Gejolak Sosial

Perang Timur Tengah Gambaran Masa Depan Yang Mungkin Memperebutkan Energi (Minyak Bumi)

Perang Timur Tengah Gambaran Masa Depan Yang Mungkin Memperebutkan Energi (Minyak Bumi)

Perang adalah kejahatan kemanusian yang sejak dari awal telah menawan hati setiap manusia. Di zaman dahulu kala bahkan sejak dari awal masa setelah penciptaan, Kain mengobarkan perang kepada Habel. Ini disebabkan oleh karena sesuatu yang sebenarnya dapat diperbaiki. Seandainya Kain hendak mengoreksi diri dan meminta petunjuk Tuhan untuk kembali memberi persembahan niscaya Tuhan yang maha pengasih akan memaafkan dan memberikan arahan terbaik. Sayang, seperti seorang anak kecil yang tidak mampu berpikir panjang ke depan, demikianlah Kain rela membunuh adiknya sendiri.

Kisah-kisah perjalanan hidup manusia di dunia ini tidak pernah jauh dari iri hati dan kesombongan. Dua pertentangan ini akan terus berlangsung hingga menutup mata memasuki liang kubur. Oleh karena itu, alangkah baiknya jikalau mulai saat ini kita belajar untuk menyetarakan diri dengan orang lain. Ada baiknya juga jikalau kekuasaan, pendapatan dan ilmu pengetahuan antar manusia disamakan sebaik mungkin. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah menyeimbangkan kelebihan yang kita miliki. Alam mampu menjaga keseimbangan maka demikianlah juga seharusnya dengan manusia harus mampu menjaga keseimbangan kekuatan di dalam dirinya sehingga dimungkinkan untuk setara dengan sesama.

Keadilan sosial adalah jalan satu-satunya untuk mengendalikan sifat iri hati dan kesombongan yang berlebihan. Sifat-sifat ini murni tidak bisa dihilangkan hanya saja dikendalikan. Aksi kekerasan akibat fusion antara kedengkian dan keangkuhan akan diminimalisir lewat semuanya itu. Artinya, sekalipun terjadi gejolak sosial, itu hanyalah gangguan untuk membuat manusia saling menguji dan saling menguatkan satu sama lain. Bahkan dalam titik tertentu pengorbanan yang konsisten akan keadaan ini justru bermanfaat sebaliknya bila sudah dibiasakan (jadi positif).

Tanpa keadilan sosial maka orang-orang cerdas akan bekerja ekstra keras untuk menghasilkan lebih banyak uang. Bersama-sama akan berkonspirasi dengan sejumlah banyak orang cerdas lainnya. Dimana semua itu dilakukan untuk meraih kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang lebih tinggi. Artinya, tanpa kesetaraan maka sifat-sifat yang tamak/ serakah akan bermunculan ke permukaan. Sedang orang-orang yang sudah dirasuki oleh keserakahan akan memanfaatkan berbagai-bagai hal untuk melegalkan segala keinginan hatinya yang jahat.

Timur Tengah, terlepas dari kepentingan suku, agama, ras dan golongan yang terdapat disana, daerah ini termasuk padang yang gersang. Panasnya alam sekitarnya membuat manusia mudah mengalami tekanan otak akibat dehidrasi sehingga dimungkinkan untuk melakukan aksi-aksi yang tidak pantas. Sedang orang-orang intelek dan kaya raya di daerah ini memperebutkan siapa yang akan memimpin. Selain itu hati mereka juga telah ditawan oleh resiko masa depan tentang habisnya minyak (sebab orang kaya sangat ketergantungan dengan energi), ledakan penduduk dan seleksi alam (yang kuat membunuh yang lemah). Sedang dari luar negaranya sendiri ada orang-orang yang berpikir untuk menyedot/ menguasai sumber energi yang terdapat disana.

Timur Tengah dikenal sebagai daerah yang kaya minyak, konglomerat yang berasal dari sana tergolong orang-orang kelas dunia yang tenar karena nilai dolar yang dimilikinya. Terlepas dari berbagai alasan utama yang memicu perpecahan sekaligus peperangan di kawasan ini, entah itu masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Salah satu alasan yang tidak kalah menarik dari peristiwa ini perebutan sumber daya, lebih tepatnya energi. Sebab untuk diketahui bahwa saat berada di daerah dengan kerusakan lingkungan yang tinggi maka ketergantungan akan BBM (minyak bumi) sangatlah tinggi. Misalnya untuk pendingin ruangan, kipas angin, pertanian dalam gedung dan segala jenis mesin lainnya membutuhkan pendingin dengan tenaga ekstra.

Semua yang terjadi disana mungkin saja disebabkan oleh memperebutkan siapa yang dapat berkuasa atas semua potensi yang ada, tetapi mungkin juga sebagai salah satu konspirasi yang dimanfaatkan untuk mengeruk energi (SDA) yang tersedia. Siapapun orang yang memicu keadaan tersebut jelas harus bertanggung jawab kelak diakhirat atas perbuatannya. Tetapi bila kita meninjau lebih dalam tentang orang-orang ini, mengapa mereka SANGAT HAUS DENGAN ENERGI sehingga tega melakukan konspirasi terhadap bangsa tertentu? Berikut beberapa alasan mengapa keadaan ini terjadi.

  1. Kebiasaan menggunakan teknologi yang lebay. Jalan-jalan ke tempat yang dekat saja menggunakan mobil.
  2. Tidak mau hidup repot. Mereka enggan untuk melakukan pekerjaan kecil seperti membersihkan lantai, menyuci pakaian, menyuci piring dan lain sebagainya.
  3. Hidup yang terlalu mewah. Orang yang memiliki uang yang sangat banyak semakin leluasa untuk menggunakan sumber daya. Pemerintah yang tidak bertanggung jawab akan lepas tangan dan membiarkan saja orang-orang ini. Lagipula ada pajak besar yang membuat aparatur negara klepek-klepek dengan mereka.
  4. Kebanggaan akan kemuliaan duniawi. Orang-orang ini sangat suka dipuja-puji. Mereka akan menggila untuk memiliki mobil dan rumah mewah juga termasuk fasilitas robotik yang ekstra online dan canggih.
  5. Pemalas. Bagaimana tidak malas, orang-orang ini saat memasak air saja tinggal tekan, membuat kopi tinggal suruh/ perintahkan, membersihkan ini-itu tinggal cok dan lain sebagainya. Hanya bertindak sebagai operator sudah hebatkah? Bukankah ini termasuk sikap yang malas?
  6. Demi ekonomi. Kumpulan manusia yang sangat gila dengan uang sehingga perputaran ekonomi dilakukan secara berlebihan. Biasanya negara kapitalis adalah rajanya ekonomi. Sedang tanpa energi perputaran ekonomi nihil.
  7. Gemar budaya instan. Mengapa orang sangat suka dengan teknologi? Karena mereka ingin semuanya cepat. Budaya instan seperti ini justru dapat merugikan/ mempengaruhi/ memperburuk masa depan seseorang.

Sebaiknya, kita berhenti berbangga diri saat tidak melakukan apa-apa di bumi ini. Kita suka memperbudak mesin untuk melayani diri ini lalu berpikir bahwa situasi tersebut sudahlah hebat adanya. Jadi bangga sekali saat kehidupan kita bak raja dimana semua dilayani oleh mesin sedang diri sendiri hanya bekerja sebagai operatur untuk menekan ini-itu. Sadarilah bahwa kebiasaan semacam ini justru akan membuat kita menjadi orang yang lebih bodoh dari sebelumnya. Sebab faktor terpenting untuk meningkatkan kecerdasan adalah AKTIVITAS yang dilakukan sehari-hari.

Bagaimana orang-orang ini tidak bodoh? Mereka rela mengadu domba/ memecah-belah oknum-oknum tertentu untuk kemudian mengambil kesempatan dari perselisihan tersebut. Bukankah sifat ini adalah yang paling tidak manusiawi karena mengorbankan sesama manusia. Padahal di dalam Kitab Suci telah dituliskan dengan pasti agar setiap manusia mengasihi sesamanya seperti diri sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, ketamakan akan kemewahan dan kenyamanan hidup telah membutakan mata hatinya sehingga kebinatangan yang syarat manipulatif sempit muncul ke permukaan.

Kita, Indonesia adalah bangsa yang belum sampai kepada penggunaan energi yang sangat tinggi, itu sudah bagus adanya. Kita tidak perlu mengoleksi teknologi lebay yang hanya membuat manja dan menurunkan kecerdasan. Lebih baik tidak pernah menjadi negara maju yang hobinya cuma konspirasi dan segala macam. Asalkan kesetaraan kita perjuangkan di tiga saja lini kehidupan yaitu kekuasaan, pendapatan dan ilmu pengatahuan niscaya kehidupan manjadi baik adanya hari lepas hari. Tetapi TANPA KEADILAN SOSIAL, SITUASI DI TIMUR TENGAH ADALAH GAMBARAN DARI INDONESIA DI MASA DEPAN, itukah yang kita tinggalkan untuk anak cucu di masa depan? INDONESIA YANG SEDERHANA ADALAH HEBAT!

Salam perubahan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.