Gejolak Sosial

11 Cara Mengatasi Sakit Hati – Patah Hati Dibiasakan Dan Tetap Fokuskan Pikiran Kepada Tuhan


Cara Mengatasi Sakit Hati - Patah Hati Dibiasakan Dan Tetap Fokuskan Pikiran Kepada Tuhan

Rasa sakit adalah sensasi rasa yang lain dari biasanya dan jauh dari kenyamanan.  Hidup penuh rasa dan salah satunya adalah ini. Sayang banyak orang yang enggan menikmati moment tersebut. Mereka tidak menginginkannya sebab ada hal yang lain yang telah di targetkan (diimpikan) tetapi tidak terwujud. Begitulah jadinya saat suasana hati kita tidak bisa mengalir mengikuti situasi tetapi cenderung melawan sekalipun hanya di dalam hati. Tanda pertama situasi ini adalah hati mulai tidak tenang yang berpotensi munculnya kegelisahan.

Mengapa sakit hati?

Ada banyak alasan mengapa seseorang mengalami sakit hati. Diantara banyak gejala, yang paling umum adalah patah hati karena cinta muda-mudi. Ini lumrah kita lihat di televisi, mungkin ada juga teman-teman anda yang mengalaminya atau jangan-jangan anda sendiri pernah mengalaminya. Ada pula yang mengalami rasa yang sama saat keinginannya tidak dikabulkan, langsung ngambek: ini pastilah keadaan yang pernah anda alami sewaktu kecil dahulu. Sebagian mungkin ada dari kita yang pernah melakukan kekhilafan di depan orang lain atau malahan di depan umum: ini pasti tidak saja membuat pahit hati melainkan ada juga malunya. Ya begitulah kehidupan manusia; jika belum pernah tersakiti berarti anda bukanlah manusia normal. Ada yang mengatakan bahwa rasa ini adalah makanan hari-hari.

Pernahkah anda mengkonsumsi daun kates sebagai sayuran? Dahulu ketika kami masih kecil, tidak suka dengan sayur pepaya. Pernah mencobanya sekali sewaktu berumur belasan, rasanya pahit dan tidak enak. Akan tetapi itu dahulu, sudah lama sekali. Sedangkan sekarang, kami sudah mulai terbiasa bahkan menjadi doyan mengkonsumsinya. Memang pertama-tama rasanya begitu pahit sekali tak tertahankan, sampai kami membuangnya kala itu. Tetapi sekarang semuanya menjadi biasa saja. Demikian jugalah dengan sakit hati, pertama-tama pastilah sakitnya banget, seperti diris meriang-riang tetapi jika sudah sering dialami niscaya menjadi terbiasa.

Sakit hati ilusi di alam bawah sadar

Membiasakan Diri Fokus Tuhan Untuk Menghilangkan Rangsangan Pada Rasa Sakit

Rasa sakit terletak di dalam alam bawah sadar manusia, mengapa demikian? Karena pada dasarnya apa yang dicitrakan/ diartikan sebagai sebuah kesakitan ada sesuatu yang belum terbiasa. Sedangkan otak kita telah dibiasakan dalam pola-pola lama yang terkesan penuh dengan kesenangan dimana semuanya itu membuat kita beruntung dan langsung merasakan manfaatnya. Misalnya saat dipuji, diberikan hadiah, ditawarkan sesuatu yang baik dan lain sebagainya. Hal-hal yang membuat kita senang biasanya sesuatu yang memanjakan indra. Tetapi ketika sesuatu yang lain terjadi dimana indra mulai tertekan niscaya impuls syaraf akan langsung mengover/ mengirim rangsangan tersebut ke area rasa sakit, inilah yang kami sebut sebagai ilusi karena belum terbiasa.

Jika anda adalah orang yang suka tantangan dan ingin  memiliki kepribadian yang berkembang, mulai saat ini berhentilah bermain aman alias keluar di zona nyaman. Kita perlu membiasakan diri merasakan kepahitan karena disakiti oleh orang lain dengan bergaul kepada siapapun. Satu-satunya kebaikan termudah sekaligus dapat menjadi bahan ujian adalah ramah-tamah. Memang masih banyak hal yang mendorong diri ini untuk memasuki area pesakitan tetapi ramah-tamah adalah sesuatu yang paling mudah untuk dilakukan. Ketika anda terbiasa merasakan sakit lewat ramah tamah sembari senantiasa fokus kepada Tuhan niscaya rangasangan yang menuju kepahitan di dalam otak akan memudar lalu bergeser ke arah fokus kepada Tuhan. Jangan lupa juga untuk melakukan segala sesuatu (berbagi kasih kepada sesama) seperti melakukannya untuk Tuhan dengan demikian ada ketulusan.

Benarkah kepahitan itu (luka batin) lebih lama sembuh dari luka fisik

Dalam banyak mitos kuno, penyakit hati dikatakan sebagai luka yang tidak mudah sembuh. Bahkan beberapa mengatakan bahwa luka di kulit dapat terobati tetapi sakit hati di bawa mati. Pernyataan semacam ini jelas sebuah ungkapan yang berlebihan dari seorang pribadi yang manja dan tidak pernah tersakiti sebelumnya. Kemungkinan ia mengatakan hal tersebut saat pertama sekali mengalami situasi yang tidak menyenangkan. Pengalaman pertama memang sangat menyakitkan teman, oleh karena itu, berbahagialah mereka yang hidupnya sering tersakiti dengan demikian rasa sakit yang anda derita sudah jauh berkurang dibandingkan saat pertama mengalaminya.

Mengalami dan mengobati rasa sakit (patah hati) di mulai dari dalam keluarga

Keluarga adalah lembaga terkecil di dalam suatu masyarakat. Disinilah tempat yang pas dimana kita belajar rasa sakit dan dari sini jugalah kita mulai mengobatinya. Sadarilah bahwa orang yang tidak pernah tersakiti di dalam keluarga akan mengalaminya di tempat lain dengan intensitas rasa yang tinggi sehingga beresiko membuat stres. Tetapi orang-orang yang sudah pernah disakiti di dalam keluarga niscaya lebih siap untuk mengalaminya di luar. Demikian juga orang yang bisa memaafkan kaum keluarga sendiri yang pernah menyakitinya, kemungkinan besar dapat memaafkan orang lain yang menyakitinya di luar rumah. Adalah mustahil mampu mengobati sakit hati yang terjadi di luar lingkungan keluarga bila luka hati karena disakiti orang dalam keluarga saja belum terobati (tidak bisa dihilangkan). Oleh karena itu, hilangkan sakit hati dengan orang-orang di dalam lingkungan keluarga untuk mengajari anda mengobati kepahitan hidup yang dialami di luar sana.

Kita sangat mudah mengalami patah hati di dalam keluarga, entah itu antara suami dan istri atau antara anak dan orang tua. Mungkin yang paling sering kita alami adalah rasa kecewa akibat janji yang tidak ditepati. Bisa juga hal-hal seperti perselingkuhan dan putus cinta. Ini adalah kesempatan untuk belajar menyesuaikan diri dalam keterpurukan. Bila dari dalam keluarga saja anda mampu menghadapi setiap tekanan yang timbul alhasil dalam kehidupan sehari-haripun anda akan lebih siap untuk di tekan orang lain, baik sengaja maupun karena tidak sengaja.

Cara menghilangkan sakit hati yang terjadi dalam hidup sehari

Inti dari teknik yang kami lakukan di sini adalah berhenti bermain aman dan tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan atau kepada aktivitas positif lainnya yang sedang dikerjakan. Mereka yang hidup terbiasa menikmati moment saat memusatkan pikiran kepada Tuhan niscaya dapat melalui semua ini. Terlebih ketika anda mampu melakukannya hingga membuka pikiran agar rasa senang-sukacita selalu di hati. Kemampuan anda mengkopi-pastekan kebahagiaan berawal dari aktivitas semacam ini. Berikut selengkapnya cara mengantisipasi kepahitan sedini mungkin.

  1. Senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan.

    Fokus kepada Tuhan adalah solusi dari semua masalah hati yang kerap kali kita alami sehari-hari. Jikalau anda sudah terbiasa melakukan aktivitas ini, akan merasakan kebahagiaan yang tak terbatas di segala waktu (unlimited). Tapi satu hal yang menjadi masalah saat kita fokus kepada-Nya adalah kenikmatan duniawi. Gemerlapan duniawi akan membuat pikiran terlena dan lebih lama kosong sehingga kemungkinan besar melupakan aktivitas sejuta manfaat ini.

    Aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan dapat dilakukan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Pertama-tama mungkin kita akan melakukannya berdasarkan pola-pola lama, misalnya doanya itu-itu saja, lagunya yang sudah ada, gerakannya tidak ada dan nadanya itu-itu saja. Tetapi lama kelamaan bila mampu mengembangkan aktivitas tersebut akan terjadi berbagai-bagai variasi. Improvisasi kecil akan mengawali sesuatu yang besar asalkan anda terus melakukannya hari lepas hari.

    Saat memusatkan pikiran kepada Tuhan tetapi malah membuat hati tidak tenang berarti selama ini anda belum membiasakannya atau kemungkinan besar ada dosa yang mengganjal hati. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa aktivitas ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengoreksi diri dari kesalahan.

    Aktivitas ini juga termasuk multitasking dimana anda dapat melakukannya sambil melakukan aktivitas lainnya. misalnya.

    • Beristerahat sambil terus bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati, menggunakan bibir, alat musik dan menggerakkan badan (menari).
    • Menikmati hidup (makan) sambil bernyanyi memuliakan Tuhan.
    • Melakukan pekerjaan ringan (menyapu lantai) sambil memusatkan pikiran kepada Tuhan.
    • Berjalan kaki sambil menyapa orang yang dikenal sambil bernyanyi dalam hati memuliakan Tuhan.
    • Mendengarkan nasehat/ khotbah sambil duduk dengan punggung tegak (tidak bersandar) sambil melakukan gerakan kecil sambil mengiyakan (menjawab).
    • Bertekun menyelesaikan pekerjaan sambil menyimak (merespon-menjadi pendengar yang baik) teman yang sedang berbicara dengan kita.
    • Sedang dimarahi orang tua sambil mengerjakan/ melakukan sesuatu.
    • Sedang banyak masalah sambil fokus bekerja sambil tersenyum ramah kepada orang lain.
    • dan lain sebagainya.
  2. Melakukan kebaikan kepada sesama.

    Kasih kepada sesama membuat anda menjadi pribadi yang sosialis sedangkan kasih kepada Tuhan membuat anda individualis. Kedua poin ini harus anda seimbangkan dalam hidup sehari-hari. Kebaikan yang kita sebarkan kepada orang lain juga merupakan alat untuk menguji diri sendiri sudah sejauh mana ketulusan hati dalam bertindak. Lakukanlah semua itu seperti untuk Tuhan, artinya alamatkan setiap manfaat yang diberikan kepada Tuhan. Jadi orang yang mengalamatkan setiap perbuatannya kepada Tuhan, tidak akan menuntut balasan apapun. Adapun kebaikan yang sederhana itu berupa ramah tamah, setia, jujur, adil, berbagi informasi, berbagi solusi. Selanjutnya anda bisa melakukannya berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

  3. Siap diuji orang lain.

    Hidup ini penuh ujian kawan. Tetapi jangan khawatir sebab lewat ujian inilah kepribadian anda berkembang hari lepas hari. Sasaran utama perkembangan itu adalah meningkatkan kecerdasan otak hingga membuat anda bijak. Ingatlah bahwa “banyak orang cerdas di sekitar kita tetapi jarang orang yang dapat bersikap cerdas pada moment yang tepat, itulah bijak.” Untuk menjadi bijak harus menderita karena kesalahan sendiri sehingga diberikan inspirasi untuk bertindak dan berkata-kata sesuai dengan momen yang tepat.

    Selain itu, orang yang tahan uji bebas dari rasa takut dan berani mengambil resiko pada waktu yang tepat. Mereka bukanlah orang-orang yang suka/ gemar berkecimpung di zona nyaman sebab kenyamanan hanya membentuk mental yang manja. Jalanilah ujian kehidupan termasuk sakit hati, sembari bernyanyi-nyanyi memuliakan nama Tuhan niscaya semua bisa dilalui dengan sukacita.

  4. Mampu menyangkal diri.

    Kesombongan adalah batu sandungan terbesar dalam kehidupan manusia. Selama hati ini menyombong maka selama itu pula semakin sulit rasanya untuk mencapai kebahagiaan.

    Mengapa kita menjadi sombong? Biasanya hasrat semacam ini muncul ketika hati mulai ingin dipuji, dihormati dan dihargai orang lain. Kenalilah hatimu sendiri kawan, terlebih ketika anda memiliki beberapa keunggulan/ kelebihan. Ketika orang mulai memuji, menghargai dan menghormati anda langsung rendahkan hati di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, tekanlah keangkuhan di dalam hati sebelum ia berbuah menjadi kesalahan yang menimbulkan dosa dengan mangatakan “Kami hanyalah sampah yang penuh dengan dosa. Kami tidak layak dengan semuanya ini. Mohon kuatkan hati melewati semuanya ya Tuhan.” Simak juga, Sangkal diri anda sebelum ego berkuasa.

  5. Berpikiran positif.

    Pikiran yang senantiasa positif dapat membantu anda untuk mengekspresikan sifat-sifat yang lebih baik. Sebab di dalam kehidupan ini ada keselarasan antara apa yang dipikirkan dengan apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat. Semakin positif pikiran maka semakin kecil kemungkinan anda menyakiti diri sendiri dan orang lain. Teknik berpikir yang buruk hanya mendorong perasaan pada kerapuhan rasa sehingga hal-hal kecil yang belum nyata sekalipun akan mampu menggelisahkan hingga membuat anda ketakutan. Apa saja pikiran kotor (negatif) yang perlu dihindari?

    • Mampu menjaga indra.

      Sadarilah bahwa kemampuan menjaga pikiran diawali dari kemampuan menjaga indra. Sebab hampir semua hal yang anda pikirkan berasal dari luar dimana panca indra sebagai input-nya. Jika anda tidak mampu menjaga indra niscaya hati akan dipenuhi oleh hal-hal yang membuatnya semakin tidak stabil. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan apa yang anda lihat dan dengarkan dari luar. Hawa nafsu bisa terbentuk lewat indra yang beresiko menyakiti hati saat itu tidak dapat terwujud. Sebisa mungkin bersikap selektif dan kritis terhadap semua informasi yang tersedia. Juga jangan lupa untuk membandingkan semuanya itu dengan standar kehidupan yang dimiliki.

    • Mimpi/ cita-cita yang belum terwujud.

      Apapun cita-cita anda jangan penuhi pikiran dengan hal-hal tersebut melainkan jalankan rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Terus-menerus membahas-bahas cita-cita di dalam hati hanya mendorong anda pada stres yang beresiko menjadi depresi. Oleh karena itu, jangan penuhi otak dengan mimpi-mimpi yang tidak jelas melainkan arahkan fokus kepada Tuhan atau lanjutkan aktivitas bekerja dan belajar hari lepas hari.

    • Keinginan yang berlebihan.

      Apapun keinginan di dalam hati, jangan terlalu memaksakan diri atau memaksakan orang lain melainkan sesuaikanlah nafsu dengan sumber daya, kemampuan, situasi dan kondisi.

    • Prasangka buruk.

      Pikiran negatif adalah hal biasa agar kita bisa lebih waspada menjalani hidup tetapi terus-menerus memikirkan hal-hal yang buruk adalah tidak baik melainkan pastikan agar fokusmu selalu berpusat kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

      Orang yang berprasangka buruk pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang jahat tentang orang lain dan semakin parah ketika keburukan itu terus-menerus di bahas di dalam hati. Oleh karena itu, daripada memenuhi pikiran dengan hal-hal negatif adalah lebih baik untuk selalu memusatkan hati kepada Tuhan atau melanjutkan aktivitas lainnya seperti bekerja sesuai potensi dan belajar yang baik.

    • Kenangan akan masa lalu.

      Rasa sakit bisa saja muncul karena kenangan akan masa lalu. Adalah baik bagi anda untuk melupakan masa silam kemudian mengukir kejadian/ aktivitas positif di dalam hidup ini sehingga yang lama itu bisa terlupakan. Kesibukan yang berarti (bekerja, belajar) dan kemampuan fokus kepada Tuhan sangatlah menentukan cepat tidaknya melupakan masa lalu.

    • Hati yang sombong.

      Jauhi hati dari yang sombong sebab kesombongan hanya akan menjadi batu sandungan di sini. Bahkan bisa kami katakan bahwa keangkuhan yang tinggilah yang turut membuat sakit hati anda semakin besar.

    • Iri hati.

      Sikap yang iri jelas tidak baik untuk perkembangan kepribadian anda. Sebaiknya sangkal diri, pikul salib dan berikan apresiasi bahkan pujian kepada orang yang layak mendapatkannya. Dengan demikian rasa iri di hati akan menurun bahkan hilang sama sekali.

    • Bersungut-sungut.

      Ini adalah aktivitas yang sangat tidak sehat. Orang yang selalu berkomentar sambil menggerutu membuat suasana hatinya turut gundah gulana. Hindari sikap yang menyalahkan ini dan itu atas apa yang terjadi dalam hidup anda. Melainkan jikalau ada yang harus disesali maka sesalilah diri sendiri sambil memohon ampunan dan pertolongan serta kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi semuanya itu.

  6. Santai saja dalam bersikap.

    Orang yang santai lebih tenang pikirannya di dalam bersikap. Keadaan ini membuat seseorang tidak berpikir terlalu teburu-buru seningga menciptakan ketelodoran/ kesalahan sendiri. Sebagai akibatnya mereka akan dirugikan dan orang lain juga turut dilemahkan.

    Santai adalah ekspresi sikap yang tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat melainkan semua memiliki ukuran kecepatan yang berbeda-beda untuk setiap orang.

  7. Terima apa adanya.

    Dalam hidup ini harus ada usaha, itu jelas. Tetapi apapun hasil yang dapat kita capat serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan. Ketika kita terlalu memaksakan kehendak padahal posisi hanya sebagai seorang bawahan nicaya akan banyak bertabrakan keras dengan orang lain. Tetapi bila anda diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan maka lakukanlah yang terbaik.

    Hidup mengalir seperti air juga turut melatih anda untuk menjadi orang yang selalu santai dan luwes dalam bersikap. Kitapun bisa bergaul dan berbaur kepada berbagai kalangan tanpa ada pertentangan yang berarti.

    • Tidak perlu melawan di dalam hati.

      Orang yang sanggup menerima kenyataan juga dikenal sebagai manusia yang enggan untuk memberikan perlawanan yang nyata terhadap gejolak sosial yang dialaminya. Sebab semakin tinggi perlawanan yang kita berikan maka semakin besar pula kegelisahan dan ketidaknyamanan yang terjadi. Akan tetapi jikalau anda dilawan dalam forum-forum resmi (misalnya debat) silahkan tanggapi dengan santai.

    • Sanggup memaafkan.

      Orang yang mampu menerima kenyataan apa adanya adalah mereka yang pemaaf. Mereka yang masih belum mampu memaafkan orang lain niscaya tidak dimungkinkan untuk hidup mengalir seperti air.

    • Selalu bersyukur dalam segala sesuatu.

      Sikap yang menerima kenyataan apa adanya juga mencirikan pribadi yang selalu bersyukur di segala waktu. Bukan cuma saat senang saja kita perlu bersyukur melainkan saat di dalam kepahitan sekalipun harus ada rasa syukur sembari bernyanyi-memuliakan Tuhan hingga rasa senang-sukacita itu memenuhi hati.

  8. Lakukan simulasi.

    Paket simulasi adalah sebuah langkah persiapan untuk menghadapi situasi yang benar-benar genting. Merupakan latihan yang bisa anda lakukan dimanapun, kapanpun dan apapun yang sedang dialami saat ini. Inti dari simulasi adalah “menyakiti diri sendiri sebelum orang lain menyakiti anda.” Apa-apa saja kemungkinan gejolak sosial yang membuatmu sakit hati maka coba praktekkan sendiri itu untuk membuat anda lebih siap menghadapi kenyataan yang mungkin saja lebih besar atau lebih sederhana dari peristiwa tersebut.

  9. Memaafkan di dalam hati.

    Memaafkan mereka yang menyakiti kita adalah sebuah langkah maju untuk melepaskan hati dari rasa sakit. Ini adalah awal yang baik untuk melupakan masa lalu yang suram. Hal-hal buruk yang dapat dimaafkan akan membuat anda menjadi lebih mudah menghadapi orang-orang yang terlibat didalamnya. Ini akan membebaskan 90% kepahitan yang saat ini sedang dialami.

    Dendam terhadap pihak tertentu yang belum termaafkan membuat kita menjadi canggung dan tidak luwes juga tidak adil saat menghadapi seseorang. Demikian juga dengan keinginan untuk membalas dendam hanya membuat diri ini mengalami kepahitan yang berkepanjangan.

    Sebelum mampu memaafkan orang lain yang ada di luar sana maka pihak pertama yang harus anda maafkan adalah orang-orang yang ada di dekatmu, misalnya ayah, ibu dan saudar-saudari (kaum keluarga sendiri).

  10. Berbuat baik kepada mereka.

    Orang yang kuat menjalani hidup ini adalah mereka yang mampu mengasihi musuh-musuhnya. Bisa dikatakan bahwa mengasihi musuh adalah  puncak tertinggi dari kecerdasan emosional seseorang. Ini memang jelas tidaklah mudah terlebih ketika kesalahan yang dilakukan orang yang dimaksud sangatlah besar. Apalagi kalau itu berupa utang yang masih belum terbayarkan tetapi keterlaluannya kebangetan: “udah ngutang kata-katanya sombong pulak, apa nggak menyakitkan itu!” Ini jelas membutuhkan kemampuan mengelola emosi yang baik.

    Kita bisa berbuat baik kepada musuh ketika tidak memetak-metakkan manusia melainkan bersikap general kepada semua orang. Kebiasaan memetak-metakkan orang hanya membuat sikap berbeda-beda sehingga sangat sulit juga untuk berbuat baik kepada lawan atau mantan musuh kita.

  11. Melakukan hal-hal yang baik secara konsisten hingga terbiasa.

    Tanpa konsistensi niscaya manfaat dari aktivitas positif yang anda giatkan akan terasa dangkal dan terkesan sia-sia saja. Saat sesuatu dilakukan dengan konsisten maka akan menjadi kebiasaan. Ketika suatu kebiasaan dikerjakan dengan tekun selama beberapa waktu alhasil akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan. Demikian juga dengan sifat-sifat baik yang anda ekspresikan kenikmatannya akan semakin terasa nyata ketika dilakukan terus-menerus seumur hidup.

Rasa sakit yang dialami saat ini akan mempersiakan anda untuk menderita rasa sakit yang mungkin saja lebih besar di waktu-waktu yang akan datang. Sadarilah bahawa terkadang situasi ini disebabkan karena kita terlalu tertutup menjaga diri dalam area aman sendiri atau disebut juga sebagai zona nyaman. Jangan jadi orang yang hanya doyan mengambil manisnya hidup untuk dinikmati melainkan tanggung jugalah yang pahitnya sebab itu bermanfaat menyehatkan darah, tulang dan daging anda. Dibalik semuanya itu, hindari sikap yang suka mencari pelarian saat mengalami kepahitan melainkan hadapilah semuanya itu sambil tetap fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) atau lanjutkan aktivitas anda yang positif lainnya (bekerja sesuai kemampuan dan belajar keras).

Salam hati yang tabah!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s