Gejolak Sosial

+17 Alasan Mengapa Manusia Butuh Tuhan – Penawar Racun & Antivirus Otak


Alasan Mengapa Manusia Butuh Tuhan – Penawar Racun & Antivirus Otak

Kristen Sejati – Bila ada seseorang yang mengatakan kepada anda, “pernahkan melihat Tuhan?” Jawabannya tidak, iapun melanjutkan pertanyaanya, “Mengapa menuruti-Nya? Atau Mengapa membutuhkan penyertaan Tuhan?” Karena kita butuh pengendali yang memberikan pencerahan dalam kehidupan yang penuh teka-teki. Si kawan lantas melanjutkan pertanyaannya, “Pernahkah anda merasakan perbuatan Allah, berikan beberapa coontoh?” Semua yang terjadi di dunia ini adalah rencana Tuhan. Si kawan terus bertanya, “Apakah anda percaya muzizat, berikan contohnya!” Kami percaya dengan muzizat, semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah keajaiban. Untuk muzizat yang khusus, Allah tidak mau kami mengumbar hal tersebut untuk mencari nama atau keuntungan atau hanya sekedar pamer (menyombongkan diri).

Orang yang terlalu cerdas dan selalu hidup nyaman tidak percaya Tuhan

Tuhan adalah entitas yang tidak bisa didefenisikan oleh logika manusia. Itulah mengapa beberapa ilmuan/ penemu yang memiliki kecerdasan tinggi dengan kehidupan ekstra nyaman tidak dapat menerima keberadaan Allah yang tidak masuk akal. Sayang ini adalah sebuah kesalahan berpikir sebab mereka hanya melihat dunia ini dari sudut pandang yang sempit sekali. Orang-orang semacam ini lebih cenderung mendedikasikan pengetahuannya pada hal-hal materi, bagaimana dirinya bisa kaya raya, terkenal, terpuji, terhormat, populer dan lain sebagainya. Tetapi, jika anda seorang yang selalu berusaha untuk berbagi kebaikan kepada sesama dan menemukan banyak kendala selama hidup di dunia ini, pastilah memiliki kepercayaan kepada kekuatan yang lebih tinggi.

Sadarkah anda bahwa ketika seorang manusia mampu hidup bertahan tanpa bantuan orang lain, tepat saat itu juga ia tidak membutuhkan Tuhan. Itulah mengapa ada beberapa orang yang kaya raya tidak percaya kepada-Nya sebab mereka dapat bersandar dibalik harta benda yang dimiliki. Terlebih ketika mereka mengelola perusahaan/ industri besar yang senantiasa berputar dari tahun ke tahun, juga berperan aktif untuk melakukan aksi tipu-tipu (konspirasi manipulatif) di tengah masyarakat untuk mendapatkan keuntungan. Ketika orang-orang ini mampu berdiri sendiri alias berdikari dimana harta yang dimilikinya akan mampu bertahan dari generasi ke generasi (melebihi tiga turunan berikutnya) niscaya mereka tidak percaya kepada-Nya melainkan yang penting ada uang!

Keberadaan Tuhan

 

Zaman sekarang uang adalah tuhan yang berpotensi menjadi antikristus

Orang yang kaya raya lebih besar peluangnya untuk menjadi atheis dibandingkan dengan orang yang sederhana sampai miskin. Sebab kebanyakan manusia butuh jaminan hidup, bagaimana agar seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi seluruhnya, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun dan seterusnya. Sedang orang-orang berdompet raja mampu memenuhi semuanya itu. Jadi untuk apanya tuhan, bukankah uang telah menjadi allah yang menyelamatkan kehidupannya? Oleh karena itu, berhati-hatilah saat anda memiliki materi/ uang/ harta benda yang banyak. Ini berpotensi besar membuat anda kehilangan keyakinan. Perhatikanlah ayat berikut ini.

Ulangan 32:15 Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, — bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun — dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Keadaan ini akan diperparah ketika seseorang melakukan berbagai aksi konspirasi manipulasi untuk menyesatkan orang lain. Semata-mata agar mereka beroleh keuntungan yang lebih besar. Sebab orang-orang yang kehidupannya jauh dari Tuhan cenderung sangat ketergantungan dengan hal-hal materi untuk membuatnya terpuaskan dan berbahagia. Mereka inilah antikristus yang sebenarnya karena menyesatkan banyak orang untuk mengejar/ fokus kepada hawa nafsu akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Sedang, mereka sendiri beroleh keuntungan yang berlipat ganda dari aksi manipulatif tersebut.

Mampu mengatasi masalah sendiri tidak membutuhkan Tuhan

Masalah adalah dasar yang mendorong kita untuk memiliki keyakinan kepada Tuhan. Orang yang tidak pernah mengalami masalah rumit, sekalipun ada tetapi bisa diselesaikan melalui kekuatan yang dimiliki, lewat uang, dengan kewenangan yang dimiliki dan dengan relasi yang dikenal. Orang semacam ini cenderung menganggap dirinya tidak membutuhkan Yang Maha Mulia. Tetapi bagi mereka yang kesehariaannya selalu berpapasan dengan pergumulan hidup, pastilah sangat membutuhkan Allah yang selalu ada menemani, menghibur dan membahagiakannya. Oleh karena itu, berbahagialah orang yang memiliki persoalan untuk diselesaikan hari ini dengan demikian kiranya ia berharap hanya kepada Allah saja.

Apakah sebenarnya Allah itu? Pelajaran dari Allah Tritunggal

Seperti kata rasul Yohanes, Allah adalah roh. Setiap orang sebaiknya mulai belajar untuk memahami pekerjaan Roh yang hanya bisa dirasakan tetapi tidak dapat diindrakan. Silahkan amati firman di bawah ini.

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Sedang Yesus Kristus sendiri melalui kitab Yohanes mengumpamakan pekerjaan Roh sebagai angin yang bisa didengarkan tetapi tidak tahu dari mana asalnya.

Yohanes 3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Pada bagian sebelumnya, yang mengungkapkan tentang Trinitas Allah, kita belajar bagaimana Tuhan mentransformasikan pengenalan akan diri-Nya dari sesuatu yang sifatnya dapat di amati oleh panca indra menjadi sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh hati masing-masing. Demikianlah kehadiran Allah kita saat ini, tidak bisa dilihat secara kasat mata tetapi pekerjaannya dapat dibaca oleh pikiran masing-masing. Ini juga berkaitan erat dengan fokus kehidupan setiap manusia: orang percaya tidak lagi memusatkan perhatiaannya kepada hal-hal lahiriah yang gemerlapan (kenikmatan dan kemuliaan duniawi). Melainkan lebih mengarahkan hati-pikirannya untuk senantiasa fokus kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Bagi anda yang saat ini, percaya kepada Tuhan: HINDARI MENGGANTUNGKAN HIDUP KEPADA HAL-HAL LAHIRIAH YANG BISA DIAMATI OLEH INDRA. Biasanya apa yang diinginkan oleh indra tidak pernah jauh-jauh dari materi yang mewah, megah, nyaman dan mempesona. Sadarilah teman bahwa FAKTOR INI BISA DIPENGARUHI OLEH MANUSIA. Jika anda menganggap bahwa ada Tuhan saat hujan maka manusia bisa membuat cuaca menjadi sangat panas-terik hingga menyengat. Ketika anda mengatakan bahwa ada Allah saat hari cerah maka manusiapun bisa membuat cuaca berawan dan hujan agar kepercayaan anda hilang. Semakin kita percaya dengan hal-hal lahiriah maka semakin besar kemungkinan keyakinan kita kepada-Nya akan meredup lalu kandas di tengah jalan bahkan beresiko menjadi manusia yang atheis, lebih percaya kepada materi. Baca juga, Pelajaran dibalik Trinitas.

Sasaran utama pembaharuan hidup yang diberikan Allah

Pusat kehidupan manusia adalah pikiran, disanalah Tuhan bekerja untuk membaharui kehidupan ini. Sebagai manusia yang fana, kita penuh dengan kedagingan: hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Inilah yang hendak ditransformasikan oleh Allah, yaitu agar kita tidak terlalu fokus kepada hal-hal materi/ lahiriah melainkan lebih fokus kepada-Nya di dalam segala sesuatu. Bisa juga dikatakan bahwa agar tidak terlalu memikirkan hal-hal yang kelihatan di panca indra melainkan lebih membahas-bahas di dalam hati hal-hal seputar Allah dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga hubungan baik dengan sesama (kebenaran yang hakiki).

Sadarilah bahwa racun iblis si pencoba itu, datangnya lewat indra yang merayu dengan penuh pesona. Jika anda terlena oleh hal-hal duniawi maka itu akan menjadi virus yang akan merusak kepribadian dan turut pula menurunkan kecerdasan anda. Tetapi ketika hati ini selalu terhubung dengan Yang Maha Kuasa: niscaya aktivitas fokus Tuhan akan menjadi obat penawar dari racun si iblis yang disebarkan lewat panca indra. Bahkan sekalipun berbagai-bagai pikiran kotor mencoba untuk menguasai hatimu, tetap pusatkan pikiran kepada-Nya sebagai antivirus sejati yang selalu ada melindungimu hari lepas hari. Bila inti kehidupan ini sudah di jamin kebersihannya oleh Sang Khalik niscaya hal-hal lainnyapun turut bersih dan layak dihadapan-Nya.

Faktor penyebab manusia membutuhkan Tuhan

Tahukah anda sebelum Tuhan mengajari kita kebenaran, manusia cenderung meniru kehidupan binatang? Kita menggunakan otot, pedang dan tombak untuk saling berebut kekuasaan, uang dan ilmu pengetahuan. Karena tidak ada yang membimbing, nenek moyang kita saling serang karena masalah sepele, iri hati Kain kepada Habel. Mengapa demikian? Mungkin saja ketika itu, Kain pernah melihat hewan saling bertengkar dan saling memakan untuk bertahan hidup dengan demikian iapun melakukan hal yang sama kepada adiknya Habel. Oleh karena itulah kami mengatakan bahwa, “Kumpulan masyarakat yang menyingkirkan sesamnya melalui seleksi alam adalah binatang.” Asalnya perilaku semacam ini dari hewan bukan dari ajaran kebenaran Allah.

Manusia memerlukan Allah selama hidup di dunia ini karena tanpa-Nya kita seperti makhluk tanpa tulang belakang. Dialah yang membuat kaki kita tetap berdiri tegak di tengah dunia yang penuh dengan gejolak sosial. Tanpa-Nya keberadaan manusia di dunia ini bagaikan hewan di alam rimba yang saling serang dan saling makan sesama jenisnya sendiri (kanibal) untuk bertahan hidup. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi ketergantungan kita terhadap Tuhan.

  1. Untuk mengendalikan pikiran.

    Manusia tidak mampu mengendalikan pikirannya sendiri sebab daging ini cenderung menginginkan hal-hal yang jahat, sesat dan berlebihan. Jadi jika anda ingin jauh dari semua yang baruk tersebut maka jelas saja yang dibutuhkan adalah selalu fokus kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

    Bila baik buruknya pikiran kita dikendalikan oleh hubungan yang selalu terjalin dengan Allah berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh pikiran berasal dari Allah. Dari sini saja kita sudah mengerti bahwa Tuhan ada di dalam inti kehidupan kita dengan demikian setiap perkataan dan perbuatan yang dilakukan pastilah dari petunjuk-Nya. Bahkan bisa dikatakan bahwa setiap karya (kreativitas menghasilkan karya seni) yang kita hasilkan juga berasal dari arahan dan bimbingan-Nya.

  2. Mengajari kita kebenaran (mengasihi Allah dan sesama manusia).

    Bagaimana caranya mengasihi Allah dan sesama? Ini adalah pertanyaan besar di dalam kehidupan manusia. Sebab bagaimana seorang manusia mengasihi sesamanya sedang dia sendiri tidak beroleh apa-apa lewat semuanya itu? Sadarilah jika hidup kita kembali kepada paham materialisme maka mustahil ada orang yang mengasihi sesamanya seperti diri sendiri.

    Tetapi, dengan penjelasan dari Allah Tritunggal, kita bisa memahami bahwa Roh Kudus hadir dalam setiap hati manusia. Jadi, setiap kebaikan yang kita lakukan kepada sesama, secara tidak langsung telah kita lakukan kepada Allah. Inilah inti dari ketulusan hati: “lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia.”

  3. Membimbing kita bahwa masalah bermanfaat.

    Siapakah yang menduga sebelumnya bahwa masalah yang dihadapi sehari-hari berdampak positif dalam kehidupan manusia? Mungkin dahulu ada beberapa dari kita yang cenderung menjauhi masalah dan taunya hanya cari aman saja. Tetapi dengan bimbingan firman-Nya, kita memahami bahwa ternyata penderitaan membawa kepada transformasi kehidupan. Kita belajar untuk bertahan dan menyelesaikan persoalan sendiri dengan demikian kepribadian berkembang dan mental juga turut dikuatkan.

  4. Mengajari manusia betapa pentingnya kerendahan hati dan kesombongan adalah awal bencana besar.

    Sebelumnya, siapa yang menduga bahwa kesombongan di dalam hati adalah batu sandungan untuk bahagia? Justru beberapa orang yang memiliki banyak keunggulan semakin menyombongkan diri karena pikirnya ada rasa senang dibalik keangkuhan itu. Padahal keadaan tersebut hanyalah fatamorgana yang semakin membuatnya dekat dengan lembah keterpurukan yang semakin dalam dimana pergumulan hidup akan datang secara tiba-tiba.

  5. Membimbing anda dalam koreksi diri.

    Tidak mudah untuk mengoreksi diri sendiri bahkan beberapa orang terkadang tidak menyadari bahwa sedang dan/ atau telah berbuat dosa. Tetapi jika kita selalu fokus kepada Tuhan niscaya ada hal-hal mengganjal yang merupakan suatu pertanda bahwa saat ini sedang berada dalam lingkup dosa. Oleh karena itu, jika keadaan tersebut terjadi, segera memohon ampun, bertobat dan hasilkanlah buah-buah pertobatan itu.

  6. Mendatangkan penghiburan di saat-saat terdesak/ dalam kesesakan.

    Saat sedang dirundung oleh pergumulan hidup, sebaiknya tidak perlu mencari pelarian atau mencari sensasi untuk menghibur diri. Melainkan bawa semuanya itu dalam doa-doa yang hangat dengan Tuhan lalu bernyanyilah memuliakan nama-Nya. Niscaya ada penghiburan yang membuat kita mampu bertahan melalui persoalan tersebut. Rajinlah membaca firman maka anda akan menemukan banyak kata-kata penghiburan, kata-kata cinta yang penuh kasih mesra dan kata-kata yang kaya akan ilmu pengetahuan lainnya.

  7. Membimbing kita untuk bahagia sendiri.

    Bagaimana cara anda bahagia selama ini? Lewat materikah? Sadarilah bahwa materi memang menawarkan kebahagiaan tetapi hanya sesaat saja. Sedang Tuhan akan membimbing anda untuk menemukan kebahagiaan di dalam hati yang selalu ada kapanpun, dimanapun dan apapun situasi yang dihasapi saat ini. Berupayalah untuk terus bersyukur dan memuliakan namanya sampai pikiran terbuka dipenuhi rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Ini adalah cara bahagia yang paling mudah dan dapat selalu dilakukan hari demi hari.

  8. Mendatangkan ketenteraman hati.

    Apa itu ketenteraman hati? Saat ada ketenangan dalam setiap sikap yang kita ekspresikan. Artinya, tidak ada pertentangan di dalam hati/ pikiran sendiri tentang suatu situasi/ keadaan. Pikiran tidak dipenuhi oleh gonjang-ganjing kehidupan yang tidak bisa dijelaskan oleh logika/ akal sehat. Melainkan semua persoalan bisa dijawab oleh firman sehingga tidak ada yang membuat kita goyah dalam menjalani hidup. Untuk meraih ketenteraman hati membutuhkan wawasan yang luas tentang firman sehingga ada keteguhan dan kebulatan tekad.

  9. Membuat kita mampu menerima kenyataan apa adanya.

    Banyak dari kita mungkin tidak mampu menerima kenyataan apa adanya. Semua ingin agar apa yang terjadi selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Bahkan mungkin beberapa orang mengharuskan agar kenyataan sesuai dengan keinginannya sendiri/ rencana pribadi. Oleh karena itu, kita belajar dari firman yang menyatakan bahwa rancangan Tuhan jauh berbeda dari rancangan manusia. Sedang Allah sendiri tidak merancangkan kecelakaan bagi umat yang dikasihi-Nya. Inilah yang membuat kita lega.

  10. Mengingatkan kita tentang betapa berbahayanya kecanduan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Siapakah yang menduga bahwa kenikmatan dan kemuliaan duniawi akan sangat berbahaya bagi kehidupan ini? Semua manusia pastilah akan berlomba-lomba untuk mengejar gemerlapan dunia. Tetapi berkali-kali Tuhan mengingatkan kita tentang betapa berbahayanya hawa nafsu yang tinggi akan  materi, bahkan jikalau sudah kecanduan bisa menjadi antikristus. Artinya, di dalam dirinya tidak ada lagi hasrat untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri melainkan semua yang dilakukannya akan diukur nilainya lewat uang.

  11. Menjadi lebih selektif dan kritis terhadap sesuatu.

    Sikap yang selektif dan kritis dihasilkan dari pikiran yang selalu aktif-sadar. Tetapi seseorang yang pikirannya dikuasai oleh alam bawah sadar cenderung sangat mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh hasutan orang lain. Mereka yang selektif dan kritis selalu membanding-bandingkan sesuatu dengan kebenaran yang diyakini dan standar lainnya (hukum dan perundangan yang berlaku di masyarakat).

  12. Mempersiapkan kita menghadapi masalah – ujilah diri sendiri.

    Dahulu kami juga masih tidak mengerti bagaimana caranya menguji diri sendiri. Tetapi saat belajar merendahkan hati, kami menganggap diri sendiri sebagai sampah, orang yang tidak berguna dan penuh dengan dosa. Tekanan yang dilakukan terhadap diri sendiri telah membuat kami menjadi lebih siap manghadapi gejolak sosial di luar sana. Dari sinilah kami mulai berpikir untuk melakukan simulasi menghadapi fitnah, bully, hinaan dan celaan dari orang lain.

  13. Menghindarkan kita dari sikap binatang yang menyeleksi temannya sendiri.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa sebelum kebenaran hadir di bumi ini, manusia cenderung mengaplikasikan seleksi alam kepada sesamanya. Artinya, siapa yang kuat, kaya-raya, berkuasa dan pintar-pintar: adalah pemenang. Sedang orang yang lemah, bodoh dan tidak populer akan tersingkirkan. Inilah paham kebinatangan yang dianut oleh teori evolusi yang mengarahkan manusia untuk menjadi binatang, diam-diam menerkam dari belakang.

    Tetapi dengan adanya Tuhan, Ia membimbing kita untuk meninggalkan perilaku semacam ini lalu mengajari diri ini untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini sungguh firman yang luar biasa agar kita bisa memenuhi bumi seperti perintah Allah dan bukannya malah saling berkonspirasi.

  14. Memberikan kita ilmu pengetahuan yang benar – seputar sumber daya alam yang dapat diperharui.

    Kami dahulu sempat berpikir bahwa semua sumber daya dan energi yang ada  disekitar kita tidak dapat diperbaharui. Tetapi seiring waktu berlalu kami mulai mengerti bahwa garam yang selama ini sangat lumrah di di lautan sangat besar perannya untuk memutar sumber daya yang ada sehingga tetap  ada dari generasi ke generasi.

  15. Mengajari kita untuk belajar sehat.

    Kami harus mengakui bahwa dahulu diri ini adalah orang yang sakit-sakitan. Tetapi berkat bimbingan dan tuntunan dari Tuhan kami menemukan obat sendiri, herbal ajaib, mineral ajaib dan buah ajaib. Bahkan sudah dalam beberapa tahun belakangan tidak pernah lagi mengkonsumsi obat-obatan kimia.

  16. Membimbing kita untuk hidup sederhana.

    Ajaran kekristenan sangat menekankan kehidupan kepada kesederhanaan. Di zaman modern seperti sekarang ini, dimana kepadatan penduduk meningkat, penggunaan sumber daya dan energi sangat tinggi. Tuhan mengajak kita untuk hidup sederhana dengan demikian semua orang akan hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Sebab saat hidup bermewah-mewahan, kita cenderung merusak lingkungan yang secara tidak langsung membuat orang lain tidak dapat hidup tenang karena lingkungan yang tidak bersahabat bahkan bencana alam dimana-mana.

    Ajaran kristen juga menekankan agar tidak terlalu candu dengan materi. Bahkan kita meyakini suatu saat nanti “yang miskin akan menjadi kaya dan yang kaya akan menjadi miskin.” Ini jelas sekali pada ungkapan, “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Oleh karena itu, milikilah hidup yang sama seperti orang lain hidup alias kesetaraan.

  17. Menuntun kita untuk mengasihi lingkungan.

    Ajaran kristen sendiri tidak secara nyata mengatakan agar menyayangi lingkungan hidup. Tetapi ini adalah bentuk dari rasa peduli kepada sesama manusia. Jika kita mengasihi orang lain maka sudah seharusnya menjaga lingkungan dari kerusakan sebab bumi inilah rumah bagi seluruh umat. Orang yang menjaganya dari pencemaran (limbah, polutan) menghindari timbulnya bencana yang menelan kerugian materil bahkan bisa jadi memakan korban jiwa.

  18. Dan masih banyak lagi (ada jutaan-miliaran) : semua kebenaran itu ada dalam Alkitab dan ada pula beberapa kebenaran di dalam blog ini yang dari Tuhan sedang segala kesalahan ditimbulkan oleh hawa nafsu kami sendiri.

Manusia dilahirkan sama seperti binatang pada umumnya, penuh hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Tetapi berkat bimbingan dan pencerahan dari Sang Khalik, kita menemukan jalan kepada kebenaran yang sejati. Hidup ini di bawa dalam kemandirian yang lepas dari ketergantungan akan hal-hal lahiriah. Pikiran di tuntun dalam ketenteraman dimana semua pertanyaan yang membingungkan kita selama ini telah terjawab. Saat hubungan dengan Tuhan selalu intim maka hubungan kita dengan sesama manusia juga akan tetap harmonis sekalipun ada berbagai-bagai kemelut yang mencobai diri ini. Bahkan ketika kita meyakini bahwa ada Allah, masalah yang rumit sekalipun akan dianggap biasa saja.

Salam, tetap tegar tapi santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s