Gejolak Sosial

+10 Evolusi Benar Zaman Sekarang – Masyarakat Seleksi Alam Adalah Kumpulan Hewan Yang Tak Bisa Mikir


Evolusi Benar Zaman Sekarang – Masyarakat Seleksi Alam Adalah Kumpulan Hewan Berotak Rendah

Evolusi adalah perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit – KBBI Luring). Merupakan proses perubahan sesuatu dari yang bernilai minus menjadi lebih baik dalam kualitas dan kuantitas. Perubahan yang kami maksudkan disini mencakup banyak hal. Tidak hanya kehidupan fisik melainkan termasuk sisi psikis/ mental, sosial dan sistem bermasyarakat (organisasi – negara). Perubahan selalu menempuh pada proses yang tidak selalu menyenangkan. Terkadang pahit-getirnya hidup dicerna lewat semua proses yang menyakitkan demi kehidupan yang lebih baik.

Hukum adaptasi : MANUSIA MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGANNYA BUKAN LINGKUNGAN YANG KITA PAKSA SESUAI KEINGINAN SENDIRI

Sebenarnya evolusi bukanlah istilah yang baru dalam kehidupan manusia. Jika lebih disederhanakan maka prinsipnya tidak akan jauh-jauh dari kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ingat baik-baik EVOLUSI PADA HAKEKATNYA KEMAMPUAN MAKHLUK HIDUP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGANNYA BUKAN KEMAMPUAN LINGKUNGAN MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEBERADAAN KITA. Manusia tidak lebih besar dari bumi ini, sedang siapa yang besar maka dialah yang diikuti. Sadarilah hukum alamnya adalah jika kita tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar niscaya bencana alam akan terjadi. Jika di dunia binatang ketidakmampuan beradaptasi akan menyebabkan hewan tersebut tersisih maka di dunia manusia jika kita tidak mampu menyesuaikan diri maka bencana alam akan menggulung manusia yang ada di atasnya?

Mengapa demikian? Binatang diseleksi oleh binatang lainnya tetapi manusia diseleksi oleh alam sebab manusia adalah penguasa dengan hawa nafsu kelas berat. Hewan-hewan di luar sana tidak akan berani menyeleksi (membunuh) kita melainkan kitalah yang menyeleksi diri sendiri akibat hawa nafsu yang tidak terkendali dan keserakahan orang lain. Kita selalu memaksakan kehendak kepada bumi ini yang adalah rumah sendiri. Ada orang yang memaksa untuk menggali perut bumi sedalam-dalamnya, menebang pepohonan secara berlebihan, membangun rumah seluas-luasnya, hidup dalam kenyamanan teknologi sebebas-bebasnya dan masih banyak bentuk pengrusakan lainnya yang kita lakukan untuk memuaskan hawa nafsu sendiri. Sadarilah bahwa keinginan yang lebay telah merusak sesuatu yang lebih besar dari kemanusiaan itu sendiri, yakni bumi ini.

Manusia berlaku semena-mena, memaksa alam sekitar untuk menyesuaikan diri dengan apa yang kita inginkan. Merusak sana-sini demi kemewahan, kemegahan, kenyaman, kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Padahal dengan berlaku demikian, kita menggali kuburan sendiri karena bencana alam yang dahsyat telah menanti di depan untuk menelan manusia bersamaan dengan hatinya yang penuh dengan keserakahan.

Evolusi yang salah – Trend yang ketinggalan jaman

Teori evolusi telah lama ada, sayang beberapa orang mengartikannya secara ekstrim dan cenderung tidak manusiawi. Pernyataan paling ekstrim yang kami ketahui tentang slogan evolusi zaman sekarang adalah “siapa yang kuat dia yang menang.” Ada juga yang mengatakan “siapa yang kaya dia yang lolos ujian” dan “siapa yang licik dia yang tampil di depan.” Sadarilah bahwa slogan semacam ini mencirikan bahwa kita tidak jauh lebih baik dari makhluk hidup lainnya yang berakal budi di luar sana.

Praktek evolusi dikatakan erat hubungannya dengan seleksi alam. Bila ini memang diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari maka kehidupan kita tidak lebih dari sekumpulan binatang yang berotak minus. Mengapa demikian? Karena seleksi alam pada dasarnya hanya terjadi di dalam dunia hewan saja, masakan kita berlaku seperti hewan kepada sesama manusia? Bukankah ini mencirikan suatu usaha konspirasi yang sangat kotor dimana lebih rendah dari binatang.

Pemahaman evolusi yang salah hanya membawa kita pada situasi sosial yang semakin rumit saja. Orang-orang menjadi tidak tenang hidupnya karena mereka ketakutan menghadapi hari depan yang semakin buruk akibat tingginya persaingan di mana-mana. Sadarilah bahwa dimana ada kapitalisme maka disana jugalah ada yang namanya persaingan. Sedang dimana ada persaingan maka disanalah ada situasi yang cenderung menciptakan stres berlebihan hingga depresi. Bahkan bisa dikatan bahwa lewat persainganlah seleksi alam dalam teori evolusi menjadi kenyataan. Kita menyisihkan sesama manusia hanya demi uang, prestasi, kekuasaan, nama dan lain sebagainya.

Evolusi zaman sekarang yang benar

Setiap orang pastilah berubah. Sebab saat kita baru dilahirkan, hidup ini penuh dengan kedagingan. Setiap yang lahir di dalam daging, sikapnya tidak akan jauh-jauh dari kebinatangan. Tetapi lewat pengenalan akan Tuhan, kita mulai belajar bagaimana seharusnya berbuat yang benar itu. Sebab di dalam kebenaran ada ketenteraman hati: saat hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama terjalin dengan baik. Disinilah manusia mengalami transformasi dari perilaku yang lebih dekat dengan binatang (kebinatangan) berubah menjadi perilaku yang lebih manusiawi yang dekat kepada kebenaran.

Ada berbagai jenis evolusi yang terjadi, diantaranya adalah evolusi fisik, mental, sosial dan sistem. Jenis ini dikatakan benar karena kembali lagi mengacu kepada kebenaran yang sejati. Sebab tanpa kebenaran, bumi ini seperti kebun binatang terbesar dimana manusia saling bersaing, menekan, membunuh satu sama lain. Hanya mungkin cara-caranya lebih cantik dan lebih cerdik dari hewan yang hidup di luar sana. Berikut ini beberapa transformasi kehidupan dari manusia yang hidup dalam kebinatangan menjadi lebih manusiawi untuk menjunjung kebenaran.

Evolusi fisik.

Perubahan semacam ini haruslah di tempuh dengan cara berani sakit dan selalu mengkonsumsi garam isotonik hari lepas hari. Dibalik semuanya itu tidak ada pencapaian dengan cara-cara yang singkat (instan) melainkan semua butuh proses yang cukup lama.

  1. Kesanggupan untuk mengembangkan daya tahan tubuh.

    Sewaktu masih kecil kita mudah terserang penyakit. Kami juga dahulu sering terserang penyakit. Tetapi jika mampu mengembangkan sistem imun dengan menjaga asupan makanan yang sehat dan tidak takut saat mengalami penyakit. Alhasil lama-lama, seiring bertambahnya usia pasti akan menjadi orang yang memiliki imunitas yang lebih baik.

  2. Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca.

    Cuaca di sekitar kita terkadang berubah drastis dari panas menjadi dingin. Orang awam menyebut keadaan ini sebagai musim pancaroba. Biasanya mereka yang baru saja menghadapi perubahan cuaca yang berlangsung cepat ini pasti akan mengalami demam, batuk dan pilek yang ringan.

    Orang yang mudah menyesuaikan diri dengan musim pancaroba adalah mereka yang suka berkeringat. Sebab keringat adalah suatu mekanisme dasar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu yang ekstrim. Oleh karena itu, tetaplah bergerak hari lepas hari lewat pekerjaan atau aktivitas berolahraga.

  3. Dapat bertahan di tengah panasnya terik matahari dan dinginnya udara di malam hari  – menyambut pemanasan global.

    Beberapa orang mungkin tidak tahan panas dengan sinar matahari langsung. Mereka akan beramai-ramai ngetam (berdiam diri) di dalam rumah atau gedung-gedung dengan sistem pendingin otomatis. Terlebih ketika trend di televisi mengarahkan mereka untuk memiliki kulit putih bersih. Sadarilah bahwa keadaan ini hanya memanjakan mekanisme tubuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.

    Mampu menyesuaikan diri saat udara panas dan dingin adalah suatu bakat alami yang sebenarnya sudah ada di dalam tubuh setiap manusia. Tetapi terkadang kita suka manja lalu membiarkan diri dilindungi oleh mesin elektronik canggih yang mampu mengatur suhu ruangan sesui keinginan sendiri.

  4. Mengkonsumsi makanan lebih sedikit tetapi tetap sehat dan kuat.

    Mungkin selama ini kita makan banyak-banyak selama tiga kali sehari. Sadarilah bahwa aktivitas ini jelas tidak sehat dan boros sebab mengkonsumsi makanan terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas alias kelebihan berat badan. Selain itu bisa juga memicu resiko terjadinya penyakit gula (diabetes), kolesterol tinggi, asam urat berlebihan, darah tinggi, penyakit jantung dan lain sebagainya.

    Jika hanya sekedar mencari kesenangan semata (makan untuk bahagia) justru tidaklah efektif. Mengapa demikian? Terlalu sering atau terlalu banyak makan dapat menimbulkan rasa bosan bahkan lidah bisa jadi mati rasa. Justru makanan akan terasa enak saat dikonsumsi sedikit saja tetapi kenyang lebih lama. Pernahkah anda melirik ke dalam restoran berkelas? Beberapa menu yang ada disana menyajikan makanan yang sangat sedikit tetapi harganya sangat mahal. Ini adalah salah satu cara untuk membuat apa yang disajikan itu tetap diminati oleh konsumen. Sebab penyajian yang terlalu banyak justru membuat custemer cepat bosan dan ingin beralih ke menu yang lain.

    Keadaan ini juga perlu dilatih untuk mempersiapkan diri ketika kemungkinan terburuk terjadi disekitar lingkungan tempat tinggal kita. Misalnya saat gempa bumi disertai tsunami melanda dimana jalur ekonomi bisa saja terputus selama beberapa waktu. Disaat-saat semacam inilah kita perlu bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Lagipula dengan berpuasa turut mendekatkan kita kepada Yang Maha Kuasa.

    Evolusi mental/ psikis.

    Perubahan ini diawali dari perubahan pemusatan pikiran dari materi beralih menjadi fokus kepada Tuhan. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah perubahan fokus yang tertuju kepada kenikmatan indra (hal-hal duniawi) menjadi fokus kepada hal-hal rohani (kebenaran-surgawi). Tidak ada yang instan dimana semua butuh waktu dan proses yang tidak singkat.

  5. Selalu memusatkan pikiran kepada Tuhan.

    Ini jelas tidaklah mudah sebab biar bagaimanapun kita tidak mungkin memungkiri/ menyingkirkan materi dari hidup ini. Oleh karena itu, mulailah belajar untuk melakukannya di waktu-waktu luang atau saat sedang istrahat dimana tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan. Selanjutnya anda dapat melakukannya sambil menyelesaikan pekerjaan kecil seperti membersihkan rumah dan lain sebagainya.

    Jika anda sudah terbiasa melakukan ini niscaya akan menjadi solusi dari semua masalah hati yang timbul dalam keseharian yang dilalui. Berlatih melakukannya mulai dari sekarang adalah sebuah investasi penting untuk belajar mengembangkan kemampuan otak menjadi multitasking. Fokus Tuhan adalah energi kebahagiaan yang dapat membantu mendorong anda untuk berbagi kasih/ berbuat baik kepada sesama. Mustahil orang bisa berbuat baik tanpa kebahagiaan di dalam hatinya.

  6. Dimungkinkan untuk menciptakan kebahagiaan sendiri.

    Saat kita masih kanak-kanak, bahagianya hati pastilah diperoleh dari orang tua dan saudara-saudara yang menghibur, baik lewat sikapnya yang lucu maupun lewat pemberian ini-itu. Misalnya seorang anak barulah tersenyum senang saat orang tuanya mengajak untuk cilukbaa… atau setelah dibelikan makanan kesukaan atau setelah dibelikan mainan ini-itu.

    Saat kita sudah besar harus mampu bahagia sendiri. Bukan juga dengan menolak berbagai-bagai pemberian orang melainkan tidak bergantung kepada semuanya itu. Artinya, saat sedang memperoleh pemberian dari orang lain maupun saat sedang tidak mendapatkan apa-apa, hati tetap bahagia. Bahkan sekalipun saat diri ini berada dalam tekanan, kebahagiaan itu selalu ada. Salah satu cara terbaik untuk meraih hal ini adalah saat hati selalu bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan hingga pikiran terbuka sampai rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  7. Tetap semangat menjalani hidup sekalipun tidak ada pujian, penghargaan dan penghormatan dari orang lain.

    Bisakah anda tetap semangat menjalani hidup ini? Untuk memiliki semangat kita membutuhkan yang namanya harapan. Bagi anda yang saat ini hidup dalam pengharapan pastilah akan melewati hari dengan lebih bersemangat. Tidak perlu terlalu banyak berharap pada hal-hal duniawi, cukup miliki satu saja yang sangat penting di akhir kehidupan kita, yaitu “Setiap orang yang percaya kepada Tuhan pasti akan masuk surga.”

    Surga, tempat dimana tidak ada lagi tangisan melainkan hanya sukacita karena semua yang kita butuhkan sudah tersedia disana. Saat kita mengingat pengharapan tentang janji surgawi nicaya hati akan terharu dan bulu kudu merinding bahagia. Sehingga saat menjalani hidup yang penuh tantangan dan rintangan sekalipun dapat dilalui dengan sabar dalam pengharapan yang kekal.

  8. Sanggup menyesuaikan diri dengan kebisingan.

    Dahulu kita dibentuk dalam kesunyian ditempat paling aman di dunia, rahim. Seiring dengan semakin bertambahnya usia, mulai berkenalan dengan orang-orang dengan tujuan/ kepentingan yang berbeda-beda. Dari perbedaan kepentingan inilah terkadang terjadi kebisingan, entah itu batuk, suara kendaraan bermotor, bunyi palu silih berganti dan berbagai kebisingan lainnya.

    Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan semuanya itu agar ditanggapi dengan biasa saja dan tetap santai. Keadaan ini juga turut melatih kemampuan fokus dalam mengerjakan sesuatu dan kekuatan untuk bertahan (berlapang dada – tegar) di tengah rumitnya situasi. Jika terus dilatih niscaya hal-hal yang mengganggu indra bisa diabaikan sembari menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan kepada kita.

  9. Tetap benar di tengah banyaknya konspirasi – manipulasi.

    Mungkin saat ini sistem dimana kita berada tidak dalam situasi yang benar. Ada beberapa konspirasi dan manipulasi yang terjadi disekitar kita. Mungkin anda bisa merasakan situasi semacam ini atau mungkin juga tidak. Bagi yang bisa merasakannya tetapi tidak dapat berbuat apa-apa, tidak perlu bersungut-sungut melainkan doakan mereka yang mengambil keputusan/ kebijakan. Jika anda dalam posisi yang dimungkinkan untuk memberikan saran bahkan mengubahnya maka berlelahlah untuk melakukannya.

    Sebaiknya jaga diri agar tidak terpengaruh oleh hal-hal materi yang ada di dunia ini. Kecanduan dengan hal-hal materil tertentu dapat menuntun anda untuk dikendalikan oleh orang lain. Jangan mudah terpengaruh oleh godaan dan penganglah prinsip hidup sebaik-baiknya. “Godaan itu selalu ada tetapi orang yang kurang berintegritas akan terperosok masuk dalam jebakan musuh.”

  10. Tetap tegar-kuat-sabar di tengah tekanan namun selalu santun (lembut) dalam bersikap.

    Kekuatan hati semacam ini asalnya dari pembentukan. Jangan berpikir bahwa orang yang kuat tapi lembut adalah karena faktor keturunan. Sifat semacam ini murni dibentuk dari kebiasaan yang turut keluar dari zona nyaman. Didukung juga oleh sikap yang tulus kepada semua orang. Sebab tanpa ketulusan, pasti ada niat berharap kepada manusia sehingga beresiko menyakiti diri sendiri akibat rasa kecewa. Apapun masalah yang anda hadapi saat ini jalanilah semuanya dengan lapang dada, terima apa adanya, aggaplah itu sebagai ujian pembentukan hidup, maafkan setiap yang terlibat  lalu balaslah semuanya dengan kebaikan. Mengasihi musuh adalah kecerdasan emosional tertinggi yang dimiliki oleh seorang manusia.

    Ini jelas harus melewati berbagai-bagai tekanan (pergumulan hidup) dengan pikiran tetap positif jauh dari sungut-sungut, tidak menyalahkan orang lain apalagi membalas dendam melainkan mengabaikan sesuatu yang tidak penting sambil tetap memusatkan pikiran untuk bernyanyi memuliakan Tuhan. Niscaya sekalipun kita berada di tengah tekanan bisa mengupayakan diri untuk tetap ramah (santun) menghadapi orang lain. Selanjutnya anda bisa mengasihi musuh sesuai dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki.

  11. Kemampuan menyeimbangkan sifat individualis dan sosialis.

    Perlu ada keseimbangan antara sikap individualis dengan sosialis. Pada dasarnya menjadi individualis berarti mampu mandiri dalam segala situasi. Kebiasaan mandiri bila terlalu diekspose akan membuat kita terkesan egois hingga arogan dalam bersikap. Hidup dengan hanya mementingkan diri sendiri jelas tidak baik bagi kesehatan psikis seorang manusia.

    Kita perlu juga mengembangkan sikap yang sosialis dengan senantiasa berbagi dengan sesama dan tetap bergaul dalam perkumpulan positif tertentu, misalnya dalam hal keagamaan dan lain sebagainya.

    Evolusi jenis ini jelas butuh keberanian untuk menempuhnya. Sebab seorang manusia dilahirkan dalam kecenderungan individualis, yaitu hanya mementingkan diri sendiri saja. Ini jelas bertentangan dalam kehidupan bermasyarakat yang erat dengan kebersamaan. Intinya adalah untuk melatih sikap individualis harus selalu fokus Tuhan dan untuk melatih sifat sosialis anda harus selalu berbuat baik (berbagi kasih/ bermanfaat) bagi orang lain.

    Evolusi sistem.

  12. Kapitalisme beralih menjadi sosialisme.

    Sistem masyarakat kapitalisme jelas akan segera berakhir. Mengapa demikian? Karena masyarakat terus berkembang sedangkan orang yang pintar-pintar semakin bertambah dari hari ke hari. Ini mengakibatkan perputaran uang sangat tinggi dan akibatnya penggunaan sumber daya juga sangatlah tinggi. Akibatnya limbah dan polutan yang dihasilkan juga turut meninggi. Keadaan ini akan mempercepat degradasi lingkungan yang memicu bencana alam yang memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur. Pada akhirnya energi fosil akan habis yang menimbulkan peperangan.

    Untuk itu, kehidupan masyarakat tidak lagi di biarkan dalam kapitalisme suka-suka melainkan harus ada manajemen sumber daya. Satu-satunya sistem sosialis yang mendukung kesetaraan dengan pengaturan sumber daya yang baik adalah saat menerapkan ekonomi bergilir. Dalam sistem ini, pemakaian sumber daya akan dilakukan secara bergilir dan merata untuk semua pihak. Negara akan menjadi kapitalis tunggal. Sedang pelaksanaan kompetisi ala kapitalis akan diminimalisir.

  13. Kemampuan menjaga keseimbangan alam di tengah hawa nafsu yang beragam.

    Kemampuan sistem memfasilitasi semua bakat yang ada sembari menjaga sumber daya alam terus tersedia dari tahun ke tahun. Penggunaan sumber daya untuk memfasilitasi hawa nafsu tertentu harus dikendalikan dengan cara yang efektif dan efisien. Agar semua bakat yang dimiliki oleh masyarakat dapat diarahkan/ dimanfaatkan untuk memajukan sistem tanpa menghancurkan masa depan.

    Di zaman kapitalis semua orang yang memiliki uang berhak menggunakan sumber daya sebanyak dan sebesar apapun itu. Akibatnya sumber daya yang ada habis atau sekalipun ada harganya mahal. Oleh karena itu pemanfaatan sumber daya akan dilakukan secara terkendali dengan memperhatikan keberadaannya di masa depan. Artinya, penggunaan harus seimbang dengan produksi (konsumsi harus seimbang dengan barang dan jasa yang tersedia). Ini untuk menjaga suatu sumber daya dan energi agar tetap ada dari generasi ke generasi.

    Tanpa keseimbangan maka kelak pada satu titik nanti kita akan berkonspirasi untuk melenyapkan kaum tertentu atau melenyapkan bangsa tertentu. Agar bisa menguasai sumber energi yang mereka miliki. Keadaan ini jelas harus diawali dengan peperangan atau setidak-tidaknya perang informasi.

  14. Kemampuan menjaga keseimbangan alam di tengah tingginya ilmu pengetahuan.

    Di zaman kapitalisme orang-orang yang memiliki pengetahuan tinggi dibebaskan untuk menggunakan sumber daya dalam intensitas tinggi. Keadaan ini turut mempercepat habisnya energi yang dipicu oleh semakin banyaknya teknologi mesin yang ditemukan.

    Harus ada evolusi pemanfaatan terhadap energi. Jangan lagi memenuhi syarat kebebasan dimana setiap yang memiliki uang berhak menggunakannya sesuka hati. Perlu manajemen sumber daya agar tercipta keseimbangan yang konstan dari zaman ke zaman dan dari generasi ke generasi.

  15. Kemampuan menjaga keseimbangan alam di era ekonomi yang terus meningkat/ berkembang.

    Saat perekonomian masyarakat berkembang seharusnya merupakan sebuah keuntungan. Surplus ekonomi perlu dirayakan oleh segenap umat manusia. Sayang seiring dengan peningkatan jumlah uang yang dimiliki, meningkat pula jumlah konsumsi yang dilakukan. Pertanyaannya adalah bagaimana menyeimbangkan semua pemanfaatan ini? Kemampuan suatu sistem untuk menjaga keseimbangan di tengah pesatnya kemajuan ekonomi dapat membawa pencerahan besar bagi generasi berikutnya. Artinya, menjaga keberadaan sumber daya dan energi adalah sama pentingnya dengan memajukan ekonomi yang hanya bisa meningkatkan pendapatan. Sebab mustahil sistem perekonomian dapat berjalan tanpa kedua hal tersebut di atas.

  16. Evolusi hidup mewah menjadi sederhana.

    Kemewahan duniawi hanya mendatangkan persaingan diantara manusia. Sedangkan orang yang cerdas semakin banyak yang didorong semakin tingginya angka konspirasi. Sadarilah bahwa semua uang yang dihasilkan dari aksi manipulasi hanya mendatangkan bencana atas dunia ini. Sebab uang yang banyak membuat kebutuhan kitapun banyak. Artinya jumlah uang yang banyak mendorong sifat konsumtif yang berimbas pada meningkatnya jumlah polutan dan limbah yang dihasilkan. Keadaan ini jika terus menerus dibiarkan akan merusak lingkungan belum lagi resiko habisnya sumber daya dan energi yang tersedia di alam.

    Hidup sederhana adalah solusi praktis pemanasan global. Lagipula dengan menerapkan pola hidup sederhana, pikiran menjadi lebih berkembang dan bukannya bertambah bodoh karena terus terlena menikmati hidup.

  17. Evolusi manusia soliter menjadi berkelompok berdasarkan bakat yang dimiliki.

    Ini sangatlah penting untuk menjamin berkembangnya kekayaan intelektual yang dimiliki oleh masing-masing orang. Mereka yang kemampuannya bekerja berdasarkan otot akan ditempatkan bersama orang-orang dengan kemampuan yang sama. Sedang orang yang bakat awalnya berdasarkan kemampuan otak akan di tempatkan dengan sesama manusia dengan otak. Setiap kelompok akan mengerjakan proyek tertentu secara bersama-sama dan dipublish pada waktu yang tepat.

    Pengelompokan manusia berdasarkan potensi sangatlah penting untuk menyatukan ide-ide yang sejenis sehingga dihasilkan sesuatu yang terstruktur sehingga bermanfaat bagi semua orang.

  18. Evolusi pemilihan berdasarkan keturunan menjadi berdasarkan demokrasi Tuhan dan demokrasi rakyat.

    Penentuan orang dengan posisi khusus dan tertentu tidak lagi diarahkan berdasarkan faktor gen atau faktor keturunan. Melainkan setiap orang memiliki hak yang sama untuk terpilih dalam demokrasi rakyat (pemilu) dan demokrasi Tuhan (undian). Ini adalah pemanfaatan jalan tengah untuk menemukan orang-orang yang tidak hanya bekerja berdasarkan nama keluarga melainkan berdasarkan kepada bakat, kinerja dan keberuntungan masing-masing.

Salah benarnya evolusi tergantung di tangan kita. Sebelum mengevolusi orang lain atau sistem, sudah sepantasnya untuk mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Dengan demikian pesan-pesan perubahan yang kita bawa tidak bertentangan dengan sikap yang diekspresikan melainkan selalu konsisten. Artinya, perlu ada stabilitas yang terus-menerus antara apa yang ada di dalam hati-pikiran dengan apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan sehari-hari.

Banyak hal dalam kehidupan kita yang harus dievolusi. Perubahan ini dibutuhkan semata-mata untuk menyesuaikan diri dari keadaan lingkungan sekitar. Manusia yang lihai beradaptasi terhadap buruknya pengaruh lingkungan niscaya akan menemukan solusi terbaik dari semua persoalan hidup yang dihadapi hari lepas hari. Tidak ada evolusi yang berlangsung cepat/ instan melainkan semuanya butuh waktu. Untuk apa kita berevolusi jika notabene saling bersaing dan saling serang satu-sama lain? Sekalipun itu dilakukan dengan taktik kotor yang sangat manipulatif dan tersembunyi dari pandangan publik. Bukankah dengan demikian kita tidak ada ubahnya dengan binatang di luar sana yang saling serang dengan gigi, taring dan ototnya? Oleh karena itu, sadari kesalahan sendiri tempuhlah cara-cara yang benar  (kasih kepada Allah & sesama) dalam menjalani hidup.

Salam mari berubah menjadi lebih baik!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s