Gejolak Sosial

Narkoba Positif – Setiap Orang Ketagihan Dengan Sesuatu Yang Membuat Sibuk


Narkoba Positif – Setiap Orang Ketagihan Dengan Sesuatu Yang Membuat Sibuk

Lazimnya narkoba adalah narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Pada bagian ini kami tidak membahas sesuatu yang dapat menyakiti manusia secara fisik tetapi sesuatu yang pengaruhnya bersifat psikis. Kesehatan mental dan fisik memiliki peran yang sama dalam kehidupan ini. Tetapi penyakit mental dampaknya bisa lebih luas, yakni berupa perilaku menyimpang yang bisa mengusik kehidupan orang lain. Sedang penyakit yang diderita oleh tubuh manusia secara fisik cenderung hanya berdampak bagi dirinya sendiri.

Otak itu utama tetapi bukan segalanya

Pikiran manusia adalah sebuah mesin super aktif yang tidak pernah berhenti sedetikpun. Memang pada dasarnya semua bagian tubuh kita adalah organ yang selalu aktif tetapi otak adalah pusat pengendali semua aktivitas tersebut. Saat kita tidak melakukan apa-apa bahkan ketika sedang tidur sekalipun, pusat kendali ini masih melakukan perannya dengan penuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak adalah lebih penting daripada menjaga bagian tubuh lainnya tetapi apa gunanya otak tanpa organ, jaringan dan sel lain pendukungnya?

Belajar dari Ibu Pertiwi

Sama seperti bumi selalu berotasi menyibukkan diri dengan aktivitasnya sendiri maka demikianlah manusia selalu beraktivitas hari lepas hari. Entah itu melakukan beberapa pekerjaan, mempelajari sesuatu maupun saat sedang bersantai menikmati hidup. Tidak hanya sampai disitu saja, bumi sebagai Ibu Pertiwi juga senantiasa berevolusi mengelilingi matahari, yaitu sesuatu yang lebih besar dari bumi itu sendiri. Masalahnya sekarang adalah, siapakah yang lebih besar dari diri sendiri sampai menggiring kita untuk ketergantungan pada perputaran stabil?

Apakah gemerlapan duniawi lebih besar dari manusia?

Jika bumi saja sangat ketagihan dan tidak pernah lupa untuk berevolusi mengelilingi matahari maka demikianlah kita harus menemukan candu sendiri selama menjalani kehidupan ini. Bila anda mampu melihat ke dalam hati sendiri untuk menemukan sesuatu yang kapasitasnya lebih besar, apakah itu? Mungkinkan hal tersebut adalah ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki? Bisa juga merupakan sesuatu yang memang kedengarannya besar, yaitu jabatan dan kekuasaan. Atau satu lagi kekuatan yang sangat berpengaruh di dunia ini yaitu uang. Adakah kenikmatan dan kemulliaan duniawi lebih besar dari manusia itu sendiri?

Dari antara semuanya itu, dimanakah yang dipilih sebagai bagian dari diri anda? Apakah materi lebih bernilai sehingga membuat kita ketergantungan terhadapnya? Mungkinkan materi selalu ada untuk membahagiakan, memuaskan, mendamaikan dan menenteramkan hati kita? Sanggupkah kita untuk terus-menerus membeli ini-itu  seumur hidup? Atau siapkah kita ketagihan sehingga hawa nafsu itu terus mengganda dari waktu ke waktu? Satu hal saja yang harus kita ingat adalah hasrat untuk kenikmatan duniawi akan terus berkembang dan meningkat. Saat keinginan itu sampai puncak kecanduan maka akan masuk dalam fase jenuh, yang membuat kita sangat bernafsu untuk menginginkan sesuatu yang lebih bernilai. Siapkah anda dengan semuanya itu?

Hasrat yang terhadap gemerlapan duniawi semakin menjadi-jadi ketika kita di dera oleh masalah. Kita menjadikan hal-hal yang dapat dibeli sebagai pelarian. Kita tidak menyadari, lama kelamaan kebiasaan ini membuat sakit, baik secara fisik (misal penyakit metabolisme) maupun secara psikis (menjadi egois, temperamen buruk, mudah tersinggung). Lama kelamaan semua keadaan tersebut membuat moralitas pelakukan semakin buruk bahkan terkesan amburadur. Bukan hanya merugikan diri sendiri saja melainkan sesama manusia dan lingkungan alamiah juga merasakan dampaknya.

Kehidupan manusia senantiasa berkembang

Sadarilah bahwa semua hal tentang gemerlalpan duniawi adalah hasil buatan tangan manusia. Sedang kita ingin menjadikannya sebagai pemuas hati sehingga bisa bahagia, damai dan selalu tenteram. Adalah mustahil materi karya orang lain dapat memuaskan hati sebab hati kita memiliki dinamika sendiri-sendiri, yang sedang berkembang. Itulah mengapa hawa nafsu itu senantiasa berkembang dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Keadaan ini jugalah yang membuat kemampuan kita saat memusatkan pikiran dengan memuliakan Tuhan semakin berkembang. Awalnya kita hanya mengubah syair lagu-lagu pop menjadi lagu rohani. Lama kelamaan mampu berimprovisasi dengan mengubah beberapa nada dalam lagu-lagu populer tersebut. Bahkan beberapa dari anda mungkin adalah orang yang mampu menyanyikan-nyanyian baru hari demi hari (seperti yang dinubuatkan oleh Daud).

Diarahkan kemana kemajuan cara berpikir anda?

Perkembangan semacam ini menunjukkan bahwa kehidupan kita senantiasa bergerak hari demi hari. Keadaan ini seperti waktu masih anak-anak kita suka bermain mobil-mobilan (laki-laki) dan masak-masakan (perempuan) tetapi setelah memasuki usia remaja, kebiasaan ini ditinggalkan. Seorang anak muda memiliki minat yang jauh berbeda dan lebih rumit dibandingkan anak-anak. Perkembangan ini juga terjadi dalam hal kecerdasan otak sehingga secara otomatis hawa nafsunya juga berbeda menjadi lebih sulit. Inilah yang kami maksudkan bahwa saat kita senantiasa fokus kepada Tuhan maka arah perkembangan kecerdasan akan mengarah pada hal-hal positif, misalnya kemampuan kita berdoa semakin baik, kemampuan mengerti firman semakin jelas, kemampuan mengimprovisasikan lagu semakin maju.

Semakin cerdas manusia semakin mudah bosan dengan materi

Ketahuilah bahwa saat seseorang tidak dapat menanggung perkembangan kecerdasan yang tinggi dari dalam dirinya sendiri. Besar kemungkinan kepintarannya akan diarahkan untuk menginginkan hal-hal duniawi yang lebih bernilai dari sebelumnya. Jadi, salah satu faktor penyebab mengapa manusia selalu menginginkan lebih adalah karena kecerdasannya berkembang akibatnya hal-hal yang lama membuatnya bosan. Keadaan inilah yang kemudian akan mendorong seseorang untuk membelanjakan uang lebih banyak lagi.

Hati-hati ketagihan akan popularitas dan pujian

Beberapa orang juga yang kami kenal memanfaatkan perkembangan kecerdasannya untuk meraih lebih banyak pujian. Tidak sekedar itu saja, bakat yang mereka miliki juga membuatny semakin populer dari hari ke hari. Keadaan ini membuatnya candu dengan pujian dan popularitas bahkan ia menginginkan itu lebih banyak lagi. Pada saat-saat seperti inilah arah kehidupannya semakin menyimpang jauh dari kebenaran. Saat kepintaran anda diarahkan untuk beroleh pujian dan popularitas, tepat saat itu jugalah hasrat untuk menginginkan kapasitas yang lebih besar muncul kepermukaan. Keadaan ini turut di dorong oleh mata yang iri melihat betapa hebatnya kemuliaan duniawi yang di dapatkan teman sekaligus saingannya. Padahal mereka tidak menyadari bahwa sudah sampai pada batasnya, keadaan ini jelas membuatnya merasa tidak masalah untuk menempuh jalanan licin demi mewujudkan hawa nafsunya itu.

Sekali lagi kami tegaskan, kemana anda mengarahkan kecerdasan yang senantiasa berkembang itu? Semakin bertambah umur, semakin bertambah kepintaran dan semakin tinggi pula hawa nafsu di dalam hati. Sadarilah bahwa mengarahkannya untuk memiliki kenikmatan dan kemuliaan duniawi akan membuat anda semakin candu. Sedang sebesar dan sehebat apapun hal-hal materi tidak akan sanggup memenuhi hawa nafsu anda. Oleh karena itu, kembalikan Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat yang telah anda curi dengan senantiasa fokus kepada Tuhan! Memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian adalah narkoba positif yang akan mengikat dan menetralkan kecerdasan di dalam hati pada ranah yang baik saja. Gunakan kepintaranmu untuk menghasilkan karya yang baik dan benar dan hindari hasrat “demi pujian dan demi popularitas.”

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.