Gejolak Sosial

Teori Keadaan Tetap, Melawan Takdir Alam Semesta Menghancurkan Bumi


Teori Keadaan Tetap & Ketamakan Menghancurkan Bumi

Alam semesta begitu luas tanpa batas apapun. Sedang manusia begitu kecil tidak ada bandingannya, seperti setitik debu yang kurang kelihatan ketika di lihat dari atas. Tetapi beruntunglah kita dalam kehidupan ini selalu ada petunjuk dasar untuk menjelaskan hal-hal besar. Artinya, kejadian-kejadian sederhana turut menjelaskan peristiwa yang lebih kompleks. Sekarang anda perlu mengetahui, apakah dasar dari segala sesuatu yang ada di jagad raya? Jika dasarnya ditemukan maka kita akan mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi.

The Theory of everything’s : siklus

Dalam pemahaman kami selama ini, menyaksikan bahwa segala sesuatu adalah baik adanya. Satu bagian bekerja sama dengan bagian lainnya untuk membentuk sistem yang saling mendukung. Tidak hanya sampai disitu saja, sistem semacam ini juga mampu mengendalikan bagian-bagiannya sehingga yang berlebihan akan di tekan sedangkan yang kekurangan akan ditopang. Bagian-bagian yang saling terhubung ini membentuk sistem yang sempurna sehingga mampu bertahan dalam pergerakan/ perputaran yang sempurna dari tahun ke tahun. Inilah kunci dari segala sesuatu adalah siklus yang berputar sempurna (The Theory of everything’s).

Siklus energi matahari hingga menjadi bahan bakar

Energi matahari tidak pernah habis sampai kapanpun itu. Sebab ia memancarkan energi yang sangat besar ke berbagai planet. Sedang ia sendiri akan menerima asupan gas-gas yang mudah terbakar dari planet-planet yang telah diteranginya. Apa yang sebenarnya terjadi diplanet itu? Bagaimana caranya planet mengirim kembali energi yang sebelumnya telah digunakan tersebut? Pada dasarnya, ini hanyalah masalah perubahan bentuk energi. Tumbuhan hijau, alga dan plankton yang memiliki klorofil akan mengubah radiasi sinar matahari menjadi bahan yang kaya karbohidrat, lemak, protein dan senyawa lainnya. Bahan ini terdapat dalam umbi (singkong), batang (tebu), buah (pepaya), daun (sayuran) dan bagian-bagian lainnya yang dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup yang lain.

Perputara energi di alam semesta - Siklus yang sempurna dimana masing-masing bagian saling menguntungkan dan saling mengendalikan

Herbivora akan memakan rumput dan bagian tanaman lainnya untuk diubah menjadi daging, tulang dan darah. Sedang hewan karnivora menerkam herbivora sebagai makanan pokok untuk melanjutkan kehidupan. Manusia sendiri turut mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan, hewan herbivora (sapi, domba, babi, ayam) dan karnivora (ular, ikan) sesuai dengan selera masing-masing. Ini untuk makhluk yang ada di daratan sedangkan untuk makhluk yang ada di lautan ikan kecil akan dimakan ikan besar. Sedang ikan besar akan dilahap oleh ikan yang lebih besar lagi, demikian selanjutnya. Tumbuhan hijau akan menghasilkan berlimpah oksigen yang mudah terbakar. Sedangkan proses pembusukan kelebihan/ kotoran/ penuaan dari sisa-sisa makhluk hidup lainnya akan di demineralisasi oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan gas metana dan hidrogen untuk dikembalikan ke luar angkasa, menuju matahari.

Pengertian teori keadaan tetap

Teori keadaan tetap (Steady State theory) menjelaskan  bahwa alam semesta (universe) tidak hanya bersifat sama dalam ruang angkasa (asas kosmologi) tetapi tidak berubah dalam kurun waktu yang tidak dapat ditentukan. Teori ini juga meyakini bahwa materi baru terus menerus dibuat ketika alam semesta mengembang, sehingga sesuai dengan asas kosmologi sempurna. Akibatnya, walaupun mengembang, jagad raya tidak berubah dan tidak memiliki/ tidak ada awal ataupun akhir. Dengan kata lain, asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna atau lengkap dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu.

Segala sesuatu sudah sempurna adanya

Apa yang ada dalam pikiran kami ketika mendukung teori keadaan tetap? Kami mengambil kata kunci tentang kesempurnaan yang dianut oleh teori ini dimana hal tersebut berhubungan dengan perputara siklus yang merupakan dasar dari segala sesuatu. Inilah yang kami sebut dengan hal-hal kecil menjelaskan hal-hal besar dimana kesamaan diantara keduanya adalah konstanta yang dapat selalu digunakan untuk menjelaskan hal-hal lainnya. Ini juga sesuai dengan perkataan firman yang berbunyi.

(Kejadian 1:31) Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Tuhan menciptakan segala sesuatu sempurna adanya sampai kepada hari ke enam. Kisah dalam kitab Kejadian sangat jelas menyatakan bahwa alam semesta ini diciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Seperti ada tertulis.

(Kejadian 1:1-2) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Ini jelas melawan hukum fisika yang menjelaskan bahwa energi tidak dapat dihilangkan dan tidak dapat diciptakan. Disinilah kekuatan spiritual bekerja dan disinilah Allah berperan penting untuk mengawali segala sesuatunya. Dan pada waktunya nanti semuanya itu akan ada akhirnya. Seperti firman yang berpesan.

(Wahyu 21:6) Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Alam semesta ditakdirkan dalam keadaan tetap tetapi manusia selalu saja menentang alam lalu berinovasi melemahkan bumi itu sendiri

Sejak dari awal Tuhan telah berupaya untuk menyiratkan kepada kita lewat kejadian-kejadian alam disekitar kita bahwa segala sesuatu sudah baik adanya. Kita harusnya sama seperti Ibu Pertiwi yang mengandung diri ini, yaitu hidup dalam keadaan tetap! Sayang, Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat telah membutakan mata hati kita. Seharusnya setelah beberapa ribu tahun berlalu setelah kejadian di Taman Eden, kita mengerti tentang riwayat ilmu pengetahuan yang selalu menyisakan hal baik dan jahat bagi kehidupan. Ilmu yang kita miliki secara tidak langsung telah menciptakan rasa sombong yang memicu kedengkian sehingga terjadilah persaingan dimana-mana. Resikonya adalah korban jiwa berjatuhan dan infrastruktur hancur.

Kita berharap agar teknologi yang ditemukan bisa menjadi solusi dari segala masalah tetapi nyatanya itu telah menjadi senjata untuk mengakhiri hidup orang lain. Merasa bahwa hidup bermewah-mewahan itu hebat tapi ternyata kita membodohi otak sendiri. Berpikir bahwa kenyamanan itu indah namun ternyata itulah yang membuat kita manja. Dampak dari ilmu pengetahuan yang dimiliki tidak hanya berakibat kepada diri sendiri dan orang lain melainkan juga lingkungan sekitar ikut menjadi rusak akibat aktivitas yang tinggi. Dengan semena-mena, kita menyingkirkan karya Tuhan yang sudah capek-capek Ia ciptakan selama lima hari untuk mengejar kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang hanya sesaat saja. KITA MENOLAK TAKDIR TUHAN UNTUK SELALU DALAM KEADAAN TETAP!

Ada baiknya jikalau kita belajar dari peristiwa ini. Alam semesta saja, yang notabene lebih besar dari manusia itu sendiri selalu menjalankan fungsi yang sama dari tahun ke tahun. Sedang dirinya sendiri akan berusaha untuk menjaga keseimbangan dengan tidak melakukan suatu perubahan yang berlebihan. Seharusnya, demikian jugalah kita sebagai manusia yang bisa belajar dari alam, berusaha untuk menjaga keseimbangan dan menghindari perubahan (inovasi) yang terlalu ekstrim dimana beresiko menyingkirkan lingkungan hidup alamiah. Sebaik-baiknya suatu perubahan adalah lebih baik perubahan yang bersifat ramah lingkungan. Jika terlalu memaksakan kehendak melawan takdir sendiri, niscaya bumi ini akan menelan makhluk diatasnya lewat bencana alam: banjir, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, badai-angin kencang, kekeringan dan lain sebagainya. Sedang matahari sendiri tidak lagi ramah kepada kita dengan terjadinya gelombang panas/ badai matahari yang membakar segala sesuatu.

Manusia adalah makhluk yang berpotensi mengacaukan keseimbangan alam

Manusia dengan segala kecerdasannya menginginkan hal-hal yang baru di dalam hidupnya bahkan bila perlu itu terjadi setiap hari. Kita kehilangan kendali terhadap diri sendiri dan melupakan bahwa yang seharusnya dibaharui setiap hari adalah hati dan pikiran masing-masing. Malah dengan semena-mena kita menginginkan agar hal-hal lahiriahlah (materi) yang terus diupgrade/ diperbaharui hari lepas hari. Mudah saja seseorang merasa bosan dengan apa yang dimilikinya lalu hatinya sudah melayang kemana-mana menginginkan hal-hal yang lain yang lebih baik tentunya. Ini jelaslah sebagai sebuah ciri khas dari ketamakan, mau sampai kiamat sekalipun, materi yang baru tetap tidak akan pernah memuaskan hati kita.

Indra kita terus fokus pada hal-hal yang waw sehingga pikiran kosong jatuh dan takluk kepada gemerlapan duniawi. Kita menginginkan ini dan itu, padahal materi sungguh fana, sesaat saja. Belum lagi sadar dan malah semakin candu lalu merasa jenuh hingga menginginkan lebih. Sadarilah bahwa fokus indra membuat kita semakin serakah, adalah lebih nikmat rasanya membuat pikiran kita terlena akan perkara-perkara sorgawi.

Jika kita pelajari lagi dari awal sejarah penciptaan, akan menemukan bahwa SUMBER MASALAH UTAMA MANUSIA ADALAH PENGETAHUANNYA. Ada baiknya, jika saat ini kita mulai membatasi diri untuk mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Adalah lebih baik bagi anda untuk tidak menonton acara televisi yang dianggap tidak bermutu. Tidak perlu berlanjut untuk membaca konten yang tidak penting (hoax, sampah). Ada baiknya jikalau saat ini lebih selektif dalam menyaring informasi, jangan semuanya dimasukkan ke dalam otak. Dan ingatlah untuk selalu mewaspadai berbagai pikiran negatif dan praduga tak bersalah yang tiba-tiba saja muncul. Melainkan sibukkan pikiran dengan fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), belajar dan bekerja melakukan hal-hal yang baik. Mengapa tidak memenuhi takdir kita, seperti bumi ini selalu berada dalam keadaan tetap: seimbang & sempurna. Lalu membuang berbagai-bagai pencapaian pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebay, berani!

Salam, tidak bosan dalam keadaan tetapi itu takdir!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.