anak

+11 Penyebab & Cara Mengatasi Kenakalan Remaja Sejak Dini


Penyebab & Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Kenakalan adalah (1) sifat nakal; perbuatan nakal; (2) tingkah laku secara ringan yang menyalahi norma yang berlaku dalam suatu masyarakat (KBBI Luring). Kenakalan remaja merupakan tingkah laku remaja yang menyalahi norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Dahulu ketika kami masih anak sekolahan, kerap kali menyaksikan perilaku semacam ini. Tetapi jaman sudah berbeda, banyak anak muda yang sudah pada bertobat hingga masuk dalam revolusi mental. Tulisan ini kami dedikasikan sebagai sebuah kenangan, ingat-ingatan bagi orang tua zaman sekarang semoga kedepannya tidak mundur lagi ke belakang.

Kera berhubungan erat dengan pikiran yang sering kosong sehingga tingkat kecerdasan tidak maju-maju

Jika kami banding-bandingkan peristiwa yang terjadi dahulu (sekedar bernostalgia). Bisa dikatakan bahwa anak-anak yang masuk dalam perilaku ini tergolong orang yang nilainya tidak bagus bahkan cenderung jelek di hampir semua mata pelajaran. Jadi bisa dikatakan bahwa mereka yang memasuki masa remaja dengan pikiran yang kurang cerdas beresiko mengalami masa-masa dimana sikap menyimpang dari aturan yang berlaku. Sedang kita semua sudah tahu bahwa kecerdasan itu bukanlah masalah turunan melainkan lebih kepada kebiasaan yang terlalu lama membiarkan otak kosong. Salah satu faktor utama yang menyebabkan pikiran kosong adalah saat menikmati hidup terlalu lama/ banyak.

Fokus pikiran yang positif menjauhkan diri dari berbagai hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lain

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Penting sekali bagi seorang remaja untuk senantiasa beraktivitas di masa muda. Sebab ketia seorang manusia lahir di dunia ini, pengetahuan sekaligus tingkat kecerdasannya sama dengan nol. Seiring bertambahnya usia, pikirannya kemudian terbuka oleh berbagai-bagai informasi yang didapatkannya dari luar. Informasi ini tidak saja hanya berupa angka dan huruf melainkan segala sesuatu yang ada di dunia yang dapat dicitrakan oleh indra manusia. Tetapi apalah arti sebuah informasi kalau hal tersebut tidak dipikirkan dan dibahas-bahas di dalam otak? Aktivitas berpirkir sangat menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Kepintaran seseorang juga bisa dirangsang dengan senantiasa memberikan cukup waktu untuk belajar. Ada banyak informasi yang didapatkan saat mempelajari buku tertentu. Sebelum lebih jauh belajar tentang dunia ini, ada baiknya juga jikalau seorang pelajar tidak lupa untuk mengisi pikirannya dengan Firman Tuhan. Kitab Suci adalah dasar-dasar yang menuntun kita untuk mengerti kehendak Allah sekaligus mengerti kehidupan orang lain (sesama). Menyibukkan diri dengan membaca dan mengerjakan soal-soal adalah aktivitas yang baik untuk merangsang tingkat kesadaran anak.

Seorang yang pintar tidak selalu bernilai tinggi di sekolah tetapi butuh kepintaran untuk selalu sadar diri dari kenakalan remaja

Pada hakekatnya, tingkat kecerdasan selaras dengan tingkat kesadaran. Sedang saat seseorang tetap sadar berarti sistem sadar dalam otaknya selalu beraktivitas. Sistem sadar inilah yang menekan alam bawah sadar manusia yang syarat dengan hawa nafsu sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Perlu disadari bahwa kepintaran seseorang tidak diukur dari nilai yang diperoleh. Tidak perlu nilai yang tinggi-tnggi untuk menjadi pintar tetapi butuh kepintaran untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang buruk, salah satunya adalah kenakalan remaja.

Kenakalan dalam diri manusia tidak bisa dihilangkan tetapi dapat dikendalikan

Adalah mustahil bagi seorang manusia untuk menghilangkan dan membuang jauh-jauh keburukan itu (kera – kenakalan remaja). Sebab manusia dilahirkan seperti binatang dimana semua hal yang negatif sudah ada pada dirinya. Sekarang, tergantung dari anak yang bersangkutan, apakah mau menyibukkan diri untuk membahas-bahas hal yang baik di dalam hati (diantaranya fokus Tuhan) atau membaca-mengerjakan PR atau melakukan pekerjaan rumah untuk membantu orang tua. Semua aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kesadaran anda sekaligus menjauhkan keburukan dari dalam diri sendiri.

Alasan mengapa kenakalan remaja merebak di masyarakat

Mungkin Ayah & Bunda bertanya-tanya, mengapa anak saya yang dari kecilnya alim dan terkenal baik di dalam keluarga bisa terjerumus dalam kebiasaan buruk seperti merokok, seks bebas, narkoba (ganja, sabu-sabu) dan lain sebagainya? Keadaan ini bisa saja disebabkan oleh lingkungan tetapi bisa juga karena buah hati anda  tidak mampu mempertahankan (memegang teguh) prinsip hidupnya di tengah dunia yang penuh dengan kemelut kehidupan. Berikut ini beberapa faktor penyabab timbulnya kenakalan remaja.

  1. Jauh dari Tuhan.

    Allah berdiam di dalam hati manusia. Saat seorang remaja sedang berada jauh dari Allah, siapakah yang akan menjaga hatinya? kedagingan manusia senantiasa menggerogoti hati sehingga muncullah kenakalan remaja. Itulah peran utama dari mengenal Allah yang benar dengan demikian kehidupan kita terarah kepada-Nya saja dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk.

  2. Pikiran kosong – terlalu lama menikmati hidup.

    Saat kepala manusia tidak disibukkan oleh aktivitas berpikir, belajar dan bekerja tetapi lebih didedikasikan untuk menikmati hidup seharian penuh niscaya keadaan ini akan mendorong seorang anak semakin kehilangan pengendalian dirii. Sebab saat menikmati hidup, pikiran menjadi kosong sehingga alam bawah sadar yang penuh kedagingan akan berkuasa dalam hidupnya. Saat tingkat kecerdasan seseorang menurun maka menurung pula tingkat kesadarannya yang berimbas pada hilangnya pengendalian diri.

  3. Tidak pernah diberikan pekerjaan rutin mengurus diri sendiri.

    Seseorang yang tidak bekerja cenderung menghabiskan waktunya dalam kehampaan. Sebab sebaik-baiknya seorang manusia, tidak ada artinya jikalau ia tidak bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Setidak-tidaknya seorang siswa/ siswi diberikan tanggung jawab yang ringan dalam keluarga untuk dilakukannya hari lepas hari. Tidak perlu pekerjaan yang berat sebab mereka masih anakan, mungkin sekedar meletakkan pakaian, merapikan kamar dan menyapu lantai kamarnya saja dahulu. Diawali dengan bertanggung jawab pada diri sendiri agar nanti kalau kelak sudah dewasa bisa bertanggung jawab mengurus orang lain juga.

  4. Malas belajar.

    Ini adalah penyakit jaman dulu, kami yakin sekali bahwa anak-anak zaman sekarang pada rajin belajar dan jauh dari kenakalan remaja. Pada dasarnya setiap belajar dan bekerja, otak akan dirangsang untuk tetap beraktivitas sehingga manusia tetap sadar agar dapat selalu berawas-awas dari hal-hal buruk yang keluar dari dalam hatinya. Saat seseorang malas belajar, tingkat kewaspadaan menurun sehingga sikap yang nakal itu akan keluar dengan sendirinya (tanda disadari), seolah hal itu terjadi begitu saja.

  5. Kesalahpahaman: merasa bahwa kebahagiaan hanya bisa diraih lewat pujian atau memiliki benda-benda mewah.

    Anak perlu didik dari awal bahwa menjadi bahagia itu tidak hanya dapat diraih dengan mendapatkan pujian, penghargaan dan hidup dalam kemewahan. Melainkan berbagai hal yang membahagiakan itu bisa juga terwujud lewat hubungan kita yang baik dengan sesama dan hubungan baik dengan Tuhan.

  6. Tidak pernah tertekan di rumah dan semua keinginannya selalu dituruti (terlalu manja).

    Beberapa orang tua terkadang menyayangkan saat anak-anaknya mendapatkan masalah. Mereka akan berlari memeluk buah hatinya lalu pasang badan untuk menghadapi persoalan tersebut. Padahal tanpa disadari, kebiasaan ini telah mendidik anak anda untuk tetap menjadi kanak-kanak yang tidak kunjung dewasa. Mental remaja yang tidak dewasa cenderung kurang tabah menghadapi gejolak yang terjadi di luar sana. Sikap yang kurang tegar ini hanya membuat manusia menjadi lebih suka melarikan diri atau malah melakukan aksi balasan yang membuat masalah tersebut semakin runyam dan meluas.

  7. Suka cari sensasi – ingin dipuji, populer.

    Mengapa remaja suka cari sensasi? Untuk mencari perhatian dari orang tuanya sebab ia merasa hanya itulah yang membuatnya bahagia. Atau ia cari sensasi untuk mendapatkan diperhatikan oleh teman-temannya sehingga iapun bahagia. Remaja yang merasa bahwa kebahagiaan itu hanya dapat diraih lewat pesona indra saja akan mengejar habis-habisan popularitas dengan cara mencari sensasi, salah satunya di media sosial.

    Para remaja gagal paham dengan keberadaan media-media di Indonesia. Mereka berpikir bahwa segala sesuatu yang ada dalam televisi adalah benar. Padahal cerita dalam film dibentuk oleh dua karakter yang berbeda, yaitu antagonis dan protagonis. Mereka tidak tahu membedakan mana adegan yang tergolong baik dan mana pula yang jahat. Yang ada dalam pikirannya adalah “saat melakukan hal-hal tersebut maka dia akan populer sekalipun yang ditiru adalah kejahatannya bukan kebaikannya. Oleh karena itu, mindset pemuda harus diarahkan kepada jalan yang benar agar mereka memiliki kecenderungan untuk meniru yang baik bukan yang jahat.

  8. Bermain-main dengan api.

    Orang tua kerap kali mengingatkan kepada anak untuk selalu waspada dan menjauhkan diri bila mulai mengenali adanya keanehan disekitarnya. Tetapi saat anak kehilangan fokus, menurunkan kecerdasan dan kehilangan kesadaran, ia cenderung terlalu ramah terhadap tempat-tempat yang syarat dengan aktivitas seks bebas (diskotik), peredaran narkoba (klub malam) dan wilayah yang terkenal jahat lainnya. Pertama-tama ia merasa berani dan mampu mengendalikan diri. Tetapi lama kelamaan ia terjerumus juga kedalam kebiasaan orang-orang di tempat tersebut.

  9. Disesatkan oleh televisi, radio, majalah dan internet yang tidak bertanggung jawab.

    Pengaruh media-media tersebut sangatlah kentara jikalau muda-mudi menghabiskan waktunya berlama-lama di sana. Terlebih ketika di dalam hatinya tidak ada standar kehidupan (Firman dan peraturan yang berlaku) sehingga menjadi orang yang kurang selektif dan kritis menanggapi sesuatu. Pengaruh media ini harus diantisipasi oleh setiap murid agar dapat menolak berbagai ajakan untuk melakukan hal yang buruk. Memang media tidak menonjolkan keburukan tersebut tetapi meletakkannya sebagai antagonis. Sebab mustahil suatu cerita dapat berdiri tegak dan menarik tanpa orang-orang yang berlaku buruk. Jika anak kurang waspada saat menyaksikannya niscaya perilaku buruk yang dilihatnya di televisi, radio, internet dan media lainnya akan diaplikasikan dalam kesehariaannya.

  10. Terlalu dekat dengan orang yang hidupnya buruk.

    Kenakalan remaja juga kerap kali ditularkan dari orang ke orang. Tidak masalah kita bergaul dengan siapa saja, hanya untuk mereka yang sudah terkenal buruk sebaiknya tidak perlu terlalu dekat, cukup sebagai teman biasa saja. Tidak tertutup kemungkinan remaja yang awalnya baik akan menjadi nakal setelah bergaul karib dengan mereka yang hidupnya ugal-ugalan.

  11. Kapitalis yang sengaja menggiring manusia untuk terjerumus dalam kesesatan.

    Bagaimana lagi mau dikatakan kalau sudah begini jadinya? Kalangan borjuis dengan dompet tebal menunjukkan bahwa mereka mampu mengontrol kehidupan orang lain. Cukup dengan menjadikan uang dalam jumlah besar sebagai pancingan maka kerumunan orang akan beramai-ramai mengejar bahkan menjadi klepek-klepek tak berdaya di depan mereka. Bila seorang kapitalis mengarahkan manusia untuk mengkonsumsi narkoba, melegalkan seks bebas, minuman keras, rokok dan lain sebagainya maka banyak manusia akan berkecimpung didalamnya. Semuanya diatur oleh uang dan semuanya juga dapat disesatkan oleh uang.

Cara mengatasi kenakalan remaja masa kini

Seorang remaja sangat labil kehidupannya ketika tingkat kesadarannya menurun. Oleh karena itu, sasaran utama untuk mengantisipasi kenakalan remaja adalah dengan meningkatkan kesadaran yang berimbas juga pada peningkatan kecerdasan. Tetapi apalah gunanya orang-orang pintar saat pemilik modal yang lalim berkuasa? Dengan uangnya ia akan mengarahkan muda-mudi agar mereka terjun ke dalam seks bebas, kebiasaan merokok, menggunakan narkoba, mengkonsumsi minuman keras dan lain sebagainya. Bahkan tawuran alias perang antar geng juga kerap kali terjadi untuk membela pemilik modal tertentu.

Berikut selengkapnya cara mencegah dan mengantisipasi kenakalan remaja.

Tindakan pencegahan.

  1. Fokus Tuhan.

    Tuhan adalah penjaga hati yang melindungi siswa/ siswi dari virus paling mematikan yang menyerang otak manusia. Selama anda memiliki antivirus ini niscaya hal-hal yang buruk dan jahat tidak akan mudah merasuk untuk mempengaruhi kehidupanmu. Anda dapat mengarahkan anak untuk selalu fokus Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian dalam waktu-waktu luang yang dimiliki. Aktivitas ini juga bisa dilakukan bersama orang tua sambil membaca firman, berdoa atau bernyanyi bersama memuliakan nama Tuhan.

  2. Selalu diarahkan untuk berbuat baik kepada orang lain di dalam keluarga.

    Kebaikan adalah pengorbanan sedang seorang anak tidak punya apa-apa untuk dikorbankan kepada orang lain. Tetapi setidak-tidaknya mereka diajarkan untuk beramah-tamah (senyum, sapa, salam, tolong, terimakasih, maaf dan menjadi pendengar yang baik) yang dimulai dari dalam keluarga. Tidak hanya itu saja, kejujuran, kesetiaan, kepatuhan, konsistensi, integritas dan sifat-sifat baik lainnya juga merupakan kebaikan yang sederhana. Beritahukan juga kepada anak bahwa kebaikan yang kita lakukan kepada sesama telah kita lakukan kepada Tuhan sebab di dalam diri setiap manusia ada Roh Kudus.

  3. Siap bermasalah.

    Orang tua sebaiknya tidak perlu pasang badan saat anak-anaknya bermasalah. Melainkan amati dan awasi saja mereka, bila semangatnya kelihatan kendor, perlu diberikan semangat. Beritahu anak bahwa persoalan itu bermanfaat untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup ini. Atau Ayah & Bunda juga bisa mengajarinya untuk menyemangati diri sendiri, yaitu agar saat ditengah persoalan sekalipun, ia tetap bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati, lewat mulut, alat musik atau sambil menari.

  4. Sikap yang rendah hati.

    Sebenarnya mudah saja untuk mengajari anak bersikap rendah hati, yaitu jangan memberikannya jajan berlebihan bahkan tidak diberikan sama sekali. Ketahuilah bahwa anak yang memiliki uang cenderung bersikap angkuh terhadap teman-temannya. Terlebih ketika uang yang dimiliki digunakan juga untuk membayar jajan teman-temannya, niscaya rasa bangga (bak raja) ada di dalam hatinya. Sedang teman-temannya juga akan memperlakukannya bak raja/ ratu yang selalu didukung, dipuji dan dibenarkan tindakannya.

    Untuk merendahkan hati dengan cara menghancurkan diri sendiri sebaiknya tidak diajarkan dulu kepada mereka karena masih belum menggerti tentang aktivitas ini.

    Mengantisipasi kenakalan remaja.

  5. Orang tua adalah role mode kehidupan anak-anaknya.

    Ayah & Bunda adalah contoh yang baik bagi anak-anaknya. Jika orang tua memberikan teladan yang baik niscaya anakpun akan mengikuti jejak itu dari belakang. Saat orang tua tidak dapat memberikan contoh yang baik tetapi malahan contoh yang buruk niscaya secara berangsur-angsur tapi pasti buah hati anda akan terjebak dalam kenakalan remaja.

  6. Diarahkan untuk belajar pada waktunya.

    Mempelajari sesuatu bukan untuk mendapatkan nilai tinggi tetapi untuk meningkatkan kesadaran dalam bersikap hari lepas hari. Belajar meningkatkan kecerdasan dan kesadaran. Keadaan ini membuat anak lebih waspada terhadap pengaruh buruk yang datang dari luar. Sebaliknya, iapun lebih dapat mengantisipasi sifat-sifat nakal itu jika sewaktu-waktu timbul dari dalam hatinya sendiri.

  7. Di bimbing untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

    Anak yang sudah besar bisa diberi tanggung jawab terhadap diri sendiri. Dimulai dari hal-hal kecil saja dulu, seperti merapikan kamar, membersihkan dan mengaturnya. Ia juga bisa diberikan tanggung jawab rutin yang sederhana di rumah untuk membuat dirinya tetap bermanfaat bagi orang lain. Hidup yang bermanfaat positif bagi sesama akan membuatnya cenderung menjauh kenakalan remaja.

  8. Dibatasi untuk menonton televisi.

    Perhatikan acara televisi yang ditonton oleh anak anda. Sebaiknya mereka diarahkan untuk menonton pada hal-hal yang sesuai dengan umurnya. Ketahuilah juga bahwa menonton televisi membuat pikiran kosong, kecerdasan menurun dan kesadaran berkurang. Menonton televisi secara maraton (lebih dari dua jam) justru akan membuat suasana emosional menjadi labil, mudah marah, sedih, galam, kuatir dan lain sebagainya.

  9. Dibatasi untuk bermain game komputer/ gadget/ smartphone dan lainnya.

    Dahulu kami juga sering bermain game karena ada rasa puas setelah dapat pujian dari komputer. Tetapi saat ini cenderung membatasi keadaan tersebut. Selama bermain secara terkontrol dan tidak maraton terus menerus (dari pagi sampai siang bahkan sampai malam juga). Hal-hal yang berlebihan seperti ini jelas tidak baik untuk kesehatan otak. Apa faedahnya menggerakkan jamari atau tangan semata? Jelas ini tidak akan meningkatkan kecerdasan sebab yang ada di dalam game tersebut berkutat disitu-situ saja/ begitu-gitu aja. Yang berbeda hanyalah tampilan visual dan sound-nya saja. Justru game online semacam ini membuat pikiran terlena, buntu, kosong, kecerdasan menurun dan kesadaran juga ikut turun. Keadaan ini justru membuat anda kurang mampu mengendalikan diri sehingga mudah terjerumus pada kenakalan remaja.

  10. Diarahkan untuk menekuni bakat yang dimiliki.

    Menonton televisi seharia jelas tidak sehat. Bermain game seharian jelas tidaklah sehat. Mendengarkan radio seharian jelas juga tidak sehati. Dalam hidup ini adalah lebih bahagia rasanya mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam diri (pikiran) kita daripada hanya sekedar menikmati hidup. Orang tua perlu mengarahkan anak untuk menekuni bakat yang dimiliki dengan mengeluarkan sesuatu dari dalam diri sendiri, entah itu bermain musik, menyanyi, menulis, olahraga dan lain sebagainya.

  11. Untuk bahagia itu mudah dan tidak harus jadi populer, dipuji dan berbakat.

    Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menjadi bahagia atau lebih tepatnya untuk menemukan kebahagiaan sejati di dalam dirinya sendiri. Ada rasa puas saat hubungan dengan orang lain selalu terjalin baik walau kadang ada gejolak. Selalu berbagi dengan orang lain untuk menjaga kedekatan itu. Tidak perlu membagikan mereka uang (emang anak punya uang?) melainkan sikap yang ramah-tamah juga membuat hubungan kita dengan sesama tetap terjalin erat. Hati selalu berbahagia saat pikiran selalu terhubung dengan Sang Pencipta dalam rasa syukur sambil menyanyi memuji-muji nama-Nya.

  12. Tidak perlu terlalu dekat dengan orang yang perilakunya buruk.

    Anak bisa bergaul dengan siapa saja tetapi sebaiknya menyarankannya untuk tidak terlalu dekat dengang orang-orang yang terkenal buruk perilakunya. Sebab kenakalan remaja sama dengan sifat-sifat manusia lainnya yang dapat menjalar tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.

  13. Tidak bermain-main dengan api.

    Sebaiknya buah hati anda tidak dibiarkan lagi berada di luar rumah di atas jam sembilan malam. Bahkan beberapa orang tua mengarahkan anaknya untuk pulang ke rumah lebih awal, yakni sebelum jam tujuh malam. Mereka juga perlu diarahkan untuk tidak mencari-cari pelarian saat ada masalah dengan merokok, minum minuman keras, nge-drugs dan lain sebagainya (seperti yang ada di dalam beberapa acara televisi atau film). Melainkan lebih baik ambil waktu untuk sendiri lalu berdoa dan bernyanyi memuliakan Tuhan hingga menemukan ketenangan di dalam hati.

  14. Selalu diingatkan untuk konsisten hingga terbiasa bahkan membudaya.

    Sebagai orang tua, anda tidak hanya sekedar mengatakan sesuatu kepada anak melainkan perlu memperhatikan tindak lanjut dari setiap tindakan yang diambilnya. Dibalik semuanya itu andapun harus memahami bahwa pengertian seorang anak masih belum berkembang. Terkadang untuk mencerna nasihat tertentu dari orang tua membutuhkan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan ada juga yang bertahun-tahun. Ini terbukti ketika dahulu kami telah jauh dari orang tua, diperantauan barulah ingat betapa berharganya nasihat itu. Disinilah ortu harus menunjukkan kesabarannya kepada anak yang kelak mungkin akan ditirunya juga. Ada baiknya jika nasehat yang sering dilupakan/ diabaikan selalu diingatkan kepada anak bahkan bila perlu ambillah waktu-waktu khusus untuk mengingatkannya secara rutin.

  15. Hukuman dalam setiap pelanggaran.

    Jangan abai dengan hukuman sebab itu penting bagi perkembangan kepribadian setiap orang. Sebelum dihukum oleh orang lain sebaiknya anak belajar menghukum diri sendiri agar menyadari keselahannya. Seperti ada tertulis.

    (Matius 18:8-19) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

    Dari kisah di atas bisa kita pahami bahwa Tuhan Yesus menyarankan kita untuk menghukum diri sendiri saat melakukan kesalahan. Sebaiknya seorang anak juga harus belajar untuk menghukum dirinya sendiri ketika melakukan kesalahan. Bawa anak dalam kamar (berdua), bila tangannya yang salah maka ia harus memukul tangannya sendiri sambil mengucapkan kata-kata (sebanyak tujuh kali) untuk mengakui kesalahannya.

    Jika saat dihukum empat mata (berdua dengan orang tua) masih belum kapok dan melanjutkan perbuatannya itu maka bawalah dia di dalam pertemuan bersama dengan anggota keluarga lainnya (bertiga, berempat, berlima dst…) lalu arahkan untuk menghukum dirinya sendiri di depan keluarga. Jika masih belum jera juga maka bawalah anak di dalam perkumpulan keluarga besar (dengan semua saudara-handaitolan ada disana) lalu arahkan untuk menghukum (memukul) dirinya sendiri sambil mengakui kesalahan dan komitmen untuk tidak mengunlanginya lagi sebanyak 7 kali. Simak juga, Cara marah yang baik.

  16. Doakan kesetaraan terwujud.

    Tanpa kesetaraan penjaja seks komersial tetap ada untuk memuaskan nafsu kapitalis. Minuman keras dan narkoba akan tetap beredar luas dimasyarakat dengan dalil sebagai lahan pekerjaan. Kejahatan merebak dimana-mana akibat sampingan dari munculnya sifat iri hati dan kesombongan di dalam masyarakat. Tanpa kesetaraan, orang yang pintar-pintar akan mencari uang dengan menghalalkan segala cara.

Kenakalan remaja disebabkan oleh gagalnya pengendalian diri yang diawali dengan kurangya kesadaran. Sedangkan kesadaran seseorang ditentukan oleh tingkat kecerdasan yang dimulai dari aktivitas positif yang dilakukan dari waktu ke waktu. Selama anak beraktivitas (fokus Tuhan, belajar dan bekerja) maka selama itu pula pikirannya selalu sadar untuk menyaring setiap hasutan/ provokasi/ pengaruh buruk yang berasal dari lingkungan pergaulan dan mampu mengenali setiap hasrat sesat-lebay yang muncul dari dalam diri sendiri. Tetapi apa gunanya kita mempersiapkan anak untuk menjauhi perilaku yang menyimpang jika sistem yang ada saat ini justru secara sengaja menggiring dan memfasilitasi orang dalam hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

Salam revolusi mental!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s