Gejolak Sosial

Pikiran Esensi Paling Berbahaya Atau Menguntungkan Di Alam Semesta


Pikiran Esensi Paling Berbahaya Atau Menguntungkan Di Alam Semesta

Pikiran adalah sebuah struktur dasar yang membentuk dan membangun seluruh kehidupan seorang manusia. Di dalam rongga kepala yang cukup besar ini (otak), terjadi berbagai-bagai proses untuk mengarahkan, mengatur dan mengelola bagian-bagian tubuh lainnya hingga struktur yang terkecil sekalipun, yaitu sel. Aktivitas sel tubuh memang tidak dikendalikan secara langsung oleh otak melainkan ini dikendalikan oleh proses biokimia di dalam tubuh yang dikenal luas sebagai hormon. Jika ada sesuatu yang paling berharga di dalam tubuh manusia maka itu adalah pikirannya. Itulah mengapa otak Einstein sampai sekarang masih disimpan oleh lembaga tertentu di Amerika.

Pikiran membuat keberadaan kita lebih baik dari pada hewan. Dengan segala penemuan teknologi yang telah dihasilkan oleh umat manusia, banyak pihak yang menjadikannya sebagai kebanggan untuk di pamerkan. Sayang, mampu berpikir aktif juga nasibnya bisa saja lebih buruk daripada hewan, mengapa demikian? Karena berpikir negatif akan mengotori seluruh kehidupan kita. Jikalau pikirannya saja sudah kotor maka terlebih lagi dengan perkataan (lisan, tulisan) dan perilaku sehari-hari. Mungkin saja sikapnya masih bisa terlihat ramah dan lembut saat dipandang oleh orang lain tetapi apakah dia tulus dalam bersikap?

Ketulusan hati adalah indikator untuk menguji pikiran. Seseorang yang hatinya tulus dalam bersikap berarti ia terbebas dari segala bentuk aktivitas berpikir negatif. Dan langkah terakhir untuk mengenali sikap yang tulus-ikhlas adalah mampu menanggung cobaan dari setiap sikap yang didiamkan, diacuhkan bahkan dibalas dengan kebencian (menunjukkan sikap yang sebaliknya) oleh orang lain. Jadi berbahagialah anda yang sampai saat ini telah melewati ujian semacam ini. Hal tersebut menandakan bahwa anda tulus dalam bersikap hari lepas hari, pertahankan itu teman!

Pikiran yang tidak terkendali adalah esensi yang sangat berbahaya di seluruh alam semesta. Bagaimana mungkin otak yang hanya sekian ribu milimeter dapat melemahkan orang lain bahkan menghancurkan lingkungan alamiah yang notabene lebih besar dari manusia itu sendiri? Ternyata hanya karena seseorang terlalu fokus kepada hawa nafsunya yang sesat dan berlebihan maka langsung saja terjebak dalam praktek yang menghalalkan segala cara untuk meraih kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Bahkan hal-hal kejam dan bodoh yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan menguasai kehidupannnya hingga keinginannya itu terwujud.

Saat seseorang berpikir liar maka otak akan menjalar kemana-mana. Menembus khayalan tentang masa depan, kuatir akan hari esok yang diramalkan terancam, galau karena takut ada orang yang lebih baik dan cemas karena merasa hari esok berlangsung buruk. Sadarilah bahwa terlalu fokus kepada masa depan hanya akan menambahkan kekuatiran di dalam hati. Padahal inilah yang hati semakin susah sehingga hidup lebih rumit. Oleh karena itu segera hentikan aktivitas ini lalu fokuslah untuk memuliakan Tuhan di dalam hati niscaya pahalanya didapat di bumi dan di sorga.

Begitu pikiran terlalu banyak membahas masalah-masalah yang terus terjadi hari lepas hari, suasana hati menjadi tidak senang. Otak menjadi kasak-kusuk karena susah rasanya kehidupan ini. Keceriaan yang dahulu pernah ada, kini tiada menyisakan apa-apa. Bahkan untuk tersenyum saja sudah tidak mampu lagi. Malahan bibir dipenuhi oleh sungut-sungut. Mengadu sana-sini, menyalahkan orang sana-sini bahkan Tuhan juga ikut dinistakan oleh tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan. Karena itu, segera hentikan semua kemelut di dalam hati lalu fokuskan pikiran untuk memuji Tuhan di segala waktu. Manfaatkan musik-musik populer (lagu pop & rock) untuk melatar belakangi nyanyian tersebut sehingga sesuai dengan alunan musik yang keluar dari dalam hati anda.

Sudah jelaslah bahwa pikiran manusia tidak bisa dikendalikan oleh apapun juga. Terbukti saat sesuatu terjadi maka ada-ada saja praduga tak bersalah yang muncul ke permukaan. Memang dalam beberapa situasi seseorang cenderung memilih untuk menikmati hidup untuk mengekang dan melumatkan pikirannya. Namun sampai berapa lamakah kejadian ini akan berlangsung? Mampukah tubuh anda menerima asupan materi terus-menerus (misalnya makan terus, menonton maraton)? STOP! Berhenti menjadikan materi sebagai penghiburan bagi pikiran anda melainkan jadikanlah aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian sebagai rutinitas wajib di sela sela-saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Liarnya pikiran akan menggiring sikap kepada keburukan. Bahkan membuat kita beresiko tinggi lebih kejam dari binatang. Kita mereka-rekakan sesuatu dan itu membuat diri ini mengekspresikan sikap-sikap binatang. Bahkan menurut catatan Kitab Suci, manusia masih dimungkinkan untuk membunuh dalam keadaan hidup yang sudah makmur. Kain membunuh Habel adiknya setelah musim panen hanya karena hal yang sebenarnya bukan Habel yang salah melainkan dirinya sendirilah yang tidak layak di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, jaga keliaran sikap anda dengan menyaring apa yang pantas dipikirkan dan apa yang tidak boleh. Tetap fokuskan kehidpan anda pada Tuhan atau untuk melakukan pekerjaan positif atau bisa juga mengambil waktu mempelajari beberapa hal yang baik dan benar.

Pikiran manusia bisa jadi sangat menguntungkan sampai membuat dirinya sendiri bahagia, damai dan tenteram bahkan kebaikan hati akan keluar untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi Tuhan dan sesama manusia. Selama anda tidak memberikan kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang negatif maka selama itu pula sikap kita jauh dari kedagingan yang hanya memakan korban (korban perasaan, korban materi dan lainnya). Oleh karena itu, senantiasa sibukkan diri dengan berbagai-bagai hal positif misalnya membaca & mendengar firman, mempelajar sesuatu dan bekerja. Atau jika tidak ada lagi hal yang dapat dilakukan maka sibukkan pikiran dengan bernyanyi memuliakan Tuhan agar pikiran terbuka hingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Bahkan kami menyarankan aktivitas ini untuk dilakukan bersamaan dengan aktivitas lainnya sehingga anda belajar untuk menjadi multitasking.

Salam santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s