Menata Ulang Ilmu Pengetahuan

10 Alasan Manusia Tidak Dapat Mendarat Di Bulan – Tidak Seorangpun Pernah Ke Bulan


Kepintaran manusia jelas-jelas sangat mengagumkan. Mampu menelaah sesuatu yang belum dilihatnya dan mampu mengamati sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala sendiri. Menciptakan dunianya sendiri sekaligus sebagai sebuah kamuflase untuk mengelabui orang lain sehingga beroleh untung yang lebih banyak dari semuanya itu. Sebuah teori hadir hanya untuk mengangkat nama yang sekaligus diisi oleh berbagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi lainnya.

Dengan pengetahuan yang kita miliki, bisa saja menciptakan banyak hal yang seolah-olah baru, masih sangat segar. Padahal teori tersebut hanyalah sebuah ramalan yang dikembangkan dari peristiwa-peristiwa sederhana yang sedang berlangsung di alam semesta. Suatu hal yang dihubung-hubungkan berdasarkan kejadian-kejadian kecil yang membawa pengertian untuk menjelaskan hal-hal yang lebih rumit dan sempurna. Dimana semuanya itu hanya berlandaskan pada cucoklogi yang belum pasti kebenarannya.

Keadaan ini sangat didukung oleh daya tarik masyarakat pada ilmu pengetahuan yang begitu antusias menanggapi informasi baru. Bukan karena mereka mengerti tentang hal tersebut tetapi karena kata-kata dan kalimat semacam itu tidak terpikirkan oleh mereka. Sehingga begitu unik dipandang dan enak didengarkan. Padahal kesemua hal tersebut hanyalah rekayasa akal-akalan alias khayalan yang dilogika-logikakan. Tetapi semuanya akan dilupakan sebab ketertarikan pencari informasi/ pencari berita hanya terletak pada rangkaian kata dan ilustrasi gambar yang menyertainya.

Sebaiknya teori yang masih belum terbukti senyatanya digolongkan dalam ranah fiksi semata. Tanpa keadilan sosial, mudah saja untuk menggolongkan hal-hal berbau khayalan ini menjadi sebuah fakta empiris yang berlaku universal. Cukup menggunakan beberapa miliar rupiah maka ilmuan/ peneliti/ profesor dan media masa akan membenarkan, menegaskan dan menyebarkannya sampai semuanya disetujui publik. Jika memang kesetaraan sudah berlaku dalam masyarakat maka orang-orang semacam ini akan dipekerjakan untuk menghasilkan seni apa saja yang berhubungan dengan pengembangan karya yang memiliki arti yang dalam (makna kehidupan yang menyentuh hati).

Biasanya, saat masyarakat bertambah banyak, pekerjaan yang dilakukan begitu ringan dan malah akan ada banyak orang yang menganggur. Jika keadaan ini tidak diantisipasi segera maka orang cerdas akan memanfaatkan situasi tersebut untuk mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Padahal saat seseorang diuntungkan maka yang lain akan dirugikan, itulah ciri khas sistem kapitalisme. Oleh karena itu, daripada masyarakat digiring dalam konspirasi dan manipulasi maka lebih baik negara membayar setiap orang menurut bakatnya masing-masing. Mereka yang suka berteori akan dipekerjakan untuk menghasilkan karya kemaknaan untuk disaksikan seluruh masyarakat.

Faktor penyebab manusia tidak dapat sampai ke bulan

Salah satu pertanyaan penting yang mungkin saja ditanyakan oleh banyak orang adalah, “pernahkah manusia mendarat di bulan?” Memang ada beberapa media yang menyatakan bahwa ini memang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Tetapi belakangan kita ketahui bahwa keadaan ini hanyalah “kata orang – yang dibesar-besarkan dan dibenar-benarkan.” Di tambah juga oleh pengaruh suhu politik antara blok barat dan timur. Dari sini bisa kita pahami bahwa misi luar angkasa adalah sebuah kemajuan teknologi yang mampu mengangkat nama suatu bangsa walau hanya sesaat saja. Itulah yang terjadi saat kemuliaan dunia membuat manusia ketagihan hingga menghalalkan segala cara. Semuanya itu sudah berlalu, sekarang adalah awal yang baru untuk menciptakan sejarah baru yang jujur, damai dan adil bagi semua kalangan (segenap lapisan masyarakat).

Setiap orang bisa saja bermimpi untuk sampai ke bulan hingga mendarat dengan mulus diatasnya. Sayang ini hanyalah sebuah kisah fantasi, dongen sebelum tidur yang tergolong indah untuk dikisahkan. Jika saja pemerintah mau memberlakukan sistem kesetaraan dan menggaji masyarakat berdasarkan bakatnya maka potensi yang satu ini akan tergolong dalam entertainment. Tetapi dalam porsi kapitalis, manusia dengan bakat semacam ini akan beroleh keuntungan gila-gilaan. Bahkan bisa dikatakan untuk sekali tampil atau sekali tayang saja, mereka bisa duduk manis selama berbulan-bulan bahkan menahun.

Berikut ini beberapa alasan mengapa manusia mustahil dapat mendarat di bulan

  1. Jarak antara bumi dan bulan tidak diketahui dengan pasti.

    Penggunaan teropong bintang tidak serta merta mampu menggambarkan jarak dan besar ukuran dari benda dimaksud. Sebab fokus teropong tersebut hanya sampai wilayah yang ada atmosfernya. Ini seperti keadaan seorang pengamat yang berada dalam air, fokus teropong yang digunakan hanya sampai batas air yang teratas karena dari sanalah pembelokan cahaya dimulai. Ada perbedaan kerapatan ruang antara atmosfer bumi dan ruang hampa udara, yang membuat cahaya berbelok.

  2. Tidak ada yang dapat bertahan karena terlalu jauh dari medan elektromagnetik bumi.

    Medan elektromagnetik seperti pelindung yang membuat kita tidak terhempas ke luar angkasa akibat pergerakan bumi (rotasi dan revolusi). Jika lebih disederhanakan lagi maka medan elektromagnetik ini adalah gravitasi. Semua gaya gravitasi akan berusaha membuat kita tetap di bawah. Sayang medan elektromagnetik ini memiliki batas atas maksimal. Ketika suatu benda keluar dari batasan tersebut maka akan terhempas ke luar. Bila diumpamakan keadaan ini seperti sebuah benda yang keluar dari badan pesawat yang melaju kencang akan tertinggal di belakang.

  3. Medan elektromagnetik matahari akan menarik setiap benda kearahnya.

    Sedangkan bumi dan planet lainnya yang besar saja dapat diseret oleh matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam. Ini terjadi karena bumi dan planet lainnya memiliki gaya elektromagnetik sendiri yang melawan gaya tarik matahari sehingga tarikan dan tolakan ini dibalas dengan revolusi. Jika suatu pesawat tidak dapat melawan gaya elektromagnetik tersebut maka akan dipaksa untuk berovolusi mengelilinginya bahkan bisa saja sampai tertarik ke dalamnya.

  4. Tidak tahu dengan pasti medan elektromagnetik bulan, seperti apa.

    Seberapa kuatkah medan elektromagnetik bulan? Atau lebih tepatnya seberapa besarkah gravitasi bulan. Sebab ketika gaya gravitasinya lebik kecil dari bumi maka kecepatan pesawat akan meningkat dengan tajam. Kecepatan pesawat tentu saja harus diperhitungkan pada saat mendarat.

  5. Tidak memiliki pesawat yang kecepatannya melebihi atau setidaknya setara dengan revolusi bumi.

    Kunci permasalahan disini adalah pesawat luar angkasa tidak dapat melawan medan elektromagnetik matahari. Sedangkan bumi yang berusaha melawan medan gravitasi tersebut dapat diseret dengan kecepatan 108.000 km/jam. Jadi untuk keluar dari bumi tentu saja dibutuhkan pesawat yang setidak-tidaknya mampu bergerak sangat cepat (setidak-tidaknya dua kali atau satu setengah kali kecepatan revolusi bumi).

  6. Tidak tahu dengan pasti seberapa panaskah bulan itu (global warmingnya sampai tingkat berapa).

    Lihat bumi ini di tempat-tempat tertentu di daerah padang pasir tidak ada orang yang tahan berlama-lama disana. Sekalipun ada orang yang dapat melakukan perjalanan ke padang belantara yang bergurun, pastilah dibutuhkan persiapan yang matang, misalnya air yang cukup dan sebagainya. Sedangkan di bulan, jaraknya dengan matahari lebih dekat dan parahnya lagi tidak ada atmosfer pelindung untuk menahan pengaruh panas matahari.

    Sedang di bumi saja ketika gelombang panas dan badai matahari terjadi karena buruknya atmosfer pelindung (atmosfer bolong karena tingginya polusi) mengakibatkan suhu udara sangat tinggi, alat-alat listrik tidak berfungsi, jaringan telekomunikasi mati total dan barang-barang elektronik lainnya kehilangan daya dengan cepat. Sedang manusia sendiri diketahui dapat meninggal secara tiba-tiba dan terbakar kepanasan.

  7. Tidak ada navigator yang memberi pengarahan saat mendarat – tidak ada yang dapat mengukur ketinggian pesawat dari permukaan bulan.

    Harap diketahui bahwa pilot berpengalaman saja membutuhkan navigator di landasan untuk mendaratkan pesawatnya dengan aman. Tidak ada istilahnya pandangan mata kepala dan mata mesin (kamera) sekalipun yang dapat memperkirakan detail landasan (kondisi landasan).

    Ketahuilah bahwa ketinggian pesawat di bumi tidak diukur berdasarkan jarak pandang melainkan diukur berdasarkan tekanan udara (dalam satuan atm). Padahal di bulan tidak ada atmosfer sehingga mustahil ada tekanan udara disana. Keadaan ini jelas tidak menguntungkan bagi penerbangan sebab sulit mengetahui berapa jarak pesawat tersebut (ketinggian) dari permukaan bulan.

  8. Tidak ada cukup energi untuk kembai ke bumi.

    Pesawat ulang-alik diketahui memiliki tabung cair pendorong yang akan habis setelah pemakaian dan akan dilepaskan di luar angkasa. Untuk sampai ke bulan dibutuhkan energi yang sangat besar. Katakan sajalah bahwa energi yang dibutuhkan untuk tiba di sana sama dengan energi yang dibutuhkan saat pulang. Padahal kita semua sudah mengetahui bahwa tabung energi dari bumi sudah dibuang sebagian besar, sedang yang tersisa hanyalah sebagian kecil saja. Mungkinkah itu bisa buat pulang? Atau mungkinkah dari energi yang tersisa itu dapat membuat laju pesawat melebihi kecepatan revolusi dan rotasi bumi?

  9. Sampai sekarang masih belum ada pesawat yang dapat mendarat dimana saja tanpa membutuhkan landasan.

    Tidak ada satupun pesawat bermesin jet atau roket yang dapat lepas landas dan mendarat dimana saja. Satu-satunya jenis pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat dimana saja adalah yang memiliki baling-baling, yaitu helikopter. Pesawat berbaling-baling ini juga diketahui dapat mendarat di suatu wilayah tanpa seorang navigator yang menunggu disana. Sedang kita tahu semua bahwa untuk sampai ke permukaan satelit ini dibutuhkan pesawat ulang alik bermesin jet bahkan roket. Jadi mustahil pesawat bermesin jet atau roket dapat mendarat di bulan dengan selamat.

  10. Kita tidak tahu, apakah gravitasi bulan akan menarik pesawat tersebut atau tidak sebab bahan-bahannya tidak berasal dari sana.

    Seperti apakah medan elektromagnetik bulan kita? Dan seperti apa juga bahan-bahan penyusun daratan di bulan? Apakah itu berupa tanah yang lunak seperti di bumi atau batuan keras? Biasanya bahan-bahan yang berasal dari sebuah planet akan ditarik oleh gaya gravitasi planet tersebut. Tetapi jika bahan-bahan pesawat tersebut tidak ada di planet dimaksud maka gaya gravitasi tidak akan berpengaruh terhadap benda terbang itu.

    Sama halnya seperti hidrogen dan helium yang selalu ditarik ke atas untuk kembali ke matahari, demikianlah juga suatu planet/ satelit akan menarik sesuatu yang tersusun dari bahan-bahan pembentuk planet/ satelit tersebut.

Daripada berpikir untuk datang ke bulan maka lebih baik buatlah karya seni yang berkisah tentangnya. Sebab sampai sekarang kita masih belum dimungkinkan untuk meninggalkan bumi ini. Masalah utama disini adalah masih belum ada teknologi yang mampu menahan gelombang elektromagnetik matahari. Bahkan bumi sebesar dan sehebat inipun diseretnya kuat-kuat untuk berevolusi mengitarinya. Lagipula mendarat disana hanya untuk mengambil nama, pujian dan popularitas tidak akan diizinkan Tuhan. Tetapi, ini mungkin saja bisa dilakukan demi kepentingan bersama seluruh umat manusia, suatu saat nanti.

Salam jagad raya!

Iklan

2 replies »

  1. setuju.. rasanya pelajaran di sekolah itu kebohongan belaka..
    dan menurut buku pelajaran juga, untuk menembus atmosfer dengan panas titik lebur baja, bagaimana pesawat bisa menembus lapisan itu, sementara baja aja lebur. apa pesawatnya pakai intan, hehehe

    Disukai oleh 1 orang

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s