Gejolak Sosial

7 Batasan Kecerdasan – Kepintaran Seseorang Ada Batasnya Jangan Kebablasan


Batasan Kecerdasan – Kepintaran Seseorang Ada Batasnya Jangan Kebablasan

Kecerdasan adalah (1) perihal cerdas; (2) perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran – KBBI Offline). Merupakan kemampuan manusia untuk memahami dan mengaplikasikan hukum-hukum alam dalam kehidupan umat manusia. Menjadi orang pintar itu mudah: cari pengetahuan yang benar, baca itu dan praktekkan. Tetapi menjadi seorang pintar yang tulus dalam bersikap jelas tidak mudah. Ini disebabkan oleh karena dunia dan seluruh isi didalamnya dipenuhi dengan iri hati vs kesombongan yang membuahkan persaingan dimana-mana.

Itulah gunanya kita membaca Kitab Suci, agar mampu memahami arti yang benar tentang hakikat kehidupan di bumi ini. Bila kita belajar lebih dalam dan mengerti dengan segala hal yang tertulis di dalam firman maka akan menemukan bahwa sesungguhnya manusia selalu saja ingin mengejar sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya sendiri. Hawa nafsu yang tinggi semacam inilah yang sering sekali menjerat manusia ke dalam liang dosa yang pada akhirnya akan menghancurkan kehidupannya sendiri. Seperti yang kita saksikan saat ini dimana kemewahan yang serba canggih telah mendestruksi kehidupan kita perlahan tapi pasti.

Apa yang kita banggakan sebagai penemuan ini dan penemuan itu telah dimanfaatkan secara berlebihan sehingga merusak syaraf-syaraf otak menjadi kaku karena kurang aktivitas. Teknologi yang kita miliki telah membuat fokus kehidupan beralih kepada ke lima indra sedang otak melemah. Ketika panca indra terlena oleh hal-hal yang mempesona maka secara tidak langsung impuls syaraf yang menjadi penghubung antar sel otak akan mengalami penurunan fungsi. Keadaan ini akan diiringi dengan kekakuan badan saat beraktivitas sehingga membuat seseorang lebih suka diam saja (bermalas-malasan) dalam segala hal.

Teknologi semacam ini jelas tidaklah baik untuk dikembangkan. Seolah berdiam diri itu adalah raja. Beberapa orang sangatlah bangga saat dalam satu hari ini mereka tidak melakukan apa-apa. Ini sama persis dengan kehidupan raja-raja di zaman dahulu kala saat mereka hanya taunya dilayani oleh dayang-dayang yang jumlahnya sangatlah banyak. Keadaan semacam ini pada akhirnya membuat hawa nafsu mereka semakin tinggi saja, baik terhadap kekuasaan, harta benda dan juga tentunya terhadap lawan jenis (seks).

Saat kita sedang tidak beraktivitas maka tepat saat itu jugalah kesempatan emas bagi keinginan mendorong dirinya ke atas kepala ini. Oleh karena itulah aktivitas nihil membuat pikiran kosong akan memicu hawa nafsu keluar secara berlebihan dan sesat. Itulah mengapa raja-raja jaman dahulu kala memiliki banyak sekali istri. Sebab pikiran mereka tidak sibuk lalu kedagingan yang sudah tertanam kuat sejak masa janin akan menguasai kehidupan. Alangkah baiknya jika saat ini kita selalu mencari kesibukan positif atau setidak-tidaknya sibukkanlah diri untuk membaca firman atau bisa juga sambil bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah.

Pengetahuan sejati timbul karena niatnya untuk kepentingan semua kalangan

Sadarilah bahwa kecerdasan sejati hanya muncul  saat kita menggunakannya untuk kepentingan semua orang dan menjauhkan diri dari sifat egois sempit. Layaknya Tuhan Yesus yang mampu mempercepat proses siklus yang seharusnya panjang saat memberi makan lima ribu orang. Secara duniawi prosesnya adalah gandum ditanam, dipupuk, dituai, dikeringkan, digiling lalu di jadikan roti sedangkan ikan dipancing/ dijaring dari laut yang luas dimana semuanya ini membutuhkan waktu berbulan-bulan. Tetapi Yesus mengubah udara langsung (tanpa proses) menjadi roti dan ikan yang sangat banyak. Inilah yang kami maksudkan dengan ilmu pengetahuan sejati hanya terbuka saat kita bekerja untuk kepentingan bersama.

Batasan kecerdasan umat manusia

Cerdas itu penting tetapi menjadi tulus sangatlah sulit. Seandainya setiap orang cerdas bekerja sama maka hasil penggalian ilmu mereka pastilah tidak menjadi biasa-biasa saja. Sayang dalam banyak situasi hal ini dijadikan sebagai alat untuk mencari uang yang lebih banyak lagi. Pada akhirnya orang-orang yang memiliki uang yang banyak akan semakin bodoh karena dimanjakan bahkan dibutakan oleh teknologi. Berikut ini akan kami jelaskan secara terperinci, batas-batas penggunaannya.

  1. Penggunaan kepintaran tidaklah boleh melangkahi kebenaran.

    Kebenaran sejati adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Orang yang memanfaatkan ilmunya di luar atau tidak memperhatikan nilai-nilai yang benar niscaya tidak akan berakhir dalam kebaikan bersama. Bila hanya memanfaatkan pengetahuan demi kepantingan pribadi/ kelompok maka tepat saat itu jugalah apa yang kita lakukan telah melanggar nilai yang benar. Ujung-ujungnya semua ini akan membawa kehidupan umat manusia dalam kehancuran, yaitu bencana alam dan bencana kemanusiaan (penyakit, peperangan).

  2. Pemberdayaan teknologi jangan sampai menolkan aktivitas manusia.

    Bila anda merasa beruntung saat aktivitas tidak ada maka hal itu sama saja dengan kebodohan. Sadarilah bahwa aktivitas kitalah yang membuat otak cerdas dalam bidang yang kita geluti masing-masing. Oleh karena itu, berhentilah berbangga diri saat pekerjaan anda lebih ringan dari pekerjaan orang lain.

  3. Bukan merupakan suatu cara untuk menciptakan zona nyaman yang lebay.

    Pengetahuan yang dimiliki terkadang dimanfaatkan untuk membuat kita merasa nyaman dalam segala sesuatu. Terlebih ketika kita memiliki kekuatan finansial yang cukup memadai maka cenderung menciptakan zona nyaman sendiri. Kemana-mana menggunakan kendaraan tertutup anti bising (mobil), memiliki rumah yang jauh dari keramaian, membuat pagar dan tembok yang tebal dan tinggi untuk menghindari gangguan kecil, maunya jadi operator saja dalam segala hal, tinggal klik maka semua beres dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa masalah itu penting untuk dijalani apa adanya.

  4. Pemanfaatannya tidak boleh sampai merusak lingkungan.

    Apapun pengetahuan yang kita miliki maka lebih baik jikalau hal tersebut digunakan efisien dan efektif. Kita harus memahami bahwa lingkungan adalah rumah kita yang melindungi diri ini dari sengatan sinar matahari tajam yang membakar dari luar sana. Masih banyak lagi peran lingkungan dalam kehidupan manusia dimana semuanya itu berpatokan pada tumbuhan hijau.

  5. Memperhatikan dampaknya secara jangka panjang dan pendek.

    Alangkah lebih baik jikalau kita memiliki catatan sendiri untuk mengamati dampak suatu perlakuan terhadap hari-hari yang dilalui, baik dalam waktu dekat maupun dalam waktu lama. Semua data itu kita butuhkan untuk menentukan apakah ilmu yang kita anut sudah tepat benar atau masih harus dievaluasi dan direvisi.

  6. Perhatikan baik-baik ketersediaan dan pemanfaatan sumber daya terbarukan (yang dapat diperbaharui).

    Untuk mewujudkan suatu pengetahuan dibutuhkan sumber daya yang memadai. Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan sekeliling apakah semuanya itu tersedia dalam jumlah sedikit, terbatas atau melimpah-limpah. Demikian juga kita harus memperhatikan perputaran siklus energi dari sumber daya yang bersangkutan.

  7. Cepat itu baik tetapi cepat dalam semua hal adalah tidak baik.

    Pemanfaatan ilmu memang sangat dianjurkan tetapi ketika segala sesuatu menjadi serba instan maka bisa dipastikan bahwa semuanya ini akan mendatangkan dampak buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri. Lagipula hal-hal yang instan inilah yang menciptakan kebiasaan korup karena faktor tipisnya kesabaran manusia.

Kecerdasan manusia bukan tanpa batas, sebaliknya kita harus menyadari bahwa pengetahuan inilah yang membuat kita dibuang Tuhan dari hadapan-Nya. Penggunaan ilmu yang kebablasan (berlebihan) memang sepertinya baik-baik saja tetapi ada dampak buruk setelah semuanya itu berlangsung lama. Baik untuk menggunakannya secara berhati-hati sebab kita telah paham betul inti dari kehidupan di alam semesta, yaitu sistem yang berputar. Selama kita mampu menjaga perputaran sistem itu tetap seimbang maka kehidupan ini akan berlangsung dengan penuh makna tanpa mengabaikan azas kualitas. Jika anda adalah orang yang menginginkan agar pengetahuan sejati itu dibukakan dalam kehidupan ini maka perjuangkanlah kesetaraan untuk kepentingan bersama.

Salam dahsyat!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s