Gejolak Sosial

7 Pahlawan Ada Di Sekitar Anda, Mereka Di Dekat Kita, Sudahkah Berterimakasih Kepadanya?

Pahlawan Ada Di Sekitar Anda, Mereka Di Dekat Kita, Sudahkah Berterimakasih Kepadanya

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani (KBBI Offline). Merupakan (1) orang-orang yang memberi manfaat yang tidak biasa dalam kehidupan kita, (2) Mereka yang perannya tak tergantikan oleh apapun, (3) mereka yang selama ini telah menginspirasi kita dan (4) mereka yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Setiap orang memiliki idola dalam kehiduapnya sehari-hari. Itu tidak terjadi karena kebetulan melainkan karena suatu peristiwa panjang yang cukup mengesankan. Apa yang mereka lakukan mungkin saja kecil/ sederhana bagi orang lain tetapi bagi diri sendiri, hal itu sangatlah berarti.

Kebaikan yang terbesar adalah kasih yang tak terbalaskan dan kebermanfaatan hidup terindah adalah kasih yang tulus adanya. Ada banyak orang yang memberikan manfaat besar dalam kehidupan kita hanya saja mereka terlupakan oleh karena hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari. Bahkan bisa dikatakan bahwa semua orang yang kita temua dalam hidup ini adalah pahlawan. Sebab satu senyuman saja sudah dapat membuat kita bahagia menjalani hari demi hari.

Tanpa kebaikan tidak ada kedamaian

Kasih yang tulus adalah pahlawan sejati. Tanpa kebaikan hati maka setiap orang akan menjadi pribadi yang individualis. Kumpulan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri akan meningkatkan resiko timbulnya kesombongan dan iri hati. Semuanya ini akan bermuara menjadi persaingan tidak sehati. Istilah kata orang, dikit-dikit saingan, dikit-dikit beli ini-itu untuk menyaingin tetangga, dikit-dikit mengumbar ini-itu untuk menekan saingannya. Tentu saja kondisi lingkungan masyarakat semacam ini tidak baik untuk perkembangan kepribadian dan kurang mendukung kemajuan sosial itu sendiri. Tetapi orang-orang yang tetap baik ditengah lingkungan yang buruk adalah pribadi yang benar-benar tahan uji.

Mengasihi sesama akan menjadi kecanduan yang nikmat

Masing-masing orang membutuhkan banyak pahlawan di dalam hidup ini. Hasrat manusia sebagai makhluk sosial secara tidak langsung mengharuskan kita untuk saling berbagi kebaikan satu sama lain. Tentu saja tujuannya bukan untuk tampil ke depan sebagai pahlawan melainkan untuk memenuhi panggilan jiwa. Kami sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya hidup ini tanpa kasih. Artinya, kami sudah candu untuk melakukan kasih tersebut sehingga tanpanya hidup seolah terasa hampa dan tidak berarti lagi.

Pahlawan diawali dari kebiasaan hidup rajin dan berkorban

Orang yang baik identik dengan aktivitas yang tinggi. Jika saat ini anda ingin menjadi orang baik tetapi suka bermalas-malasan mustahil mampu tulus untuk berbagi kasih kepada sesama. Sebab bagaimanapun ceritanya setiap manfaat yang diekspresikan selalu membutuhkan gerakan. Bahkan saat kita berdoa sekalipun, aktivitas bibir komat-kamit atau setidak-tidaknya hati sedang bercakap-cakap dengan Tuhan. Oleh karena itu, jangan terus-menerus terlena karena dimanjakan oleh teknologi melainkan beraktivitaslah hari lepas hari, dengan demikian ada manfaat yang keluar dari dalam diri ini dari waktu ke waktu.

Apa yang sudah anda korbankan untuk kehidupan orang lain? Mungkinkah itu tentang korban materi, korban waktu, korban perasaan dan lain sebagainya. Tidak ada kasih yang tidak berkorban dan setiap yang rela berkorban adalah pahlawan. Oleh karena itu, mulailah belajar untuk memiliki sikap yang rela berkorban dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Tidak perlu sampai berkorban materi yang banyak padahal anda masih belum memiliki penghasilan dan pekerjaan tetap. Melainkan anak kecil sekalipun bisa berkorban yaitu lewat sikapnya yang ramah kepada orang lain (senyum, salam, sapa, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik). Bagi anda yang ingin melatih diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, mulailah dengan mengorbankan yang kecil-kecil ini. Alhasil hal-hal kecil akan mengantarkan/ melatih anda untuk berkorban besar demi sesuatu yang luar biasa.

Pahlawan masa kini yang ada di sekitar anda

Keberadaan pahlawan yang kami maksudkan pada bagian ini adalah mereka yang hidup sama seperti kita tetapi mampu mengasihi melebihi dari apa yang dapat kita berikan. Kemampuan yang mereka miliki melebihi kemampuan kita sehingga terpaksa kita meminta bantuan dari orang-orang tersebut. Seandainya kemampuan kita sama maka sudah pasti bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Tetapi karena kemampuannya itu tidak kita miliki karena itulah menyebutnya sebagai hero.

  1. Tuhan Yesus.

    Semua hal yang kita peroleh dalam hidup ini berasal dari Tuhan. Memang usaha dan perjuangan kitalah yang telah mencapai semuanya itu. Tetapi sadarilah bahwa jalan hidup yang dilalui tanpa penyertaan Tuhan akan penuh hambatan, rintangan dan cobaan yang semakin memberatkan dan seolah tidak dapati di jalani. Memiliki Tuhan itu seperti meringankan beban hidup yang kita tanggung. Oleh karena itu, berharaplah hanya kepada Tuhan saja di segala waktu niscaya anda akan memperoleh kelegaan di dalam setiap jalan yang ditempuh bahkan sekalipun di tengah gejolak kehidudan (persoalan).

    Kepahlawanan Tuhan Yesus mengajarkan kami untuk berkorban selama menjalani kehidupan. Bahkan kami bisa memahami bahwa hidup di dunia ini semuanya tentang pengorbanan. Tanpanya tidak ada kedamaian, kebahagiaan, kepuasan dan ketenteraman hati. Pengorbanan karena rasa sakit melatih & mengajarkan kita untuk meraih suasana hati yang positif selama menjalani hidup ini. Artinya, rasa sakitlah yang membuat kita mengerti tentang cara meraih kebahagiaan sejati. Yesusku pahlawanku! Terimakasih telah selalu ada untukku.

  2. Orang tua (Ayah & Bunda).

    Mereka bukan manusia yang sempurna tetapi keberadaannya menyempurnakan kehidupan kita. Mustahil kita ada di dunia ini tanpa kehadiran mereka. Sama seperti orang lain, mereka kadang memberikan energi positif dan kadang mentransfer energi negatif. Kamipun mengerti bahwa keberadaan orang tua juga berfaedah untuk melatih kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Jadi ikhlaskanlah setiap rasa yang timbul diantara anda dengan orang tua, termasuk rasa sakit – maafkan itu. Oleh karena itu, sesederhana apapun orang tua, selalu berterimakasih kepada mereka.

  3. Nenek (mungkin juga kakek bagi yang memilikinya).

    Kami tidak sempat dengan kehadiran seorang kakek dalam keluarga dekat, dari keluarga jauh memang ada. Besarnya kasih nenek itu melebihi kasih orang tua kepada kita. Cenderung memanjakan kita dibandingkan dengan Ayah & Bunda. Bahkan kami waktu kecil masih ingat satu ranjang saat nenek di rumah masih ada. Walaupun mereka sudah tiada tetapi kebaikannya masih tetap kentara di dalam hati sanubari ini.

  4. Saudara-saudari.

    Ada banyak saudara dekat dan jauh yang memiliki peran penting dalam kehidupan kami. Mulai saat kami masih sekolah di taman kanak-kanak, diri ini diurus oleh seorang tante (saudara ayah). Demikian juga saat kami sempat masuk rumah sakit di Ibukota, tinggalnya di rumah tante (saudara jauh dari ibu). Ketika kami kuliah di Medan, kadang di waktu libur mainnya di rumah tante (saudara Ayah atau Ibu). Bahkan sampai sekarang keberadaan saudara/ saudari disekitar kami telah banyak membantu hari-hari yang kami lalui.

  5. Pendeta dan Guru Sekolah Minggu.

    Sudah banyak Guru Sekolah Minggu dan Pendeta yang kami temui selama ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan denominasi gereja yang berbeda. Asyik juga mengenal banyak Pendeta dari gereja lain, terutama hal ini kami rasakan baik saat berada di perantauan. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menyampaikan gagasannya dimana semuanya itu memperkaya khasanah ilmu yang kami miliki.

  6. Guru sekolah dan dosen kuliah.

    Banyak Guru yang dikenal sangat menginspirasi ketika kami duduk di bangku sekolah. Terlebih ketika dahulu kami sangat lemah karena sering sakit-sakitan. Memang tidak semuanya disukai tetapi semua memberi manfaat positif bagi kehidupan kami.

    Dahulu kami sempat terancam tinggal kelas karena baru sembuh dari penyakit yang cukup parah. Tetapi karena wali kelas kami orangnya baik dan gesit juga teman genius di bangku sebelah kami duduk ikut membantu, tetap lulus ujian. Kami sendiri sampai terheran-heran kalau kembali memikirkan peristiwa tersebut. 🙂

    Sebenarnya, kami adalah murid yang tidak rajin-rajin amat sama seperti siswa lainnya. Tetapi ketika masuk SMA mulai tertarik dengan pelajaran Biologi. Ketertarikan terhadap pelajaran biologi inilah yang mendongkrak semangat belajar. Istilah katanya adalah suka satu berarti harus suka semua.

  7. Dokter dan Perawat.

    Sebagai mantan pesakitan, kami sangat memerlukan Dokter dan Perawat. Sekalipun saat ini kami sudah menjadi orang yang sehat dan jarang dirawat oleh petugas kesehatan tetapi dahulu hidup ini sempat diselamatkan oleh mereka. Menderita beberapa penyakit yang cukup parah membuat kami harus dirawat selama berminggu-minggu di Sumah Sakit. Oleh karena itu, diri ini tidak pernah sombong kepada orang-orang yang biasanya berbaju putih ini, setidaknya senyuman akan dihaturkan kepada mereka.

Semua orang adalah pahlawan bagi pribadi yang ada di dekat mereka. Kebaikanlah yang membuat kita jadi pahlawan dan ketulusanlah yang membuat kepahlawanan kita berlangsung seumur hidup. Sebab tanpa kebaikan hati mustahil dapat mendatangkan manfaat kepada sesama dan tanpa ketulusan hati kasih yang diberikan hanya mengharap untuk dibalas. Sehebat dan setinggi-tingginya kebanggaan manusia tidak lebih besar nilainya dibandingkan dengan keberadaan kita yang membawa manfaat untuk kemuliaan nama Tuhan dan untuk kehidupan orang lain. Dibalik semuanya itu, sadarilah bahwa setiap kisah-kisah kepahlawanan manusia selalu mengorbankan sesuatu, “apa yang sudah anda korbankan sampai sekarang?”

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.