Gejolak Sosial

17 Cara Membuka & Mengubah Pola Pikir Menjadi Positif – Pendewasaan Mindset Tergantung Dari Informasi Yang Selalu Diunggah Ke Otak


Cara Membuka & Mengubah Pola Pikir Menjadi Positif - Pendewasaan Mindset Tergantung Dari Informasi Yang Selalu Diunggah Ke Otak

Otak manusia seperti hierarki yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Tahukah anda bahwa cara terbaik untuk merangsang perkembangan sistem syaraf pusat yakni melalui masalah. Saat pertama sekali menghirup udara dari atmosfer bumi, setiap bayi pasti menangis. Padahal bernafas adalah hal yang sangat diperlukan untuk hidup tapi mengapa setiap bayi menangis pada pengalaman pertama? Ini tidak hanya disebabkan karena paru-paru terbuka melainkan turut disebabkan pula oleh karena perubahan suhu lingkungan dari hangat (37*C) menjadi menjadi suhu kamar (24*C – 27*C).

Pikiran seperti biji yang berkecambah, memiliki akar hingga menjadi besar membuahkan hasil

Otak seperti kecambah yang terus tumbuh dan berkembang dari hari ke hari

sumber: andrewchen.co

Sejak dari awal pengetahuan manusia adalah nol, bukan bodoh hanya saja belum pecah dan berkembang. Saat baru dilahirkan jangkauan pikiran sangat terbatas seperti biji kacang: yang ada disekelilingnya dianggapnya sebagai gangguan. Biji kacang tersebut tetap aman dari gangguan saat disimpan ditempat kering atau di dalam toples. Tetapi bila kita membiarkan biji tersebut keluar dari zona nyaman (kantongan, toples, kaleng) untuk kemudian diletakkan dalam tanah. Niscaya yang pertama-tama terjadi adalah cangkang pembungkus yang melindunginya pecah. Akarnya menancap lebih dahulu di dalam tanah lalu beberapa waktu kemudian muncul jugalah kecambah yang semakin menjulang tinggi ke atas hari lepas hari.

Tentu saja tidak mudah untuk memulai proses ini. Perlu ada tekanan yang diselingi dengan rasa sakit agar muncullah perjuangan saat menjalani semuanya itu. Jika pola pikir kita sudah berkembang maka ada satu titik dimana muncul kesadaran betapa pentingnya suatu masalah. Bila pengetahuan dan pengalaman telah berubah akan muncullah pemahaman yang menegaskan betapa pentingnya ujian kehidupan yang kita alami. Saat menyadari kebermanfaatan tersebut, hati lebih lega melalui semuanya itu dan semua orang yang terlibat akan dimaafkan bahkan merekapun tetap akan ditanggapi dengan ramah. Tetapi ketika kita masih belum melihat faedah dari setiap gejolak sosial niscaya kepribadian ini tidak akan pernah bertumbuh apalagi berkembang. Justru hidup ini dipenuhi dengan kekesalan, sungut-sungut, kegelisahan dan kekuatiran.

Apapun yang terjadi dalam hidup ini, tetap upayakan untuk menerima semuanya apa adanya. Ini adalah langkah awal agar mampu menyesuaikan diri dengan beratnya kehidupan. Setelah itu, pastikanlah untuk tidak pernah kehilangan fokus dalam menjalani hari lepas hari. Fokus positif hanya diperoleh dengan cara mengarahkan seluruh hidup ini hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Bahkan saat kita bekerja seharian maupun saat belajar, semuanya dilakukan untuk/ sembari memuliakan nama Tuhan. Pikiran yang bersih akan menghasilkan buah yang baik sedangkan pikiran yang kotor hanya menghasilkan sifat-sifat buruk yang sesat dan berlebihan.

Masalah adalah metode paling jitu untuk mengembangkan mindset

Pada dasarnya pola pikir manusia dapat terbuka lewat belajar tetapi saat mempraktekkannya langsung jadi lebih mudah dimengerti. Terlebih ketika kita menemukan masalah saat menekuni hal tersebut, pasti kedepannya tidak akan mudah terlupakan. Persoalan yang kita hadapi saat menekuni sesuatu akan membuat pikiran terbuka sehingga inspirasi diperkaya. Pergumulan hidup adalah cara yang paling efektif untuk mengembangkan kemampuan otak. Sebab persoalan hidup akan melakukan tekanan secara emosional untuk memancing terbukanya pemahaman tentang hal-hal yang baru maupun yang lama.

Potensi, Bakat dan Ilmu Pengetahuan Seperti Labirin, Temukan Dasarnya Lalu Kembangkan Itu Sampai Dapat Memberikan Sesuatu Yang Bermanfaat Untuk Kehidupan Manusia

Pikiran Yang Terbuka Senantiasa Berkembang

Pada dasarnya panca indra manusia yang terpang-pang dengan berbagai informasi dari luar sana dapat meningkatkan dan mengembangkan pemahaman tentang segala sesuatu. Sayang tidak semua hal tersebut dapat dipahami secara jelas dan akurat/ tepat. Melainkan ada banyak timbul kesalahan pemahaman sehingga membuat bias pengertian dimana tidak ada kecocokan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain. Jika diumpamakan dalam pola hierarki di atas maka bias informasi akan menghasilkan jalur yang lain dan terpisah dari jalur utama sehingga sulit dipahami. Tetapi kesalah pahaman ini akan berangsur membaik saat ada masalah yang terjadi disana. Lewat pergumulan tersebut pemahaman akan kembali diperbaiki dan diarahkan untuk tetap satu jalur dengan hierarki awal.

Semua informasi yang baik tidak jauh-jauh dari kasih kepada Allah dan sesama

Ada banyak hal yang kita pelajari dari luar sana. Lingkungan dengan segala kekayaan intelektual yang ada didalamnya telah memberikan manusia ilmu pengetahuan tentang dunia ini. Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua hal yang tersebar luas disekitar anda adalah baik dan benar. Kita harus selektif saat menyerap semuanya itu. Salah satu cara terbaik untuk menyaring informasi dengan membandingkannya dengan standar kehidupan yang dimiliki, yaitu kasih kepada Tuhan dan sesama. Jika pengetahuan yang anda dapatkan berbeda jauh bahkan bertentangan dengan kebenaran yang hakiki segera tanggalkan dan tinggalkan ilmu tersebut.

Semua informasi yang benar akan  mendatangkan ketenteraman di dalam hati. Hanya saja kita harus menyesuaikan diri dengan dunia yang keras dengan demikian kasih yang kita lakukan kepada sesama dan Tuhan benar-benar teruji adanya. Ada saat di dalam hidup ini dimana kita bimbang untuk menegakkan kebenaran sejati karena ujian/ hambatan/ persoalan yang menyertainya. Kasarnya, kita telah melakukan hal yang benar tetapi diabaikan oleh orang lain bahkan ada pula yang menertawainya. Ini adalah tantangan untuk diabaikan sembari tetap befokus untuk bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Pecayalah bahwa semua pergumulan itu akan membawa anda dalam perkembangan pola pikir yang semakin maju.

Cara membuka dan mengembangkan pola pikir menjadi lebih positif dalam menjalani hidup

Untuk membuka pikiran perlu ada dukungan dari dalam dan dari luar. Dukungan dari luar dapat kita peroleh lewat informasi yang diserap oleh indra sedangkan informasi dari dalam merupakan kemampuan mencerna informasi dan kemampuan berpikir yang dimiliki. Tidak hanya sesaat saja dibutuhkan waktu untuk membuka dan mengembangkan pola pikir melainkan diperlukan berbulan-bulan, bertahun bahkan seumur hidup. Bahkan kami sendiripun masih belum lulus sampai sekarang. Berikut ini akan kami utarakan beberapa cara untuk membuka hati (mindset) agar menjadi lebih positif dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi disekitar kita.

Membuka Pikiran Dari Segi Iman

  1. Mengasihi Tuhan sepenuh hati, jiwa, akal budi dan kekuatan.

    Bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan jikalau tidak mengenal Allah yang benar? Pengenalan akan Allah dimulai dengan membaca, mencatat dan mempelajari firman-Nya. Lalu kita perlu mengaplikasikan segala sesuatu yang telah dipahami yang dimulai dari dalam pikiran, perkataan hingga perbuatan sehari-hari.

    Sedang selama ini kita telah mengetahui bahwa inti dari kehidupan manusia adalah otak manusia itu sendiri. Disinilah awal dari terciptanya hal-hal yang luar biasa dan disini jugalah setiap manusia merancang segala ekspresi sikap yang akan dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi jikalau memiliki Allah maka disinilah posisi yang paling pas sebagai tempat-Nya untuk menetap. Dengan demikian Ia turut campur tangan untuk menciptakan segala hal dari dalam pikiran masing-masing. Oleh karena itu, buatlah hatimu senantiasa tertuju kepada-Nya dalam doa, membahas-bahas tentang firman-Nya dan senantiasa memuji dan memuliakan namanya dari waktu ke waktu.

    Ini adalah cara yang pertama-tama untuk senantiasa membuka pikiran sehingga terus berkembang dari hari ke hari. Saat otak selalu aktif untuk senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan maka kehidupan kita akan tetap terhubung dengan Yang Maha Kuasa. Artinya, otak yang selalu aktif bermanfaat positif untuk semakin mencerdaskan manusia itu sendiri. Aktivitas ini juga turut menegaskan bahwa kesadaran orang tersebut telah berkembang menjadi lebih baik.

  2. Kasih kepada sesama seperti diri sendiri.

    Kita harus menyadari bahwa Tuhan mentakdirkan setiap manusia untuk hidup bersama orang lain. Tidak ada satu orangpun manusia yang dibiarkan hidup sendiri kecuali ia memilih untuk menyendiri. Kita memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pula yang tidak kalah pentingnya adalah manusia membutuhkan kehadiran sesamanya untuk mengembangkan kepribadiannya melalui ujian sosial yang dialami hari lepas hari.

    Anda perlu memulai aktivitas ini dari hal-hal kecil yang dialami dari dalam keluarga masing-masing. Contohnya adalah ramah-tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), jujur, setia, adil, konsisten, berintegritas, memiliki prinsip hidup, berbagi ilmu/ informasi, berbagi solusi dan lain sebagainya. Selanjutnya anda dapat melakukan kebaikan kepada sesama sesuai dengan sumber daya, kemampuan (bakat), potensi dan pekerjaan yang dilakukan.

    Untuk menciptakan sikap yang santun dan sopan jelas tidaklah mudah sebab manusia dari awal dilahirkan dalam kebinatangan/ kedagingan yang keras dan kejam. Jadi jika saat ini anda adalah orang yang senantiasa untuk berbuat baik kepada sesama pastilah akan menyadari betapa sulitnya itu. Tetapi jika anda mau berjuang dan keluar dari zona nyaman niscaya pikiran terbuka dan tetap menjadi positif saat mengalami tekanan. Setiap kebaikan yang dilakukan akan diarahkan/ ditujukan kepada Tuhan sehingga sikap kepada sesama menjadi tulus adanya (tanpa maksud jahat-buruk).

  3. Siap menghadapi masalah.

    Sesungguhnya masalah ada bukan untuk menghancurkan kehidupan manusia melainkan demi perkembangan dan kemajuan kepribadian masing-masing. Satu saja kunci saat menghadapi masalah adalah jangan fokus kepada persoalan yang terjadi melainkan tetap arahkan fokus kepada Tuhan dalam nyanyian pujian untuk memuliaan nama-Nya. Niscaya hati tetap tenang dan tenteram dalam menjalani semuanya itu.

    Di tengah semuanya itu, pastikanlah bahwa anda memandang setiap masalah sebagai “suatu tantangan untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan emosi, mengembangkan kemampuan beradaptasi dan mempersiapkan kita untuk menghadapi persoalan yang lebih besar kelak.” Jangan pernah memusuhi masalah: artinya, hindari sikap yang melawan secara agresif setiap orang yang bertentangan dengan anda. Bahkan sikap terbaik terhadap orang-orang ini adalah memaafkan dan bila perlu sekaligus berbuat baik kepada mereka (dimulai dari sikap yang tetap sopan dan ramah).

    Orang yang pikirannya masih tertutup cenderung melihat persoalan hidup sebagai penghambat yang menimbulkan kecemasan dan kekuatiran. Lain halnya dengan mereka yang pikirannya telah terbuka dan berkembang bahkan berubah kearah yang positif setelah mengenal kebenaran. Bila anda bisa memahami kebenaran yang terkandung dalam Kitab Suci maka disana akan didapatkan bahwa masalah mampu membuat manusia lebih dewasa, bijak dan cerdas mengendalikan diri.

  4. Mampu merendahkan hati – Simulasi pertama-tama.

    Manusia dilahirkan dalam kesombongan. Itulah mengapa saat pertama kali melakukan aktivitas ini, hati terasa sakit. Kami juga dahulu merasakan sakitnya seperti teriris-iris. Tetapi setalah melakukannya selama beberapa waktu, jadi terbiasa dimana sakitnya sudah tidak terasa lagi. Ini juga termasuk dalam simulasi yang pertama-tama untuk menyakiti diri sendiri agar lebih siap menghadapi tekanan yang bisa saja tiba-tiba datang dalam kehidupan manusia. Istilahnya rendahkan dan hinakan diri sendiri sebelum orang lain melakukannya dengan demikian kita jauh lebih siap untuk menghadapi pergumulan hidup yang sesungguhnya (ejekan, bully, hinaan).

    Pikiran yang terbuka seperti kecambah yang terlepas dari kulitnya

    Masalah dan aktivitas merendahkan diri seperti kecambah yang lepas dari kulit biji – sumber: nexcesscdn.net

    Sikap semacam ini adalah sebuah cara untuk memaksa diri sendiri keluar dari kenyamanan untuk mencicipi rasa sakit yang sebenarnya hanyalah fatamorgana/ ilusi berpikir. Keadaan ini sama halnya saat kita sedang mengalami masalah hanya saja perilaku tersebut dipicu oleh diri sendiri dan bukan orang lain. Saat kita menginjak diri sendiri cangkang biji yang selama ini melindungi agar biji tetap aman-terjaga akan dipecahkan. Dengan demikian biji tersebut akan terbuka untuk membelah diri sehingga muncullah akar dan kecambah dari dalamnya. Demikian jugalah pikiran kita yang senantiasa berkembang hari lepas hari.

    Banyak orang yang meyakini bahwa kemewahan adalah puncak dari peradaban manusia tetapi ini adalah kesalahan yang paling besar sepanjang sejarah umat manusia. Sesungguhnya yang menjadi puncak peradaban manusia adalah kehidupan yang membumi. Yaitu suatu masa dimana keberadaan kita ramah terhadap sesama dan ramah terhadap lingkungan. Satu-satunya cara untuk mencapai ini adalah dengan hidup sederhana. Sudah saatnya kita menyingkirkan berbagai-bagai mesin berteknologi yang terkesan berlebihan dari kehidupan ini. Sebab hidup bermewah-mewahan dan pemanfaatan mesin yang berlebihan selain merusak lingkungan juga membuat manusia manja dan kecerdasan menurun bahkan kehilangan kesadaran juga.

  5. Membatasi ketergantungan terhadap kenikmatan duniawi.

    Kecanduan terhadap gemerlapan dunia membuat kita stres dan depresi saat hal-hal tersebut menjauh untuk meninggalkan diri ini. Bahkan bisa dikatakan bahwa cara paling mudah untuk menyakiti seseorang adalah dengan mengganggu (membatasi, mengurangi, menahan dan menghilangkan) ketergantungan yang sedang diidap oleh seseorang. Alhasil sikawan pastilah langsung galau, gelisah, cemas dan sedih.

    Ada baiknya jikalau mulai saat ini belajar untuk mengenali, apa kenikmatan duniawi yang membuat candu saat ini (sedang diderita). Lalu mulailah menikmati semuanya itu dalam kondisi fluktuatif. Misalnya jikalau anda kecanduan terhadap makanan mahal di restoran mewah maka mulai saat ini konsumsilah itu secara selang seling.

    Misalnya hari ini membeli makanan dari kedai kopi kaki lima, dari rumah makan di pinggir jalan dan juga mengkonsumsi makanan di restoran mewah. Lakukan ketiga hal ini secara bergantian untuk mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan terhadap kenikmatan duniawi.

    Contoh lainnya adalah kecanduan mengkonsumsi ikan basah. Ini salah satu penyakit kami sewaktu kecil tetapi sekarang sudah tidak lagi. Anda bisa mengkonsumsi ikan asin, telur dan daging dan makanan lainnya. Buatlah semuanya itu fluktuatif sehingga raca candu itu hilang.

    Harap dipahami, fluktuatif yang kami maksudkan disini adalah dalam hal menikmati hidup. Tetapi jangan pernah terapkan itu dalam sikap sehari-hari. Pastikan pikiran, perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan anda selalu konsisten dengan demikian anda dikenal sebagai orang jujur yang dapat dipercayai oleh orang lain.

  6. Menghilangkan ketergantungan akan kemuliaan duniawi.

    Sadarilah bahwa SIFAT KETERGANTUNGAN ADALAH KELEMAHAN. Ini menandakan betapa tertutup pikiran seseorang. Ketika disekitarnya ada kemuliaan duniawi maka hatinya bahagia dan damai tetapi begitu jauh dari penghargaan dan penghormatan duniawi menjadi galau dan tidak semangat lagi menjalani hidup.

    Kecanduan ini dihasilkan oleh alam bawah sadar manusia. Oleh karena itu, jauhkan diri dari aktivitas bermalas-malasan, masakan ramah-tamah saja tidak mau? Halo, hai, ayo, yuk…, kawan, pagi…, siang…, sore…, malam…, duluan ya…, YA’AHOWU, aine, tabu dan lain-lain! Padahal itu hanyalah sepatah-dua patah kata saja. Saat kita menghargai dan menghormati orang lain berarti rasa sosial akan berkembang dan aktivitas otak meningkat sehingga alam bawah sadar yang candu sana-sini akan ditekan seminimal mungkin.

    Salah satu pemahaman untuk menghilangkan kecanduan terhadap kemuliaan duniawi adalah dengan menghargai dan menghormati orang lain semaksimal mungkin. Adalah “lebih baik jikalau kita kecanduan melakukannya dari pada kecanduan mengharapkannya.” Harap dipahami bahwa semuanya itu (menghargai dan menghormati) dialamatkan kepada Tuhan agar tulus. Tidak lupa juga untuk ramah kepada orang lain sembari tetap fokus memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati.

  7. Mampu hidup menerima kenyataan apa adanya namun tetap santai dan menikmati suasana.

    Jangan pernah melawan kenyataan yang sedang terjadi. Memiliki ide-ide revolusioner bisa saja dimiliki oleh seseorang tetapi selama hal tersebut belum tertuang dalam peraturan, ide tetaplah teori. Anda harus menjadi orang yang profesional yang mampu membedakan antara gagasan dan kenyataan.

    Hadapi saja kenyataannya, tidak perlu menuntut sesuatu yang tidak ada dasarnya. Maafkanlah juga setiap orang yang terlibat didalamnya sembari upayakan untuk beradaptasi agar diri sendiri tidak terjebak dalam kesalahan yang mereka lakukan.

    Sikap yang tetap santai juga identik dengan kemampuan mensyukuri segala sesuatu apa adanya sehingga semua yang terjadi tetap dapat dipandang dari sisi positif. Walau yang buruknya banyak jangan fokus ke sana tetapi fokus ke hal yang positif saja. Ini adalah kemampuan yang menunjukkan bahwa sudut pandang seseorang telah berkembang dengan pesat.

    Mereka yang tetap tenang dan santai juga selalu mampu bersikap biasa saja saat mengalami naik-turun, gonjang-ganjing dan carut-marut kehidupan. Tenta saja hal ini terjadi karena tangan mereka bersih dari segala kesalahan/ dosa yang kerap kali mengguncangkan sistem bermasyarakat. Dosa hanya membuat tidur malam yang panjang jadi selalu gelisah/ kurang nyaman.

    Secara prinsip.

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  8. Fokus Tuhan.

    Aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah cara TERPENTING untuk membuka pikiran yang dapat dilakukan dengan berdoa, membaca/ membahas firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Anda dapat melakukan aktivitas ini secara tunggal (hanya fokus Tuhan saja) dan bisa juga melakukannya bersamaan dengan aktivitas lainnya (multitasking). Kita dapat memulai aktivitas multitasking ini dari hal-hal yang sederhana seperti berikut.

    • Memusatkan pikiran kepada Tuhan saat sedang beristerahat/ diwaktu break/ sedang tidak ada pekerjaan.
    • Berdoa sambil menyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati sembari menikmati hidup (misalnya saat mengkonsumsi minuman dan makanan).
    • Senantiasa bernyanyi memuliakan Tuhan sembari berjalan kaki juga ramah kepada orang-orang yang anda temui.
    • Bernyanyi memuliakan Tuhan sembari melakukan pekerjaan ringan. Seperti saat merapikan kamar, menyapu lantai, membersihkan halaman dan lain sebagainya.
    • Bernyanyi memuliakan Allah sembari berkendara dengan sepeda, sepeda motor, mobil, pesawat, kapal dan kendaraan lainnya. Baik sebagai seorang supir maupun sebagai penumpang biasa.
    • Menyelesaikan pekerjaan sembari sembari tatap fokus memuliakan Allah. Misalnya saat sedang bekerja di ladang, memasak di rumah, melakukan pekerjaan ringan di kantor (yang tidak membutuhkan konsentrasi).
    • Senantiasa bernyanyi memuliakan Allah sewaktu sedang di tekan oleh orang lain. Ada orang yang sedang marah/ mengejek/ menghina tetapi anda mengabaikan kata-katanya yang buruk itu. Andapun menanggapinya dengan santai dan ramah sembari hati tetap tertuju kepada Tuhan.
  9. Belajar seumur hidup.

    Belajar adalah aktivitas penting untuk membantu membuka pikiran kita tentang alam semesta: orang lain dan lingkungan alamiah di sekitar kita. Saat seseorang mengerti sesuatu dari apa yang dibaca dan dipelajarinya maka tepat saat itu jugalah otaknya berkembang. Bahkan bahan-bahan bacaan yang positif (contoh Kitab Suci) mampu mengubah pola pikir manusia yang selama ini negatif-buruk menjadi lebih positif-baik.  Oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa “belajar itu seumur hidup.”

    Saat kita sedang belajar, misalnya membaca: kesadaran meningkat dan alam bawah sadar yang penuh kedagingan/ kebinatangan akan ditepis dan ditekan sehingga pikiran dan sikap (perkataan, perbuatan) tetap positif hari lepas hari.

    Sadarilah juga bahwa proses belajar tidak hanya terjadi secara formal melalui buku-buku yang dibaca. Melainkan kita juga bisa mempelajari alam semesta: perilaku orang lain dan lingkungan sekitar dengan cara mengamati, mencatat, membanding-bandingkan dan menarik kesimpulan dari semuanya itu.

  10. Bekerja positif.

    Pekerjaan yang kita lakukan hari lepas hari dapat membuat otak selalu sibuk. Dimana ada kesibukan, disanalah aktivitas otak tinggi dan disaat yang bersamaan aktivitas alam bawah sadar yang penuh kedagingan ditekan seminimal/ sekecil mungkin.

    Saat kita bekerja ada beberapa situasi yang membuat kita berada dalam masalah. Tentu saja hal ini akan merangsang otak agar berkembang dari waktu ke waktu. Lagipula pekerjaan yang sering-sering (selalu) dilakukan akan membuat manusia terbiasa mengerjakannya sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya lebih singkat namun hasilnya tetap maksimal.

    Lewat pekerjaan yang ditekuni, kitapun dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Kebermanfaatan hidup inilah yang juga turut membuat kita bahagia sebab aktivitas mengasihi sesama seperti diri sendiri merupakan salah satu poin penting dari kebenaran yang hakiki.

    Belajar langsung dari pengalaman sehari-hari.

  11. Menuliskan pengalaman yang dialami.

    Apa saja pengalaman yang anda alami hari ini, tuliskanlah itu dalam sebuah buku catatan kecil. Atau mungkin saja andapun memiliki beberapa ide-ide positif: dapat juga dituliskan disana.

    Dahulu kami masih ingat aktivitas yang sering dilakukan diawal-awal sebelum menulis yaitu menyusun sebuah ungkapan menarik yang dipetik dari pengalaman hidup sehari-hari dan beberapa diantaranya juga terdiri dari puisi. Misalnya ungkapan itu seperti di dalam kitab Amsal : “Kesombongan adalah jalan untuk menjatuhkanmu tetapi kerendahan hati adalah jalan untuk menyelamatkanmu.”

    Sayang, kumpulan ungkapan dan puisi yang pernah kami buat dahulu telah terbuang semuanya sebab itu ditulis dalam binder yang mudah lepas sehingga hilang entah kemana. Daripada waktu luang terbuang sia-sia, menulis adalah aktivitas positif untuk menghabiskan saat-saat seperti ini.

  12. Belajar dari pengalaman orang lain (misalnya saat sharing).

    Darimana kita dapat mendengarkan pengalaman orang lain? Tentu saja dari cerita yang dihaturkan tetapi tetap berhati-hati melakukannya sebab mungkin saja berubah menjadi gosip panas (cerita abal-abal yang tak berdasar). Oleh karena itu dalam setiap sharing orang lain yang anda dengarkan alangkah lebih baik jikalau kita selektif dan kritis menanggapinya. Pastikan untuk membanding-bandingkan semuanya itu dengan standar kehidupan yang dimiliki (Kitab Suci dan undang-undang yang berlaku).

  13. Mempelajari kesalahan seseorang.

    Apa yang anda lakukan saat orang lain melakukan kesalahan? Tertawa, meledek balik, tersenyum kecil atau termenung memperhatikannya sembari memohon Tuhan untuk menguatkan. Orang yang memiliki pikiran yang terbuka akan mengubah kesan negatif yang menucul mengarah kepada hal-hal yang positif. Salah satu dasar pemahaman agar pikiran kita positif menanggapi kesalahan sesama adalah “kesanggupan untuk mengerti bahwa manusia adalah makhluk fana yang terbatas dipenuhi kelemahan.” Kita belajar dari kesalahan orang lain bukan untuk merendahkannya melainkan agar hal yang sama tidak terjadi dalam keseharian ini sembari memohonkan agar dia diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa.

  14. Belajar dari pemimpin yang patut diteladani.

    Ada banyak pemimpin positif disekitar kita walau kitapun menyadari bahwa beberapa diantaranya justru bersikap negatif dengan kebiasaan buruk yang sangat mencolok (misalnya korupsi). Oleh karena itu, tetaplah selektif dan kritis menanggapi mereka sebab tidak ada manusia yang sempurna.

    Tidak perlu jauh-jauh mempelajari pemimpin melainkan orang yang didekat anda dahulu, misalnya Ayah & Bunda. Mereka adalah pemimpin yang layak dicontoh di dalam keluarga. Tetapi sadari jugalah bahwa mereka hanyalah manusia biasa. Oleh karena itu, jangan membencinya hanya karena mereka lemah melainkan cintailah orang tua sebagai guru yang diutus Tuhan untuk membimbing ke jalan yang benar.

    Orang yang pikirannya terbuka pastilah akan memiliki sudut pandang yang berkembang. Seseorang yang “tidak hanya mampu mencintai seseorang di dalam kelebihan mereka melainkan juga mampu mencintai orang lain di dalam kelemahan mereka sekalipun.”

    Perkembangan pola pikir/ mindset semacam ini tentu saja dimulai dengan kemampuan menerima segala sesuatu apa adanya sembari bertekad untuk mengasihi sesama seperti Tuhan sendiri. Artinya setiap kebaikan kita dialamatkan kepada Tuhan sehingga hati dibebaskan dari sifat yang menuntut balasan. Melainkan hanya memberi tak harap kembali alias ikhlas/ tulus dalam bersikap.

  15. Belajar dari lingkungan sekitar.

    Pernahkah anda mempelajari lingkungan? Anda harus mulai mengasah otak sendiri agar tetap terbuka memaknai gejolak yang timbul dilingkungan sekitar. Kami kasih contoh saat cuaca mendung dan gelap anda lantas menduga bahwa hujan akan segera turun. Sehingga lebih siap untuk menyambut turunnya hujan. Ketika kendaraan lalu-lalang sangat banyak di jalanan, andapun langsung bisa mengetahui bahwa keadaan ini akan membuat lingkungan panas & gerah sekalipun di malam hari. Ketika pohon durian di belakang rumah mulai berbunga maka andapun langsung dapat menebak bahwa hasilnya kelak dapat dipetik beberapa bulan ke depan (dua, tiga, empat, lima; terserah menurut pengalaman pribadi).

  16. Secara kelembagaan.

    • Pendidikan formal. Ini dapat diraih dari berbagai-bagai lembaga pendidikan milik pemerintah maupun swasta yang ada disekitar anda. Dimulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA hingga jenjang perkuliahan lainnya. Kebanyakan lembaga formal lebih bersifat umum dalam hal materi pelajaran
    • Pendidikan informal. Aktivitas belajar untuk membuka pemahaman kita dalam bidang-bidang tertentu.  Biasanya lembaga informal lebih menekankan seseorang untuk memiliki kemampuan khusus yang sifatnya sangat aplikatif. Artinya, pelajaran dan pemahaman yang dikembangkan di dalam lembaga ini sifatnya berupa praktek langsung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  17. Lewat berbagai media.

    • Membaca buku. Anda perlu memberikan waktu khusus untuk mempelajari buku yang ada di dalam rumah sendiri. Mulai dari Kitab Suci sebagai standar kehidupan yang berisi berbagai-bagai nilai positif yang tidak jauh-jauh dari aktivitas mengasihi Allah dan sesama manusia. Membaca buku merupakan salah satu aktivitas untuk mengembangkan & mengubah pola pikir ke arah yang lebih baik. Pengetahuan akan diperkaya sehingga kita memiliki banyak sudut pandang saat sedang memahami sesuatu. Dimana sudut pandang paling positiflah yang akan digunakan untuk mengertikan suatu peristiwa.
    • Mempelajari naskah publikasi – jurnal. Tulisan yang kaya akan ilmu pengetahuan semacam ini biasanya ditemui diperpustakaan sekolah/ kampus tertentu. Sebab jurnal ini biasanya tidak dipasarkan kepada publik melainkan khusus untuk kalangan sendiri (secara internal).
    • Media masa (koran). Anda bisa mengembangkan pemahaman tentang hal-hal positif lewat belajar dari media masa yang ada disekitar kita. Tetapi tetap saja harus mampu menyaring semuanya itu. Jangan ada informasi yang diterima apa adanya melainkan pastikan segala informasi yang anda sampaikan ke otak adalah benar adanya alias bukan hoax.
    • Internet dan media sosial (termasuk blog). Media ini sangat murah-meriah untuk dikonsumsi. Anda dapat mencari berbagai informasi yang positif di dalam internet dan media sosial asalkan memiliki kb data yang dijual langsung oleh perusahaan telekomunikasi yang berdomisili/ berada di tempat anda. Dibalik semuanya itu, ketahuilah bahwa di dalam internet yang baik dan buruknya seimbang. Sekarang tergantung dari kemampuan anda sendiri untuk menyeleksi setiap informasi yang tersedia sebelum diserap/ diupload ke otak.
    • Mendengarkan radio dan menonton televisi. Media yang satu ini termasuk yang paling dekat dalam kehidupan manusia. Hampir semua orang yang ada disekitar kita telah memiliki televisi atau setidak-tidaknya radio. Selalu siagakan pikiran saat menikmati kesemua media yang ada dengan demikian kita hanya menyerap informasi yang baiknya saja sedangkan yang buruknya akan tersangkut dalam saringan berpikir yang selektif dan kritis.

Daging manusia akan mencerminkan hal-hal negatif jikalau hal tersebut tidak terkendali. Yang sangat dibutuhkan untuk mengendalikan kedagingan itu adalah pikiran yang tetap terbuka. Dari awal otak kita tertutup oleh cangkang pelindung sehingga jauh dari rasa sakit. Ketahuilah terus-menerus berlindung dibalik cangkang kenyamanan membuat kita tidak akan pernah berkembang. Perlu ada niat yang berani keluar dari zona nyaman untuk merasakan betapa sakitnya hidup sekalipun sudah menjadi orang baik. Pada saatnya nanti anda akan menjadi terbiasa dan menikmati rasa sakit itu sebagai sebuah berkat sekaligus kesempatan untuk mengubah seseorang dengan menjadi contoh yang baik. Sebelum kita memberi contoh yang baik kepada sesama, harus mampu membuka pikiran untuk meningkatkan kesadaran. Sedang kesadaran itu sendiri setara dengan aktivitas otak yang juga meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar dari banyak hal, karena turut menambah wawasan anda; dan jangan pernah menunda pekerjaan sebab aktivitas ini turut meningkatkan kemampuan mengendalikan diri; juga pastikan untuk selalu memusatkan pikiran kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) agar Tuhan turut serta mengikat berbagai kedagingan dalam diri anda. Pada akhirnya, pikiran yang terbuka akan menghasilkan manusia yang mampu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sekalipun dalam tekanan karena pikiran tetap positif memandang persoalan hidup.

Salam perjuangan hidup!

2 replies »

  1. Saya senang dengan sudut pandang anda. Saya merasa seperti ditegur dengan halus, dan saya menerima teguran itu. Inti dari perubahan adalah berani melangkah, dan ketika bahu hampir rebah, sandarkan bahu mu ke Tuhan:) Maaf saya tidak bisa membantu dengan materi, tapi saya mendoakan saudara sekalian kuat dalam kasih Tuhan. Amin. Sekali lagi terimakasih sudah menulis hal ini, saya pribadi merasa mendapat secercah cahaya didalam gelap.

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s