Gejolak Sosial

7 Hambatan Selama Fokus Kepada Tuhan – Penghalang Yang Menjauhkan Kita Dari Tuhan.


Hambatan Selama Fokus Kepada Tuhan - Penghalang Yang Menjauhkan Kita Dari Tuhan.

Fokus Tuhan adalah aktivitas yang dilakukan dimana pikiran, perkataan dan perbuatan diarahkan untuk memuliakan nama Tuhan. Manusia memiliki kecenderungan untuk memuji sesuatu yang lebih kuat dari dirinya sendiri. Jika tidak maka ada kecenderungan untuk memuji diri sendiri (bersikap angkuh). Kenyataan ini sangat berkaitan dengan kebiasaan seseorang dalam menjalani hari: mereka yang memusatkan hidupnya kepada Allah memiliki kerendahan hati yang lebih baik bila dibandingkan dengan orang yang memusatkan pikirannya pada hal-hal lahiriah (materi).

Bisa dikatakan bahwa memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah sebuah dasar untuk menjadi pribadi yang bahagia. Selama ini mungkin orang berpikir bahwa untuk berbahagia yang dibutuhkan adalah uang, pengakuan, pujian dan penghargaan dari orang lain. Justru ketika cara berbahagia dicapai dengan meraihnya dari luar diri sendiri niscaya rasanya dangkal. Sebab apa yang berasal dari luar tidak stabil dan cenderung fluktuatif bahkan bisa dikatakan bahwa sifatnya musiman. Sebab materi tidak mungkin terus-menerus dikonsumsi, saat makan paling tiga kali sehari ditambah dua kali mengkonsumsi cemilian. Net-netnya kalau bahagia diperoleh lewat mengkonsumsi makanan adalah lima kali sehari. Itupun harus siap mengalami resiko tinggi obesitas dan belum lagi masalah penyakit yang timbul akibat aktivitas berlebihan.

Kami bahkan yakin betul bahwa aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan dapat mengembangkan pola pikir manusia. Sebab ini adalah cara paling mudah untuk meningkatkan kemampuan otak. Terlebih ketika ditekuni sembari membawakannya lewat perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan sehari-hari. Itulah mengapa setiap orang yang berusaha mendekat kepada-Nya akan mengalami pertumbuhan, perkembangan, perubahan dan kemajuan kepribadian hari lepas hari. Tentu saja ini harus ditempuh dengan cara mengaplikasikan setiap ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat utama aktivitas memusatkan pikiran kepada Sang Khalik adalah meningkatkan kecerdasan yang sekaligus turut serta meningkatkan kesadaran masing-masing orang. Saat pikiran sadar manusia senantiasa aktif maka alam bawah sadar yang kental hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya akan ditekan sehingga tidak akan diekspresikan keluar. Jadi jika anda adalah seorang pemuda yang menghendaki agar mampu mengendalikan berbagai-bagai sifat buruk yang ada di dalam hati maka fokus Tuhan adalah solusi jitu untuk mewujudkannya. Selain itu, aktivitas ini turut meningkatkan kemampuan menyaring (kritis & selektif) informasi yang buruk dari luar sana. Manfaat yang sangat cemerlang darinya adalah menghilangkan kekuatiran, kegalauan bahkan rasa sakit yang mungkin sedang menggerogoti anda saat in.

Faktor penghambat kebiasaan fokus kepada Tuhan

Ada beberapa hal yang menghambat kemampuan untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan. Selama anda masih belum mampu mengendalikan lalu meredam pengaruh dari faktor-faktor tersebut maka selama itu pula juga hubungan dengan Yang Maha Kuasa terkesan putus-putus bahkan kadang hilang sama sekali ketika hidup kita tenggelam dalam kemewahan duniawi. Berikut ini beberapa penghalang/ pengganggu yang beresiko tinggi menjauhkan kita dari-Nya.

  1. Dosa yang dilakukan.

    Manusia penuh dengan kekhilafan dimana-mana, Tetapi kesalahan yang paling fatal dalam kehidupan ini adalah sesuatu yang sudah direncanakan. Apa yang direncanakan pada dasarnya sudah sangat disadari atau lebih tepatnya sengaja dirancangkan untuk melemahkan oknum atau pihak tertentu.

    Kesalahan yang kita lakukan turut menghambat hubungan dengan Tuhan bagitu hal tersebut disadari. Oleh karena itu, begitu menyadari kesalahan langsung saja mohon ampun kepada Tuhan dan juga kepada sesama manusia (jika ada).

    Ada juga yang namanya kesalahan yang gantung dimana muncul sedikit rasa bersalah di dalam hati tetapi di sisi lain hatipun turut berucap bahwa keadaan ini tidak disebabkan oleh kita seorang sehingga enggan untuk memohon ampun dari Tuhan. Keadaan ini justru cenderung membuat hati tetap tidak damai dimana hubungan dengan Yang Maha Kuasa menjadi terganggu. Oleh karena itu, besar kecilnya kesalahan kita dalam suatu peristiwa sebaiknya tetap memohon ampun sambil merendahkan diri dihadapan-Nya.

  2. Sifat sombong/ tinggi hati.

    Kesombongan cenderung membuat manusia menjauh dari Tuhan. Mengapa demikian? Sebab pikirnya, “daripada memuji Tuhan, adalah lebih baik memuji diri sendiri.” Ia merasa justru menjadi orang yang bahagia ketika memuji, mengakui, menghargai dan bangga kepada diri sendiri. Sikap semacam ini justru terkesan lebay sebab sehebat-hebatnya seorang manusia pastilah memiliki kelemahan. Oleh karena itu, sekalipun kita memiliki potensi tetap biasa saja merespon hal tersebut. Justru ketika respon terkesan berlebihan, kerap terjebak dalam kesalahan yang kita buat sendiri.

  3. Kesenangan/ kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Semua keinginan tentang hal-hal duniawi adalah normal. Kemi juga punya hawa nafsu tersendiri di masa depan. Tetapi ingatlah bahwa  semakin memikirkan tentang cita-cita di masa depan maka semakin sulit rasanya untuk menjadi pribadi yang bahagia. Hawa nafsu itu biasa tetapi ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap sesuatu di masa depan dapat meningkatkan kekecewaan. Oleh karena itu, apapun cita-cita anda – abaikan itu lalu mulailah menjalankan rencana untuk meraihnya tetapi tetap fokuskan pikiran untuk selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan di segala kesempatan yang mungkin.

    Gemerlapan duniawi lebih besar pengaruhnya untuk menggeser kebiasaan fokus kepada Tuhan. Orang yang terlena akan hal-hal materi hanya memikirkan itu di dalam otaknya. Seperti, bagaimana agar uang tersebut tetap ada bahkan lebih banyak lagi, haruskah lebih sering belanja agar terus-menerus bahagia dan lain sebagainya. Pemikiran semacam ini jelas akan menggeser kebiasaan memusatkan pikiran kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa aktivitas menikmati hidup dapat dipadukan kebiasaan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati masing-masing. Ini bisa dilakukan saat minum, makan, jalan-jalan dan acara liburan lainnya. Kecuali bila seorang teman mengajak anda untuk mengobrol disaat-saat seperti itu.

    Posisi kita yang lebih tinggi juga bisa mengganggu aktivitas fokus Tuhan. Terutama ketika hati cenderung lebih terpesona dengan hal-hal duniawi. Fokus kepada dunia ini membuat hati lebih senang memikirkan hal-hal duniawi padahal dengan demikian kita digiring kepada ketergantungan. Candu kepada dunia ini jelas beresiko membuat kehidupan kita bisa dikendalikan dan dipermainkan oleh orang lain selain itu biaya yang dibutuhkan tinggi agar selalu bisa mewujudkannya. Ketika sangat menginginkan kemuliaan duniawi beberapa orang telah mengabaikan Allah lalu menghalalkan segala cara untuk memperoleh dan mempertahankannya demi kepentingan pribadi dan kelompok.

  4. Iri hati/ kebiasaan membanding-bandingkan: orang duniawi yang terlihat bahagia di dalam keduniawiannya.

    Berhati-hatilah dengan kebiasaan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ini jelas bukan sebuah kebiasaan baik melainkan aktivitas yang beresiko menimbulkan ketidakpuasan karena kehidupan masing-masing orang berbeda-beda tanpa kesetaraan (pengetahuan, ilmu, kekuasaan). Jika kecemburuan semacam ini menguasai kehidupan kita niscaya membuat kita tidak semangat untuk memusatkan kehidupan kepada-Nya. Oleh karena itu, abaikan pikiran yang penuh kedengkian lalu tetap bersyukur bagaimanapun keadaan anda hari ini sembari terus bernyanyi memuliakan Tuhan sampai pikiran terbuka dipenuhi rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

    Kita juga kadang iri sama orang-orang duniawi yang suka menyanyikan lagu-lagu pop dan lagu-lagu duniawi lainnya. Toh mereka bahagia juga sama seperti kita yang melantunkan puji-pujian kepada Allah. Kami juga dahulu demikian teman, hal-hal duniawi memang asyik untuk dinyanyikan tetapi ada titik dimana kita menyadari bahwa semunya itu tidaklah berarti. Suatu saat teman-teman andapun akan menemukan titik sadar semacam ini lalu menggiringnya hanya untuk bernyanyi memuliakan Tuhan saja sekalipun ada lagu pop tetap akan diubah syairnya menjadi lagu rohani.

  5. Penderitaan/ masalah yang dihadapi.

    Saat kita terus menderita selama di dunia ini, berat rasanya untuk selalu fokus kepada Tuhan. Seolah derita itu menghimpit dan menyesakkan diri ini sehingga lupa dan abai untuk memusatkan pikiran kepada Yang Maha Kuasa.

    Kita harus berkomitmen untuk mengabaikan semua masalah tersebut sembari tetap bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan. Sadarilah bahwa persoalan semakin dipikirkan maka semakin membuat bersusah hati. Oleh karena itu abaikanlah teman. Untuk solusinya, berangsur-angsur Roh Kudus akan membisikkan kepada anda semacam inspirasi yang berisi jalan keluar dari pergumulan itu.

    Saat masalah itu datang bertubi-tubi tetap abaikan dan jalani semuanya itu apa adanya. Sebelum menyelesaikan persoalan tersebut maka alangkah lebih baik jikalau untuk berusaha menyesuaikan diri. Artinya, jangan jadikan orang-orang yang ada disana sebagai musuh melainkan angap saja mereka sebagai teman yang diizinkan Tuhan untuk mengembangkan kepribadian menjadi lebih dewasa dan positif.

  6. Sungut-sungut.

    Sikap berpikir yang suka bersungut-sungut juga cenderung membuat anda tidak mampu fokus kepada Tuhan. Menyalahkan si ini dan si itu, menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan Tuhan juga jelas membuat pikiran kecau balau/ amburadur/ semeraut. Kebiasaan menyesali diri jangan di bawa sampai mati (dipikirkan terus-menerus). Melainkan ada saatnya dimana kita harus melupakan suatu kejadian lalu memulai kembali hal-hal positif lainnya hari demi hari.

    Sungut-sungut hanya membuat kita kehilangan konsentrasi dan cenderung termenung-cemberut menatap masa lalu. Keadaan ini justru membuat kita tidak maju-maju. Oleh karena itu, lupakan masa lalu yang menyakitkan lalu raih dan buatlah hari esok lebih baik dari hari kemarin dengan memperbaiki kualitas sikap (perkataan/ lisan/ tulisan dan perbuatan) masing-masing.

  7. Bedakan antara kebaikan dengan kesalahan.

    Kita perlu malu jikalau sedang atau telah melakukan kejahatan. Tetapi mengapa mesti malu, saat hendak melakukan kebaikan? Anda harus mampu membedakan yang mana kebaikan dan kesalahan. Jangan karena kebaikan anda ditertawai orang langsung ciut semangatnya dan kehilangan konsentrasi (tidak lagi fokus Tuhan). Justru kita harus bersyukur saat kebaikan yang diberikan kepada orang lain menjadi bahan olok-olok untuk menguji diri ini. Kemampuan kita untuk tetap fokus kepada-Nya sembari menanggapi semuanya itu dengan santai dan santun menunjukkan bahwa kita kuat menghadapi cobaan tetapi selalu lembut dalam bersikap.

    Dibalik semuanya itu, kita harus mengerti bahwa setiap kebaikan yang dilakukan kepada sesama telah dilakukan juga kepada Tuhan. Jadi, lakukanlah kebaikan seperti untuk Tuhan bukan kepada manusia. Artinya, setiap manfaat yang kita ekspresikan dialamatkan/ ditujukan kepada Sang Khalik dengan demikian hati ini tulus dalam bersikap.

Kemampuan fokus kepada Tuhan adalah kebiasaan yang dapat mendatangkan kebahagiaan sejati di dalam hari-hari sulit yang kita lalui bersama. Selama kita tidak membiarkan pikiran dirasuki oleh berbagai-bagai hal yang kotor dan dekil maka selama itu pula pikiran jernih hingga perkataan dan perbuatan turut bersih. Apabila ekspresi yang keluar dari dalam diri sendiri bersih niscaya kemungkinan terjadinya masalah tetap ada tetapi tidak disebabkan oleh diri sendiri melainkan oleh orang lain dan lingkungan sekitar. Keadaan ini membuat suasana hati lebih tenang dan santai menjalani hidup yang penuh gejolak. Yang tidak lupa melewatinya sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah agar pikiran terbuka penuh dengan rasa senang-sukacita yang terkendali tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil dibibir masing-masing.

Salam pertahankan fokusmu!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s