Keluarga

+17 Faktor Penyebab Nyeri Sendi (Osteoarthritis) – Radang Sendi Penyakit Yang Muncul Seiring Perkembangan Tempurung Lutut


Faktor Penyebab Nyeri Sendi (Osteoarthritis) - Radang Sendi Penyakit Yang Muncul Seiring Perkembangan Tempurung Lutut

Nyeri adalah berasa sakit (seperti ditusuk-tusuk jarum atau seperti dijepit pada bagian tubuh); rasa yang menimbulkan penderitaan. Sendi adalah (1) hubungan yang terbentuk antara tulang; – tulang; tulang – ; (2) tempat bersambung (perhubungan) antara dua bagian barang; sekeri (pintu, peti, dan sebagainya); (3) simpai (bingkai) sebagai penyalut; (4) peralihan bermakna dari satu segmen fonologis ke segmen fonologis yang lain atau segmen fonologis ke kesenyapan, baik yang terbuka maupun yang tertutup (KBBI Offline). Nyeri sendi (Osteoarthritis) adalah penyakit pada persendian yang menyebabkan pengalaman sensorik yang tidak menyenangkan bahkan terkadang turut mempengaruhi emosional seseorang.

Biasanya pasien yang baru-baru pertama mengalami peradangan sendi akan merasakan sakit yang memicu sisi emosional dalam dirinya (misalnya bersedih dan galau). Keadaan ini timbul karena sesuatu terlalu di dramatisasi karena kepribadian yang tergolong masih terlalu muda. Terlebih lagi ketika hal tersebut adalah penyakit pertama atau satu-satunya rasa sakit yang dihadapi saat ini. Tetapi bagi mereka yang mengalami osteoarthritis kronis biasanya akan membuang sisi emosional tersebut (rasa sedih) sembari tetapi beraktivitas seperti biasa. Keadaan ini disebabkan karena mereka sudah terbiasa dengan rasa tersebut. Orang yang mengabaikan nyeri sendi pada lutut biasanya baru akan mencari pengobatan ketika penyakit tersebut semakin parah (membuatnya kesulitan berjalan).

Sekarang, dimanakah yang lebih baik menurut anda, (1) langsung datang ke dokter begitu nyeri sendi meradang di lutut anda atau (2) tunggu dulu, cari obat alternatif dahulu, ketika penyakitnya tidak kunjung sembuh barulah datang kepada dokter anda. Pada dasarnya kedua sikap di atas sudah benar adanya, yang satu menyerahkan penyakit pada ahlinya sambil tetap fokus pada pekerjaannya. Sedangkan yang lain berusaha semampunya mencari pengobatan alternatif, barulah datang ke dokter. Kami sendiri memilih untuk berusaha dahulu barulah setelah itu kalau sudah mentok tidak dapat solusi bagus barulah datang kepada ahlinya.

Sadarilah bahwa penyakit adalah sebuah tantangan diri yang asalnya dari dalam diri sneidiri. Saat ini, banyak orang yang sedang mencari tantangan untuk ditaklukkan oleh dirinya sendiri/ kelompok masing-masing, yang disebut dengan CHALLENGE. Jadi bisa dikatakan bahwa nyeri sendi (osteoarthritis) termasuk salah satu tantangan untuk menguji kemampuan anda bertahan hidup di tengah buruknya kondisi kesehatan. Mereka yang berusaha menaklukkan setiap masalah dalam dirinya dengan mengembangkan pola pikir hingga menemukan solusi adalah pribadi yang penuh semangat perjuangan. Untuk menemukan semangat inilah dibutuhkan seseorang yang mau berlelah untuk mengembangkan daya upaya yang dimiliki. Berjuang sampai batas kemampuan hingga menemukan solusi tetapi jika tidak sanggup lagi menahankan sakitnya, silahkan datang ke rumah sakit/ klinik terdekat.

Pembatasan masalah

Dalam tulisan ini, kami lebih fokus untuk membahas kejadian nyeri sendi yang terjadi di daerah lutut yang bisa diderita oleh siapa saja. Ada banyak macam penyakit ini jika dibedakan menurut tempat terjadinya, misalnya di pergelangan tangan, kaki, daerah jempol kaki, jari tangan & kaki, punggung, leher, bahu, dan bagian-bagian lainnya. Dari semuanya itu kami memilih untuk membahas persendian di bawah tempurung lutut (osteoarthritis genu) karena kamipun pernah mengalaminya. Osteoarthritis genu (OA) adalah yang paling banyak di temukan dalam populasi, yaitu 60-70% dari total penyakit persendian itu sendiri. Selama menderita penyakit ini, kami menempuh berbagai-bagai cara untuk menyembuhkannya tetapi tidak ada solusi oral (obat-obatan herbal maupun farmasi) yang bertahan lebih lama. Terakhir kami menemukan bahwa sesungguhnya cara fisik lebih ampuh untuk menghilangkan secara penuh penyakit ini, bocorannya adalah senam lutut.

Alasan mengapa menderita nyeri sendi

Penyakit ini tidak dialami oleh anak kecil atau mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan (remaja). Biasanya diaalami oleh orang-orang yang pertumbuhan tinggi badannya sudah berhenti (23 sampai 25 tahun ke atas). Pada tahapan ini pertumbuhan seorang tidak lagi bertambah tinggi ke atas melainkan bertambah lebar kesamping dengan tujuan untuk memperkuat tulang dalam tubuh. Radang sendi kerap kali di derita oleh orang-orang muda (23 tahun) hingga usia tua (60 tahun ke atas).

Selain disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah arteri seperti yang kami jelaskan di atas. Keadaan ini juga bisa ditimbulkan secara genetik. Diantara penderita ada pula yang mengalaminya karena pengapuran tulang rawan. Selain itu dapat juga dipengaruhi oleh faktor ekstrenal yang berasal dari luar, misalnya makanan yang dikonsumsi dan trauma fisik. Berikut ini beberapa teori umum tentang faktor yang mempengaruhi penyakit osteoarthritis.

  1. Faktor genetik.

    Biasanya orang yang mengalami nyeri sendi cenderung menurunkan penyakit tersebut kepada anak-anaknya. Sehingga muncullah kesimpulan bahwa penyakit arthritis diturunkan dari generasi ke generasi. Jika seorang Ayah mengalami nyeri pada persendian dapat dipastikan bahwa anak lelaki dalam keluarga tersebut akan mengalaminya juga kelak, ketika sudah dewasa/ usia tua. Ini adalah faktor penyebab yang tidak dapat dicegah sedini mungkin melainkan yang dibutuhkan adalah bersiap-sedia untuk menghadapinya.

  2. Faktor fisiologi – pembesaran tulang.

    Seperti telah kami katakan sebelumnya bahwa pada saat masa pertumbuhan tulang rawan dan sejati akan memanjang. Akan tetapi saat masa pertumbuhan telah berhenti maka tulang rawan dan sejati akan membesar untuk memperkeras (memadatkan) dan memperkuat (memperkokoh) strukturnya sehingga tidak mudah mengalami cidera. Keadaan ini menyebabkan pembuluh darah yang berada di bawah tempurung lutut terhimpit sehingga kristal asam urat akan tersangkut di daerah tersebut. Inilah yang membuat sendi anda akan terasa sakit saat digerakan.

  3. Faktor perilaku – terlalu lama duduk.

    Kebanyakan manusia memang semakin sejahtera semakin sering dia duduk dalam menjalani harinya. Mereka berpikir bahwa lebih banyak duduk itu adalah hebat. Padahal terlalu bersantai menjalani hidup dapat menjadi pemicu terjadinya lipatan pembuluh darah pada daerah di bawah tumit. Kebiasaan terlalu lama duduk otomatis membuat lipatan pembuluh darah tersebut semakin sering terbentuk. Akibatnya, banyak kristal asam urat yang tertambat di sana. Oleh karena itu, jangan biasakan terlalu lama pw di atas kursi, melainkan galuti juga aktivitas bekerja sambil berdiri dan lakukan jongkok untuk menyeimbangkannya.

  4. Mekanisme imunitas (RF).

    Penderita nyeri sendi mempunyai auto anti body di dalam serumnya yang di kenal sebagai faktor rematoid (rheumatoid factor). Anti bodynya adalah suatu faktor antigama globulin (IgM) yang bereaksi terhadap perubahan IgG titer yang lebih besar 1:100, Biasanaya di kaitkan dengan vaskulitis dan prognosis yang buruk.
  5. Penyakit asam urat.

    Sering disebut sebagai gout, merupakan penumpukan kristal asam urat di daerah lutut. Ada banyak persendian yang akan diserang oleh penyakit ini dimana diawal-awal persendian di daerah jempol dan lutut. Ditandai dengan kemerahan, rasa nyeri yang sangat dan membesarnya daerah (organ) yang mengalami peradangan.

  6. Pseudogout.

    Keadaannya hampir sama dengan gout hanya saja yang menyebabkan sumbatan adalah kristal kalsium. Biasanya akan menyerang daerah lutut lalu menjalar ke persendian pada jempol kaki. Keadaan ini juga turut disebabkan oleh karena aliran darah yang tidak lancar karena sumbatan oleh kristal kalsium.

  7. Faktor usia.

    Degenerasi organ pada usia tua (lanjut usia) menyebabkan nyeri sendiri mudah diderita oleh orang-orang ini. Biasanya orang usia lanjut akan mengalami degenerasi permukaan sendi karena pengikisan (erosi) dan kalsifikasi. Akibatnya jaringan ikat, ligamen dan kartilago akan mengalami penurunan fungsi elastisitas. Lansia (60 tahun keatas) cenderung mengalami berbagai penyakit degeneratif yang tidak bisa lagi disembuhkan secara total melainkan menekan/ meminimalisir efek (pengaruhnya) terhadap tubuh dan memperlambat laju kerusakan yang timbul.

  8. Faktor lingkungan.

    Ada teori yang menyatakan bahwa penyebab radang sendi dipengaruhi oleh perumahan yang buruk karena terletak di daerah yang terlalu lembab. Kami sendiri tidak menyetujui alasan ini sebab Indonesia yang terletak di daerah tropis otomatis setiap rumah berada dilingkungan yang lembab. Ini adalah salah satu faktor acak sebab orang yang berada di daerah berkelas dan jauh dari lingkungan yang lembab juga bisa mengalami osteoarthritis.

  9. Jenis makanan yang dikonsumsi.

    Makanan tertentu mengandung kadar asam urat yang tinggi seperti sayuran dan daging. Ada baiknya jikalau anda membatasi konsumsi terhadap segala jenis sayur, buah (misal jengkol, durian) dan daging. Tetapi harap dipahami bahwa membatasi konsumsi bukan berarti bahwa tidak memakan sayur, buah tertentu dan daging sama sekali melainkan mengurangi porsinya setiap kali makan.

  10. Konsumsi makanan yang berlebihan.

    Kami sendiri merasa bersyukur menderita radang sendi sebab ini menjadi salah satu indikator penting untuk menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi sudah berlebihan. Konsumsi yang berlebihan biasanya menyebabkan beban pembuluh darah lebih tinggi untuk membawa sari-sari makanan. Keadaan ini menyebabkan pembuluh arteri yang terjepit di bawah tempurung lutut tertekan sehingga menyebabkan nyeri yang cukup berkesan sampai membuat anda berhenti makan.

  11. Kurang gizi – gizi buruk.

    Kurangnya asupan kalsium dan garam yang dikonsumsi dapat menyebabkan seseorang mengalami pengapuran tulang. Tubuh akan memenuhi asupan kalsium dengan mengambilnya langsung dari tulang sehingga hampir semua tulang menjadi keropos karena mengalami penipisan termasuk di daerah tulang rawan persendian lutut. Oleh karena itu jagalah asupan kalsium dalam makanan anda dengan memenuhi kebutuhan garam harian lebih kurang 9 gram per hari.

  12. Kurangnya aktivitas fisik.

    Fungsi pergerakan dilakukan oleh persendian sinovial yang di dalamnya terdapat cairan khusus. Cairan sinovial ini berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) dan pelumas yang memungkinkan sendi untuk bergerak secara bebas dalam arah yang tepat. Saat kita bergerak sekresi cairan ini akan berjalan lancar dan kontinu (terus-menerus). Itulah dimana kita selalu beraktivitas hari lepas hari atau setidak-tidaknya melakukan olahraga rutin, minimal 30 menit dalam seminggu. Kebugaran sendi membuat sekresi cairan sinovial lancar tetapi bagi yang kurang bergerak akan membuat pengeluarannya terhambat. Keadaan ini akan membuat lutut secara otomatis menjadi terasa sakit saat digerakkan.

  13. Obesitas (kegemukan).

    Orang yang memiliki berat badan yang lebih besar secara otomatis membuat tekanan di area lutut meninggi. Keadaan ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang terjadi semakin tinggi sehingga resiko tersangkutnya partikel asam urat di dalam pembuluh darah juga tinggi. Oleh karena itu, seberapa besarpun berat badan, seseorang harus mengimbanginya dengan latihan penguatan lutut yang dilakukan secara rutin.

  14. Diabetes melitus.

    Biasanya diabetes tipe I akan mengalami komplikasi hingga menyebabkan nyeri sendi. Keadaan ini terjadi karena gula darah terus-menerus berada dalam keadaan tidak terkendali (kurang terkontrol dengan ketat) sehingga merusak syaraf. Penyakit ini dikenal juga dengan  istilah diabetes neuropati yang salah satu sasarannya adalah persendian di daerah lutut.

  15. Telah terjadi trauma.

    Biasanya terjadi akibat benturan oleh benda tumpul yang menyebabkan timbulnya luka dalam (pendarahan lutut), yaitu retaknya tulang rawan, ligamen robek dan jaringan ikat lainnya yang mengalami trauma.

  16. Infeksi oleh mikroorganisme.

    Saat tubuh terpapar oleh kuman tertentu, keadaan ini membuat darah mengandung kuman terbawa lari hingga ke persendian. Karena lekukan dan jepitan yang cukup kuat di daerah tersebut maka banyak kuman yang tertahan di sana sehingga menimbulkan peradangan dan reaksi inflamasi.

  17. Kanker.

    Penyakit keganasan “kenker” Merupakan salah satu faktor hidup yang membuat sel ganas mudah tersangkut di daerah tempurung lutut yang terhimpit oleh tulang rawan dan jaringan ikat.

  18. Hemofilia.

    Partikal sel darah merah yang pecah di dalam darah menciptakan butiran yang halus tetapi menumpuk-numpuk di sendi lutut sehingga membuatnya membengkak hingga terasa sakit.

Menderita radang sendi (khususnya di daerah lutut) dapat mengganggu mobilitas yang biasa kita lakukan. Nyerinya itu tidak begitu terasa saat sedang berjalan seperti biasa. Keadaan ini akan sangat kentara saat naik-turun gunung, naik-turun tangga, naik-turun kendaraan dan lain sebagainya. Dalam pemahaman kami, rasa sakit di daerah ini ditimbulkan oleh faktor fisiologis dimana tulang sejati dan tulang rawan mengalami pembesaran kemudian menjepit pembuluh darah yang terdapat dibawahnya. Untuk mengatasi tekanan yang berlangsung lama secara bertahap ini sebaiknya dilakukan dengan memberikan tekanan fisik dari luar, yaitu dengan senam lutut. Tekanan yang besar dari kuat akan membuat perkembangan di daerah tersebut terkendali sehingga memberikan ruang yang cukup untuk mengalirkan darah dengan lancar.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s