Gejolak Sosial

8 Alasan Alam Semesta Tidak Berawal & Tidak Berakhir, Segala Sesuatu Tidak Terjadi Secara Kebetulan


Alasan Alam Semesta Tidak Berawal & Tidak Berakhir, Segala Sesuatu Tidak Terjadi Secara Kebetulan

Alam semesta adalah (1) segala yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan); (2) lingkungan kehidupan; (3) segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan (golongan dan sebagainya) dan dianggap sebagai satu keutuhan; (4) segala daya (gaya, kekuatan, dan sebagainya) yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini; (5) yang bukan buatan manusia; (6) dunia; (7) kerajaan; daerah; negeri (KBBI Offline). Merupakan tatanan yang luas dan tanpa batas yang tak terukur oleh nalar manusia.

Ada banyak spekulasi yang muncul tentang segala sesuatu yang ada di balik jagad raya. Salah satu dari beberapa hal yang paling menerik menurut kami adalah teori tentang terbentuknya alam semesta yang dianggap terjadi secara kebetulan lewat ledakan dahsyat/ dentuman besar (big bang theory). Ini adalah sebuah fakta yang sangat ambigu sebab dimana ada ledakan maka disanalah ada instabilitas. Sedang faktanya sekarang adalah alam semesta, lebih tepatnya galaksi bimasakti sangat stabil setelah ribuan tahun sejarah hidup umat manusia. Ini juga dibuktikan dengan susunan bintang-bintang yang tidak saling bereaksi, bertabrakan atau meledak.

Kami melihat para ilmuan kosmologi sudah mengarahkan teorinya kepada hal-hal yang berbau fiksi yang diilmiahkan. Ini jelas fiksi sebab mereka membahas kejadian tentang masa lalu entah berantah yang katanya beberapa miliar tahun yang lalu. Seandainya dari salah seorang peneliti tersebut ada dikala itu berarti ini termasuk dalam sains. Ada baiknya teori tentang alam semesta yang luas ini dijadikan sebagai dongeng sebelum tidur atau dijadikan film lalu dilepaskan dari ranah sains. Sebab manusia dengan segala kecanggihan teknologinya masih belum bisa keluar dari bumi ini atau lebih tepatnya belum dapat keluar dari medan elektromagnetik bumi.

Tidak mungkin ada teropong yang dapat mencitrakan galaksi lain yang bahkan berkas cahayanya tidak sampai ke bumi karena jarak sangat jauh

Cerita yang tersebar diinternet sudah mulai aneh. Ada yang mengatakan bahwa terdapat teropong bintang super besar yang dapat memvisualkan jarak yang sangat jauh. Ini adalah salah besar, sebab jarak yang sangat jauh akan membuat berkas cahaya menghilang sehingga saat menggunakan teropong tercanggih sekalipun, adalah mustahil dapat melihat sesuatu karena tidak ada berkas cahaya yang sampai ke bumi. Pernahkah anda memiliki senter? Coba nyalakan senter tersebut dari tempat yang sangat-sangat jauh (di atas satu atau dua kilometer) lurus ke depan. Pastilah cahayanya tidak kelihatan lagi terkecuali jika kita menggunakan senter dengan daya dan ukuran yang sangat besar.

Lagipula dalam hitung-hitungan logika menggunakan teropong adalah mustahil dapat ditentukan berapa jarak antara bumi dengan sebuah bintang atau planet lain, mengapa demikian? Sebab ukuran bola pigpong akan semakin besar saat dekat sedangkan saat semakin jauh ukurannya semakin kecil. Masalahnya sekarang adalah siapa yang dapat mengetahui seberapa besar dan seberapa jauh benda tersebut? Sebab rumah-rumah yang kita lihat dari jauh juga ukurannya seperti bola pingpong. Bahkan kami sendiripun meragukan berapa jarak pasti antara bulan dan bumi dan berapa pula ukurannya. Sebab tidak ada orang yang pernah kesana dan tidak ada orang yang pernah mengukur diameternya. Jadi bisa kami simpulkan bahwa KOSMOLOGI ADALAH ILMU BUTA!

Mustahil ada satelit yang dapat keluar dari sabuk elektromagnetik bumi

Demikian juga dengan keberadaan satelit yang dapat keluar dari medan elektromagnetik bumi adalah mustahil. Sebab kekuatan elektromagentik inilah yang membuat bumi tidak terus mendekat hingga hangus terbakar oleh panasnya matahari. Jika suatu benda yang notabene sangat kecil dengan medan energi yang juga kecil keluar dari medan elektromagnetik bumi maka tepat saat itu jugalah ia ditarik oleh medan elektromagnetik matahari. Jika benda tersebut tidak mampu melawan maka ia akan tersedot memasuki matahari.

Hitung-hitungannya begini, bumi yang sangat besar diameternya (12,742 km) diseret (dipaksa) untuk berevolusi mengelilingi matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam. Kemudian kita ketahui ada pesawat ulang alik/ pesawat antariksa yang ukurannya sangat kecil dibanding besar bumi bahkan kecepatan terbangnya saja hanya 28.000 Km/Jam. Bukankah pesawat ini akan terhempas keluar ditarik oleh medan elektromagnetik matahari dikarenakan ukuran dan kecepatan yang sangat kecil? Jadi mustahil ada pesawat luar angkasa yang dapat sampai ke bulan, planet lain apalagi galaksi lain.

Kecil dan besar, ukuran berbeda tetapi prinsip kerja sama

Manusia dengan segala kecerdasannya mencoba mengertikan sesuatu yang lebih besar dibandingkan dengan dirinya sendiri bahkan lebih besar dibandingkan dengan dunia tempat dia hidup selama ini. Sesungguhnya jikalau kita mau mempelajari sesuatu yang lebih besar maka bukankah kita sebaiknya mengarahkan pandangan pada yang kecil-kecil? Sebab segala sesuatu di alam semesta terhubung satu sama lain. Hal-hal kecil mengawali hal besar; sesuatu yang sederhana mencerminkan yang besar; yang kecil-kecil menjelaskan peristiwa besar.

Hiduplah dalam kebenaran maka kebenaran akan menuntunmu pada sesuatu yang selama ini dicari-cari

Bagaimana mungkin kita mampu mengerti tentang alam semesta yang begitu luas ini sedangkan hal-hal yang sederhana di sekitar kita masih kacau balau. Mustahil Tuhan memberikan pengertian kepada seseorang/ sekumpulan orang yang dikuasai oleh hawa nafsu akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi (uang, pujian, popularitas). Sebelum mengetahui silsilah dunia ini, adalah lebih baik jika kita membersihkan hati dari segala yang jahat. Karena Sang Perancang segala sesuatu adalah kebenaran itu sendiri. Jadi jikalau hendak mengetahui rahasia kebenaran maka hidupilah hal-hal yang benar tersebut dalam segala waktu yang dilalui.

Informasi syarat dengan konspirasi demi gemerlapan duniawi

Kita harus menyadari bahwa dunia ini penuh dengan konspirasi disana-sini. Ini bukanlah sesuatu yang biasa melainkan sesuatu yang luar biasa karena sangat rapi dan tersistem namun tujuannya bersifat manipulasi untuk menyembunyikan kebenaran secantik mungkin. Tujuan orang-orang ini tidak lain dan tidak bukan, yakni demi penguasaan materi di seluruh wilayah. Bila disederhanakan lagi maka semuanya itu demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang fana/ hina/ sesaat saja. Pada akhirnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibangga-banggakan akan menghancurkan manusia itu sendiri.

Konspirasi luar angkasa dan alam semesta

Kami sendiri masih ragu dengan pemaparan para ahli yang hingga saat ini berusaha menjelaskan tentang sesuatu yang ada di luar sana (di belakang langit biru – di balik atmosfer). Sebab banyak informasi yang menyimpang dari kaidah-kaidah kebenaran dimana cenderung tidak masuk akal jika dilogikakan. Misalnya saja, kunjungan pesawat luar angkasa ke bulan atau planet lain, mustahil dapat dilakukan – mengapa? Membutuhkan energi yang sangat besar untuk sampai ke bulan yang jaraknya sangat jauh. Lagipula, bagaimana pesawat tersebut bisa melawan gravitasi matahari yang berusaha menariknya begitu lepas dari medan magnet bumi?

Jarak bumi ke bulan, jauhnya 384,400 km sedangkan keliling bumi 40,075 km. Waktu yang kita butuhkan untuk mengelilingi bumi dengan pesawat jet boeing 747 adalah 44 jam nonstop dengan kecepatan 988 km/jam. Sedangkan jarak bumi ke bulan jauh amat, bila dihitung secara kasar kira-kira sembilan kali keliling bumi. Jadi bisa dikatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke bulan dengan kecepatan terbang 988 km/ jam adalah (44 x 9) selama 396 jam atau sekitar 16 ½ hari. Coba bayangkan berapa tangki bahan bakar dibutuhkan selama 16,5 hari nonstop untuk sampai ke bulan? Dimana hal tersebut murni 100% melawan gravitasi sedang perjalanan pesawat hanya di awal dan akhir penerbangannya saja kebutuhan bahan bakar tinggi.

Terus fenomena yang paling aneh adalah saat meteor jatuh ke bumi. Adalah mustahil gerakan meteor di alam semesta menjadi tidak beraturan. Jika suatu meteor terlepas dari medan magnet planet tertentu maka benda asing tersebut akan mengelilingi matahari. Bahkan jika medan magnet meteor tersebut tidak sanggup melawan medan magnet matahari maka benda asing tersebut akan tertarik masuk menuju matahari hingga terbakar habis. Jadi kejadian meteor jatuh di atas bumi adalah murni perbuatan gaib (kekuatan spiritual) di luar logika manusia. Sebab sehebat-hebatnya suatu benda angkasa mustahil dapat bertahan di luar sana bila ia tidak mampu melawan dan mengimbangi kekuatan tarikan matahari.

Faktor penyebab alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir

Para penganut teori kosmologi benar-benar mengarahkan logika manusia pada hal-hal yang berbau tahayul. Dahulu kala kita mengenal dukun yang menyampaikan mitos-mitos mistis kepada masyarakat dimana ternyata semua itu adalah omong kosong. Tetapi jaman sekarang kita mengenal ilmuan kosmologi yang menyampaikan hal-hal yang berbau mistis tetapi disajikan dalam ranah sains. Oleh karena itu, ilmu semacam ini sebaiknya tidak dipelajari lebih dalam sebab mengarah pada ilmu perdukunan dengan teori nyeleneh dan tidak masuk akal.

Kami lebih mendukung kenyataan bahwa alam semesta telah berada dalam keadaan yang statis dan stabil adanya dari dulu, sekarang dan sampai kapanpun. Ini disebut dengan teori keadaan tetap (The steady state theory). Berikut ini beberapa alasan mengapa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir dimana semuanya itu sangat stabil, seimbang dan sempurna.

  1. Energi tidak lahir dan hilang secara tiba-tiba, hanya saja berubah.

    Ini adalah hukum kekekalan energi. Tidak ada yang bisa menghilangkan suatu energi dan mustahil juga dapat hilang. Melainkan yang terjadi adalah berubah bentuk. Energi yang membentuk sebuah materi akan berubah seiring dengan perubahan materi dimaksud. Misalnya saat air di panaskan langsung menguap dan berpindah tempat dari wadah di atas kuali (cair) menjadi uap air (gas) di udara. Jadi tidak ada sesuatu yang benar-benar hilang di alam semesta ini.

  2. Hidrogen matahari (atau bintang lainnya) akan habis dan meledak.

    Dalam teori ledakan dahsyat (big bang theory) dikatakakan bahwa hidrogen akan habis sehingga terjadi instabilitas yang membuat suatu galaksi meledak menjadi/ membentuk lubang hitam. Ini jelas menentang hukum kekekalan energi sebab tidak ada hidrogen yang benar-benar menghilang melainkan hanya mengikuti siklus perubahan bentuk yang pada akhirnya akan kembali menjadi hidrogen.

  3. Jika benar ada ledakan mengapa alam semesta begitu stabil sampai sekarang.

    Ini memang sangat aneh, logikanya mana ada keburukan menghasilkan kebaikan? Mari mengingat kembali ledakan bom bunuh diri dahulu di Bali atau di beberapa tempat lainnya, apakah disana ada kebaikan? Atau pernahkah anda melihat sebuah gedung meledak sampai runtuh? Lebih tepatnya ledakan teroris sebelas september 2001 yang lalu di gedung WTC, adakah yang baik dari sana?

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa para teolog kosmologi ini adalah ahli nujum yang membual menurut pemandangannya sendiri. Mereka memimpikan ledakan yang menghasilkan stabilitas sempurna, mungkinkah?

    Ini sama halnya dengan logika sup purba (teori abiogenesis modern) dimana lautan mineral bisa membentuk makhluk hidup (mikroorganisme ber sel satu). Mereka menyangka bahwa hanya dengan memiliki bahan-bahan (resep) saja, bisa tercampur begitu saja lalu menghasilkan masakan yang sangat enak (mikroorganisme) tanpa ada yang membuatnya.

    Demikian juga dengan kenyataan terbentuknya alam semesta. Ada sekumpulan bahan-bahan dasar (resep) yang meledak membentuk makanan yang sangat besar, stabil dan nikmat (galaksi) tanpa ada koki yang membuatnya (Sang Perancang); apakah ini mungkin?

  4. Semua yang ada sudah seimbang dan sempurna tanpa ujung dan pangkal.

    Alam semesta dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya seperti siklus yang selalu berputar-putar satu sama lain. Ini adalah sistem yang sangat besar yang terdiri dari beberapa sub sistem. Sedangkan sub sistem itu sendiri masih di susun oleh bagian-bagian yang lebih kecil lainnya. Setiap komponen yang ada bekerja sama untuk melakukan pekerjaan mengubah energi menjadi miliknya sendiri. Tetapi disisi lain ada bagian yang tidak terlihat yang akan kembali mengubah semua komponen dan energi tersebut ke dalam bentuk dasar sehingga bisa kembali ke sumbernya. Perputaran siklus ini terjadi dimana-mana di seluruh jadag raya.

    Sekarang mari kita tanya lebih detail lagi, “apakah yang duluan muncul di alam semesta di masa awal, planet atau matahari?” Seperti kita ketahui bahwa planet adalah sumber dari energi matahari sedangkan matahari itu sendiri memancarkan energinya ke seluruh planet. Jadi dimanakah diantara ke dua hal ini yang duluan muncul? Pastilah tidak ada yang tahu, atau mungkinkah anda tahu usia bumi itu berapa dan usia matahari juga berapa? Ini seperti pertanyaan tentang, “duluan mana telur atau ayam?

  5. Tidak ada kebetulan yang sangat rapi dan tersistem.

    Para kosmologi modern selalu saja mengatakan tentang sesuatu yang kebetulan ini dan kebetulan itu. Mungkin mereka berpikir bahwa seorang koki amatiran dapat memasak dan memadukan bahan hingga selesai menjadi hidangan yang seimbang dan sempurna. Biar bagaimanapun buruknya itu pastilah butuh koki. Siapa yang tahu seberapa banyak garamnya atau seberapa banyak airnya atau seberapa besar apinya jikalau bukan Sang Pencipta Segala Masa?

    Memang bahan-bahan alam semesta tersebar luas dimana-mana tetapi siapakah yang mengatur semuanya itu? Siapa yang membuat di bagian sini gas hidrogennya (H+) lebih besar sedangkan bagian sana airnya (H2O) lebih banyak. Lalu siapa yang menyuruh si ini untuk mengelilingi si itu secara teratur. Siapa pula yang membuat makhluk-makhluk yang berkeriapan saling makan (saling memangsa/ menerkam) secara terkendali dalam struktur rantai makanan yang sangat tertata dengan baik dan seimbang?

    Kerapihan dan kesempurnaan sistem tata surya tidak terelakkan lagi. Bahkan manusia sendiri jika suka neko-neko dan serakah sana-sini nicaya akan dinetralisir oleh berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah langsor, banjir bandang, kekeringan, kelaparan, badai panas/ badai matahari/ gelombang panas, angin kencang-badai, gempa bumi, gunung berapi dan lain sebagainya. Jadi, adalah sebuah kemustahilan jika sesuatu yang saling bekerja sama dan saling mengendalikan satu sama lain terjadi begitu saja (secara kebetulan). Melainkan sudah pasti dari awal alam semesta ini telah diatur sedemikian rupa oleh seseseorang.

  6. Segala sesuatu di alam semesta adalah sistem yang berputar sempurna.

    Segala sesuatu saat ini akan selalu ada dan tetap ada sampai kapanpun sebab semuanya adalah sempurna adanya. Mungkinkah sebuah perputaran yang sempurna berasal dari ledakan yang terjadi secara kebetulan? Yang jelas tidak ada sesuatu yang baik yang tidak direncanakan.
    Perputara energi di alam semesta - Siklus yang sempurna dimana masing-masing bagian saling menguntungkan dan saling mengendalikan Keadaan ini juga berlaku untuk energi yang dipancarkan matahari ke bumi. Dimana semuanya itu akan diubah ke dalam bentuk lain oleh tumbuhan hijau di daratan, alga dan plankton yang memiliki klorofil di lautan. Makhluk hidup jenis ini juga melepaskan oksigen ke udara dimana semuanya akan kembali ke matahari. Tumbuhan dan plankton akan dijadikan bahan makanan oleh makhluk hidup lainnya (termasuk manusia) sehingga dihasilkan kotoran yang kemudian akan di demineralisasi oleh mikroorganisme menjadi gas metana, hidrogen dan oksigen. Demikian juga saat tumbuhan hijau, plankton, hewan dan manusia telah menua pastilah akan di demineralisasi untuk kembali menjadi gas metana, oksigen dan hidrogen lalu kembali ke matahari.

  7. Mustahil semesta berawal dari ledakan, jika demikian kita tidak mungkin melihat bintang lain.

    Dalam teori big bang, mereka meyakini bahwa alam semesta awalnya terdiri dari padatan yang tidak stabil lalu tiba-tiba meledak kemudian membentuk berbagai galaksi yang indah diangkasa. Jika memang semesta berawal dari ledakan maka mustahil sampai sekarang kita masih melihat bintang sebab ruang angkasa (diantara bintang) masih dipenuhi debu dari hasil ledakan awal.
    Teori big bang - berawal dari ledakan, jika demikian kita tidak mungkin melihat bintang lainSayang, sampai sekarang, kita masih dimungkinkan untuk melihat bintang lain dengan jernih.

  8. Jika anda tahu awalnya berarti anda tahu akhirnya sedangkan kiamat itu rahasia.

    Seperti kata firman.

    (Markus 13:32-33) Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.

    Adakah suatu agama di dunia ini yang dapat menentukan kapan hari kiamat? Hanya agama sesat sajalah yang tahu kapan hari akhir itu akan tiba. Sedangkan prinsip berpikirnya adalah awal dan akhir tidak jauh berbeda. Artinya siapa yang tahu awal berarti tahu juga bagaimana semua itu akan berakhir. Jadi jika seseorang saat ini mengetahui angka tahun penciptaan berarti dia juga mengetahui tanggal akhirnya berapa. Bukankah ini sebuah kesesatan berpikir yang sangat buruk? Padahal firman telah berkata bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan semuanya itu akan berakhir. Artinya waktu awalnya juga mustahil diketahui oleh manusia manapun.

    Jauhkan pikiran anda dari penentuan waktu lahirnya alam semesta dengan demikian pemahaman tentang akhir zaman tidak salah. Ingatlah untuk selalu berjaga-jaga sebab kita tidak tahu bilamanakah waktunya tiba!

Alam semesta yang kita hidupi saat ini sudah sempurna adanya. Bila diumpamakan sebagai sebuah tali maka hal tersebut seperti gelang karet yang tidak ada ujung dan pangkalnya. Yang kita ketahui sampai saat ini hanyalah kenyataan bahwa segala sesuatu di seluruh jagad raya berputar saling mempengaruhi, mengendalikan dan menyeimbangkan satu sama lain. Semuanya sangat tertata dengan rapi tanpa instabilitas sedikitpun. Mungkinkah hal-hal yang sudah teratur ini terjadi secara kebetulan? Atau lebih tepatnya mungkinkan sebuah kehancuran (teori ledakan dahsyat) mengawali suatu kesempurnaan yang bahkan manusia sendiri tidak mampu mengertikan semuanya? Yang pasti, ada seorang perancang yang merencanakan semua kerumitan ini, yang disebut Alfa dan Omega, Tuhan Allah yang maha kuasa!

(Wahyu 21:6) Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Salam kejujuran itu penting!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s