Gejolak Sosial

10 Filosofi Hidup Dari Alam Semesta, Akhir Zaman Alam Semesta Berhenti Bergerak, Terjadi Sesuatu Yang Melawan Hukum Fisika & Logika


Filosofi Hidup Dari Alam Semesta, Akhir Zaman Alam Semesta Berhenti Bergerak, Terjadi Sesuatu Yang Melawan Hukum Fisika & Logika

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar (Wikipedia.org). Hidup ini penuh dengan fenomena, hanya saja tidak semua fenomena yang terjadi tersebut adalah mengajarkan nilai-nilai kebenaran. Terkadang ada sesuatu yang sifatnya hanyalah sebuah DRAMA yang jelas-jelas harus diseleksi secara lebih dalam sehingga ditemukanlah nilai yang benar itu. Untuk mempelajari sesuatu di alam semesta juga kita butuh konsep dasar yang disebut SUDUT PANDANG. Inilah yang mempengaruhi baik-buruknya argumen kita tentang sesuatu.

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa hidup ini penuh dengan fenomena, hanya saja harus selektif dan kritis menyimak semuanya itu. Pada dasarnya dalam setiap peristiwa yang telah, sedang dan akan berlangsung di sekitar kita selalu ada yang dapat dipelajari. Bahkan dalam kejadian buruk sekalipun, ada suatu makna yang membawa pesan-pesan moral bagi kehidupan masing-masing. Ini sangat tergantung dari sudut pandang yang anda miliki. Sedang sudut pandang itu sendiri sangat ditentukan oleh pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Oleh karena itu, jangan berhenti belajar dan melakukan aktivitas positif lainnya.

Bagi teman-teman yang hendak belajar tentang alam semesta, ada baiknya jikalau saat ini belajarlah dahulu tentang kebenaran. Sadar atau tidak, seluruh jagad raya ini diatur oleh kebenaran. Sedang kebenaran itu sendiri menganut faham dualisme yang sejalan, yaitu menjadi bermanfaat untuk kemuliaan nama Tuhan dan bermanfaat bagi kehidupan sesama manusia. Ini seperti bumi yang mengikuti matahari (berevolusi) sambil melakukan kesibukan sendiri (rotasi). Seseorang yang hendak hidup dalam kebenaran harus berada dalam suatu kehidupan yang tersistem dan beputar sempurna. Dasar yang dapat menjelaskan segala sesuatu di alam semesta ini adalah sistem yang senantiasa berputar.

Filosofi kehidupan dari alam semesta

Bila kita mengamati alam semesta ini maka dapat dimengerti bahwa segala sesuatu sudah teratur dari awal hingga akhir yang belum diketahui secara pasti. Keteraturan ini adalah pertanda bahwa kehidupan selalu bergantung pada faedah-faedah tertentu dan tidak pernah melewati batas. Misalnya saja, rotasi bumi mengelilingi matahari tidak pernah berubah arah dan tidak beraturan melainkan semuanya itu sudah tergaris. Satu-satunya saat dimana semuanya itu tidak seperti biasa (berlangsung diluar aturan yang seharusnya) adalah saat kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua.

Berikut ini beberapa filosofi hidup yang dapat kita pelajari dari jagad raya.

  1. Kehidupan kita selalu bergantung kepada sesuatu yang lebih besar.

    Seperti layaknya planet yang kecil mengelilingi matahari yang besar maka demikianlah seharusnya kehidupan kita yang kecil bergantung kepada sesuatu yang lebih besar.

    Hidup tanpa bergantung kepada apapun layaknya sampah luar angkasa yang tanpa daya (tidak memiliki medan elektromagnetik untuk mengimbangi gaya tarik matahari) hingga terbakar di dalam matahari. Demikianlah hidup kita lama kelamaan akan mengarah kepada hal-hal buruk jikalau tidak menggantungkan diri kepada kekuatan yang besar itu.

    Saat hidup kita tidak bergantung kepada Tuhan, hal pertama yang akan muncul dalam diri ini adalah kesombongan. Ini akan diiringi dengan aktivitas mencari-cari sensasi demi membuat diri sendiri senang, bahagia dan damai. Pada akhirnya, hidup tanpa bergantung kepada Tuhan akan membuat kita menyadari bahwa tidak ada artinya hidup ini. Lalu memilih untuk mencabut nyawa sendiri (mengakhiri hidup).

  2. Kita tidak bisa hidup sendiri (individualis mutlak adalah mustahil).

    Jangan dulu kita membahas terlalu jauh, cukup seputar bumi saja. Bumi ini tidaklah dibentuk oleh satu unsur saja melainkan ada banyak bahan organik dan anorganik yang menyusun bagian-bagiannya sehingga jadilah satu yang disebut bumi.

    Kehidupan kita mustahil dapat dijalani seorang diri saja. Oleh karena itulah ada pesan yang mengatakan bahwa “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja.” Jadi mulai sekarang, ikatkanlah hidup kepada keluarga terdekat, masyarakat sekitar dan sistem sosial (komunitas) lainnya. Privasi itu diperlukan tetapi terus-menerus menyendiri juga tidaklah baik.

  3. Kita selalu terhubung/ terkoneksi dengan entitas yang besar itu dalam struktur tertentu.

    Bumi dan matahari selalu terhubung dalam ikatan elektromagnetika kompleks yang tidak terlihat tetapi bisa dirasakan. Demikianlah juga hidup kita kepada Tuhan harus selalu terhubung dengan Tuhan di segala waktu. Adalah baik bagi seseorang untuk bernyanyi dalam hati sambil melakukan aktivitas sehari-hari terkecuali saat melakukan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

  4. Segala sesuatu dalam hidup ini adalah siklus yang  seimbang.

    Dari dulu, sekarang dan sampai waktu yang tidak ditentukan, bumi akan terus berputar mengelilingi matahari dengan pola yang sama. Demikianlah juga harusnya kehidupan kita. Sadarilah bahwa bumi adalah Ibu Pertiwi, setiap manusia berasal dari debu-tanah dan akan kembali menjadi debu-tanah sedang nafas kehidupannya akan kembali kepada Allah.

    Demikianlah seharusnya kehidupan kita harus mampu menjaga keseimbangan. Jangan hanya peduli pada keseimbangan asupan zat gizi bagi tubuh anda. Melainkan peduli jugalah dengan keseimbangan alam. Perhatikan penggunaan teknologi yang anda lakukan, pastikan semuanya itu dalam kadar normal. Hindarilah menggunakan teknologi mesin yang berlebihan sebab semuanya itu bisa membuat aktivitas anda menurun drastis hingga membuat tingkat kecerdasan menurun. Lagipula mesing-mesin yang semakin banyak dijalanan turut menyebabkan polusi udara yang mengganggu keseimbangan alam.

  5. Kebahagiaan adalah selalu beraktivitas (Berevolusi sambil berotasi – multitasking).

    Pernahkah bumi berhenti bergerak atau matahari berhenti bersinar? Demikianlah juga seharusnya kehidupan kita. Jangan pernah berhenti beraktivitas memberi manfaat kepada sesama sembari tetap fokus kepada Tuhan. Saat sedang bekerja menyelesaikan sesuatu sebaiknya jangan lupa sambil berkomunikasi dan bernyanyi memuliakan Tuhan. Saat sedang belajar (disela-sela pelajaran yang sedang digeluti), sesekali ingatlah untuk bersyukur dan bernyanyi memuji Tuhan. Bahkan saat sedang isterahat/ break sekalipun upayakan untuk selalu menujukan hati kepada Yang Maha Kuasa.

    Kebahagiaan lahir dari apa (aktivitas) yang mampu kita lakukan yang ada & keluar dari diri ini bukan yang ada di luar sana. Artinya bukan apa yang anda terima tetapi apa yang anda berikan, itulah yang dapat membahagiakanmu. Bukan saat kita pasif untuk dihormati dan dihargai orang maka hati bahagia tetapi saat kita mampu aktif menghargai dan menghormati orang lain, disanalah terdapat kebahagiaan yang sesungguhnya.

  6. Kebahagiaan adalah mengalah dan mengikuti saja alurnya.

    Bumi sangat setia berotasi mengelilingi matahari sampai kapanpun sembari menahan kekuatan matahari untuk menyerap dan menyedotnya untuk dijadikan sebagai bahan bakar.

    Demikianlah seharusnya kita terhadap sistem bermasyarakat (berorganisasi/ bernegara) yang ada. Kita ikuti saja dulu dan percaya bahwa semuanya baik-baik saja. Adalah tidak bijak bila kita kebanyakan melawan dan memberontak sebab keadaan ini justru bisa merusak sistem dari dalam secara perlahan-lahan dimana yang dirugikan kita juga toh…. Ikuti saja alur perputarannya, sambil berharap (berdoa) dan memberi saran seadanya bagi para pemimpin. Sebab biar bagaimanapun kejahatan manusia yang tersembunyi pastilah akan terbongkar dan apa yang dituai itulah jua yang akan ditabur.

  7. Kebahagiaan adalah aktivitas yang diulang-ulang.

    Pernahkah bumi berkata “saya bosan berotasi apalagi berevolusi, bikin capek saja tuh….

    Seharusnya kita berhenti mengeluh karena jenuh lalu bersungut-sungut melainkan menyibukkan diri dengan berbagai-bagai aktivitas positif. Ibu Pertiwi yang merawat kita bahkan saat masih di dalam rahim, selalu berputar gitu-gitu aja mengelilingi matahari. Kehidupan ini sangatlah baik jika diminimalisir dari kemajuan/ inovasi/ perubahan yang sifatnya berlebihan. Sesuatu yang berlebihan mencirikan kemewahan dan kenyamanan duniawi serta berpotensi besar merusak lingkungan.

    Berbahagialah dengan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Jangan biarkan keluh-kesah, iri hati, kesombongan dan prasangka buruk meradang/ ngetam/ dikhayalkan/ diimajinasikan/ dibahas-bahas di dalam hati. Jangan biarkan pikiran kosong dan selalu fokuslah untuk bersyukur dan memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing.

  8. Rendah hatilah sebab indra tidak selalu tepat.

    Dari bumi ini kita melihat matahari begitu kecil dan bulan juga kecil, kira-kira sebesar tinju karena terlalu jauh memandangnya. Coba kalau kita dekat, pasti hangus terbakar – baru tahu rasanya bahwa kitalah sebenarnya yang bukan apa-apa itu.

    Sebaiknya, jangan mudah menilai orang dari tampilan luarnya saja. Adalah seharusnya saat menghakimi seseorang berarti kita dekat dengannya, selalu berkomunikasi, mengetahui isi hatinya dan mempu mengamati aktivitasnya selama 24 jam. Menghakimi orang yang tidak kita kenal bahkan berjumpa saja belum adalah dosa.

    Baiklah masing-masing orang tidak perlu menghakimi tetapi tanggapi segala komentar dengan rendah hati lalu katakanlah, “begitulah manusia selalu memiliki kelemahan dan kelebihan, semoga Tuhan menyadarkannya!” Ini adalah pendapat rendah hati yang meredam sifat suudzon dan malah mendoakan kebaikan sesama.

  9. Jangan takut dengan akhir hidupmu (kematian).

    Tidak ada seorangpun yang tahu kapan dia berakhir sama halnya dengan alam semesta, kita tidak tahu kapan semuanya ini akan berlalu.

    Adalah baik bagi kita untuk membuang rasa khawatir akan hari kematian tetapi menyerahkan (pasrahkan) semua kepada keputusan Allah. Sembari tetap berjaga-jaga (waspada, berhati-hati) agar kita tidak jatuh (berdosa – melakukan kesalahan) dalam pencobaan yang dihadapi sehari-hari.

  10. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua, alam semesta akan berhenti bergerak.

    Tuhan adalah esensi yang telah mengawali siklus yang begitu panjang dan rumit di alam semesta dan Dia jugalah kelak yang akan mengakhirnya (Alfa dan Omega).

    Kelak saat Tuhan Yesus datang sebagai hakim atas dunia ini, maka seluruh alam semesta akan gemetar dan berhenti dari aktivitasnya yang biasa. Hal-hal aneh dan di luar nalar akan terjadi di langit dan salah satu tanda yang pasti adalah

    • Jika itu terjadi di malam hari maka bulan akan berhenti bergerak dan menjadi merah.
    • Saat hal tersebut terjadi di siang hari maka matahari akan berhenti bergerak lalu meredup (terjadi kegelapan yang aneh).
      • Dan masih banyak lagi keanehan yang membawa bencana terjadi di alam semesta (bacalah kitab Wahyu) dimana semuanya ini melawan akal sehat dan segala ilmu yang selama ini kita pelajari (ilmu fisika, astronomi dan lainnya).

Bergurulah dari apapun dan siapapun tetapi jangan ambil semuanya. Saringlah itu sedemikian rupa menurut kebenaran yang diyakini masing-masing. Alam semesta yang besar sudah termuat dalam diri kita yang kecil. Jika mempu memahami pola-pola umum dalam kehidupan sehari-hari maka hal tersebut akan memungkinkan kita untuk memahami semesta yang luas dan tak terbatas ini.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.