Gejolak Sosial

10 Cara mencegah kecewa – Menghindari & Meminimalkan Kekecewaan Sedini Mungkin

Tips Cara mencegah kecewa - Menghindari & Meminimalkan Kekecewaan Sedini Mungkin

Hidup ini seperti air laut yang selalu berombak/ bergelombang. Permukaan yang dapat kita lihat dengan mata kepala tidak selalu tenang. Tetapi begitu kita menceburkan diri ke dalamnya, ada ketenangan dimana-mana: kebisingan perahu, suara angin, riuhnya gelombang tidak lagi terasa. Jika kita terus membiarkan diri tenggelam maka pandangan mulai hitam, matahari meredup dan segala rasa akan hilang, hanya dingin-hangatnya perairan yang menyentuh kulit. Demikianlah juga kehidupan manusia di bumi ini, dari luar kelihatan bergelora penuh gejolak tetapi hatinya sangat tenang penuh ketenteraman saat menjalani naik-turun, hiruk-pikuk dan hingar-bingar kehidupan.

Pengertian kata kecewa

Kecewa adalah (1) kecil hati; tidak puas (karena tidak terkabul keinginannya, harapannya, dan sebagainya); tidak senang; (2) cacat; cela; (3) gagal (tidak berhasil) dalam usahanya dan sebagainya (KBBI Luring). Merupakan perasaan yang tersakiti akibat keinginan yang masih belum terpenuhi seutuhnya (seperti yang di targetkan sebelumnya). Tidak ada seorangpun yang bisa membebaskan dirinya atas rasa tersebut. Seolah semuanya ini sudah ada dihadapan kita sehingga kerap kali datang bertubi-tubi sebelum kita sempat melupakan kekecewaan sebelumnya.

Sebagian dari penyebab sakit hati adalah kekecewaan. Tidak ada yang lebih menyakitkan di dunia ini selain saat dimana seseorang mempermain-mainkan perasaan kita. Keinginan yang sangat diiming-imingi sejak dari awal hanya akan menjadi batu sandungan bagi kehidupan kita esok hari. Apa yang terlalu diharapkan hari ini menjadi jebakan yang menggalaukan dan mencemaskan di hari esok. Oleh karena itu, kami sendiri tidak pernah mendoakan sesuatu yang terlalu tinggi dan berada di luar logika untuk menjadi kenyataan di dalam kehidupan ini. Terserah jikalau Tuhan memberikan lebih, itulah sukacita yang membuat hidup ini selalu disyukuri baik-buruknya situasi yang dihadapi.

Mencegah kekecewaan sejak dini

Apapun bentuk kekecewaan yang anda alami saat ini, sadarilah bahwa semuanya ini berawal dari hawa nafsu yang terlalu tinggi. Otomatis saat hendak mencegah agar tidak dikecewakan oleh siapapun berarti dengan demikian kita harus menghapus semua keinginan dari dalam hati sekaligus hidup menjauhi orang lain. Sadarilah bahwa mustahil kita bisa hidup tanpa satupun keinginan di dalam hati, yang dapat dilakukan adalah mengendalikannya agar selalu berada di jalur yang benar. Tuhan juga telah mentakdirkan setiap umat manusia untuk hidup bersosial bersama orang lain. Jadi, mencegah timbulnya rasa kecewa dengan menghilangkan keinginan dan menjauhi pergaulan adalah mustahil.

Tidak mungkin melakukannya dengan menjauhi orang lain atau menghilangkan nafsu

Apapun mimpi dalam hidup anda jangan pernah menggubris hal tersebut. Anggap saja ia sebagai bunga-bunga tidur yang akan segera berlalu. Juga jangan pernah mendoakan hal-hal tersebut, yang jelas tidak masuk dalam jangkauan logika manusia. Sebab bisa saja harapan itu berbicara tentang orang lain, tentang keturunan anda dan tentang kehidupan berikutnya/ selanjutnya. Seperti janji Tuhan kepada Abraham, toh bukan dia yang menerimanya tetapi keturunannya yang ke lima dan ke enam (bangsa Israel di bawah pimpinan musa). Demikian juga tentang menjadi berkat bagi semua bangsa ternyata diemban oleh Yesus Kristus (keturunannya yang ke 42).

Kami merasa, bila Abraham terlalu memikirkan soal janji Allah tersebut padahal disekelilingnya ada banyak bangsa/ ras/ golongan lain yang lebih besar, pastilah kesusahan hati dan kegalauannya (galau tingkat dewa) terus bertambah-tambah. Tetapi dia tidak mendoakan maupun membahas janji tersebut di dalam hatinya melainkan hidupnya terus memuliakan Allah (misal saat menanggapi panggilan Allah dan merespon utusan Allah). Hidupnya juga didedikasikan untuk mengasihi orang lain seperti diri sendiri (misal kasihnya terhadap sepupunya saat meminta lot memilih tanah penggembalaan). Jika saja bapa Abraham terlalu sibuk mendoakan dan memikirkan janji yang tidak masuk akal tersebut niscaya namanya tidak akan setenar seperti saat ini sebagai bapa orang beriman.

Cara terbaik menghindari kekecewaan jangan memusingkan diri dengan mimpi yang tidak logis tetapi lakukan yang terbaik dan perjuangkan kebenaran

Pahamkah anda dengan maksud kami? Apapun mimpi dan harapan anda, berhenti mendoakan hal tersebut tetapi berdoalah sewajarnya dan lakukan yang terbaik dalam segala hal. Tidak lupa untuk mengembangkan potensi/ bakat/ kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing. Juga selalu upayakan memperjuangkan kebenaran, yaitu selalu mengasihi Allah sepenuh hati, jiwa, akal budi, kekuatan yang dimiliki dan mengasihi sesama SEPERTI diri sendiri. Ketahuilah bahwa saat doa-doa kita terjebak dalam sesuatu hal yang tidak masuk akal maka tepat saat itu juga kita seperti orang yang menyakiti diri sendiri.

Pengalaman memiliki mimpi besar tidak ditanggapi serius tetapi mengusahakan kebenaran dan mengembangkan bakat yang dimiliki

Kami sendiri memiliki sebuah mimpi yang terinspirasi di tahun 2009. Seperti ada sebuah bisakan yang mengatakan tentang sesuatu yang sebenarnya sangat luar biasa. Pernah kami mendoakan bisikan/ mimpi tersebut tetapi hari-hari yang dilalui menjadi rancu, terasa jemu dan muak terhadap situasi yang dihadapi. Sejak saat itu sampai sekarang, kami tidak pernah mendoakan ataupun memikirkan (yakni membahas dalam hati) harapan yang terlalu besar itu. Melainkan berusaha melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan kebenaran sambil mengembangkan potensi yang dimiliki. Sekali lagi kami tegaskan jangan pernah mendoakan atau membahas sesuatu yang tidak logis (tidak masuk akal) untuk mengantisipasi rasa kecewa yang besar sejak dini.

Kecewa adalah awal kekuatan hati

Tahukah anda bahwa manusia yang ditempa dalam rasa sakit cenderung lebih tabah dibandingkan dengan yang tidak pernah mengalami masalah serius (misalnya anak-anak). Inilah yang disebut dengan hukum alam, yaitu jika seseorang tidak mau menderita banyak masalah (masuk dalam zona nyaman) maka hatinya sendirilah yang akan menimbulkan banyak masalah bagi orang lain. Salah satu dari sekian banyak masalah yang berasal dari dalam diri sendiri adalah kekecewaan. Orang yang terbiasa menghadapi gejolak sosial/ kemelut kehidupan pastilah kekecewaan di dalam hatinya lebih sederhana. Tetapi mereka yang jarang didera oleh masalah, manja dan berada dalam kenyamanan hidup memiliki rasa kecewa yang besar saat sesuatu yang diinginkannya tidak terwujud.

Ada baiknya jikalau mulai saat ini kita belajar menerima kekecewaan apa adanya. Saat sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang diinginkan maka tepat saat itu jugalah pikiran kita dipaksa dan ditekan oleh sikon (situasi dan kondisi). Seperti memasukkan unta dalam lobang jarum demikianlah hati ini penuh sesak oleh rasa kesal karena keadaan tersebut. Disaat-saat seperti inilah kita belajar untuk tegar sekaligus merendahkan diri dihadapa Tuhan. Semakin banyak dikecewakan orang maka semakin kuat hati ini (tabah) dan semakin bisa merendahkan diri pula mampu fleksibel (mudah beradaptasi) dalam sikon yang berbeda-beda.

Cara menghindari dan meminimalisir kekecewaan

Adalah mustahil hidup di dunia ini tanpa dikecewakan oleh siapapun. Sebab dimana ada pergaulan dan sistem sosial maka disanalah rasa kecewa bersarang, hanya tinggal menunggu waktu sampai hal tersebut sampai di hadapan anda. Jadi berbahagialah anda yang pernah merasakan situasi semacam ini selama hidup di dunia yang fana. Sebab sejak zaman purba kala hingga saat ini manusia ditempa dalam rasa sakit semacam ini sehingga semakin cerdas dalam berpikir, bijak dalam bersikap dan tabah saat menghadapi godaan. Berikut beberapa cara mencegah atau setidak-tidaknya meminimalisir hal tersebut.

  1. Hanya bergantung kepada Allah untuk memperbaiki suasana hati.

    Pikiran kita adalah tempat yang pas untuk tempat Tuhan berdiam. Darisanalah Tuhan membentuk kehidupan kita menjadi lebih baik hari lepas hari. Oleh karena itu, selalu tempatkan Dia di dalam hatimu dengan selalu menyibukkan diri untuk berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan Allah.

    Jika anda hendak melepaskan diri dari berbagai-bagai bentuk keburukan yang hingar-bingar dalam kehidupan ini maka jalan pertama dan utama yang harus ditempuh adalah dengan senantiasa fokus Tuhan. Saat pikiran selalu beraktivitas, kedagingan yang berada di alam bawah sadar manusia akan ditekan sehingga segala hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan berbagai bentuk kejahatan lainnya tidak akan pernah terwujud dalam perkataan dan perilaku sehari-hari.

    Ketahuilah bahwa baik buruknya suasana hati sangat bergantung kepada kemampuan manajemen pola pikir setiap orang. Kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati (Bahagia CS) semuanya mencirikan suasana hati yang sangat kondusif. Menggantungkan kebahagiaan CS kepada hal-hal duniawi membuat resiko kecewa semakin tinggi. Sebab apa yang ada di luar diri kita tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. Sekalipun ada beberapa hal yang bisa kita kendalikan dengan uang tapi masalahnya adalah apakah uang tersebut terus ada seumur hidup. Apalagi ketika kita menyadari kenyataan bahwa ketagihan akan materi sifatnya akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

    Sebab itu, hanya gantungkan suasana hati anda kepada Tuhan dengan senantiasa berdoa, membaca/ mengucapkan firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Jangan biarkan hal-hal duniawi mengotori hati anda melainkan abaikanlah semua itu sembari tetap bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah sampai pikiran terbuka penuh rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Tuhanlah penjaga suasana hatimu tetap baik, fokuslah kepada-Nya selalu untuk selamanya.

  2. Mereka yang hidupnya bergejolak kekecewaannya simple.

    Pastikanlah bahwa anda adalah orang yang senantiasa terbuka terhadap segala pencobaan yang datang menghampiri. Jangan biarkan masalah menggelapkan hati ini melainkan tempuhlah jalur yang pantas benar untuk menyelesaikan semuanya itu. Hentikan kebiasaan yang selalu merasa aman dalam zona nyaman.

    Selalu berupaya mencari-cari masalah dengan orang lain. Bukan dengan kekerasan melainkan lewat keramahan kita diuji oleh sesama. Sebab tidaklah semua kebaikan (ramah-tamah) direspon dengan baik, ada juga beberapa yang dicuekin/ diabaikan/ didiamkan dan dianggap sinis bahkan beberapa diantaranya akan membalas dengan perilaku usil yang cukup mengganggu. Jika anda mampu tabah dan tetap ramah/ santun menanggapi perlakuan tersebut, itulah kekuatan hati yang sejati.

    Rasa kecewa yang dialami cenderung minimal ketika hidup kita menemukan dan menyelesaikan banyak pergumulan. Persoalan mengajari kita untuk selalu kuat dan lembut menghadapi segala sesuatu. Keadaan ini secara tidak langsung akan membuat rasa kecewa semakin mudah di tepis karena kitalah manusia yang suasana hati yang unik dan berbeda.

  3. Orang rendah hati kecewanya kecil.

    Salah satu hal yang membuat orang kecewa adalah setelah di jatuhkan oleh orang lain. Saat seseorang terlalu angkuh maka sudah otomatis harga dirinya semakin tinggi. Mereka yang memiliki harga diri tinggi, mudah sekali untuk dijatuhkan orang lain. Suara kecil yang negatif saja pastilah sudah dapat membuat seorang yang sombong terjatuh, merana dan berguling-guling kesakitan. Tetapi orang yang teribasa hidup rendah hati bahkan kerap merendahkan/ menyangkal diri sendiri, ketika disakiti orang lain mereka memiliki kadar kekecewaan yang lebih minimalis.

  4. Menjaga keinginannya tetap dalam batas jangkauan kemampuan maksimal, tidak berhasrat pada sesuatu yang terlalu tinggi.

    Pastikanlah bahwa semua hal yang anda kehendaki di dunia ini tidak melampaui batas jangkauan maksimal. Kenali kemampuan diri sendiri dan tetaplah berada pada jalur-jalur yang masih dicapai oleh akal sehat. Bersikaplah realistis dalam menjalani hidup dan hindari keinginan yang terlalu tinggi, nanti nggak kesampaian sehingga membuatmu kecewa sendiri.

    Khayalan hanya diperkenankan untuk menghasilkan karya seni dengan membuat ilustrasi tertentu yang memberikan makna mendalam bagi kehidupan manusia itu sendiri dan segenap masyarakat disekitarnya. Stop berimajinasi jika tidak memperuntukkannya sebagai salah satu perumpamaan kehidupan.

    Saran kami adalah “minimalisir keinginan tetapi jangan lupa dengan hak-hak sendiri.” Biasanya apa yang kita inginkan berada di luar sana, masih di luar jangkauan. Sedangkan apa yang menjadi hak kita adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.

  5. Tidak mendoakan mimpi yang tidak masuk akal.

    Doa adalah harapan, setiap kali kita berdoa maka di sanalah kita berharap sesuatu akan terjadi dalam hidup ini. Berdoalah sesederhana mungkin, sebab semakin banyak doa yang tidak terkabulkan berarti semakin banyak keinginan yang tidak terwujud sehingga membuat kita kecewa dan kehilangan kebahagiaan CS.

    Bermimpi memang bagus adanya dan roh juga bisa membisikkan pengharapan yang terlalu tinggi ke dalam hati anda. Anggap saja itu sebatas mimpi dan bersyukurlah terhadap semuanya. Hindari mendoakan sesuatu yang tidak bisa kita capai dengan akal sehat. Visi yang terlalu tinggi biarkan saja menjadi pengharapan yang melayang-layang disekitar kehidupan anda. Sebab belum tentu semuanya itu akan anda terima tetapi mungkin saja keturunan anda yang ke sekian yang akan menerimanya.

    Oleh karena itu hindari mendoakan mimpi yang terlalu tinggi dan di luar logika (tidak kesampaian akal ini, bagaimana cara meraihnya). Melainkan jadilah orang yang murni hidup dalam realitas yang nyata. Sebab semakin banyak doa kita yang tidak terkabul maka semakin tinggi kekecewaan di dalam hati sehingga tidak bahagia menjalani hidup. Bahkan bisa saja hal ini membuat kita ragu, “benarkah ada Tuhan?” Simak juga, Kiat merealisasikan impian.

  6. Jangan membahas-bahas sesuatu yang berada di luar logika.

    Pikiran manusia lebih liar dari hewan terbuas manapun. Khayalan dapat mencapai titik batas di luar logika manusia. Hindari membiasakan hal ini terkecuali jika anda hendak berencana menyusun karya seni berupa perumpamaan untuk memberi pelajaran hidup bagi semua orang. Memikirkan/ membahas-bahas dalam hati hal yang terlalu tinggi membuat kita kecewa setelah menyadari bahwa kenyataan berkata lain. Sudah jelaslah bahwa kekecewaan inilah yang banyak sekali membuat manusia tidak mampu merasakan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati.

    Daripada pikiran berimajinasi kemana-mana dan tidak jelas tujuannya apa juga saat memikirkan sesuatu yang terlalu tinggi untuk dicapai, alangkah lebih baik jikalau kita memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ikatlah pikiran yang buas dan sesat itu dengan senantiasa memfokuskannya kepada Tuhan.

  7. Menyibukkan diri dengan belajar dan/ atau bekerja untuk menepis rasa kecewa.

    Aktivitas sehari-hari turut membuat otak kita sibuk. Selain menyibukkan otak dengan senantiasa berfokus kepada Tuhan, kita juga bisa melakukannya dengan cara mempelajari sesuatu dan mengerjakan hal-hal baik dalam hidup ini. Seperti kata pepatah “Long Life Education” demikianlah kita bisa menghabiskan waktu luang untuk membaca buku-buku positif. Kitab Suci adalah buku yang paling dianjurkan untuk dipelajari secara teratur dan berulang-ulang.

    Saat bekerja melakukan hal-hal yang baik selama kita hidup, membuat hari-hari ini menjadi lebih terisi/ berarti. Ini bisa juga dilakukan dengan menekuni bakat/ potensi positif yang kita miliki. Kami rasa, menulis adalah sebuah potensi general (umum) yang bisa dilakukan oleh siapapun. Menyibukkan tangan dan kaki untuk membantu diri sendiri, membantu keluarga dan membantu orang lain akan membuat kita mampu menepis berbagai rasa kecewa yang kerap kali kita terima hari lepas hari.

  8. Menekan ketergantungan akan kenikmatan duniawi.

    Hidup yang terlalu bergantung kepada kebutuhan materi membuat kita secara otomatis bergantung kepada uang. Ironisnya kebutuhan akan kenikmatan duniawi akan semakin mahal dari tahun ke tahun. Keadaan ini akan semakin diperparah ketika terlalu ketagihan untuk mengkonsumsi sesuatu dan lain hal. Jika rasa ingiin/ candu tersebut tidak terpenuhi maka kecewa bercampur kesal akan memenuhi pikiran yang mendorong kita menjadi sedih dan galau sepanjang waktu. Oleh karena itu, harus berusaha untuk menepis sifat candu ini dengan mengkonsumsinya secara fluktuatif. Artinya, janganlah terus-menerus mengkonsumsi makanan dan minuman yang mahal, ada saatnya juga untuk kita mengkonsumsi sesuatu yang dianggap murahan/ dibeli dengan harga murah.

    Harap ingat bahwa fluktuasi ini hanya berlaku saat menikmati gemerlapan duniawi tetapi saat bersikap dengan orang lain alangkah lebih baik jikalau kita selalu menjaga konsistensi. Perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan konsisten akan mendatangkan kebahagiaan bagi kehidupan kita dan kehidupan sesama dan lingkungan sekitar juga.

  9. Menepis kecanduan akan kemuliaan duniawi.

    Candu terhadap penghormatan dan penghargaan dari dunia ini membuat kita mudah kecewa ketika hal-hal tersebut tidak tercapai. Ketergantungan terhadap perlakuan baik orang lain hanya akan membuat kita mudah dikendalikan oleh situasi bahkan orang lainpun dapat mengontrol kehidupan ini. Oleh karena itu, alangkah baiknya jikalau kita tidak mengharapkan agar dihormati dan dihargai orang lain sehingga kekecewaan tidak meradang di hati saat kemuliaan itu tidak didapatkan.

    Di atas semuanya itu, marilah kita tidak mengharapkannya tetapi memberikan/ membagikannya kepada sebanyak-banyaknya orang. Tidak hanya kepada orang tua, kakak, abang, guru, dosen, kepala, direktur dan lainnya melainkan juga kepada siapapun yang kita anggap layak mendapatkannya. Jangan menahan kebaikan hatimu tetapi lepaskanlah itu akan membuatmu merasakan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati yang terisi penuh.

  10. Selalu berusaha belajar menerima kenyataan apa adanya.

    Kenyataan adalah sebuah garis hidup yang telah diizinkan Tuhan untuk terjadi. Saat anda mampu menerima fakta yang dirasakan oleh semua orang maka saat itu jugalah rasa sakit karena kecewa akan meninggalkan hati anda. Saat suasan hati kita sedang tidak nyaman dengan situasi yang berlangsung, tepat saat itu jugalah kedamaian berlalu meninggalkan. Sebenarnya andapun bisa memilih untuk keluar dari situasi tersebut tetapi sampai berapa lamakah keadaan ini akan berlangsung? Ada baiknya, bila kita menghadapinya seadanya/ semampuanya dengan menerima kenyataan apa adanya.

    Kemampuan menerima kenyataan apa adanya juga ditentukan oleh sikap hati yang mau mengalah: tidak melawan dan bebas dari rasa kesal. Kita harus lebih banyak mengalah dalam menghadapi berbagai-bagai gejolak kehidupan (kecuali saat berkompetisi dalam pertandingan resmi) dengan demikian hati dipenuhi dengan paket kebahagiaan CS.

    Kemampuan ini juga ditandai dengan kesadaran akan kesalahan yang telah dilakukan. Orang yang mengakui kesalahannya biasanya mampu menerima kenyataan tetapi mereka yang berpikiran sempit akan menolak hal itu bahkan memusuhinya juga.

    Salah satu cara terbaik menepis kekecewaan lalu menerima kenyataan adalah ketika mampu memaafkan setiap orang yang terlibat dalam situasi buruk tersebut. Memaafkan orang lain membuat hati lega. Jika anda masih belum terbiasa, harus mampu melihas sisi-sisi tertentu dalam kehidupan yang membuat diri ini merasa kasihan sehingga mampu memaafkannya. Misalnya saja, “Mereka tidak bersalah, orang-orang ini masih muda. Kasihanilah mereka Tuhan!” “Maafkan si kawan ini Tuhan, dia tidak tahu apa yang sedang dilakukannya. Kasihanilah mereka menurut kemurahan hati-Mu!” “Mohon ampuni kesalahan mereka Bapa, mereka tidak mampu memahami situasinya. Ajarlah mereka menurut kebesaran kasih karunia-Mu!”

    Satu-satunya yang bisa kita ubah dalam kehidupan ini adalah masa depan. Adalah baik bagi kita untuk menyempatkan diri merencanakan ini-itu, bila perlu libatkan orang lain menurut tupoksinya masing-masing sebab masa depan ditentukan oleh orang-orang yang terlibat didalamnya.

Pada hakikatnya rasa kecewa diawali oleh adanya keinginan. Artinya, dimana ada hawa nafsu maka disanalah kekecewaan menjadi salah satu faktor resiko. Saat hasrat yang ada di dalam hati terlalu besar sehingga tidak kesampaian, ketahuilah bahwa kecewanya juga besar. Oleh karena itu, hiduplah serealistis mungkin sehingga resiko sakit hati tidak membayang-bayangi langkah kaki anda hari demi hari. Lebih daripada itu, sibukkan diri dengan aktivitas positif: senantiasa fokus kepada Tuhan, berkesempatan untuk mempelajari sesuatu dan bekerja dengan giat menurut wilayah kerja/ talenta/ potensi yang kita miliki masing-masing.

Salam tegar!

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.