Gejolak Sosial

Perbedaan Kekuatan Menciptakan Seleksi Alam – Tanpa Kesetaraan Manusia Menjadi Liar


Perbedaan Kekuatan Menciptakan Seleksi Alam - Tanpa Kesetaraan Manusia Menjadi Liar

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, “mengapa kami begitu memperjuangkan kesetaraan?” Padahal jika sistemnya menganut kesejajaran maka kami sendiripun akan sama saja dengan orang lain, tidak ada lebihnya. Sebab biasanya dalam catatan sejarah perjuangan manusia, memang ada yang tulus tetapi sebagian besar mementingkan untung yang diperolehnya. Tetapi ketika sistemnya menganut siklus yang berputar sejajar maka rakyat jelata tidak ada bedanya dengan pegawai (pemerintah), karyawan (swasta), pahlawan atau presiden: semua diperlakukan sama, haknya juga sama.

Terlalu berbeda adalah tidak baik

Mari kami berikan sedikit perumpamaan. Perbedaan adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat ditolak oleh siapapun juga. Ini seperti sebuah takdir Tuhan yang harus diemban oleh seluruh kalangan masyarakat. Tetapi, tahukah anda bahwa TERLALU BERBEDA itu juga tidak baik? Pernahkah anda melihat perbedaan yang kami maksud di dunia hewan di lingkungan alamiah? Ada hewan yang kuat dan besar juga ada hewan yang kecil dan lemah. Hewan-hewan berbeda kekuatannya dan secara alamiah yang kuat akan memakan yang lemah.

Bila sistem bermasyarakat meniru/ menerapkan diferensiasi kekuatan alam, maka secara tidak langsung orang-orang di dalamnya terlibat dalam seleksi alam kecil-kecilan. Artinya, sekumpulan orang akan berusaha membodohi dan menekan sesamanya secara diam-diam dalam konspirasi terstruktur. Persekongkolan inilah yang akan menjalankan praktek manipulatif kepada orang-orang yang lemah sehingga mereka yang kuat semakin kaya raya. Bukankah ini sama saja dengan seleksi alam? Hanya terjadi secara halus karena oknum tertentu menyembunyikan kebenaran atau memutar-balikkan hal yang benar.

Daripada meniru keberagaman hidup ala alam liar maka lebih baik bagi sistem untuk meniru kekhasan dalam pelangi. Pernahkah anda memperhatikan pelangi sesaat setelah gerimis atau setelah hujan? Amati baik-baik, bukankah sebarannya, arahnya dan lengkungannya sangat teratur, yang berbeda hanya dalam hal warna saja. Demikianlah harusnya sistem bermasyarakat, berbeda dalam hal fungsi tetapi kekuatannya sama. Apa saja power yang berpotensi menjadi sangat merusak di dalam sistem? Kekuatan ini bukan sesuatu yang super melainkan ilmu pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan. Inilah yang harus disetarakan seperti pelangi yang indah & seiras.

Orang yang memiliki mega power menjadi penyebab semua masalah

Sadar atau tidak, sistem yang memelihara keanekaragaman kekuatan yang kentara secara tidak langsung akan mendorong keadaan yang saling mempengaruhi. Dimana orang-orang yang kuat materi, ilmu dan kuasanya akan memanfaatkan hal tersebut untuk beroleh keuntungan pribadi/ kelompok. Lagi, seleksi alam akan berlangsung secara halus ketika orang-orang yang di atas rebutan untuk mempertahankan power yang dimiliki. Belum lagi masalah cek-cok yang tidak disengaja (sepele) akibat perilaku lebay yang terkesan “show power.”

Kecanduan akan materi mengawali seleksi alam

Ketika sistem dalam masyarakat memelihara diferensiasi pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan yang tidak terkontrol maka masalah yang sebenarnya sepele akan muncul di permukaan, mengapa demikian? Sebab kalangan atas yang dimanjakan oleh mesin berteknologi menjadi sangat rapuh. Mereka cenderung memiliki kehidupan yang mewah dan sangat nyaman padahal semua itu memerlukan uang untuk pembelian dan biaya operasionalnya. Ada satu ciri khas dari hidup manusia yang tidak dapat ditolak yaitu kecanduan. Saat orang-orang ini ketergantungan dengan materi. Maka tepat saat itu jugalah ada keinginan untuk memiliki uang walau tega memanipulasi orang lain dan menyembunyikan hal yang benar.

Pahamilah bahwa di dalam dunia ini setiap manusia memiliki kecanduan. Seperti bumi yang selalu berevolusi mengelilingi matahari itulah ketergantungan yang berlangsung selamanya. Demikianlah juga kita harus ketagihan melakukan sesuatu selama nafas masih berhembus.  Pertanyaannya sekarang adalah kemanakah anda menggantungkan kehidupan sampai detik ini? Apakah itu pada uang, ilmu dan kuasa? Ketahuilah bahwa kemana hidupmu bergantung maka kesanalah pikiran ini tertuju. Artinya, saat anda menggantung kehidupan pada uang maka yang dipikirkan adalah bagaimana agar uang bertambah-tambah banyak, lipat kali ganda. Lain halnya ketika kita senantiasa fokus kepada Tuhan, pastilah setiap saat selalu disempatkan untuk bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya.

Contoh seleksi sosial karena perbedaan kekuatan

Apa saja contohnya yang menunjukkan bahwa perbedaan kekuatan yang sangat besar menciptakan seleksi alam sehingga menyingkirkan orang lain secara halus.

  1. Seorang dengan kekuatan materi dapat memperoleh sumber daya yang sangat besar hanya untuk senang-senang sesaat. Ketika ini terus berlanjut maka lingkungan akan rusak sehingga merugikan bagi orang-orang kecil.
  2. Mereka yang memiliki uang yang lebih memperlakukan sesamanya dengan semena-mena, seolah-olah dialah tuhan yang berkuasa mengendalikan kehidupan orang lain. Kalangan tertentu akan diperlakukan tidak adil demi menguntungkan konglomerat dimaksud.
  3. Oknum yang memiliki relasi luas akan meraih keinginannya dengan melakukan/ menjalankan tipu muslihat diantara rakyat.
  4. Manusia yang memiliki pengetahuan tinggi, menyebarkan informasi hoax. Keadaan ini membuat orang yang tidak tau apa-apa, masyarakat biasa menjadi korban (dirugikan).
  5. Ketika kelompok yang memiliki kekuatan saling adu pengaruh, mereka akan menjadikan rakyat kecil yang mungkin saja kurang cerdas, menjadi alat untuk mewujudkan harga diri dan gengsinya kepada publik.
  6. Kaum yang serakah tidak mau rugi karena prodaknya tersisa (kurang laku). Mereka akan berusaha mati-matian mengkonversi dan mengawetkannya agar tetap menarik untuk dibeli oleh masyarakat yang tidak berpengalaman.
  7. Untuk mengsukseskan keinginannya, konglomerat tua akan membayar harga diri sesamanya agar mendapat dukungan. Tiba sudah menjabat, dia lupa diri memberangus hak rakyat sehingga tidak ada kemajuan.
  8. Orang yang memiliki banyak uang akan membayar orang lain untuk melakukan perbuatan menyimpang, seks bebas, premanisme, narkoba dan lain-lain aksi kejahatan.
  9. Darimanakah semua uang konglomerat? Bukankah itu dikumpulkan dari rakyat? Sedang mereka dimanjakan dengan materi, kepribadiannya menjadi sangat rapuh sehingga hal-hal sederhana saja akan ditindak dengan keras.
  10. Siapakah yang mengoleksi benda-benda berteknologi untuk mengakhiri hidup manusia. Bukankah itu milik orang-orang kaya-raya yang bingung kemana harus menaruh uangnya. Mereka berpikir saat mereka memiliki senjata hidupnya aman dan damai. Padahal keadaan ini erat dengan penyalahgunaan.

Inti dari seleksi sosial akibat perbedaan ilmu pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan adalah kesemuanya itu beresiko membuat manusia ketagihan. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan, kepuasan, kedamaian dan ketenteraman hidupnya ada pada hal-hal tersebut. Padahal pada hakekatnya, hal-hal semacam itu terbatas adanya. Keadaan ini membuat mereka berpikir untuk melegalkan konspirasi cs manipulasi untuk menjamin keberadaan kekuatan yang diinginkannya. Jika seseorang sudah kecanduan terhadap sesuatu maka besar kecenderungan baginya untuk menghalalkan segala cara agar bisa memperolehnya. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah kalangan atas sedang korbannya adalah rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Bukankah ini sama saja dengan seleksi alam? Hanya saja terorganisir, diam-diam, halus dan masif.

Salam pembaharuan hidup!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.