Gejolak Sosial

Alasan Dosa Warisan Adam & Hawa Ada Sampai Sekarang – Dosa Diturunkan Lewat Pengetahuan Bukan Lewat Keturunan – Gen


Alasan Dosa Warisan Adam & Hawa Ada Sampai Sekarang - Dosa Diturunkan Lewat Pengetahuan Bukan Lewat Keturunan - Gen

Kristen Sejati – Saat menyadari tulisan ini, kami merasa sebagai orang yang paling berdosa di dunia ini. Sungguh kesalahan kami sangatlah banyak. Kami telah mencuri dari Tuhan sanga banyak, mencuri ilmu pengetahuannya sangat banyak, mencuri teknologinya sangat banyak dan mencuri semua kenyamanan hidup yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan. Semua harta-kekayaan yang kami miliki dihasilkan dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, gigi kami gemeretak karena menyadari bahwa dosa Adam dan Hawa masih dilakukan sampai sekarang.

Manusia di Taman Eden dari awal hingga diusir karena dosa

Ini adalah awal dari semua masalah yang ada di bumi. Bacalah kisah saat manusia ditempatkan di Taman Eden hingga kita diusir sampai sekarang karena kesalahan itu dalam Alkitab yang masing-masing dimiliki. Mari kami ingatkan kembali tentang kisah-kisah manis manusia dan Tuhan di Taman Eden.

(Kejadian 2:8-10) Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Peringatan untuk tidak melanggar ketetapan Allah.

(Kejadian 2:15-17) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Bagaimana manusia tergoda untuk menjadi mulia seperti Tuhan sehingga kita jatuh dalam dosa.

(Kejadian 3:1-12) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahu kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Dosa pertama di seluruh bumi yang di dihukum.

(Kejadian 3:14-20) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Manusia di buang dari Taman Eden yang memiliki Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Buah Pengetahuan tentang keabadian telah dirahasiakan keberadaannya sebab sekali lagi kita mengkonsumsi buah itu niscaya kita hidup abadi sama seperti Tuhan.

(Kejadian 3:21-24) Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Alasan mengapa kita berdosa karena pengetahuan adalah hasil mencuri dari Allah

Sebenarnya, apa faktor penyebab yang membuat kita mewarisi dosa nenek moyang Adam & Hawa? Kami juga dahulu sempat salah kaprah dan menganggap bahwa dosa yang diturunkan oleh nenek moyang berasal dari gen atau dari darah dan daging yang kita peroleh dari mereka. Ternyata anggapan ini kuranglah tepat sebab pewarisan dosa lebih masuk akal lewat pengetahuan, harta benda, mesin dan teknologi yang diperoleh dan terus dikembangkan hari lepas hari. Sebab semua teknologi itu telah menimbulkan kerusakan secara masif dan terstruktur (terhadap lingkungan dan sesama) tetapi tidak kita sadari.

Apa yang kita bangga-banggakan selama ini ternyata hanyalah sebuah dosa di mata Allah. Pantaslah bahwa kita tidak pernah layak untuk menghadap hadirat Tuhan sebab semua yang ada di hadapan kita adalah hasil MENCURI dari Tuhan dan SIALNYA ITU MASIH TERJADI SAMPAI SEKARANG! Nenek moyang kita telah mencuri ilmu pengetahuan dan sampai sekarang pengetahuan itu masih terus ada. Kita terus menerjemahkan dan mengembangkan ilmu tersebut hingga menjadi sistem ekonomi, sistem politik, sistem pertahanan keamanan, sistem sosial bermasyarakat dan sistem-sistem lainnya.

Sadarilah bahwa setiap tulisan yang anda temukan sekalipun hanyalah sepenggal frase saja, itu adalah ilmunya Tuhan. Apapun yang sedang kita tulis saat ini, jangan sombong sekalipun kisah tersebut bagus. Sebab semua itu bukan milik pribadi (bukan hak paten pribadi saja) melainkan semuanya adalah milik Tuhan. Jadi sebagus apapun karya yang kita hasilkan saat menulis tetap sadarilah bahwa kreativitas tersebut telah mendatangkan dosa. Jadi ada baiknya jikalau pengetahuan yang saat ini dimiliki tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang berlebihan agar jangan sampai mendatangkan kejahatan bagi sesama manusia dan juga bagi bumi ini.

Seorang profesor sekalipun tidak berhak membanggakan dirinya atas semua penemuan yang dilakukannya. Sehebat apapun keilmuan yang dimiliki, kesemuanya itu adalah hasil dari mencuri. Itulah mengapa sampai saat ini setiap orang tertular dengan dosa Adam dan Hawa. Jadi, sekali lagi kami tegaskan bahwa dosa Adam dan Hawa tidak menjerat kita lewat warisan keturunan atau disebut juga gen melainkan menjerat manusia lewat pengetahuan yang kita terus kembangkan sampai sekarang. Bukankah ilmu itu yang membuat bumi ini rusak?

Pengetahuan adalah dosa yang menggiring kita dalam kematian

Setiap orang yang mengkonsumsi Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat pasti akan mati tetapi Adam dan Hawa tidak segera mati. Mereka baru meninggal beberapa ratus tahun kemudian. Apakah Allah berbohong ketika ia mengatakan bahwa “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Sama seperti nenek moyang kita yang tidak segera mati karena masih mendapat belas kasihan Tuhan sehingga sanksinya hanya diusir dari Taman Eden. Demikian juga pengetahuan yang dimiliki memang tidak langsung membuat kita mati melainkan lewat proses-proses persaingan untuk memperebutkan hal-hal duniawi.

Kepintaran kita membodohi orang lain lalu mengambil keuntungan dari pembodohan tersebut. Kita menciptakan sistem kasta (kelas berdasarkan gaji) dimana diri sendiri sebagai penguasa atas orang lain sehingga pertengkaran untuk memperebutkan posisi tersebut hingga menyebabkan kematian. Orang-orang merusak dan menggali bumi sedalam-dalamnya untuk menemukan harta karun yang disebut batu mulia. Lalu seseorang menindas untuk memperbudak sesamanya hingga mati untuk mengambil harta dari perut bumi. Manusia menciptakan teknologi yang membuat orang saling bersaing dan menekan untuk memperebutkan penggunaannya. Yang lebih parahnya adalah manusia saling berperang dan membunuh untuk memperebutkan sumber daya yang tersisa dan memperebutkan energi (BBM) yang tersedia.

Ketahuilah bahwa kebanggaan umat manusia, yaitu teknologi telah membawa kehidupan ini ke dalam keterpurukan. Apa saja bukti nyata dari keadaan ini?

  • Menipu orang lain dengan berkonspirasi untuk melemahkan mereka. Lalu kita tega mengeruk rupiah dari pelemahan itu sehingga diri ini menjadi bertambah-tambah kaya.
  • Kita membangun rumah yang besar setinggi menara babel demi kebanggaan di hadapan orang lain.
  • Membuat lapangan kosong yang luas dan besar semata-mata demi nama dan kemewahan.
  • Memiliki kendaraan mewah yang menghasilkan polutan.
  • Membuat pabrik pengolahan makanan.
  • Membangun industri otomotif, pakaian dan peralatan rumah tangga lainnya.
  • Menciptakan senjata-senjata mutakhir yang canggih dan siap membunuh siapa saja.
  • Semuanya itu demi uang, kenyamanan, kemewahan, kenikmatan, kemuliaan dan pesona duniawi.

Sadarilah bahwa semua ini telah mengganggu keseimbangan lingkungan. Mari baca lagi Alkitab anda lalu simak baik-baik tentang fase penciptaan dimana sebelum manusia ada berbagai macam ciptaan lainnya untuk menopang kehidupan kita. Mulai dari matahari, bulan, bintang, cakrawala, air, darat, tumbuhan dan hewan. Ciptaan sebelum manusia adalah kebutuhan kita. Lalu darimanakah anda akan memperoleh semua kebutuhan itu jika kita menghancurkan ciptaan sebelumnya hanya demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi? Lagipula memusnahkan pepohonan sama saja dengan membunuh sang pelindung bumi sejak dari mulanya. Sebab klorofil yang menghasilkan oksigen adalah udara yang sehat atau disebut juga ozon yang sekaligus melindungi permukaan bumi agar tidak terbakar oleh radiasi sinar matahari (disebut juga badai matahari/ gelombang panas).

Manusia memang cerdas, saat berhasil menyingkirkan tumbuhan dan hewan liar, kita masih bisa bertahan. Sekalipun matahari membakar permukaan bumi orang-orang pintar masih bisa bertahan. Sebab ada gedung-gedung tinggi yang melindungi diri sendiri dari sengatan sinar matahari, ada teknologi pendingin ruangan untuk memberi rasa sejuk, ada mesin-mesin yang dapat mengirim air ke berbagai pelosok dan ada alat transportasi tertutup (mobil, kereta api, pesawat) untuk membawa kita ke berbagai daerah. Pertanyaannya adalah sampai berapa lama BBM itu terus ada? Apakah itu tidak akan pernah habis? Atau haruskah kita menyerang negara lain secara diam-diam untuk memiliki minyak bumi?

Perbedaan antara pengetahuan dan kebenaran

Harus diketahui bahwa ilmu pengetahuan tidak sama dengan kebenaran. Sebab kebenaran adalah hal-hal yang mengatur hubungan kita dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia. Sedangkan ilmu adalah segala yang bercerita tentang pengelolaan materi menjadi sesuatu yang disebut sebagai harta benda, mesin berteknologi dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan pesona materi selama hidup di bumi ini. Jadi kebenaran mengatur hubungan dengan Tuhan dan sesama sedangkan ilmu berhubungan dengan pengaturan pengelolaan materi.

Jika kita mengasihi Tuhan berarti kita mengasihi sesama sebab semua orang adalah anak Adam yaitu anak Tuhan sendiri. Saat kita mengasihi orang lain berarti kita juga mengasihi lingkungan pepohonan hijau. Sebab pepohonanlah yang melindungi (the guardian tree) makhluk hidup dibawahnya dari radiasi sinar matahari yang berlebihan. Jadi orang yang mengasihi sesama seperti diri sendiri juga mutlak harus mengasihi pohon disekitar kita (jangan di tebang) sebab tumbuhan hijaulah yang menjadi pelindung sekaligus memenuhi kebutuhan manusia hari lepas hari.

Yesus Kristus datang untuk memberi solusi dari dosa Adam & Hawa – Yesus tidak berdosa karena tidak memiliki warisan

Tuhan Yesus datang sebagai penyelamat manusia dari tengah-tengah keberdosaan kita. Dosa kita terlalu banyak untuk di hitung sebab warisan pengetahuan terus saja kita nikmati sampai saat ini. Kami sendiri masih menikmati semua gemerlapan dari warisan tersebut, salah satunya dengan menggunakan internet, laptop dan sepeda motor. Sedang rumah kami sendiri juga merupakan warisan hasil pengetahuan yang dicari oleh orang tua. Tetapi tahukah anda bahwa Yesus Kristus selama hidup di bumi tidak memiliki warisan apapun? Ia dilahirkan di tempat paling hina tanpa pengetahuan dan teknologi (tanpa rumah dan bidan yang membantu persalinan) sebab lahirnya di kandang domba. Selama hidup di bumi, Ia menjadi tukang kayu dan tidak hidup menekan/ menindas seseorang lewat pengetahuan yang dimiliki. Bahkan tempat tidurnya saja disedekahkan oleh orang lain (saat tidur di dalam rumah) dan kebanyakan ia membaringkan diri di tanah terbuka entah berantah, seperti kata firman.

(Matius 8:20) Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Kami terharu bahagia karena fakta ini, sebab Tuhan sendiri selama di bumi ini tidak memiliki warisan sepeserpun. Bahkan ketika Ia meninggal liang kubur dan kain kafan yang dikenakan pada tubuh-Nya disedekahkan oleh orang lain. Bukankah ini kehidupan yang sangat sederhana? Jadi, Tuhan Yesus sejak masih bayi dilahirkan dari keluarga sederhana hingga akhir hayatnya tetap sederhana sehingga Ia tidak tidak mendapatkan dosa warisan Adam  & Hawa dan juga tidak mendapatkan dosa warisan dari moyangnya yang ke 3 dan ke 4.

Anak-anak yang memiliki warisan dan bersentuhan dengan teknologi berdosa sejak ia pertama dilahirkan

Mari lihat lagi jaman sekarang, zaman yang katanya serba modern dan canggih. Bukankah bayi-bayi kita yang masih kecil sudah menikmati hasil dari pengetahuan sejak dari awal matanya terbuka? Bahkan mereka dilahirkan di rumah-rumah sakit berkelas yang mewah dan megah. Beberapa diantaranya dilahirkan dari operasi sesar. Saat mereka masih sangat kecil, kita memperkenalkannya dengan televisi bahkan smartphone canggih sekalipun disuguhkan sebagai teman bermain. Semua hal yang kita berikan kepada mereka sejak keluar dari dalam rahim tidaklah jauh-jauh dari warisan teknologi yang sejak dari semula kita curi dari Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat.

Kita memberikan anak-anak warisan harata benda yang tidak sedikit, uang, batu mulia, teknologi, gedung-gedung berlantai dan lain sebagainya. Bukankah semuanya itu yang membuat mereka sudah berdosa sekalipun masih bayi atau bocah? Jadi berbahagialah mereka yang tidak mendapatkan warisan dari kakek, kakek buyutnya (moyang ke 4) sebab dengan demikian mereka tidak mewarisi dosa yang diturunkan. Sedangkan kami sendiri masih mewarisi dosa dari kakek yaitu rumah yang ditinggalkannya dahulu. Sedangkan bagi mereka yang bergelimangan harta dimana kekayaannya sampai tujuh turunan niscaya dosa yang diwariskannya juga sampai tujuh turunan.

Kami berpikir bahwa ini jugalah salah satu yang membuat Tuhan Yesus berpesan bahwa orang kaya susah masuk surga. Dikarenakan harta warisan yang mereka miliki di peroleh dari moyangnya yang ke sekian (mungkin yang ke lima, enam, tujuh atau lebih jaun lagi). Mengapa harta benda yang dimiliki termasuk dosa? Karena kita memperolehnya dari hasil pengetahuan yang dimiliki sedangkan ilmu itu sendiri merupakan hasil mencuri dari Tuhan. Artinya, semua harta yang kita miliki yang notabene hasil dari kepintaran sendiri adalah sumber dosa yang akan diwariskan kepada keturunan berikutnya. Oleh karena itu, kami sarankan agar anda lebih baik tidak menumpuk-numpuk harta, menjadi orang kaya itu banyak ruginya.

Pengetahuan tanpa kasih adalah bencana

Adam dan Hawa membawa dosa ke dalam dunia dengan mengajarkan kepada kita tentang pengetahuan. Sedangkan Tuhan Yesus sendiri menyelamatkan dunia ini dengan membawa kasih. Intinya adalah pengetahuan akan terus membawa masalah di dalam dunia ini. Sebab disana ada tertulis jelas tentang kebaikan dan kejahatan. Sedangkan daging manusia lebih cenderung menginginkan kejahatan untuk menindas sesamanya. Satu-satunya yang bisa menjaga ilmu itu tetap benar adalah dengan menyandengkannya dengan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

Pengetahuan tanpa kasih hanya menggiring kita untuk saling bersaing mendominasi orang lain. Membuat kita menjadi individualis ekstrim dan sangat menginginkan berbagai-bagai gemerlapan duniawi. Ilmu yang dimiliki membuat kita merusak lingkungan lalu membangun berbagai-bagai fasilitas mewah dan megah untuk diri sendiri/ untuk kelompok tertentu saja. Bahkan kepintaran yang dimiliki hanya membuat kita menjadi orang yang manipulatif melemahkan yang lain sedang kita sendiri mengambil untung dari pelemahan itu. Pada akhirnya, pengetahuan yang kita miliki membuat diri ini saling berperang dengan pihak lain untuk memperebutkan sumber daya sedang bencana alam terjadi dimana-mana hingga menyebabkan kiamat (akhir zaman bagi sekumpulan orang dalam suatu wilayah).

Kesederhanaan adalah anak Tuhan yang sejati

Menjadi orang kristen adalah sebuah pengorbanan. Jika kita hendak hidup seperti Sang Junjungan Tertinggi, Tuhan Yesus Kristus maka ada baiknya memulai hari dalam kesederhanaan. Semakin banyak harta, mesin dan teknologi yang kita miliki maka semakin banyak pula dosa yang kita miliki. Sebab semuanya itu dimiliki lewat kepintaran pengelolaan materi sedang pengetahuan itu sendiri murni kita curi dari Tuhan. Jangankan mencuri dari Tuhan, bahkan saat ini saja kita sedang mencuri dari sesama saat sedang melakukan konspirasi untuk melemahkan oknum tertentu sedang diri sendiri mengambil keuntungan dari pelemahan tersebut. Oleh karena itu, saran dari kami adalah mari hidup sederhana, tinggalkan semua teknologi mesin yang berlebihan agar dosa warisan dari Adam dan Hawa tidak semakin besar dalam kehidupan ini. Jika anda hendak dilayakkan dan didengarkan oleh Tuhan, rendahkanlah dirimu dengan cara hidup sederhana sebagai orang kristen yang sejati.

Salam, sekali lagi – Kristen sejati itu sederhana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s