Gejolak Sosial

7 Takdir Manusia Yang Tidak Bisa Ditolak Oleh Siapapun Atau Siap-Siap Tidak Bahagia Selama Hidup Di Dunia Ini


Nasib Dan Takdir Manusia Yang Tidak Bisa Ditolak Oleh Siapapun Atau Siap-Siap Tidak Bahagia Selama Hidup Di Dunia Ini

Takdir adalah (1) ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib; (2) jika; seandainya; (3) kalau … pun (KBBI Offline). Merupakan ketetapan Tuhan yang sudah digariskan sejak dari awal kehidupan manusia. Pada dasarnya, ini adalah suatu hal umum (general) yang dialami oleh semua umat manusia. Tidak ada orang yang bisa memastikan apa yang akan dialaminya kelak tetapi mereka yang dapat menerima nasibnya seadanya adalah orang yang hidup tenteram dan bahagia. Bisa dipastikan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal apa yang sudah ditakdirkan Tuhan dari awal kehidupan kita.

Sayang, beberapa orang menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah takdir Tuhan. Ini jelas sebuah pemahaman yang salah besar. Sebab jika segala sesuatu ditakdirkan oleh Allah maka kehidupan kita tidak ada ubahnya dengan robot. Dikarenakan nilai-nilai dan potensi dalam diri ini sudah ditakdirkan (ditakar) sejak dari semula. Sadarilah bahwa setiap manusia telah diberikan kebebasan untuk memilih: “ingin hidup bagaimana/ seperti apa di dunia ini?” Jadi tidak semua hal telah ditentukan Tuhan sejak dari awal melainkan nasib kita berada di tangan masing-masing.

Tuhan ada bukan untuk membuat manusia bingung melainkan telah meletakkan setiap penyertaan-Nya dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Mustahil kita bisa melihat perbuatan-Nya jika kita hanya diam/ duduk-duduk saja. Melainkan saat kita bergerak dan berusaha disanalah kuasa-Nya bekerja. Yang jelas Ia tidak akan membiarkan kita dimanjakan oleh karena berkat-berkat-Nya, sebab keadaan ini justru tidak akan mendewasakan. Melainkan menghendaki agar umat kesayangan-Nya bekerja keras sehingga lewat aktivitas tersebutlah kasih-Nya yang luar biasa nyata dalam hidup ini.

Takdir tidak ada hubungannya dengan aktivitas atau pekerjaan yang kita lakukan hari lepas hari. Pula tidak ada hubungannya dengan banyak tidaknya uang di kantongi. Juga sangat tidak dipengaruhi oleh tingkat intelektual atau kecerdasan spiritual masing-masing orang. Nasib juga tidak ditentukan oleh banyak tidaknya anak, saudara, sahabat, isti/ suami. Ketahuilah bahwa nasib benar-benar merupakan aturan umum yang langsung ditentukan Tuhan sejak dari awal penciptaan. Selain itu ada juga nasib yang berhubungan dengan waktu. Keadaan ini tidak hanya berlaku kepada kita melainkan terhadapa semua orang yang hidup di dunia ini.

Takdir manusia yang tidak dapat ditolak oleh siapapun

Kami mengulang lagi apa yang sudah di sampaikan dari atas, bahwa nasib sifatnya general dan berlaku untuk semua orang. Sedangkan hal-hal khusus lainnya yang terjadi dalam kehidupan kita lebih ditentukan oleh usaha masing-masing. Asalkan jalan perjuangan yang anda tempuh tidak jauh-jauh dan tidak menyimpang dari jalan kebenaran niscaya penyertaan Tuhan akan dapat anda saksikan disegala waktu. Berikut ini beberapa takdir yang berlaku secara general.

  1. Manusia membutuhkan Tuhan.

    Kebutuhan kita akan keberadaan Tuhan adalah jelas dan pasti. Setiap orang yang ingin agar pikirannya yang liar dan kadang memikirkan hal yang buruk tidak menyimpang dari jalur yang benar, maka fokus Tuhan adalah solusi dari semuanya itu.

    Hati yang bahagia, puas, damai, tenteram selamanya tidak akan anda peroleh dari dunia ini. Memang ada tetapi sifatnya fana/ sementara saja. Candu dengan hal-hal duniawi justru membuat biaya hidup kita semakin naik dari tahun ke tahun karena semua berbayar. Oleh karena itu, nikmati materi untuk memenuhi kebutuhan jasmani bukan untuk bahagia.

    Aktivitas ini dapat dilakukan dengan berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan Allah. Bisa dilakukan di dalam hati sendiri, lewat bibir, menggunakan alat musik atau sambil menari. Yang sering kami lakukan saat sedang bersantai adalah duduk nyaman sambil memuji-muji Tuhan dalam hati dan menggerakkan tangan/ kaki/ bagian tubuh lainnya sesuai dengan intonasi nyanyian yang dilantunkan.

    Sadarilah bahwa dari antara semua bagian tubuh manusia, yang paling aktif adalah otak. Fokus Tuhan adalah makanan yang tepat untuk otak yang aktif, selain itu gratis adanya. Kecanduan memuji-muji Tuhan sama sekali tidak masalah, ini justru membuat pikiran terus terisi sehingga tidak pernah kosong. Artinya, saat hati selalu tertuju kepada Sang Khalik, kita bebas dari kehampaan dan kegalauan yang tidak menentu.

    Jangan biarkan hal-hal yang buruk memasuki pikiran, itu bisa membuat suasana hati suram dan bahagia pergi. Saat anda mulai merasa suasana hati menjadi buruk maka mulailah mengubah lagu-lagu populer menjadi lagu rohani. Bahkan kami sendiri mengubah lagu rock, rap, hip-hop dan dangdut juga lagu-lagus asyik lainnya yang didengarkan dari sekitar untuk kemuliaan nama Tuhan. Semuanya itu dilakukan di dalam hati. Buang jauh-jauh nafsu untuk terkenal/ populer saat melakukan ini melainkan biarkanlah itu keluar seadanya sehingga tulus adanya.

  2. Perlu berbagi dengan sesama manusia.

    Dalam satu hari ini, apa yang sudah anda bagikan kepada sesama? Pastikanlah bahwa selama satu hari ini, kita aktif berbagi kasih kepada orang lain. Mulailah di dalam keluarga diawali oleh hal-hal yang kecil. Misalnya ramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia, jujur, adil, konsisten, berbagi informasi, berbagi solusi dan lain sebagainya. Selanjutnya dapat dilakukan menurut sumber daya, potensi (talenta) dan pekerjaan yang dimillki.

    Kita perlu bahagia dulu barulah dimungkinkan untuk berbuat baik kepada orang lain. Jika tidak mampu menjaga konsistensi kebahagiaan maka kebaikan hati inipun akan cenderung plin-plan lalu meredup. Untuk tetap bahaagia di segala waktu yang anda butuhkan adalah point satu. Selama hati ini bahagia saat memuji dan memuliakan Tuhan maka selama itu pula kita dimungkinkan untuk berbagi kasih kepada orang lain.

    Ada baiknya jikalau kita memahami dan menujukan setiap kasih yang dilakukan kepada Tuhan. Artinya, lakukan kepada sesama tetapi alamatkanlah kepada Tuhan sehingga hati ini tulus adanya.

    Ketika kebaikan kita ditanggapi dengan cuek bahkan ada pula yang sinis maka hindari pikiran yang menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan orang lain. Melainkan belajarlah dari semuanya itu dan anggap sebagai ujian kehidupan untuk meningkatkan taraf kepribadian anda.

  3. Penentu takdir “bukan apa yang berasal dari luar hingga masuk ke dalam diri masing-masing melainkan hidup ditentukan oleh apa yang berasal dari dalam diri masing-masing lalu ke luar menuju (lingkungan sekitar dan sesama manusia).”

    Sadarilah bahwa segala sesuatu di dalam kehidupan anda, ditentukan oleh diri sendiri. Memang ada banyak hal dari luar yang akan mempengaruhi anda tetapi semuanya itu kembali kepada keputusan dan pilihan hati masing-masing orang.

    Saat ada orang yang berkata kasar/ memfitnah/ membully, semuanya itu tidak membuat diri ini berdosa. Sebab hal-hal ini berasal dari luar diri sendiri sedangkan yang membuat kita berdosa adalah apa yang berasal dari dalam diri sendiri. Karena pikiran tidak terkendali pada akhirrnya membuat seseorang bersikap (perkataan, perilaku) buruk kepada orang lain.

    Takdir semacam ini juga berlaku dalam hal kedamaian, ketenteraman, kebahagiaan dan kepuasan. Sekalipun dari luar disi sendiri ada orang atau situasi yang mencoba membuat kita senang tetapi itu hanya faktor yang mempengaruhi bukan yang menentukan. Satu-satunya hal kunci yang menetukan kebahagiaan, kepuasan dan kedamaian adalah kemampuan kita menjaga konsistensi suasana hati dan konsentrasi berpikir.

    Keadaan ini juga menyatakan bahwa takdir kita bergantung dari apa yang keluar dari dalam diri ini, seperti usaha, kerja keras, ketekunan, kegigihan, tekad, pengorbanan, kedisplinan, kemauan keluar dari zona nyaman dan lain sebagainya. Jadi takdir kita tidak ditentukan oleh apa yang dilakukan orang lain kepada diri ini dan tidak ditentukan oleh bagaimana anggapan (penilaian) orang lain terhadap kita. Baik buruknya perlakuan sesama hanya akan mempengaruhi jalan nasib kehidupan tetapi penentuannya kembali lagi pada apa yang keluar dari dalam hati. Apa saja yang keluar dari dalam hati anda? Yaitu yang dikatakan (lisan, tulisan) dan yang diperbuat hari lepas hari.

  4. Hidup ini adalah siklus yang berputar-putar.

    Jangan pernah bosan melakukan hal yang sama secara berulang-ulang, ketahuilah bahwa itulah takdir sebagai seorang manusia biasa. Manusia tidak lebih baik dari Ibu Pertiwi, yakni bumi ini yang selalu berputar-putar untuk berotasi sambil berevolusi mengelilingi matahari. Jika Ibu Pertiwi dapat menjaga konsistensi aktivitasnya dari tahun ke tahun, dari zaman ke zaman dan dari masa ke masa, berarti kitapun bisa melakukan aktivitas yang sama seumur hidup sembari bersyukur menikmati semuanya itu.

    Kuncinya adalah “cintai pekerjaan yang anda lakukan dan tekunlah menyelesaikan pekerjaan yang anda cintai.” Tidak perlu bersungut-sungut saat menjalani ini dan itu melainkan bekerjalah terus sampai rasa bosan itu hilang. Artinya, ubah aktivitas anda menjadi rutinitas. Temukan berbagai masalah di sana lalu selesaikan itu dengan pikiran yang tenang agar rutinitas tersebut tetap lancar sampai selesai. Biasanya saat sesuatu rutin dilakukan maka kita akan mampu menghidupi apa yang dikerjakan sehingga menjadi kebiasaan. Aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan jika dijalani dengan tekun dari waktu ke waktu pasti akan menjadi budaya. Saat sesuatu sudah membudaya maka hal tersebut dilakukan tanpa harus diperintahkan lagi melainkan semuanya dikerjakan & diselesaikan begitu saja (insting) hingga mendatangkan kebahagiaan di dalam hati..

    Saran kami, jika ingin tidak bosan menjalani hidup maka berhentilan menonton televisi. Sebab hal-hal baru yang memikat hati terdapat disana sehingga membuat keinginan hati (hawa nafsu) bertambah-tambah. Kami sendiri sudah jarang sekali menonton TV.

  5. Hidup untuk beraktivitas.

    Sadarilah bahwa kita tidak dilahirkan seperti pohon yang hidup mematung tanpa melakukan apa-apa. Melainkan kita adalah manusia yang dilahirkan dengan mobilitas tinggi. Jika saat ini hidup kita sangat nyaman tanpa pekerjaan sebab semuanya sudah ada: jangan bangga akan hal tersebut. Justru situasi seperti ini beresiko memperburuk sikap sehari-hari. Berupayalah untuk selalu fokus kepada Tuhan (doa, firman, puji-pujian), belajar dan bekerja.

    Andapun dapat mengisi aktivitas dengan menyalurkan bakat yang dimiliki. Dokumentasikan kehidupan anda, tulislah sesuatu yang bisa diingat di masa yang akan datang. Sibukkan diri dengan berbagai aktivitas yang positif sebab itulah takdir kita. Tanpa kesibukan hidup ini terasa hampa dan cenderung tidak berarti. Jadi setidak-tidaknya sibukkan pikiran dengan senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah disegala waktu yang dilalui.

  6. Setiap orang ditakdirkan untuk mengalami masalah.

    Jika mampu memahami tujuan utama dari persoalan hidup niscaya mampu menerima seadanya keadaan terburuk sekalipun. Jika pola pikir anda telah terbuka maka mampu memahami dengan pasti bahwa masalah jelas-jelas bermanfaat untuk membentuk kepribadian ini. Mampu memahami manfaat dari setiap pergumulan hidup membuat seseorang berhenti bersungut-sungut, menyalahkan orang lain dan menyesali diri. Melainkan semuanya itu akan dilalui dengan sukacita penuh kebahagiaan.

    Ketahuilah bahwa tanpa persoalan, kepribadian ini cenderung menjadi kekanak-kanakan dan menentang keberadaan Tuhan. Saat semua sudah ada dan semua sudah nyaman dan semua sudah aman tepat saat itulah kita cenderung hidup dalam zona nyaman. Sadarilah bahwa keadaan semacam ini jelas-jelas tidak menguntungkan secara mental kepribadian masing-masing. Keadaan ini justru akan membuat kemampuan mengendalikan diri mengendur bahkan menjadi tumpul. Akibatnya hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya mudah muncul dipermukaan. Saksikanlah, Manfaat persoalan hidup.

    Oleh karena itu, jangan bangga jika hidup anda bebas dari masalah justru keadaan ini beresiko memperburuk sikap karena terlalu sensitif, saat terjadi sesuatu ditanggapi dengan cara berlebihan. Ketahuilah bahwa kemampuan mengatasi/ menanggulangi rasa sakit karena kesalahan sendiri/ kesalahan orang lain sangat menentukan konsistensi kebahagiaan dan ketenteraman hati. Kesegeraan menanggulangi sakit hati membuat kita mampu berbahagia dan tenteram selamanya, sekalipun ada situasi buruk yang menghadang di depan.

    Berusahalah untuk mencari-cari masalah tapi bukan dalam arti harus memukul orang lain. Tetapi bermasalah dengan seseorang lewat kebaikan hati yang kita sebarkan kemana-mana. Artinya, kita mencari-cari soal untuk menguji diri sendiri dengan berbuat baik. Perbuatan baik yang syarat dengan ujian kehidupan adalah ramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik). Keramahan kita tentu saja tidak selalu ditanggapi positif oleh mereka, ada yang mengacuhkan, sinis bahkan ada pula yang membalas sebaliknya dengan menjadi pribadi pengganggu.

    Saat menghadapi masalah semacam ini pastilah suasana hati menjadi kacau balau, galau, sedih dan takut. Tetapi jikalau anda mampu belajar dari kesalahan dan tidak pernah bosan untuk menebar keramahan niscaya keadaan ini bisa dikendalikan sepenuhnya. Terlebih dahulu hati harus bahagia agar ramah-tamah yang kita lakukan lebih luwes dan enak dilihat.

  7. Setiap orang pasti akan mati.

    Semua manusia pastilah akan menemui ajalnya, cepat ataupun lambat. Hanya saja cara matinya seseorang & tanggal kematian tidak ditentukan oleh keinginannya atau keinginan orang lain tetapi ditentukan oleh kehendak Tuhan. Jadi ketika seseorang membunuh sesamanya berarti itu sama saja dengan menggagahi-Nya dengan mengambil apa yang sebenarnya menjadi hak-Nya.

    Oleh karena itu, jadilah maksimal dalam memperjuangkan kebenaran hari lepas hari. Senantiasa fokuskan pikiran kepada Tuhan sembari tetap berbagi kasih kepada sesama dimulai dari hal-hal kecil yang ada pada kita yang dapat dilakukan hari demi hari. Semua nilai-nilai kebenaran yang kita perjuangkan selama hidup di dunia akan kita terima upahnya kelak dalam kehidupan kedua, yang kekal (hidup selamanya). Jadi mulai dari sekarang pilihlah, memperjuangkan hal-hal materi yang fana (paling hidup kita sampai 60,80 atau 90 tahun saja) atau berjuang demi kebenaran yang kekal (1000 tahun, sejuta tahun, semiliar tahun, setriliun tahun lagi dan seterusnya hidup abadi).

    Kematian adalah takdir yang pasti, hanya saja kita tidak tahu kapan dan cara semuanya ini akan berakhir. Oleh karena itu, jika anda percaya kepada Tuhan yang telah menjanjikan sorga, mengapa kita harus takut mati? Melainkan hilangkan kecemasan akan hari kematian tetapi tetap jaga kewaspadaan standar dalam kehidupan ini. Tidak perlu terlalu pusing memikirkan dan membahas-bahas dalam hati tentang hari kematian melainkan lebih baik fokuskan pikiran untuk senantiasa bersyukur dan memuliakan nama Tuhan di segala waktu.

Orang yang mampu menerima dan menjalani suratan takdirnya adalah mereka yang hidup apadanya dan bahagia selamanya.

Awal kebahagiaan adalah mampu menerima nasib yang diberikan Tuhan dalam kehidupan kita. Manusia ditakdirkan untuk hidup dan mati di dunia ini. Kita bukanlah makhluk abadi yang tidak mati-mati melainkan dunia ini adalah ladang ujian kehidupan untuk menggapai sorga yang kekal. Kita diuji lewat masalah yang mendatangkan penderitaan agar hati ini dimurnikan dari segala keburukan (nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya). Hanya orang yang bersih dan tulus hati saja yang layak sebagai penghuni firdaus. Ketahuilah bahwa pekerjaan kita disana adalah memuji-muji Tuhan selamanya. Jika saat ini saja kita tidak menikmati saat-saat memuliakan Tuhan, bagaimana mungkin kita kelak bisa hidup di sorga?

Salam dahsyat!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s