Gejolak Sosial

+10 Ayat Alkitab Tentang Fokus Kepada Tuhan – Fokus Tuhan Agar Tetap Sadar, Fokus Duniawi Membuat anda Dipenuhi Kedagingan


Ayat Alkitab Tentang Fokus Kepada Tuhan - Fokus Tuhan Agar Tetap Sadar, Fokus Duniawi Membuat anda Dipenuhi Kedagingan

Kristen Sejati – Fokus Tuhan adalah aktivitas memusatkan kehidupan untuk kemuliaan nama Tuhan. Ini merupakan aktivitas yang sudah ada dari zaman ke zaman, hanya saja mungkin ada beberapa orang yang belum melakukannya karena tidak menyadari dan tidak mengetahuinya. Ada begitu banyak hal yang kita kerjakan mulai dari awal bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari. Bahkan di dalam tidurpun kita turut melakukan aktivitas tertentu yang merupakan campuran atau puncak dari aktivitas di siang hari. Hidup ini tersusun dari banyak bentuk yang mendapatkan dukungan dari dalam dan dari luar tetapi hendaklah semuanya itu ditujukan kepada Tuhan.

Terlalu fokus kepada indra membuat hati semakin galau, cemas, kuatir dan bersedih

Bila hari-hari yang saat ini sedang anda jalani begitu berat karena ditekan oleh sesuatu dan lain hal mungkin ini karena anda menanggung semuanya itu sendiri. Sadarilah bahwa ketika kita hanya sendiri di dunia yang fana ini niscaya lingkungan seolah lebih mudah menekan kita. Janganlah dulu kita berkata tentang beban hidup yang benar-benar berat melainkan dimulai dari apa yang dilihat (masih banyak orang yang lebih baik dari kita), didengar (ada juga orang yang menyindir & mengejek), dikecap (rasa yang dikonsumsi kebanyakan asin dan pahit), dihirup (bau yang tercium tengik dan biasa saja), diraba (apa yang diraba terasa kasar dan kurang lembut). Ketahuilah bahwa semuanya itu menandakan bahwa kita penuh dengan kelemahan dan masih jauh dari pemenuhan materi yang layak.

Tidak memfokuskan pikiran pada sesuatu yang dapat diindrakan tetapi kepada sesuatu yang tidak dapat diindrakan

Ketahuilah bahwa ketika kita terlalu fokus pada hal-hal materi maka tepat saat itu juga kehidupan diatur oleh dunia ini, lebih tepatnya semua itu diatur oleh uang. Padahal kita semuanya sudah mengetahui bahwa keberadaan uang tidak selalu ada bahkan cenderung berkurang seiring dekatnya masa pensiun. Sedang trend materi yang dihembuskan oleh media dan orang-orang disekitar kita senantiasa bergerak maju bahkan nilainyapun semakin tinggi. Oleh karena itu, rasul Paulus berpesan.

(II Korintus 4:18) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Jadi, fokus kepada hal-hal materi hanya akan mendatangkan kesia-siaan karena bersifat sementara. Artinya, untuk menikmatinya lagi anda membutuhkan sumber daya yang lebih banyak hari lepas hari. Lagipula terus-menerus menikmati hal-hal duniawi membuat seseorang sampai pada titik kecanduan. Bila ini tetap dipelihara maka akan tiba dalam titik kebosanan sehingga timbullah keinginan yang lain untuk memiliki sesuatu yang nilainya lebih tinggi. Pula akibat terlalu sering berbelanja sedang kerja kadang-kadang bahkan lebih suka berpangku tangan (malas) beresiko menurunkan aktivitas otak yang berakibat menurunkan kecerdasan dan kesadaran manusia itu sendiri. Selain itu dampak buruk lainnya dari kenikmatan duniawi adalah pencemaran lingkungan yang berakhir dengan bencana alam (pemanasan global, gelombang panas, banjir, tanah longsor, kekeringan dan lainnya).

Berfokus kepada Tuhan bukan berarti kita tidak membutuhkan materi

Bila seseorang memilih untuk berfokus kepada sesuatu pastilah sifat candu itu muncul. Sedang ketergantungan akan gemerlapan duniawi sifatnya berbayar tetapi candu kepada Tuhan sifatnya gratis. Jadi, sekarang anda pilih yang mana, “fokus materi yang harganya semakin mahal atau memusatkan kehidupan kepada Tuhan yang manfaatnya dahsyat tetapi gratis?” Saat kita memutuskan untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan bukan berarti hal-hal materi tidak dibutuhkan melainkan semuanya itu akan ditambahkan kedalam kehidupan kita, seperti kata firman.

(Matius 6:33) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Lagi, Tuhan berpesan bahwa “semuanya itu” (materi) akan diberikan Tuhan kepada kita sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Seperti kata firman.

(Matius 6:32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Yang kami rasakan sendiri adalah saat pikiran kita tetap terpusat kepada Tuhan, apapun materi yang ada di depan kita, mahal-murah atau enak-tidak tetap disyukuri sehingga membawa kebahagiaan selama hidup di dunia ini. Artinya, pikiran yang terpusat kepada Tuhan membuat sifat konsumtif terkendali dan sangat fleksibel (tidak memilih-milih). Damai sejahtera dalam hidup kita tidak lagi tergantung kepada materi melainkan hanya bergantung kepada Tuhan saja, gratis lagi.

Semua masalah hati disebabkan oleh karena kedagingan yang menguasai kehidupan ini

Manusia Yang Fokus Kepada Gemerlapan Duniawi Akan Dikuasai Oleh Alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kedagingan

Bagi anda yang saat ini yang sepertinya sangat membutuhkan penghargaan, penghormatan, pujian, pupularitas dan pengakuan dari orang lain. Ketahuilah bahwa keadaan ini disebabkan oleh karena alam bawah sadar kita berkuasa di dalam hati. Di dalam alam bawah sadar inilah terletak yang namanya kedagingan: hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Selain hal-hal buruk tersebut, didalam alam bawah sadar inilah terletak keingingan yang kuat untuk dihargai, dihormati, dipuji, diakui dan dipopulerkan oleh orang lain. Selama alam bawah sadar anda menguasai kehidupan ini maka selama itu pula seseorang sangat antusias untuk memperjuangkan semuanya itu. Bahkan andapun merasa tidak masalah, walau hal tersebut dilakukan dengan menghalalkan segala cara.

Manusia Yang Fokus Kepada Tuhan Akan Dikuasai Oleh Sistem Sadar Otak Yang Menginginkan Kebenaran (Mengasihi Allah & Sesama)

Lain halnya dengan orang yang hidupnya berfokus kepada hal-hal yang tidak kelihatan, yaitu mereka yang selalu memusatkan pikirannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Saat Allah telah menetap di dalam hati kita maka tepat saat itu jugalah apa yang kita kehendaki hanyalah kebenaran. Hanya kebenaran sejati sajalah yang mengisi hati dan yang terus kita kerjakan hari lepas hari. Selalu berusaha mengasihi Sang pencipta dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan yang dimiliki. Juga tidak pernah absen untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Keputusan untuk senantiasa memfokuskan pikiran kepada Sang Khalik membawa hati memiliki kerinduan untuk mengasihi sesama sekalipun kebaikan kita bertepuk sebelah tangan. Tetap ada sukacita di dalam hati sebab segala ekspresi ditujukan/ dialamatkan kepada Tuhan sehingga tulus adanya. Seperti memberi manfaat kepada sesama tetapi mengabaikan balasan/ imbalan yang diperoleh melainkan pikiran terus difokuskan untuk bernyanyi memuliakan Allah hari lepas hari.

Cara mendatangkan kerajaan sorga dalam hidup kita

Tahukah anda bagaimana cara mendatangkan sorga dalam setiap hari-hari yang kita lalui? Pastilah semua orang diantara kita ingin hidupnya dipenuhi oleh hal-hal sorgawi. Tahukah anda apa pekerjaan para malaikat dan orang percaya kelak saat kita berada di sorga? BERNYANYI MEMULIAKAN ALLAH. Silahkan dibaca-baca kitab Wahyu dari rasul Yohanes, disana pastilah anda akan menemukan bahwa aktivitas kita kelak saat berada di dalam Kerajaan Allah adalah senantiasa bernyanyi memuliakan nama-Nya. Jadi, jika kelak di dalam kehidupan yang kekal bernyanyi adalah aktivitas setiap detik dimana manusia dengan Allah hidup selamanya maka keadaan tersebut juga berlaku dalam kehidupan kita sekarang yang sementara di bumi ini.

Bernyanyilah senantiasa memuliakan Tuhan dengan demikian anda mendatangkan kerajaan sorga di dalam setiap detik yang dilalui. Nyanyian pujian kepada Sang Pencipta dilantunkan lewat mulut, menggunakan alat musi, sambil menari dan bisa juga hanya di dalam hati saja. Jika anda sudah terbiasa melakukan aktivitas ini niscaya saat sedang bekerja, di dalam perjalanan jauh-dekat sekalipun dan aktivitas lainnya sukacita sorgawi akan memenuhi hati anda. Bahkan kami sendiri memberi kesaksian bahwa sekalipun saat ini hidup dalam tekanan masalah dan penderitaan yang membuat hati galau, cemas, sedih dan gelisah: teruslah bernyanyi memuliakan Allah saudaraku. Dengan demikian segala yang buruk tidak merasuk dalam hati melainkan sukacita surga mengiringi setiap langkah kaki anda detik demi detik.

Ayat Alkitab yang berisi tentang fokus kepada Tuhan

Ada banyak sekali ayat dalam Alkitab yang menunjukkan betapa fokus kepada Tuhan adalah aktivitas yang sangat umum dalam hidup orang percaya. Selama Sang Khalik berada di dalam pikiranmu maka selama itu pula segala virus-virus duniawi yang mendatangkan kegalauan, kekuatiran, kecemasan, kesedihan dan berbagai-bagai perasaan buruk lainnya akan dihalau dari dalam pikiran masing-masing. Berikut ini beberapa ayat yang kami dapati menunjuk kepada aktivitas memusatkan pikiran kepada Yang Maha Mulia. Ini hanya sebagian, mungkin anda dapat memperoleh lebih banyak lagi, oleh karena itu rajinlah membaca Kitab Suci.

  1. (I Samuel 7:3) Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.”

    Ayat ini jelas sekali menganjurkan kepada setiap orang percaya untuk menujukan hatinya hanya kepada Tuhan saja dan bukan kepada hal-hal duniawi (berhala).

  2. (Bilangan 23:21b) TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka.

    Fokus kepada Tuhan dilakukan dengan bernyanyi memuliakan nama-Nya (bersorak-sorai).

  3. (I Tawarikh 29:18) Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.

    Hati yang tertuju kepada Tuhan adalah pikiran yang selalu fokus untuk berdoa, membaca-mendengarkan firman dan bernyanyi memuji-muji Tuhan di segala waktu.

  4. (Mazmur 34:6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

    Ada dua mata dalam kehidupan kita, mata jasmani (badani) dan mata rohani. Untuk memfokuskan/ menujukan pandangan kepada Tuhan yang dibutuhkan adalah mata hati.

  5. [Kisah Para Rasul 6:4] dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”

    Memusatkan pikiran kepada Tuhan membantu anda melayani dengan benar dan rendah hati.

  6. [I Korintus 7:32] Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

    Lepaskan setiap ikatan yang tidak penting dan nomor duakan hal-hal duniawi yang biasanya ditekuni. Lalu pusatkankan perhatianmu hanya kepada Tuhan saja.

  7. (Yeremia 17:5-8) Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

    Mengandalkan” dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas utama dimana hal-hal lainnya di nomor duakan. Jika kita mengandalkan manusia maka kita akan menomor duakan Tuhan dalam hidup ini. Oleh karena itu, andalkan Tuhan dan nomor duakan pertolongan dari sesama manusia. Artinya mengutamakan Sang Pencipta sama dengan mengandalkan Sang Khalik dan sama juga artinya dengan memusatkan kehidupan (fokus) hanya kepada Tuhan saja.

  8. (Mazmur 8:2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

    Berkonsentrasi memuji-muji Tuhan di dalam hati sambil melakukan aktivitas seperti biasanya.

  9. (Mazmur 13:6) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

    Bernyanyi kepada Tuhan bisa dilakukan di dalam hati, lewat bibir, menggunakan alat musik dan sambil menari.

  10. (Mazmur 18:50) Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

    Di dalam doa, firman dan nyanyian selalu ada ucapan syukur. Jadi bisa dikatakan bahwa walaupun aktivitas fokus kepada Tuhan secara umum di bagi tiga tetapi pada hakekatnya ketiga hal ini sejalan dan kerap kalai kita lakukan secara serentak.

  11. (Mazmur 34:2) Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

    Memuji Tuhan di segala waktu bukan saja hanya aktivitas bernyanyi. Melainkan lewat sikap (tutur kata dan perilaku) yang kita ekspresikan selalu dalam kadar yang sebenar-benarnya (mengasihi Allah dan mengasihi sesama).

  12. (Mazmur 91:14-16) “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

    Hati yang melekat kepada Tuhan adalah pikiran yang tidak pernah jauh dari doa, firman dan puji-pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Orang yang selalu mengkonsentrasikan pikirannya untuk berdoa, membaca-mendengarkan firman dan memuji Tuhan: hatinya melekat erat kepada Tuhan.

  13. (Mazmur 119:9) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    Membaca, mendengarkan dan mempelajari firman adalah salah satu aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan.

  14. [Mazmur 149:6-9] Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

    Memuji-muji Tuhan adalah pekerjaan multitasking. Ini aktivitas yang bisa dilakukan sambil bersikap ramah kepada sesama, di dalam perjalanan, saat melakukan pekerjaan sederhanan, ketika menikmati hidup, di waktu luang, di sela-sela pekerjaan bahkan di tengah pergumulan hidup sekalipun.

  15. (Wahyu 19:5) Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!”

    Pujian kepada Tuhan adalah aktivitas orang-orang sorgawi. Jadi untuk mendatangkan kerajaan sorga di dalam kehidupan anda, bernyanyilah senantiasa untuk kemuliaan nama Allah kita.

  16. [Lukas 21:34] “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

    Ini adalah pesan Tuhan Yesus sendiri agar kita mampu menjaga hati agar tidak candu (terlena – mabuk) terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Itu bisa mengganggu kesehatan fisik juga kesehatan mental. Melainkan kita mengikut jalan kebenaran, yaitu fokus kepada Tuhan dan mengasihi sesama di segala waktu.

  17. Sebenarnya sangat banyak ayat firman yang menyatakan agar kita senantiasa fokus hanya kepada Tuhan saja. Oleh karena itu, jangan tunda lebih lama lagi melainkan segera baca, catat dan pahamilah setiap firman itu sesegera mungkin. Juga jangan lupa untuk melakukannya terus-menerus (bertekun) secara konsisten hari demi hari.

Aktivitas fokus kepada Tuhan adalah sebuah jalan yang mengantarkan anda kepada kebenaran yang hakiki. Kedagingan yang syarat dengan hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya bisa saja tiba-tiba muncul dari dalam benak kita sebab nilai-nilai buruk ini sudah terpatri dalam tingkat sel. Tubuh jasmani kita yang fana dikuasai oleh iblis dari sanalah dia mencoba menggoyahkan iman seseorang. Tetapi jika hati selalu tertuju kepada Tuhan sifat-sifat buruk itu akan diikat: memang seka-sekali akan muncul kepermukaan tetapi tidak sampai menimbulkan dosa/ kesalahan. Sadarilah bahwa godaan dari sijahat pusatnya pada panca indra. Artinya, ketika kita terlalu fokus kepada hal-hal yang kelihatan/ gemerlapan duniawi maka tepat saat itu jugalah hasrat akan materi: kenikmatan, pesona, pujian, penghargaan, penghormatan, pengakuan dan popularitas akan meradang yang menuntun ke dalam dosa.

Memusatkan pikiran kepada Tuhan bukan berarti tidak memerlukan materi melainkan semuanya itu akan ditambahkan menurut kebutuhan masing-masing orang.

Salam dahsyat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s