Gejolak Sosial

10 Usaha Mewujudkan Ide (Gagasan), Cara Hidup Di Wilayah Tanpa Keadilan Sosial?

Usaha Mewujudkan Ide (Gagasan), Bagaimana Hidup Di Wilayah Tanpa Keadilan Sosial

Kesetaraan pemersatu semua perbedaan

Kesetaraan tergabung dalam paham sosialis dimana semua lini kehidupan diwadahi dan diawasi oleh satu sistem tunggal yang membagi rata sumber daya kepada setiap anggotanya. Tidak seperti kapitalis yang membuat sistemnya sendiri-sendiri sehingga semua elemen di dalam masyarakat terpecah-pecah dibedakan berdasarkan kasta sosial dari perolehan pendapatan setiap bulannya. Sedangkan di dalam sebuah sistem kesetaraan negara adalah kapitalis tunggal yang mengendalikan semuanya: dari, untuk dan oleh seluruh elemen masyarakat.

Semua sistem ekonomi, politik, budaya, sosial, keamanan dan lain sebagainya berada di bawah satu atap yang dikendalikan penuh oleh negara yang bersangkutan. Inilah yang dimaksud dengan penyatuan dimana semua hak-hak pribadi/ kelompok dalam pengelolaan sumber daya akan dihilangkan melainkan masing-masing akan dinasionalisasi demi kepentingan semua orang. Kuncinya adalah penguasaan sumber daya yang menjadi penggerak utama dari suatu sistem. Artinya, seperti aliran sebuah sungai, “kuasai hulunya maka anda akan dimampukan untuk memantau dan mengawasi aktivitas di bagian-bagian selanjutnya.” Pada akhirnya, nasionalisasi faktor produksi di hulu akan mewujudkan sistem yang menjunjung tinggi kesetaraan.

Manusia Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, golongan dan berbagai perbedaan lainnya. Saat menganut sistem kapitalis yang syarat dengan persaingan maka para pemodal besar akan memanfaatkan perbedaan SARA untuk menjadikannya dirinya sebagai penguasa ekonomi atau penguasa politik di dalam suatu daerah. Keadaan inilah yang kerap kali menimbulkan instabilitas di dalam masyarakat hingga berimbas pada perpecahan, perang suku, perang agama dan lain sebagainya. Instabilitas semacam ini akan dijadikan alasan oleh para pemodal untuk menguasai (memonopoli) suatu wilayah di bawah tekanan dan kekerasan yang bersifat masif (diam-diam).

Apa yang sudah kami lakukan sejauh ini?

Kami terus saja berkoar-koar tentang kesetaraan tapi tidak ada satupun yang terwujud. Sepertinya kami hanya membual sesuatu yang tidak penting atau memang berat jalan yang ditempuh untuk mewujudkannya. Biar bagaimanapun ide tetaplah ide dan tidak lebih dari itu. Keterbatasan kita menunjukkan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Apapun yang kita lakukan saat ini, jangan pernah merasa semuanya benar sebab kita terbatas. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha menyampaikan gagasan yang pantas untuk perubahan. Mau bagaimana lagi, memang hanya begitulah kemampuan kami.

Situasi sosial yang tidak peduli seperti ini, bisa terjadi karena belum semua orang mendengarkan argumen/ opini tersebut. Mungkin juga masih ada yang belum mengerti kemana arah jalan pikiran kita. Tetapi dibalik semuanya itu, keadaan semacam ini sudah dinubuatkan sejak dari awal oleh Tuhan Yesus. Seperti kata-Nya dalam firman.

(Matius 11:16-17) Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

Karena kami telah diperingatkan jauh-jauh hari oleh Tuhan Yesus tentang keadaan bangsa ini, tidak ada yang membuat diri ini terkejut atau berkeluh-kesah. Yah mau bagaimana lagi, kalau semua orang tidak mau tahu dan tidak peduli. Nanti juga mereka akan tahu sendiri dampak buruk kapitalisme dalam kehidupan bermasyarakat. Tepat saat itu jugalah baru ingat tentang betapa pentingnya paham keadilan sosial untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Alangkah lebih baik, sebelum berbicara tentang orang lain apalagi tentang sistem, terlebih dahulu melihat diri sendiri. Apakah saat ini kita sudah layak untuk hidup sama seperti yang dibicarakan? Jangan dulu berbicara tentang bagaimana mengubah sekumpulan orang bahkan beberapa kelompok masyarakat yang jumlahnya puluhan, ratusan, ribuaan hingga jutaan. Melainkan marilah memulai semua ide tersebut dari diri sendiri. Ini adalah penerapan yang sangat ideal, jika yang kita bawa adalah kebenaran maka secara berangsur-angsur tapi pasti, semuanya itu akan menular.

Idealis yang benar menjalar kemana-mana

Siapapun anda yang saat ini membawa kebenaran dimanapun berada, jangan lelah melakukan semuanya itu. Memang akan banyak orang yang datang untuk mengujinya tetapi asalkan ide tersebut benar dan hati tegar/ tabah tapi tetap santun menghadapinya niscaya apa yang anda bawa akan menyebar secara diam-diam. Tapi dibalik semua penyebaran itu, jangan ambil nama lalu meninggikan diri sendiri: ini jelas bertentangan dengan ajaran Kristus. Bahkan dalam beberapa pertemuan, Ia mengatakan.

Matius 9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.”

Matius 17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

Matius 16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.

Ide ini kami terima baik dengan tujuan untuk menghindari kesombongan dan iri hati. Sudah tahukan dari awal, mengapa kami mendorong terciptanya kesetaraan di dalam masyarakat? Salah satunya karena gejolak sosial yang telah terjadi sejak ribuan tahun lalu dalam berbagai bentuk kehidupan, yaitu munculnya sikap sombong yang berbarengan dengan iri hati. Bila kita menerima penghargaan terhadap pandangan tersebut saat masih hidup justru akan memicu instabilitas sosial yang sifatnya masif, yaitu orang lain akan berjuang sekeras-kerasnya untuk menemukan gagasan revolusioner lainnya. Padahal kita sudah mengerti selama ini, bahwa hal-hal yang dipaksakan (misal teori evolusi) dapat dimanfaatkan untuk menimbulkan penyimpangan.

Blog anonim idenya berasal dari Tuhan Yesus. Baik juga bagi kita untuk tidak menerima penghargaan selama masih hidup. Sebab hal semacam ini seperti hukum tabur-tuai, “ide baik yang ditaburkan telah dituai lewat penghargaan yang diterima.” Sehingga di sorga kelak kita mendapatkan NIHIL alias Tuhan tidak akan lagi menghargai hal tersebut di akhirat sebab semua sudah di tuai selama masih hidup di dunia. Oleh karena itu, ada baiknya tidak menerima apresiasi apapun selama masih hidup di dunia melainkan jika ada orang yang mau menghargainya, “Tunggu mati dulu ya….!” Ini merupakan suatu budaya yang baik sebab hanya orang-orang yang sudah meninggallah yang layak mendapatkan penghargaan.

Upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan kesetaraan dalam kehidupan

Dalam rangka mengubah suatu sistem dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi sistem yang sangat besar, yang mencakup kehidupan ratusan juta penduduk. Ini jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, kita membutuhkan upaya-upaya yang terstruktur dimulai dari diri sendiri. Berikut akan kami utarakan beberapa usaha yang perlu digiatkan untuk mewujudkan keadilan sosial di masyarakat.

  1. Menemukan dan menyusun ide

    Tidak mudah untuk menemukan sebuah ide. Ini harus digali agar ditemukan hal-hal yang sesungguhnya mampu memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan manusia. Anda harus mulai mencari alasan mengapa hal tersebut sangat dibutuhkan saat ini. Mengapa gagasan itu bermanfaat, apa dampak negatifnya, cara melakukannya sejauh apa pengaruhnya terhadap masa depan dan lain sebagainya. Analisis sederhana yang sangat cocok untuk membahas hal ini adalah Analisis SWOT.

  2. Menyebarkan ide lewat media.

    Ini dapat dilakukan melalui internet sebagai media yang paling mudah untuk digeluti. Seperti yang kami lakukan, bisa memulainya dari blog-blog gratisan yang banyak tersedia di Internet. Andapun bisa juga memulainya dengan blog berbayar jika memang memiliki pendanaan yang lebih baik. Semuanya tergantung situasi dan kondisi.

    Selanjutnya, andapun dapat mulai meningkatkan penyebaran gagasan yang dimaksud lewat media-media yang lebih resmi. Misalnya koran, buletin, jurnal, buku dan lain sebagainya. Semuanya ini tentu saja bergantung dari sumber daya yang dimiliki.

  3. Menyebarkan ide lewat forum diskusi/ kelas khusus.

    Opini yang anda temukan sebaiknya jangan diumbar secara detail kepada orang yang tidak berkompeten untuk membahas hal tersebut. Sebab keadaan ini cenderung bias dan hanya merupakan usaha yang sia-sia. Bila hanya berbicara ringan saja, tidak masalah tetapi jika anda ingin berdebat dengan seseorang, pastikanlah bahwa ia berada pada bidang yang pas dengan gagasan yang dimiliki.

    Bawa semua pendapat anda pada forum yang tepat dan jauhi debat melelahkan yang tidak ada ujungnya. Seharusnya, pendapat seorang ahli memiliki dasar-dasar yang tepat dan masuk akal untuk mengomentari setiap argumen anda. Belajarlah dari semuanya itu.

  4. Menghidupi ide.

    Ini kami sebut dengan “Menyebarkan ide lewat sikap.” Anda adalah role mode dari gagasan yang disampaikan. Bila yang menyampaikannya saja tidak dapat mengaplikasikan hal tersebut di dalam hidupnya terlebih lagi orang-orang yang mendengarkannya.

    Lakukanlah semua ilmu yang anda bawa dengan penuh keyakinan dalam setiap lini kehidupan ini, baik lewat perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan (sikap) sehari-hari.

    Dari pengaplikasian opini yang anda miliki, hasilkanlah sesuatu. Saat orang-orang melihat bahwa kita tampil lebih baik dengan semuanya itu niscaya secara tidak sadar merekapun akan turut melakukannya secara berangsur-angsur. Jika orang mengetahui betapa bermanfaatnya gagasan anda maka merekapun akan menerimanya dengan lebih mudah.

  5. Bergabung dengan komunitas sepaham.

    Untuk merealisasikan suatu gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang sama sekali tidak mudah. Terlebih ketika ada orang yang berseberangan dengan pendapat anda. Oleh karena itu, anda membutuhkan dukungan dari orang-orang tertentu. Sudah jelas bahwa tidak semua orang memilih sepaham dengan anda namun beberapa dari mereka akan berpendapat sama. Bergabunglah dengan orang-orang ini dalam suatu komunitas yang resmi dan diakui oleh negara. Dengan demikian daya ledak dari ide yang anda bawa akan lebih besar pula.

  6. Siap diabaikan.

    Gagasan yang besar biasanya akan menemukan banyak tantangan untuk mewujudkan hal tersebut. Anda harus mulai terbiasa dengan sikap semacam ini sebab bertahan dalam hal-hal sepele ini akan mendorong anda untuk belajar menghadapi masalah yang lebih besar kelak. Sekalipun berada di tengah tekanan, berusahalah untuk tidak melawan, tetap fokus bernyanyi memuliakan Tuhan, maafkan setiap yang terlibat dan bila perlu berbuat baik kepada mereka (misal tersenyum ramah dan lainnya sesuai sumber daya). Ingatlah bahwa reaksi yang anda tunjukkan sangat menentukan besar-tidaknya aksi yang akan mereka lakukan kedepannya. Oleh karena itu, biasa sajalah kawan…..

    Lagi pula, jika memang gagasan anda tidak bermanfaat di zaman sekarang, mungkin di waktu-waktu mendatang akan ada yang memperhatikannya. Ada beberapa ilmuan yang idenya laris manis jauh setelah ia meninggal. Justru hal semacam ini sangatlah menguntungkan karena upahnya tidak dibayar selama di bumi melainkan dibayarkan diakhirat kelak.

  7. Siap menerima koreksi.

    Biasanya apa yang kita temukan amat penuh dengan kekurangan. Ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan kodrat manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Oleh karena itu, anda perlu berpikiran terbuka menanggapi berbagai kritik dan saran yang datang. Tanggapi semuanya itu dengan tabah dan jangan sungkan untuk mengucapkan terimakasih, maaf dan tolong (tetap ramah sekalipun di dalam tekanan).

  8. Hindari mencari hormat.

    Ini jelas tujuan yang tidak pas untuk mencari pujian dan penghormatan. Sebab pujian yang anda terima akan menghilangkan pahalamu di sorga. Oleh karena itu, lakukan segala sesuatu dengan setulus hati, seperti melakukannya untuk Tuhan. Ketahuilah bahwa manusia tidak hanya bahagia lewat penghargaan dan lewat pujian saja. Justru hal-hal semacam ini sifatnya sangat fana/ sementara/ sesaat. Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk menemukan/ menciptakan kebahagiaannya sendiri dengan senantiasa bersyukur sambil bernyanyi memuliakan Allah agar pikiran terbuka sehingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  9. Bersiap mengujinya dengan undang-undang yang berlaku.

    Ini jalan yang agak sukar untuk ditempuh. Yang pasti membutuhkan persiapan matang untuk menghadapi sebuah undang-undang yang sudah berlaku sejak dari negara ini merdeka. Mungkin akan melalui beberapa kali sidang sehingga secara otomatis membutuhkan biaya besar untuk mewujudkan semuanya itu. Ini jelas membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit tentunya. Biasanya untuk mengadukan hal ini dilakukan dalam sidang terbuka Mahkamah Konstitusi.

  10. Santai saja dan terima semua apa adanya.

    Saat ini, ide yang anda miliki sudah sampai tahapan yang mana kawan? Kami sendiri sudah beberapa tahun berlalu tetapi masih saja ngetam di level ke tiga. Mau bagaimana lagi, hanya itulah kemampuan kami.

    Bagi anda yang saat ini memiliki gagasan perubahan, sebaiknya jangan membawa semuanya itu dalam hidup sehari-hari. Anda harus bersikap profesional sehingga mampu membedakan antara realitas dan opini semata.

    Dimanapun posisi anda berada saat ini, usahakan untuk tetap bertahan, koreksi apa yang diperlukan, mengembangkan kemampuan, selalu sabar menghadapi tekanan, memaklumi ujian, memaafkan setiap lawan yang terlibat dan berbuat baik kepada semua orang termasuk musuh sendiri.

    Level/ tingkatan manapun posisi anda saat ini, berusahalah untuk menerima semua kenyataan itu apa adanya. Tidak perlu memaksakan kehendak kepada orang lain tetapi patuhilah standar kehidupan anda (Kita Suci, peraturan dan perundangan yang berlaku luas di masyarakat).

Gagasan tetap saja menjadi sebuah opini saat hal tersebut belum ditindakkan sama sekali. Sebelum mengajak orang lain untuk meniru ide kita, ada baiknya jikalau saat ini mengaplikasikannya terlebih dahulu dalam kehidupan sehari-hari. Jika hal tersebut adalah kebenaran dan kepribadian anda berubah menjadi baik karenanya niscaya ide tersebut akan menyebar dengan cepat di belakang layar. Tidak perlu mencari penghargaan duniawi sebab apa yang diberikan dunia ini sifatnya sesaat/ sementara. Dibalik semuanya itu, ketahuilah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna dihasilkan oleh manusia melainkan semuanya akan disesuaikan seiring dengan kesepakatan bersama demi kepentingan semua kalangan.

Salam idealis!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.