Gejolak Sosial

10 Alasan-Penyebab Sakit Hati – Perasaan Sakit Hati Ilusi Berpikir

Alasan-Penyebab Sakit Hati - Perasaan Sakit Hati Ilusi Berpikir

Semua orang pastilah pernah sakit hati. Dahulu perasaan terberat dalam hidup kami adalah menerima kenyataan bahwa diri ini berada dalam pesakitan fisik jangka panjang. Setelah itu perasaan aneh ini didapatkan dari orang terdekat. Di lain kesempatan yang berbeda penyakit hati banyak didapatkan saat melakukan kesalahan di depan umum. Setelah melalui semunya itu, kami menyadari bahwa sesungguhnya segala gejolak yang kita alami di dunia ini lebih disebabkan oleh karena “suka main aman.” Padahal posisi semacam inilah yang berpotensi besar menciptakan rasa yang terkesan lebay.

Mengapa rasa sakit itu penting?

Penting bagi kita untuk merasakan kepahitan hidup dengan demikian kita belajar untuk hati-hati tetapi tidak terlalu overprotektif sehingga menjauh dari orang lain. Ada pepatah yang mengatakan, “bagaimana kita merasakan kesenangan bila tidak mengenal kesakitan?” Kita harus terpapar dengan semuanya itu agar mengenali pola-pola rasa yang berbeda. Sehingga kedepannya dapat mengkopi-pastekan teknik terbaik untuk mengekpresikan kebahagiaan. Mustahil seseorang dapat terus bahagia tanpa mengenali dan mengendalikan kepahitan yang ada di dalam hatinya sendiri. Lagipula latihan pengendalian ini dapat turut serta meningkatkan kecerdasan otak hari lepas hari. Manfaat lainnya yang tidak kalah penting adalah membuat anda menjadi pribadi yang lebih tegar (sabar) menjalani hidup.

Ini hal biasa di masa muda yang penuh pembelajaran

Saat anda masih muda dimana kerap kali merasakan sakit – jangan merasa aneh karena keadaan tersebut. Sebab kami juga dahulu demikian tetapi jangan juga main aman (seperti yang kami katakan sebelumnya). Oleh karena itu, adalah lebih baik bagi kita untuk merasakannya di mulai dari keluarga. Ini bisa saja terjadi dalam aktivitas ramah-tamah wajar yang kita lakukan. Ketahuilah bahwa pengabaian di dalam lingkungan terdekat membuat kita lebih siap untuk menghadapi hal yang sama bahkan yang lebih besar di lingkungan pergaulan dalam masyarakat maupun saat di sekolah.

Hanya ada dua kunci : jangan main aman dan tetap fokus Tuhan – memang masih banyak yang lain

Intinya adalah hindari sikap yang terlalu takut untuk merasakan sakitnya hidup terlebih ketika anda sudah dewasa. Ketelodoran kecil adalah hal yang biasa asalkan masih dalam batas-batas kewajaran. Kembali lagi kepada salah satu cara termudah untuk tersakiti adalah dengan beramah-tamah. Disini resiko untuk diabaikan itu tinggai tetapi disisi lain manfaat yang anda dapatkan luar biasa. Juga yang paling penting untuk diingat adalah jangan suka mencari-cari pelarian saat sedang tersakiti, kebiasaan semacam inilah yang tidak akan pernah melatih kesabaran & kemampuan fokus. Melainkan selesaikan sendiri itu dengan bersikap (1) menerima apa adanya, (2) tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan dan (3) lanjutkan aktivitas anda yang positif (4) lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan (tulus – ramah kepada orang lain untuk memuliakan Tuhan).

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Apabila kemampuan fokus anda telah paten niscaya ditengah tekanan, bisa diabaikan bahkan dapat dibalas dengan senyuman mungil. Tetapi jikalau kemampuan memusatkan pikiran kepada Tuhan gagal karena kata-kata itu/ perlakuan itu terus terngiang di dalam pikiran, rasa sakit yang dideritapun akan tetapi ngetam di dalam hati. Aktivitas memusatkan pikiran untuk memuji-muji Tuhan merupakan salah satu saran untuk melupakan masa lalu yang suram. Sedangkan aktivitas positif lainnya seperti bekerja berdasarkan bakat dan belajar akan membantu anda untuk mengabaikannya. Jika anda ingin benar-benar melupakan kepahitan itu, maafkan dia lalu kembali berbuat baik (ramah) dan jalin komunikasi yang baik pula kepada lawan-lawan anda.

Alasan mengapa perasaan menjadi sakit

Ada dua macam kesakitan yang dialami oleh manusia, ada yang fisik dan ada yang batin. Kata orang “luka fisik bisa diobati tetapi luka hati sulit diatasi bahkan sembuhpun tidak.” Padahal ini adalah anggapan yang salah, justru luka yang sangat mudah diobati adalah luka batin sedangkan luka fisik biasanya membutuhkan waktu berhari sampai berminggi untuk diobati. Jika ingin segera sembuh dari luka batin maka maafkanlah perlakuan itu lalu berbagi kasih (misal ramah) kepada mereka. Dua hal ini saja pasti bisa membuat semua kepahitan di masa lalu terobati. Berikut ini faktor penyebab timbulnya luka di hati

  1. Keinginan yang tidak terwujud.

    Berhati-hatilah kawan saat anda menginginkan sesuatu. Bisa jadi hawa nafsu itu menjadi bumerang yang melemahkan dan menyakitimu dari dalam. Anda bisa mengatasi hal ini dengan hidup mengalir seperti air menerima kenyataan apa adanya.

  2. Janji yang tidak kunjung terwujud.

    Bagi anda yang pernah di tipu orang khususnya saat itu pertama kali terjadi niscaya sakitnya akan meriang-riang. Tetapi bila anda sudah terbiasa menghadapi dan mengatasi semuanya itu pasti bisa dimengerti. Mungkin ia memiliki alasan khusus mengapa keadaan itu bisa terlupakan atau anggaplah hal tersebut sebagai ujian kehidupan.

  3. Masa lalu yang suram.

    Bagi anda yang masih terngiang-ngiang dengan masa lalu, ini merupakan pertanda bahwa saat ini aktivitas otak dan aktivitas fisik sangat minim. Oleh karena itu selalu berusaha pada kesempatan yang mungkin untuk fokus Tuhan. Lakukan hal-hal yang baik seperti bekerja, belajar dan perbuatan lainnya untuk bermanfaat bagi sesama.

  4. Diabaikan orang lain.

    Saat diabaikan orang, sebaiknya jangan biasakan untuk dilawan lalu melakukan aksi balasan. Kebiasaan buruk inilah yang membuat suasana hati anda semakin rumit saja. Oleh karena itu, lakukan semuanya seperti untuk Tuhan (tulus), tabahlah dalam pencobaan, tetap fokuskan pikiran pada Tuhan dan lanjutkan aktivitas anda yang positif.

  5. Kebisingan.

    Entah orang batuk, menggas motornya, melakukan kegaduhan dan banyak lagi kebisingan lainnya: jangan dilawan melainkan terima apa adanya dan langsung dimaafkan. Bila perlu berbuat baiklah kepada mereka, senyum, sapa dan yang lainnya. Dengan demikian hati lega dan otak menjadi ringan seolah tidak ada beban.

  6. Saat difitnah.

    Kata orang “fitnah lebih kejam dari membunuh” ketahuilah bahwa ini adalah pernyataan yang lebay dari orang-orang yang hidup bermanja ria. Jika anda bisa menerima apa adanya lalu memaafkan mereka bahkan berbuat baik juga niscaya hati jadi lega menjalani hidup.

  7. Sewaktu dibully, diejek dan dihina.

    Bully, ejekan dan hinaan merupakan gangguan verbal yang dapat membuat hati gundah gulana. Tetapi bila anda dapat membiasakan diri dengan semuanya itu lewat simulasi singkat niscaya semua bisa dibiasakan tanpa menyisakan sakit hati.

  8. Melakukan kesalahan di depan orang lain.

    Khilaf di depan orang lain adalah hal yang biasa, kami bahkan kerap melakukannya. Tetapi sebisa mungkin diminimalisir dengan senantiasa berpikir sebelum bertindak dan merencanakan segala sesuatu agar lebih siap menghadapi sesuatu.

  9. Melakukan kesalahan di depan umum.

    Contoh kasus saat kita sedang berbicara di depan umum. Saat melakukan kesalahan di depan umum pasti malunya ada tetapi akan semakin kuat jikalau anda tidak mampu tabah menghadapi semuanya itu, yaitu bila tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Ini adalah pelajaran hidup agar kedepannya lebih waspada, maafkan diri sendiri dan orang lain lalu tetap fokus Tuhan (bila dimungkinkan) dan lanjutkan aktivitas positif yang sedang ditekuni.

  10. Ketika orang lain lebih baik dari diri ini.

    Merupakan salah satu bentuk arogansi manusia yang syarat dengan kesombongan dimana maunya adalah semua untuk dia, oleh dia dan dari dia. Sifat semacam ini harus ditaklukkan dengan menekan dan menyangkal diri sendiri agar lebih rendah hati dalam berekspresi dan mampu menerima bahkan mengakui keunggulan teman.

Mengapa rasa sakit adalah ilusi? Sebab dalam pengaturan otak kita, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi maka sel-sel syaraf dalam otak akan mengirim pesan ke bagian otak yang mencitrakan kesakitan. Keadaan ini sudah terbiasa sejak dari kita masih kecil atau disebut juga sebagai nilai default. Tetapi anda mampu mengubah pengiriman informasi tersebut dengan memperkuat kemampuan fokus pada suatu hal dimana hal yang terbaik adalah saat fokus selalu diarahkan untuk memuliakan Tuhan di segala waktu (bisa juga dalam doa dan firman). Ilusi ini hanya bisa dialihkan jika anda membiasakan diri untuk senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan di segala waktu bahkan saat dalam tekanan sekalipun.

Jangan harap hidup ini bisa senang terus melainkan merasakan sakit hati itu juga bagian dari kehidupan yang sesungguhnya. Jika kita mampu bahagia saat senang, mengapa tidak mampu bahagia saat tersakiti? Sakit hati lebih dikarenakan oleh faktor yang belum terbiasa sampai menyebabkan ilusi berpikir dimana suatu informasi diarahkan ke bagian otak yang mencitrakan kepahitan hidup. Keadaan ini akan semakin diperparah ketika pikiran terlalu sering kosong. Satu-satunya cara untuk menghilangkan ilusi ini yaitu dengan senantiasa memusatkan pikiran pada hal-hal yang baik. Oleh karena itu, jaga fokus tetap positif (Tuhan, pekerjaan, pelajaran) dan sebisa mungkin bersyukur sambil bernyanyi memuliakan Tuhan agar pikiran terbuka hingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati ini lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

Salam tegar!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.