Gejolak Sosial

+7 Siklus Alam Semesta, Sistem Yang Berputar Adalah Dasar Segala Sesuatu, Kapitalisme Tamak & Tidak Terkendali Akan Mengganggu Keseimbangan Alam

Siklus Alam Semesta, Sistem Yang Berputar Adalah Dasar Segala Sesuatu, Kapitalisme Tamak & Tidak Terkendali Akan Mengganggu Keseimbangan Alam

Siklus adalah putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur; daur (KBBI Offline). Merupakan sistem yang berputar sempurna dimana setiap bagian-bagiannya saling terhubung dan mendukung satu sama lain. Sistem dalam hal ini terdiri dari beberapa kompartemen dimana setiap bagian tersusun atas komponen tertentu. Sedang setiap komponen yang ada tersusun atas beberapa komponen yang lebih kecil lainnya. Pada dasarnya setiap bagian yang terdapat dalam sebuah sistem memiliki kemiripan dan perbedaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas.

Sistem yang berputar merujuk kepada sebuah hubungan timbal balik antara satu komponen dengan komponen lainnya yang saling bertautan satu sama lain. Bagian yang satu membutuhkan bagian yang lain sedang bagian yang lain juga membutuhkan bagian yang satu. Hubungan timbal balik ini terus berlanjut dari tahun ke tahun tanpa sebuah akhir. Sebab masing-masing menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan oleh yang lainnya sehingga tidak ada yang dirugikan sampai kandas (habis-punah). Memang bagian yang satu menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan bagian yang lain. Sedang bagian inipun turut menghasilkan sesuatu yang dapat dikonsumsi untuk kebutuhan pihak yang lainnya.

Perputaran ini layaknya siklus dalam rantai makanan

Siklus yang sempurna dimana masing-masing bagian saling menguntungkan dan saling mengendalikan

Di dalam sebuah siklus terdapat produsen yang berfungsi untuk menghasilkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh bagian-bagian didalamnya. Semua produk akan dikonsumsi oleh konsumen pertama. Lalu konsumen pertama inipun akan dikonsumsi oleh konsumen ke dua. Pula konsumen ke dua ini akan dikonsumsi oleh konsumen ketiga demikian selanjutnya untuk konsumen tingkat tinggi lainnya. Sedang semua konsumen tersebut menghasilkan kotoran yang dimanfaatkan oleh produsen sebagai bahan dasar/ bahan baku untuk membuat/ menyusun ulang produknya. Demikianlah selanjutnya siklus ini akan berjalan terus selamanya. Contoh dari sistem semacam ini adalah dalam rantai makanan dimana tumbuhan adalah produsen dan binatang juga manusia adalah konsumen.

Perputaran ini seperti dalam siklus energi

 

Perputara energi di alam semesta - Siklus yang sempurna dimana masing-masing bagian saling menguntungkan dan saling mengendalikan

Sistem yang senantiasa berputar juga dapat digambarkan pula dalam tingkatan energi yang diperoleh. Terdapat satu produsen yang membawa diri untuk mengubah semua bahan mentah menjadi produk. Kemudian konsumen pertama akan mengkonsumsi produk sebagai bahan makanan. Sedang konsumen kedua akan mengkonsumsi konsumen pertama untuk menghasilkan energi dalam aktivitas sehari-hari. Kemudian konsumen ketiga akan mengkonsumsi produk, konsumen pertama dan kedua sebagai bahan panganan. Semua konsumen ini akan menggunakan/ memecahkan/ mencerna bahan makanan yang diperoleh untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Sedang sisa-sisanya akan di buang sebagai sampah alias kotoran ke lingkungan. Kemudian bahan-bahan ini akan dicerna menjadi lebih sederhana lagi. Semua bahan yang sudah sampai dalam tahapan yang sangat sederhana akan kembali digunakan oleh produsen untuk membuat bahan yang lebih berguna. Ini sama halnya dengan siklus bahan pangan dan energi di bumi.

Masing-masing bagian berbeda tetapi berasal dari sumber yang sama hanya informasi genetiknya berbeda

Alam semesta mampu mengatur setiap bagian agar tetap aktif untuk mengendalikan bagian lainnya. Masing-masing dikendalikan dalam insting sebagai nilai default karena masing-masing berasal dari sumber yang sama. Jika itu di bumi maka setiap habitat dan organisme berasal dari satu sumber yang sama, yaitu bahan anorganik (debu, tanah, garam). Perbedaan bentuk dan fungsi timbul berdasarkan sebuah pengkodean yang dilakukan dari awal oleh suatu ikatan peptida yang diturunkan dari generasi ke generasi, yaitu DNA. Inilah informasi genetik yang dikodekan oleh kromosom yang terdapat di dalam setiap intisel selama proses mitosis/ meiosis.

Bila kita ambil contoh dalam siklus rantai makanan maka dapat diamati dengan seksama bahwa masing-masing komponen akan saling mengendalikan. Seolah tanaman sudah ditakdirkan hanya untuk menghasilkan zat hijau organik setiap saat. Demikian juga dengan herbivora seperti sudah diprogram untuk hanya memakan rumput dan buah saja. Begitu jugalah dengan karnivora, seolah ada yang memerintahkan kepada mereka untuk hanya menjadi seorang yang kejam, membunuh dan memakan daging dari binatang lainnya. Justru dari perbedaan inilah setiap pihak, kekurangannya (lebih tepatnya kebutuhannya) dipenuhi oleh pihak yang lainnya. Sedangkan untuk setiap kelebihan, hukumnya adalah pertengkaran, perkelahian, pembunuhan dan saling makan (kanibalisme) jikalau karnivora semakin banyak jumlahnya.

Kunci yang menjelaskan segala sesuatu di alam semesta adalah siklus yang seimbang (The Theory of everything’s)

Pada hakikatnya sistem yang berputar adalah seimbang. Hubungan yang terjadi antara satu kompartemen dengan kompartemen lainnya selalu terjalin dengan baik sekalipun hal tersebut bersifat merugikan pihak lainnya. Untuk itulah alam semesta mendukung kehidupan produsen lebih banyak daripada konsumen. Ini dilakukan agar kebutuhan masing-masing pihak (pemakan daging) terpenuhi. Hanya saja jumlah mangsa selalu lebih banyak dibendingkan dengan pemangsa. Inilah salah satu cara alam untuk menciptakan hubungan timbal-balik yang seimbang. Tanpa keseimbangan maka bisa dipastikan bahwa saat itu jugalah bagian yang satu dikorbankan untuk bagian lainnya. Jika suatu bagian dalam kekuatan tertentu menyimpang dari yang seharusnya maka bagian lain yang lebih kuat akan menetralisir dan menghentikan tindakan mereka. Terciptanya siklus yang seimbang menjadi kunci dari segala sesuatu di alam semesta (The Theory of everything’s).

Pada hakikatnya sistem yang berputar adalah sempurna.

Manusia dengan segala kecerdasannya, sampai saat ini belum mampu menunjukkan penciptaan siklus perputaran yang sempurna. Artinya, manusia cenderung memanen tetapi tidak pernah mengembalikan apa yang pernah diambilnya dan malahan terus menimbunnya untuk diri sendiri. Seperti layaknya sistem kapitalisme dimana para pemilik modal terus saja menggembung dan membesar sedang rakyat tetap miskin malah semakin melarat. Sistem yang diciptakan Tuhan sudah sempurna adanya, layaknya dalam dunia hewan dimana jumlah herbivora tidak pernah melebihi jumlah rumput sebab keberadaan mereka dikendalikan oleh karnivora. Sedang para pemakan daging saling mengendalikan dengan sifat kanibalisme, yaitu saat jumlah karnivora mulai melebihi maka mereka akan saling berkelahi/ berantam bahkan membunuh satu sama lain untuk memperoleh makanan.

Jelaslah sekarang bahwa tidak mungkin sistem yang sempurna seperti saat ini ada dan sedang berlangsung, terjadi begitu saja. sebab dalam logika berpikir yang demikian maka APA YANG BERAWAL SECARA KEBETULAN PASTILAH JUGA AKAN BERAKHIR SECARA KEBETULAN: ini adalah hukum keseimbangan alam. Sedangkan bumi ini akan terus berputar-putar dari dulu sekarang bahkan sampai beberapa miliar dan triliun tahun ke depan (jika Tuhan mau demikian). Sebab dari awal sistem yang sudah ada sempurna adanya: saling menguntungkan dan saling mengendalikan. Setiap kekuatan yang berlebih akan dikendalikan oleh kekuatan lain sehingga terciptalah keseimbangan alam. Jadi semua yang ada saat ini sudah berputar secara sempurna dan hal tersebut akan terus berlangsung sampai kapanpun.

Sebuah siklus tidak terjadi begitu saja – Siapa yang menciptakan siklus yang sempurna itu?

Siapakah Yang Menciptakan Alam Semesta Yang Seimbang Dan Sempurna

Jika dunia ini tidak dilahirkan dalam sistem yang berputar maka dapat dipastikan bahwa segala sesuatu pastilah ada akhirnya. Kiamat akan datang dalam beberapa juta atau miliaran tahun lagi seperti yang diyakini oleh orang-orang atheis (penganut teori kosmologi) sebab mereka melogikakan fase penciptaan terjadi begitu saja. Jikalau penciptaan terjadi secara kebetulan maka pastilah ada awal dimana segala sesuatu bermula. Demikian sebaliknya, semuanya itu seharusnya bisa ditentukan kapan akan berakhir. Artinya, “apa yang berawal secara kebetulan pastilah akan berakhir secara kebetulan.” Padahal alam semesta sudah berada dalam posisi seimbang dan selaras satu sama lain. Dimana ketika suatu sistem berlebihan maka sistem yang lain pastilah akan mengendalikan dan menekannya. Sedang setiap sistem yang ada tidak mengenal penurunan sebab masing-masing memiliki kemampuan berkembang biak yang membuatnya mustahil berkurang kecuali oleh intervensi oleh makhluk yang lebih cerdas, misalnya manusia.

Inilah sebenarnya yang menjadi pertanyaan besar dari umat manusia, terutama penganut teori kosmologi yang meramalkan awal yang kebetulan. Ketahuilah bahwa sistem yang berputar tidak terjadi begitu saja. Bahkan secerdas-cerdasnya manusia, masih belum mampu menerapkan sistem semacam ini. Justru kita ditawan oleh sistem kapitalisme dimana satu-dua orang akan semakin gembung dan kaya-raya. Dimana segelintir orang bertambah-tambah terus harta bendanya sehingga tinggi potensinya untuk merusak lingkungan alamiah lewat pemakaian sumber daya dan energi yang berlebihan. Justru kitalah yang menghancurkan perputaran sistem yang sudah sempurna ini lewat ketamakan yang ada dalam hati masing-masing.

Logiknya adalah ada sebuah sistem yang terus berputar dari tahun ke tahun, dari abad ke abad dan dari zaman ke zaman. Perputarannya sudah sempurna layaknya lingkaran yang tidak memiliki ujung dan pangkal. Lalu pertanyaannya adalah siapakah yang mempersiapkan semuanya itu? Siapa yang membuat komponen yang satu ketergantungan dengan komponen yang lain? Atau siapakah yang menciptakan bagian yang satu untuk mengendalikan bagian yang lainnya? Ternyata semuanya ini telah dijawab oleh Kitab Suci, seperti firman-Nya yang berkata.

(Wahyu 21:6) Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi!

Ternyata Tuhanlah yang mengawali semuanya ini. Dimana dialah yang dari awal merancangkannya. Semua telah diciptakan sempurna adanya dimana masing-masing bagian saling ketergantungan dan mengendalikan satu sama lain. Ini tertulis jelas dalam masa-masa penciptaann, seperti tertulis dalam kitab Kejadian.

Kejadian 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Suatu saat ada waktu dimana Tuhan kelak akan memutuskan mata rantai perputaran yang sudah seimbang dan sempurna ini. Kalau bukan Dia yang memutuskan/ mematahkan/ mengakhirinya, siapa lagi? Jika waktunya sudah tiba maka Dia sendirilah yang akan menghentikan perputaran sistem yang dari awal telah dibuatnya sempurna itu. Siapa lagikah yang dapat menghentikan perputaran sistem alam semesta yang luas ini, jika bukan Tuhan yang maha sempurna dari segala sesuatunya? Tidak seperti orang yang menganut teori kosmologi yang telah menentukan sampai berapa miliar Tahun lagi alam semesta ini akan bertahan. Hari akhir/ kiamat yang besar yaitu hari akhir yang telah ditentukan untuk menghentikan pergerakan siklus alam semesta tidak diketahui oleh seorangpun, itu adalah rahasia Tuhan. Seperti firman-Nya yang berkata.

(Matius 24:33-36) Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Manusia adalah pengganggu sistem yang sempurna di alam semesta yang suatu saat akan dinetralisir

Alam semesta dan semua hal yang ada dibawah kaki langit sudah sempurna adanya dijadikan Tuhan. Sayang ada satu makhluk yang tidak patuh dalam aturan keseimbangan yang ditetapkan-Nya, itulah kita-manusia. KETAMAKAN telah menguasai kehidupan umat manusia. Mengubah alam semesta atau lebih tepatnya lingkungan yang ada disekelilingnya menjadi sesuai dengan akal pikirannya yang mengutamakan kemewahan, kemegahan, kenyamanan dan kenikmatan duniawi. Menciptakan rumah-rumah mewah, gedung-gedung berkapasitas tinggi yang menjulang kelangit, mesin-mesin berteknologi canggih dan dengan semena-mena MERUSAK ALAM SEKITARNYA yang hijau dan rimbun. Akal pikiran kita telah dikuasai oleh KESERAKAHAN AKAN UANG yang menginginkan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang berlebihan dan TIDAK PERNAH MERASA CUKUP. Terus saja menimbun entah untuk siapa lalu dengan semena-mena merusak hutan: pohon & hewan didalamnya bahkan sesamanya sendiripun akan disingkirkan (dibunuh secara masif, perlahan-lahan). Semuanya itu untuk apa? Bukankah dia menginginkan kekuasaan yang tertinggi itu?

Baiklah kita, umat manusia mulai saat ini berhati-hati dalam mengeksplorasi sumber daya alam yang tersedia. Janganlah berpikir bahwa KITA SUDAH HEBAT dengan segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai. Pikirmukah semuanya itu bisa menyelamatkan anda dari bencana alam yang akan datang? Sadarilah bahwa alam semesta diciptakan seimbang namun saat salah satu pihak mengganggu keseimbangan. Niscaya, kekuatan yang lebih besar akan menetralisir dan memusnahkannya dari bumi ini (bencana alam: gelombang panas, banjir, tanah longsor, badai, krisis energi, peperangan, gempa bumi, hujan meteori dan lainnya). Jadi segeralah bertobat dari sifat-sifat yang serakah itu sebab hal tersebut sama saja dengan menggali kuburan untuk diri sendiri, untuk keluarga kita dan untuk keturunan kita yang berikutnya.

Sudah saatnya kita mulai peduli dengan keseimbangan alam sekitar. Berhenti hidup bermewah-mewahan secara berlebihan, hentikan penggunaan teknologi yang lebay, hentikan budaya konsumtif yang tidak berujung dan usahakanlah kesetaraan bagi seluruh masyarakat. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang menumpuk sumber daya dan energi demi kepentingan pribadi dan kelompok. Selama para kapitalis berkuasa maka selama itu juga pemborosan sumber daya-energi dan kerusakan lingkungan akan terus berlangsung tidak terkontrol hingga bencana alam kelak tak terhindarkan lagi. Sayang, belum semua orang mendengarkan pesan ini sehingga eksploitasi sumber daya dan energi yang tidak terkendali masih berlangsung sampai sekarang.

Sistem ekonomi sosialisme memungkinkan pemantauan pengelolaan sumber daya dan energi secara terkendali seluruhnya. Sebab dalam seni sosialis masyarakat dipersatukan oleh suatu organisasi terbesar yang disebut sebagai negara. Sehingga organisasi negara inilah yang akan mengendalikan perputaran sumber daya dan energi tetap pada batas-batas kewajaran. Tanpa kesetaraan (kapitalis) maka masing-masing orang yang merasa dirinya kuat dan cerdas akan diperbudak oleh iri hati dan kesombongan untuk saling berlomba merusak lingkungan. Justru orang-orang tersebut tidak merasa telah mencemari lingkungan sebab mereka menjadikan uang sebagai indikator kemakmuran yang katanya telah menambah lapangan kerja dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Padahal semuanya itu omong kosong karena ketergantungan yang tinggi terhadap mesin yang melindungi manusia selama ini  dari bencana alam (gelombang panas, banjir, badai, tanah longsor, gempa, kelaparan dan lainnya) mempercepat habisnya energi (BBM – brown energy). Akibatnya peperangan untuk memperebutkan energi dan sumber daya yang tersisa akan terjadi di masa depan. Itukah yang kita inginkan?

Macam-macam siklus di alam semesta

Konsep utama dari alam semesta adalah sistem yang berputar. Sistem yang begitu besar ini masih dapat di pisahkan ke dalam sub sistem yang lebih kecil. Bagian-bagian ini pada dasarnya bekerja sama untuk membuat sistem utama terus bergerak. Ini terus terjadi dari tahun ke tahun tanpa ada yang mampu menghentikannya. Jikalau ada satu bagian yang mencoba untuk keluar dari aturan maka bagian lainnya yang lebih besar akan menekan dan menetralisir kelebihan tersebut sehingga keseimbangannya tetap terjaga dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa contoh siklus yang ada di alam semesta.

  1. Siklus kehidupan.

    Setiap yang lahir pasti akan mati. Ini adalah kenyataan bahwa manusia hidup dan berkembang biak dengan mengkonsumsi debu, tanah dan garam yang telah dioleh terlebih dahulu oleh tumbuhan dan hewan. Pada waktunya nanti setiap manusia akan meninggal, tubuhnya akan membusuk lalu kembali menjadi debu, tanah dan garam.

    Seharusnya manusia tidak lagi memiliki makam untuk tempatnya tidur sampai hari penghakiman. Sebab JASAD TANPA JIWA SAMA SEPERTI BANGKAI DI LUAR SANA. Oleh karena itu acara penguburan seseorang seharusnya sederhana dan seluruh orang yang meninggal tidak masalah jikalau jasadnya dibuat dalam satu lobang untuk menghemat tempat. Harap dipahami bahwa tidak ada hukum di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa satu orang wajib memiliki satu makam. Lebih tepatnya, TIDAK ADA HUKUM DALAM KITAB SUCI YANG MENGATUR TENTANG MERAWAT BANGKAI. Tanah akan kembali menjadi tanah sedang jiwanya akan kembali kepada Allah.

    • Kehidupan Manusia.

      Siklus Kehidupan Manusia (Siklus Hidup Kita)Manusia berputar-putar dalam kehidupannya dan letaknya disitu-situ saja. Jadi bagi setiap yang merasa bosan dalam hidup ini merupakan orang yang tidak tahu dan tidak cerdas pengetahuannya. Sebab sejauh apapun kaki melangkah, sekaya apapun kita dan sehebat apapun potensi yang kita miliki semua itu akan menjadi debu. Setiap yang hidup akan mati dan setiap tubuh yang hidup (organik) suatu saat akan menjadi tanah (anorganik).

    • Kehidupan hewan.

      Siklus Kehidupan Hewan - Siklus Hidup Binatang Karnivora Dan HerbivoraBinatang sebesar apapun ukurannya dan sebuas apapun perilakunya tidak akan bertahan lebih lama dari manusia. Semuanya pasti akan mati sehingga kembali menjadi debu tanah yang diinjak-injak oleh kaki ini. Baik hewan pemakan tumbuhan akan menemui nasibnya di tangan pemangsa (binatang karnivora dan manusia omnivora). Jadi tidak ada hewan peliaharaan yang benar-benar menemani anda seumur hidup.

    • Kehidupan tumbuhan.

      Siklus Hidup Tumbuhan Berbiji (Tanaman Tingkat Tinggi)Pepohonan adalah makhluk hidup tingkat tinggi yang paling panjang umur. Mereka bisa hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya tetapi pada akhirnya pasti akan mati juga. Manfaat pepohonan sebagai pelindung sebab merekalah sumber atmosfer gratis yang memproteksi kita sinar matahari langsung yang sangat-sangat panas.

    • Metamorfosis serangga.

      Siklus Hidup Metamorfosis Kupu-KupuAda dua jenis metamorfosis, yaitu sempurna dan yang tidak sempurna. Metamorfosis tidak sempurna menunjukkan perubahan fisik serangga yang tidak signifikan. Artinya, bentuk fisiknya dalam setiap tahapan kehidupan hampir-hampir sama dengan dewasa dan hanya berbeda dalam hal ukuran. Tetapi metamorfosis sempurna menunjukkan perubahan fisik yang kentara. Artinya, bentuk serangga berbeda-beda dalam setiap tahapan (siklus – proses) kehidupannya.

  2. Siklus energi.

    Energi berasal dari matahari dan akan kembali ke matahari. Tumbuhan akan mengubahnya menjadi karbohidrat, protein dan lemak. Hewan akan memakan tanaman tersebut sebagai sumber energinya. Lalu manusia akan mengkonsumsi tumbuhan dan hewan menurut kebutuhannya. Sedangkan saat tumbuhan, hewan dan manusia mati maka mikroorganisme akan membusukkannya lalu energi yang ada bersamanya akan kembali menguap menuju matahari. Tumbuhan hijau juga diketahui menghasilkan oksigen, gas yang mudah terbakar untuk kemudian menjadi ozon dan sebagian besar akan kembali ke matahari. Demikian juga dengan kotoran hewan dan manusia yang akan dimineralisasi dengan bantuan garam sehingga dihasilkan gas yang akan kembali ke matahari. Beberapa orang meyakini bahwa kesemuanya gas ini adalah gas metana, oksigen, hidrogen dan gas-gas yang mudah terbakar lainnya (bukankah hampir semua gas murni dapat terbakar?). Semua gas yang mudah terbakar itu akan terbang menuju luar angkasa untuk mencapai matahari sebagai sumber energi. Simak juga, Perputaran energi di alam semesta.

  3. Siklus garam.

    Semua benda berasal dari garam dan akan kembali menjadi garam. Senyawa ini dibutuhkan oleh semua jenis makhluk hidup untuk menyusun bagian-bagian tubuhnya dan membuatnya tetap sehat seumur hidup. Garam akan diubah menjadi berbagai bagai senyawa campuran, baik melalui proses alami dalam tubuh organisme maupun melalui proses kimiawi di pabrik industri kimiawi. Semuanya akan disusun menurut kebutuhan masing-masing hingga mencapai tujuaan tertentu (tujuan penciptaan). Lalu pada akhirnya setiap bagian-bagiannya akan mati dan dibuang agar kembali dimineralisasi oleh lingkungan menjadi garam dapur.

  4. Siklus air (hidrologi).

    Air laut dan permukaan lainnya di atas bumi akan menguap ke atas bersama udara seiring dengan pemanasan oleh sinar matahari. Uap air tersebut akan mengalami proses mengembun (gas menjadi cair) atau proses pengkristalan (gas menjadi butiran es). Dalam waktu yang cukup lama akan terjadi penumpukan berbagai macam molekul air di atas awan yang membuatnya semakin berat. Kemudian akan terjadi kondensasi yang membawa turun air hujan hingga mencapai permukaan tanah yang familiar dengan sebutan air hujan. Lalu air hujan ini akan menyerap di dalam pori-pori tanah untuk keluar melalui mata air yang menuju ke sungai hingga akhirnya sampai ke laut. Bisa juga air ini akan mengalir di permukaan tanah berkumpul di selokan/ got menuju ke sungai lalu berakhir di muara yang menghadap lautan. Demikianlah air melakukan perjalanan panjang meninggalkan lautan dan akan kembali lagi kelak ke tempat yang sama, yaitu lautan nan biru.

  5. Siklus Tanah.

    Semua tanah dengan bantuan garam akan diserap oleh tumbuhan untuk diubah menjadi protein, lemak, karbohidrat dan bahan organik lainnya. Buah dan daun tumbuhan akan dikonsumsi oleh hewan sebagai sumber energi untuk menumbuhkan, membangun dan menggerakkan kehidupannya. Sedang manusia sendiri akan mengkonsumsi buah, sayur dan daging seadanya untuk dijadikan sebagai bahan pangan mendukung faktor pertumbuhan dan aktivitas hari lepas hari. Sedangkan ketika tumbuhan, hewan dan manusia meninggal (kadaluarsa) maka jasadnya akan di demineralisasi oleh mikroorganisme untuk kembali menjadi tanah.

  6. Siklus udara (oksigen).

    Oksigen dibutuhkan oleh manusia dan hewan selama proses respirasi. Kita akan menjadikan O2 sebagai salah satu pendukung pembakaran makanan di dalam tubuh manusia sedangkan gas CO2 akan dikeluarkan sebagai salah satu hasil metabolisme. Tumbuhan membutuhkan gas CO2 untuk menyusun makanan sembari menghasilkan gas O2 yang menyegarkan. Jadi terjadi simbiosis mutualisme antara manusia, hewan dan tumbuhan. Dimana masing-masing pihak membutuhkan apa yang diproduksi oleh pihak lain. Sedang sesuatu yang dianggap sebagai kotoran oleh pihak tertentu akan dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membuat sesuatu yang lebih berfaedah bagi kehidupan masing-masing.

  7. Siklus rantai makanan.

    Tumbuhan hijau akan mengkonsumsi udara kotor, debu, tanah dan garam untuk dijadikan sebagai bahan pangan penunjang kehidupan. Sedangkan hewan herbivora akan mengkonsumsi tumbuhan hijau sebagai sumber energi dan menunjang aktivitasnya sehari-hari. Lalu datanglah karnivora yang akan mengkonsumsi hewan herbivora tersebut sehingga jumlahnya tatap terkontrol. Manusia sendiri dapat mengkonsumsi berbagai-bagai makhluk lainnya menurut kehendak hatinya. Ingatlah bahwa sikap serakah terhadap bahan pangan akan membawa dampak buruk, yaitu pemborosan dan mahalnya harga (biaya-budget/ barang) yang harus dikeluarkan.

  8. Perputaran bumi terhadap matahari dan lain sebagainya menurut pengalaman masing-masing. Silahkan temukan sendiri teman!

Alam semesta telah diciptakan teratur dari zaman ke zaman dan dari peradaban yang satu kepada peradaban berikutnya. Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa SEGALA SESUATU DI ALAM SEMESTA BERLANGSUNG SEPERTI SIKLUS YANG BERPUTAR SEIMBANG DAN SEMPURNA. Kita adalah bagian terpenting dari sistem yag terus berputar tersebut. Sayang, keserakahan telah membutakan mata hati beberapa orang dari manusia. Mereka menginginkan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang lebay kemudian dengan semena-mena menata ulang kehidupan alamiah yang telah diciptakan Tuhan sempurna adanya. Pada akhirnya, setiap manusia yang tamak akan membayar lunas akibat dari degradasi lingkungan yang terjadi dengan nyawanya atau nyawa anak-anaknya atau nyawa keturunannya yang kemudian. Oleh karena itu akhiri kapitalisme yang tidak terkendali dan tamak lalu tegakkan kesetaraan untuk mempersatukan segenap kekuatan di bawah kekuasaan negara sebagai kapitalis tunggal.

Salam socialis is the best!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.