Gejolak Sosial

15 Perbedaan Pohon Dan Gedung Melindungi Manusia – Membiarkan Pohon Tumbuh Lebih Tinggi Dari Rumah Kita – Antara Perlindungan Alami Dan Buatan


Perbedaan Pohon Dan Gedung Melindungi Manusia - Membiarkan Pohon Tumbuh Lebih Tinggi Dari Rumah Kita - Antara Perlindungan Alami Dan Buatan

Kami bertanya-tanya, apa yang sedang kita lakukan terhadap dunia ini? Kita memaksa lingkungan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan di dalam hati. Tebang sana-sini, gali ini-itu dan membangun berbagai-bagai gedung mewah nan megah. Selalu berusaha mengubah lingkungan sesuai selera masing-masing. Padahal diri ini hanya manusia biasa saja yang lebih kecil dari lingkungan sekitar. Berusaha menata ulang alam liar dan menganggap bahwa tatanan lingkungan yang alami dari Tuhan pantas diubah/ dirusak. Lalu digantikan dengan gedung-gedung tinggi berlantai puluhan bahkan ratusan yang mencirikan kemewahan, kemegahan dan kenyamanan duniawi.

Apa yang kita lakukan terhadap dunia ini? Merusak hal yang paling penting, sesuatu yang selama ini telah melindungi semua makhluk. Pepohonan hijau telah melindungi tanah, air dan udara disekitar kita agar tetap segar, subur dan bersih. Tetapi betapa diri ini tidak tahu berterimakasih terhadap jasa klorofil atau mungkinkah karena mereka selama ini diam seribu bahasa? Sadarilah bahwa suara alam liar yang sedang marah tidak enak didengar dan dilihat. Amukannya seperti banjir yang menyelimuti, badai yang mengguncang dimana-mana dan matahari yang keterlaluan panas. Satu dua kali alam liar mengamuk maka satu dua orang atau lebih akan kehilangan nyawa dan infrastruktur yang kita bangga-banggakan dalam peradaban akan lenyap. Oleh karena itu, bijaklah membangun fasilitas gedung berlantai sangat banyak.

Berkarya membangun gedung mewah untuk diakui sebagai pencipta

Banyak manusia yang ingin menjadi tuhan diantara sesamanya. Mereka tampil dengan ilmu pengetahuan yang dicuri dari Allah untuk berkuasa atas orang lain. Padahal Tuhan sudah berulang kali menegaskan agar setiap orang mengasihi sesamanya seperti diri sendiri. Tetapi mereka tidak bisa meninggalkan kemuliaan duniawi yang diperoleh dari kekayaan, kekuasaan dan jabatan. Padahal semua pencarian itulah yang telah membuat tanah merana hingga menusuk ke dalam perut bumi. Pada akhirnya semua ini membuat manusia ditelan oleh bencana alam.

Manusia sok-sok-an jadi pencipta. Mereka ingin diakui kehebatannya sehingga ingin menghasilkan penemuan-penemuan baru yang menandakan betapa jenius dirinya. Semua hal yang diciptakannya semata-mata demi mendapatkan penghargaan dan pujian dari orang-orang yang ada disekitarnya. Mereka tidak dapat  menerima kenyataan bahwa hidupnya sulit lalu malahan membawa dirinya untuk menciptakan sesuatu sebagai balasan atas penghinaan yang diterimanya.

Membangun berbagai gedung untuk konspirasi manipulasi melemahkan pihak lainnya

Nafsu agar diakui dan dipuji orang sesungguhnya telah membawa diri ini dalam tipu muslihat yang kita ciptakan sendiri. Sudah pengetahuan yang kita miliki dicuri dari Tuhan (Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat), itu digunakan pula untuk memanipulasi dan menekan orang lain sampai memberikan untung kepada diri sendiri. Ini jelas perilaku tersembunyi yang paling bengis sejagad raya sebab mereka menggunakan faktor sekunder untuk memunahkan orang lain.

Andai itu sebuah peluru maka tembak tersebut tidak diarahkan kepada seseorang tetapi ke tiang yang terbuat dari baja lalu terpantullah itu hingga mengenai seseorang. Semacam efek sekunder, dorong pencemaran dan kerusakan lingkungan maka lingkungan itu sendirilah yang akan menelan orang-orang yang ada didalamnya lewat bencana alam yang kecil, sedang hingga besar. Sadarilah bahwa siapapun yang sengaja melakukan itu, Tuhan sudah menambahkannya dalam daftar kesalahan anda. Tahukah anda bahwa menanam dan merawat pepohonan adalah ibadah yang sejati?

Perbedaan antara bangunan dan pepohonan

Untuk apa rumah yang sangat besar sedangkan orang yang menghuninya hanya empat sampai lima orang saja? Adalah lebih baik memiliki rumah minimalis yang mirip-mirip dengan rumah orang lain, dengan begitu kita tidak membuat sesama dengki lalu menghalalkan segala cara untuk melakukan hal yang sama. Kita tidak menyadari kesalahan sendiri, dengan berlaku demikian telah membuat orang lain berdosa. Lagipula, kalau kita mau hidup tenang, damai dan terbebas dari rasa gelisah maka sebaiknya menyamakan diri dengan orang lain saja (kesetaraan). Berikut adalah perbandingan antara bangunan dan pohon.

No. Perbedaan Pohon Gedung
1. Cakupan. Hutan pada umumnnya dan tumbuhan berklorofil pada khususnya. Bangunan mewah dan megah yang menjadi sumber kebanggaan manusia.
2. Pencipta. Tuhan. Manusia.
3. Pertanda. Simbol kepedulian terhadap seluruh ciptaan Tuhan. Mampu menjaga keseimbangan aktivitas manusia dan makhluk hidup lainnya. Simbol kesombongan, kekuasaan, kekayaan, kebesaran, kemewahan, kenyaman dan kemegahan duniawi.
4. Tersusun atas. Debu, tanah dan garam. Batu, pasir, besi, baja, kaca, keramik, kayu, semen dan lain-lain.
5. Waktu pembangunan. Terus di bangun dari tahun ke tahun. Dalam sebulan, setahun ada pula yang bertahun-tahun.
6. Umur pemakaian. Puluhan hingga ratusan tahun. Puluhan tahun dengan renovasi atau perombakan sesuai trend & kebutuhan pasar.
7. Energi selama pembangunan. Energi matahari. Tenaga manusia, mesin berteknologi dan bahan bakar minyak (BBM).
8. Energi selama operasional. Energi matahari. Tenaga manusia dan bahan bakar minyak (BBM – energi fosil).
9. Biaya yang dibutuhkan. Gratis. Puluhan hingga ratusan juta bahkan ada yang miliaran rupiah.
10. Manfaat yang diberikan. Memberi rasa sejuk, magnet air, menyuburkan tanah, menurunkan resiko terjadinya badai. Melindungi dari sinar matahari langsung dan angin kencang (badai).
11. Dampak lingkungan. Membuat udara tetap segar, meniadakan banjir, tanpa tanah longsor, tanpa banjir bandang, tanpa gelombang panas, tanpa global warming. Pinggiran sungai melebar untuk pasir dan kerikil. Bumi di gali sedalam-dalamnya untuk besi dan baja. Pepohonan ditebang untuk kayu. Gunung diruntuhkan untuk batu. Hutan terpinggirkan demi tanah yang luas.
12. Dampak sosial Hidup bersama dengan orang lain dalam kesetaraan. Menimbulkan iri hati-kesombongan, persaingan dan orang lain ingin membuat yang lebih dari itu.
13 Bahan buangan Bahan organik untuk makanan atau akan membusuk menjadi pupuk. Menghasilkan oksigen dan merawat lapisan ozon. Emisi rumah kaca dari pendingin udara (AC), penerangan dimana semua itu menghasilkan polutan.
14. Kecenderungan Melindungi dan merawat bumi Menyebabkan pemanasan global dan menghancurkan rumah kita
15. Perbanyakan memenuhi seluruh areal tanah yang ada. Konservasi tanah, air dan udara yang gratis. Pemanasan global, disusul bencana alam, disusul peperangan hingga akhirnya kiamat.

Biarkan pohon tumbuh lebih tinggi dari rumah anda.

Memang sudah takdirnya bahwa pepohonan hijau harus lebih tinggi dari rumah yang kita bangun. Janganlah kita terus menentang alam lalu dengan penuh kesombongan membangun gedung-gedung tinggi berlantai sangat banyak yang membumbung tinggi ke angkasa. Hal-hal semacam ini akan mendoroong kita dalam lingkup kesombongan seperti di zaman pembangunan menara Babel. Gedung yang terlalu tinggi adalah sumber pemborosan energi yang membutuhkan bahan bakar ekstra untuk mengoperasikannya. Oleh sebab itu, jangan lagi mendirikan menara babel di tempat anda lalu biarkan pepohonan hijau tumbuh lebih tinggi dari rumah kita. Dengan berlaku demikian kita meletakkan tanaman berkayu ini pada fungsi yang sebenarnya, yaitu melindungi manusia dan makhluk hidup lainnya dari radiasi sinar matahari langsung, air dirumahpun tetap ada, udara selalu segar untuk dihirup dan masih banyak lagi hal positif lainnya yang dapat kita nikmati.

Ada baiknya jikalau kita tidak lagi suka semena-mena terhadap lingkungan sekitar. Harus menyadari bahwa hidup ini sangat membutuhkan keseimbangan. Kita mengkonsumsi maka tanaman hijaulah yang memproduksinya: lalu mengapa tidak hidup berdampingan dengan pepohonan? Buanglah jauh-jauh ego yang membuah hawa nafsu tinggi terhadap kemewahan, kemegahan dan kenyamanan duniawi. Sadarilah bahwa hal-hal inilah yang mengganggu keseimbangan alam. Tanpa keseimbangan maka kehidupan kita menjadi sangat ketergantungan terhadap gedung-gedung tinggi berlapis tebal dan berpagar keliling yang membutuhkan bahan bakar fosil (BBM) sangat banyak untuk mengoperasikannya.

Salam, mari hidup ramah-lingkungan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.