Keluarga

7 Alasan Antikristus Adalah Uang Kapitalis – LINGKARAN DOSA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Alasan Antikristus Adalah Uang Kapitalis - LINGKARAN DOSA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Kristen Sejati – Uang adalah komuditas ilmu pengetahuan yang sangat mutakhir di abad ini. Seperti keyakinan beberapa orang, “uang bukan segalanya tetapi segala sesuatu butuh uang.” Kiasan ini memang sangatlah tinggi biasnya: bagian pertama dengan jelas menolak bagian terakhir sehingga pemahaman manusia tentangnya semakin kuat, yaitu “kertas ajaib adalah hidup kita.” Dari sini saja sudah kita pahami bahwa yang satu ini bisa mengendalikan hidup manusia, seutuhnya. Artinya, jika kertas ini mampu mengendalikan hidup seseorang, hatinya dipenuhi keinginan duniawi sedang Tuhan tidak lagi ada padanya (anti kebenaran alias antikristus).

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang mengandalkan permodalan swasta/ pribadi/ perorangan. Seperti telah kami sampaikan sebelumnya bahwa para kapitalis secara tidak langsung telah menciptakan sistem kasta sosial yang ditentukan oleh besarnya gaji dan fasilitas yang diterima seseorang dalam suatu oranisasi/ perusahaan. Secara tidak sadar, banyak orang cemburu dengan kalangan atas sehingga merekapun ingin menempati kelas gaji tertinggi. Orang yang terlahir cerdas akan menciptakan konspirasi manipulasi terbaru untuk melemahkan sesamanya sembari mengeruk keuntungan dari aksi tersebut. Semua dosa ini dilakukan dengan cara rapih, terstruktur dan masif sehingga mustahil dikenali apalagi terbongkar.

Ilmu pengetahuan dosa turunan yang tidak akan pernah hilang – LINGKARAN DOSA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

LINGKARAN DOSA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Dahulu nenek moyang kita mencuri dari Tuhan, Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat adalah milik Tuhan sedang manusia dilarang untuk mengkonsumsi buat tersebut. Sayang, nenek kita Hawa telah tergoda hatinya oleh kemuliaan Tuhan lalu memakan buah pohon tersebut sedang kakek Adam juga ikut-ikutan tergoda oleh rayuan tulang rusuknya sendiri. Jadi, intinya adalah kecemburuan menciptakan dosa dimana hal tersebut masih terjadi sampai sekarang.

Sayang, jaman sekarang justru manusia berlaku sebaliknya. Jika dahulu Adam dan Hawa bersembunyi malu karena dosanya tetapi banyak dari kita justru berlaku sebaliknya: “tidak sedikit orang membanggakan hasil kejahatan yang dahulu telah dilakukan nenek moyannya.” Memang terbukti ilmu pengetahuan yang kita miliki telah memberi banyak dampak positif untuk kehidupan dengan terciptanya sistem sosial (negara-organisasi), sistem ekonomi, sistem budaya, sistem pendidikan, sistem kesehatan, sistem politik dan lain sebagainya.

Sayang, yang namanya dosa tetaplah dosa, kita sangat tidak layak di hadapan Tuhan. Sebab berbagai-bagai hasil bentukan sistem dari hasil pengetahuan yang kita ciptakan telah menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mendekat kepada Tuhan sekaligus menghambatnya untuk hidup sejahtera. Kita mengorganisir manusia dalam pola-pola yang menekan kehidupan orang lain dengan cara:

  1. Pengetahuan dan teknologi membuat diri ini terlena lalu melupakan Tuhan.
  2. Terus-menerus menikmati hidup (konsumtif) dan kenyamanan yang disediakan oleh fasilitas berteknologi membuat banyak orang kurang beraktivitas.
  3. Orang yang kurang gerakan fisik berarti kurang aktif otaknya, bisa jadi ini akan menurunkan kecerdasan manusia.
  4. Mereka dengan tingkat kecerdasan yang sangat rendah akan mengalami kesulitan untuk menemukan kebahagiaan di dalam dirinya.
  5. Saat manusia sulit bahagia sendiri maka akan menjadi konsumtif, gila hormat, pujian, penghargaan dan kemuliaan duniawi lainnya.
  6. Hasrat yang begitu kuat akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi menggiring manusia untuk berlaku picik, licik dan penuh konspirasi terhadap sesamanya.
  7. Orang lain ditekan dan diperah lewat sistem ekonomi kapitalis yang ada, lebih tepatnya dikendalikan lewat uang.
  8. Alat yang digunakan untuk melakukan presure merangsang kebutuhan masyarakat untuk konsumtif adalah media: internet, televisi, radio, majalah, koran dan lain sebagainya.

Pada dasarnya semua perputaran ini merupakan lingkaran dosa ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah dilakukan umat manusia dari zaman ke zaman. Inilah yang membuat kehidupan orang-orang cerdas semakin bengis melemahkan orang lain (walau tidak nyata secara kasat mata) sekaligus menghancurkan lingkungan juga. Pada akhirnya, semua perilaku ini akan mendatangkan bencana alam, peperangan dan berakhir dengan kiamat.

 Kekuatan uang kapitalis bisa jadi apa saja

Sadar atau tidak, uang adalah hasil dari ilmu pengetahuan yang telah kita curi dari Tuhan. Sekalipun manusia penuh dosa, Ia tetap masih berkenan untuk ditemui. Dalam banyak situasi, Ia memberi kesempatan kepada kita untuk kembali mendekat kepada-Nya. Hal terbesar yang dilakukannya untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari dosa yang kita buat sendiri dengan menunjukkan betapa pentingnya kasih yang rela berkorban lewat pribadi Yesus Kristus. Sekarang, maukah kita memahami betapa pentingnya mengasihi sesama SEPERTI diri sendiri?

Kita harus paham bahwa uang sebagai hasil dari ilmu pengetahuan bisa mendatangkan kebaikan dan dapat pula mendatangkan kejahatan. Pada dasarnya, mudah sekali untuk menilai baik-tidaknya suatu hasil ilmu pengetahuan, yaitu lewat kesetaraan. Artinya segala sesuatu yang jauh dari keadilan sosial cenderung mengarah kepada kejahatan. Sekalipun itu tidak kasat mata, mungkin terjadi di balik layar dalam bentuk-bentuk konspirasi masif yang merugikan beberapa kalangan sedangkan oknum tertentu diuntungkan.

Alasan mengapa uang berpotensi menjadi antikristus

Sebenarnya mudah saja cara mendefenisikan apakah seseorang termasuk dalam antikristus atau bukan. Pada dasarnya, mereka yang tidak mau mengakui Anak (Yesus Kristus) juga tidak mengakui adanya Allah. Sedang Allah itu sendiri adalah kebenaran. Bisa dikatakan bahwa mereka yang tidak mau mengakui kebenaran berarti tidak mengakui adanya Allah apalagi Anak. Sehingga bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang menentang kebenaran adalah antikristus. Kondisi ini juga bisa disebut bahwa semua orang yang tidak mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal, kekuatan dan mengasihi sesama manusia SEPERTI diri sendiri adalah antikristus.

Nabi palsu juga bisa disebut sebagai antikristus sebab mereka hanya menjadikan Ajaran Tuhan Yesus untuk keuntungan dan kepentingan bagi dirinya sendiri. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya tidak sedikitpun percaya kepada kebenaran sejati (mengasihi Allah sepenuh hati dan mengasihi sesama SEPERTI diri sendiri). Nabi-nabi palsu inilah yang akan melakukan muzizat diseluruh negeri tetapi mengarahkan penghormatan dan kemuliaan kepada dirinya sendiri. Ini mereka lakukan dengan berkonspirasi (sembunyi-sembunyi, ada kebenarnya yang disembunyikan). Sebab sesungguhnya untuk melakukan muzizat cukup dengan mengkonsumsi air garam isotonik hari-lepas hari. Tetapi kebenaran tentang garam itu tidak diungkapkan lalu mengecap dirinya sebagai nabiah yang pantas dipuji-puja oleh pengikutnya.

Sebelumnya dalam bagian ini kami tidak hendak mengeneralkan bahwa semua kapitalis adalah antikristus. Kita juga harus menyadari bahwa bapa Abrahampun seorang yang kaya raya. Tapi tahukah anda bahwa dibalik kekayaannya Abraham memperoleh semuanya itu dari hasil jerih lelahnya sendiri? Sebab zaman dahulu dia memiliki perusahaan keluarga yang bebas dari sistem tipu-tipu. Tapi cobalah amati kehidupan beberapa kapitalis di zaman sekarang, mereka terlalu fokus pada materi, menghabiskan waktu lebih lama menikmati hidup, meninggalkan kebiasaan fokus kepada Tuhan, melakukan dan menyebar tipu muslihat untuk menjalankan konspirasi dan masih banyak tindakan lainnya yang mencirikan bahwa orang-orang ini semakin jauh dari kebenaran (mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, kekuatan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri). Bahkan ada beberapa kalangan borjuis yang menganggap dirinya sebagai raja yang pantas dipuja-puji dengan slogan, “bos tidak pernah salah dan bawahan selalu salah.”

Berikut akan kami ungkapkan beberapa alasan mengapa uang dan kapitalisme berpotensi menjadi antikristus.

  1. Uang membuat seseorang tidak tahan uji.

    (I Tesalonika 5:21) Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

    Orang-orang yang sudah terlena oleh materi cenderung menganggap bahwa kehidupan di dunia ini adalah demi kesenangan belaka. Mereka enggan untuk menerima tekanan dari siapapun terlebih ketika duit tebal dan relasi banyak apalagi kalu ada kekuasaan di tangan (dampak ketidaksetaraan). Saat difitnah sedikit saja, rame-rame datang ke kantor Polisi untuk mengadu. Sewaktu diabaikan orang, berkoar-koar di media sosial untuk membela diri. Ketika diguyon/ diejek oleh orang lain, mereka langsung ngambek dan suatu saat nanti pasti akan balas dendam. Karena ujian sosial yang dihadapi berat, mereka menghalalkan segala cara untuk mengatasi bahkan menghindarinya. Jika kita dan ajaran yang kita bawa tidak Tahan uji, bisa jadi itu termasuk antikristus. Sebab Yesus sendiri dahulu selama di dunia ini membiarkan dirinya diuji oleh orang-orang farisi dan ahli taurat.

  1. Uang telah mengubah orang kristen menjadi murtad.

    (I Yohanes 2:19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

    Hanya karena uang manusia dibutakan dan tidak mau mengakui kebenaran. Mereka menyangkal kebenaran tentang Anak yang sekaligus menyangkal keberadaan Allah. Orang-orang ini terlalu terpesona terhadap gemerlapan duniawi sehingga menjual yang benar itu demi terwujudnya keinginannya.

    Orang-orang ini, mungkin saja telah mengetahui rahasia kehidupan, yaitu garam tetapi mereka menyangkal keberadaan kristus sebagai Anak agar pengetahuan akan garam yang dibawa Yesus tetap tersembunyi. Ini semata-mata bertujuan untuk mengkomersialkan ilmu pengetahuan Allah demi keuntungan pribadi semata.

  2. Uang dapat membuat seseorang mengejar hawa nafsunya dan melupakan kebenaran.

    (II Petrus 2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

    Uang membuat seseorang candu. Ketika terus-menerus digunakan untuk membeli sesuatu maka timbullah rasa bosan sehingga ada niat untuk menginginkan yang lebih. Kebutuhan akan kertas ajaib yang sangat tinggi/ lebih tinggi, mendorong seseorang untuk mencarinya sekuat tenaga dan akal pikirannya. Akhirnya, orang-orang ini akan menyesatkan banyak orang melalui ajarannya agar lewat penyesatan itu mereka beroleh keuntungan yang besar. Mengajarkan orang untuk menolak/ menjauhi kesetaraan termasuk salah satu ajaran sesat sebab sudah jelas maksud Tuhan dalam kehidupan umat manusia adalah demi keadilan sosial untuk semua kalangan. Simak juga, Keadilan sosial menurut ajaran kristen.

  1. Seorang kapitalis dapat mengabaikan Tuhan dan meninggikan dirinya sendiri (sombong).

    (II Tesalonika 2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

    Seseorang yang memiliki modal sangat-sangat banyak, mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah niscaya bisa melakukan apa saja. Mau beli ini dan itu, berapapun bisa di peroleh. Mau ke sana atau kesini bahkan keliling dunia sekalipun bisa didapatkan. Mau yang mewah, nyaman dan megah semua bisa didapatkan. Teknologi lama sampai teknologi mutakhir sekalipun dapat diadakannya, semua karena ada fulus di kantong. Keadaan ini jelas saja membuat seseorang tidak lagi butuh Tuhan. Agama hanya menjadi persyaratan baginya untuk mengurus KTP atau menikah.

  2. Karena uang, orang tertentu akan melakukan konspirasi tersembunyi untuk melemahkan orang benar.

    (II Tesalonika 2:7) Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,

    Sesungguhnya dalam sistem kapitalis, ada rahasia tertentu yang mereka sembunyikan tetapi dijalankan secara bersama-sama. Ini disebut juga sebagai sebuah konspirasi. Ada beberapa konspirasi licik yang kami jabarkan di blog ini, diantaranya bertujuan untuk menghancurkan lingkungan, menjauhkan garam dari kehidupan manusia, membuat orang sakit, membuat sekelompok orang konsumtif, membuat orang ketergantungan obat-obatan terlarang, membuat orang kecanduan rokok dan lain sebagainya. Selengkapnya, Daftar konspirasi di Indonesia.

  3. Seorang kapitalis bisa membinasakan sesamanya dengan halus maupun kasar.

    (Matius 24:15) “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel — para pembaca hendaklah memperhatikannya —

    Kekuatan uang telah menawan hati sekelompok manusia. Mereka talah buta akan kasih Allah sehingga hatinya jauh dari kebenaran. Keadaan ini mendorong orang tersebut mencari kebahagiaan lewat materi dengan sekuat tenaga dan akal budinya. Bahkan ketika ada orang-orang yang mencoba menghalangi maksud hatinya, ia tidak segan-segan untuk menyingkirkan orang-orang tersebut lewat praktek konspirasi yang berlangsung secara halus bahkan yang paling keji sekalipun.

  4. Orang-orang berduit tebal dapat mengontrol agama, ekonomi dan politik.

    (Wahyu 13:16-18) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Ini telah terbukti nyata sampai sekarang, mereka yang memiliki banyak uang akan dengan mudah menyogok para pemuka-pemuka agama agar jemaat mau di giring persepsinya kepada hal-hal tertentu yang menguntungkan kapitalis.

    Dengan kekuatan uang yang mereka miliki (mencapai triliunan bahkan nolnya tidak bisa lagi dihitung) orang-orang ini akan mengendalikan ekonomi. Memberi tekanan di suatu daerah sedangkan di daerah lain akan diberikan kelonggaran, suka-suka hatinya. Uangnya juga mendorong kerusakan lingkungan di wilayah tertentu sehingga ketergantungan akan teknologi semakin tinggi.

    Bahkan orang-orang ini akan memiliki pengaruh politik yang sangat besar. Setiap kertas akan digunakannya untuk membayar rakyat banyak agar mereka terpilih menjadi kepala daerah, kepala negara (yudikatif) dan anggota dewan (legislatif).

Jika kembali lagi kepada kebenaran yang sesungguhnya dikehendaki Allah maka kita akan mengerti bahwa pengetahuan yang dimiliki cenderung membuat diri ini menjauh dari-Nya. Uang yang terlalu banyak di tangan membuat kita sangat ketergantungan dengan hal-hal yang ada di dunia (konsumtif) ini sehingga melupakan Allah yang benar. Hati ini terlena akan materi dan berpikir untuk mempertahankan bahkan mencarinya lebih banyak lagi lalu konspirasi manipulasipun dijalankan dalam sebuah sistem. Ciri khas sistem yang syarat manipulatif dan jauh dari kehendak Allah adalah sistem yang tidak mendukung keadilan sosial untuk semua kalangan. Sadarilah bahwa sistem semacam ini dapat melahirkan antikristus yang mengabaikan kasih yang tulus dalam bersikap. Yang ada di hati mereka justru, “ada uang ada barang, ada uang ada kasih.”

Salam kristen sejati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.