang Penting-Penting Saja


Cara Televisi Membodohi Penonton – Menonton Wajar Yang Penting-Penting Saja

Tidak semua hal di televisi adalah buruk. Ada yang baik dan ada pula yang buruk saat menontonnya. Setiap dari kita harus mampu memisahkan antara menonton sebagai kebutuhan dan menonton sebagai keinginan. Mereka yang menonton sebagai kebutuhan akan mencari, menghafal dan menggandrungi acara yang sesuai dengan bidang masing-masing. Sedangkan, mereka yang menonton karena keinginan, cenderung menonton semuanya, bila perlu dari pagi sampai sore dan sore sampai larut malam. Ini namanya terlalu fokus pada kotak ajaib untuk menemukan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati. Padahal semua yang disana sesaat dan cepat hilangnya.

Awalnya kecanduan berlama-lama di depan televisi adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Sayang kebiasaan ini akan membuat informasi meresap sampai ke dalam lubuk hati yang paling dalam. Jadinya, andapun berpikir bahwa apa yang disuguhkan oleh kotak ajaib ini harus terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat anda tidak mampu mencapai keadaan itu di dunia nyata niscaya dari sinilah mulai gundah gulananya hati. Sikap yang awalnya periang dan mudah tersenyum bisa berubah total menjadi orang yang suka cemberut dan mudah marah kepada orang lain.

Informasi adalah buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sadarilah bahwa pohon yang satu ini menghasilkan buah simalakama yang bisa mengarah kepada hal-hal yang baik atau malah sebaliknya tertuju kepada kejahatan. Untungnya, buah simalakama ini ada di tangan anda, jadi baik buruknya manfaat yang dirasakan tergantung dari keputusan masing-masing. Demikian juga halnya dengan televisi di rumah, barang elektronik yang berada di bawah kekuasaan dan kendali kepala keluarga sebagai pengatur. Oleh karena itu, gunakan wewenang anda sebagai orang tua untuk mengatur waktu pemakaian televisi.

Anak dibatasi untuk menonton TV

Sebaiknya, anak yang masih kecil tidak disuguhi dengan televisi terus-menerus. Melainkan ada baiknya jikalau mereka diarahkan untuk fokus Tuhan (membaca firman, bernyanyi memuliakan Tuhan) dan fokus belajar. Saat seorang anak diarahkan untuk selalu memusatkan pikiran kepada Tuhan niscaya otaknya akan berkembang karena selalu dalam posisi “on” (aktif). Kami berpikir bahwa membaca firman bisa dilakukan dimana saja, demikian juga dengan aktivitas bernyanyi memuliakan-Nya; anak dapat diarahkan melakukannya di dalam hati, menggunakan mulut, alat musik atau bisa juga sambil menari. Sedang untuk belajar setiap anak diarahkan sesuai dengan mata pelajaran di sekolah dan hal-hal yang biasanya diminatinya (hobi).

Mabuk televisi akibat maraton menonton

Berapa jamkah anda menonton televisi dalam satu hari? Harus mampu mengendalikan kebiasaan ini sebab televisi membuat otak anda dalam keadaan nol besar. Sebab mata yang terus melongo dengan tatapan hampa di depan tv merupakan pertanda bahwa pikiran sedang  di tenangkan oleh acara-acara yang di tonton. Efeknya yang menenangkan membuat pikiran benar-benar blank (kosong). Bila hanya menonton sebentar (kurang lebih satu jam), keadaan ini tidak masalah tetapi bila anda melakukannya selama berjam-jam (lebih dari dua jam), yang semacam inilah yang berpotensi untuk memabukkan pikiran sendiri.

Saat anda sampai pada satu titik jenuh karena terlalu banyak menonton.

Coba saja menonton televisi lebih dari dua jam. Dahulu kami pernah melakukan hal ini dan hasilnya bokong dan punggung sakit sedang pikiran jadi galau atau apalah. Keadaan ini baru pulih kembali saat kami beraktivitas hingga keringat keluar (misalnya membersihkan rumah dan olahraga) atau saat istrahat untuk tidur siang terlebih dahulu. Silahkan menontona acara kesayangan anda tetapi jangan maraton di depan televisi. Jika hanya sekedar untuk menghabiskan waktu luang mendingan cari sesuatu untuk dibaca-baca, misalnya firman atau buku-buku lainnya. Yang paling bagusnya adalah fokus kepada Tuhan memuliakan nama-Nya berdasarkan nada-nada yang keluar dari dalam otak masing-masing. Sudah tahukan cara mengubah musik dari lagu rock atau hip-hop menjadi lagu pujian? Silahkan lihat pada halaman yang kami tautkan.

Jangan hanya menonton tetapi buat dan ciptakan sesuatu agar otak aktif dan cerdas

Bagi anda pekerja tipe otak, alangkah lebih baik jikalau mengembangkan bakat tersebut dengan selalu mencatat saat berada di depan televisi. Manfaat media ini untuk menghasilkan/ menulis sesuatu. Bukan saat anda berada di depan tv saja buku catatan di perlukan, saat sedang mendengarkan khotbah juga butuh buku catatan. Orang yang mau mengembangkan opininya harus mendengarkan opini orang lain, mereka yang hendak mengembangkan sudut pandang dan pola pikir perlu mencatat opini orang lain untuk dikreasikan dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan minat masing-masing.

Cara televisi membodohi manusia.

Mengapa televisi bisa membodohi anda? Karena menonton secara berlebihan! Tidak masalah anda mau melihat acara ini itu sesuai dengan minat masing-masing tetapi yang kami maksudkan adalah pastikan anda mendapatkan sesuatu saat beranjak dari depan layar kaca. Begitu meninggalkan tv semua hilang, bahkan anda tidak bisa mengingat lagi apa yang tadi sudah ditonton atau apa yang di tonton jauh sebelumnya (beberapa hari yang lalu). Oleh karena itu, jangan hanya menonton tetapi coba tulis atau gambarkan sesuatu dari kisah yang anda saksikan.

  1. Pikiran kosong saat menonton TV.

    Kekosongan dalam pikiran menunjukkan rendahnya aktivitas otak yang bisa berimbas pada menurunnya kecerdasan anda. Untuk menghindari pikiran yang kosong usahakan untuk membawa buku/ catatan kecil di depan televisi dan tulis sesuatu sesuai dengan pemahaman anda dengan demikian tidak terus menerus dibodohi oleh aktivitas ini.

  2. Meningkatkan hawa nafsu.

    Banyak iklan yang ditampilkan saat berada di depan layar kaca. Anda harus mampu bersikap selektif dan kritis untuk menghindari berbagai iklan tersebut. Bisa juga disela-sela berlangsungnya iklan silahkan fokus Tuhan dengan senantiasa bernyanyi memuliakan nama-Nya di segala waktu.

  3. Lewat iklan yang lebay dan diulang-ulang.

    Iklan semacam ini kalau terlalu diperhatikan bisa membuat anda terprovokasi. Oleh karena itu, pastikan otak selalu aktif saat iklan lagi jalan, bisa dengan fokus kepada Tuhan atau pelajaran.

    Acara yang diulang membuat pikiran anda tidak mengalami kemajuan. Ada baiknya acara semacam ini dijauhi sebab tidak menambah wawasan sama sekali. Jika tetap menonton acara tersebut berarti bisa dipastikan bahwa diri ini terlalu cinta terhadap acara tersebut.

  4. Mengundang pembicara yang tidak kompeten.

    Produser suatu acara televisi bisa saja mengatur suatu talk show untuk digiring menurut persepsi yang menguntungkan oknum tertentu tetapi sebenarnya syarat rekayasa. Pembodohan semacam ini marak terjadi saat pilkada/ pilpres sedang berlangsung. Berhati-hatilah menyaksikan acara-acara yang mengandung muatan politis untuk memprovokasi/ mengadu domba/ menggiring opini ke area abu-abu.

  5. Mempertontonkan kemewahan, kenyamanan, pesona, kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Anda dihipnotis/ dibodohi bahwa hanya kenyamanan, kemewahan, kenikmatan dan pesona duniawilah yang membuat bahagia padahal semua itu fana. Tontontan tentang gemerlapan dunia semacam ini akan mempengaruhi minat di dalam hati. Artinya saat ada seseorang yang menawarkan hal-hal semacam ini dalam keseharian, anda menjadi sangat positif terhadap orang tersebut. Tetapi saat ada orang yang lusuh dan penampilannya agar kurang sedap pastilah mau menjauh dari yang semacam itu. Sifat-sifat seperti ini asalnya dari televisi yang di tonton. Ketika matamu selalu melihat yang wah, niscaya keinginanmu juga tidak lepas dari yang wah itu!

  6. Memutar film yang berputar-putar (berjalan di tempat).

    Perhatikan acara yang sedang anda tonton. Jika memiliki catatan tentang acara tersebut niscaya dapat diketahui apakah film itu hanya berputar-putar disitu saja, tidak ada kemajuan dan perkembangan sedikitpun. Seolah endingnya sudah dekat tetapi kembali ke awal karena ada masalah lain. Catatan anda menunjukkan bahwa saat ini sedang bukan penonton yang konsumtif melainkan aktif juga menyeleksi dan menyaring setiap informasi yang didapatkan.

  7. Menyuguhkan acara yang tidak mendidik.

    Kita harap yang seperti ini jarang terjadi. Sebab pertelevisian di negeri ini telah diawasi oleh lembaga khusus (Komisi Penyiaran Indonesia – KPI) yang berperan aktif untuk menyortir berbagai suara dan gambar yang hendak di tampilkan ke publik. Jikapun ada sebaiknya segera tinggalkan acara yang demikian atau matikan televisi anda lalu sibukkan diri dengan fokus Tuhan, bekerja dan belajar.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Bukan TV yang membodohi kita tetapi kita sendirilah yang membiarkan diri dibodohi oleh televisi. Oleh karena itu, tontonlah acara yang penting-penting saja sewajarnya. Upayakan untuk tidak hanya ngetam di depan layar kaca, pas TV-nya di shut down maka semuanya hilang. Melainkan miliki catatan kecil, hasilkan kata-kata bijak, puisi, cerita, gambar dan lain sebagainya setelah menontonnya. Demikian juga saat anda sedang mendengarkan khotbah dari Hamba Tuhan: JANGAN KONSUMTIF. Tetapi ambil atau ceritakan sesuatu dari setiap hal yang disampaikan, itulah yang namanya pendengar yang cerdas.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.