Gejolak Sosial

+7 Asal (Sumber) Atmosfer Bumi – Atmosfer Yang Didominasi Oleh Udara Yang Mengadung Logam Memicu Bencana Pemanasan Global


Asal (Sumber) Atmosfer Bumi - Atmosfer Yang Didominasi Oleh Udara Yang Mengadung Logam Memicu Bencana Pemanasan Global

Atmosfer adalah (1) lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain); (2) satuan tekanan yang besarnya sama dengan tekanan udara pada permukaan laut (1,033 kg setiap cm2); (3) suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan oleh pengarangnya (KBBI Offline). Merupakan lapisan gas yang menghidupi, menyelubungi dan melindungi bumi beserta segenap makhluk hidup didalamnya.

Kita tidak perlu membahas tentang asal mula atmosfer sebab ini sama saja mengungkap awal dunia. Sebab semuanya sudah tahu bahwa “Tuhan adalah alfa dan omega, yang awal dan yang akhir.” Sadarilah bahwa untuk mengungkap awal sama sekali bukan bagiannya manusia. Bagian kita adalah menjelaskan bagaimana semuanya telah tersistem dalam siklus kehidupan yang berputar-putar dari dulu, sekarang hingga waktu yang tak dapat ditentukan. Semakin kita mencoba mengungkapkan awal maka semakin jauh kehidupan ini dari Sang Khalik bahkan berujung menjadi ateis.

Berhati-hatilah menggunakan Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Itulah yang dahulu membuat nenek moyang kita diusir dari Taman Eden dan semakin menjauh dari Tuhan. Ada baiknya jikalau kita tidak menyibukkan diri untuk mengetahui bagaimana awal dan akhirnya melainkan bagaimanakah membuat siklus kehidupan yang seimbang dan setara untuk seluruh umat manusia. Inilah sebenarnya hakekat dari ilmu pengetahuan yang benar itu, yakni saat menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan dan perwujudan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Bila ilmu tersebut digunakan untuk mencari kemuliaan duniawi alhasil kehidupan ini berujung pada kesesatan.

Atmosfer adalah udara dan udara jelas dihasilkan oleh makhluk hidup. Jika kita terlalu dalam mencari celah disini maka akan menemukan jalan buntu tentang pertanyaan awal dan akhir. Misalnya, siapakah yang lebih duluan hadir, udara atau makhluk hidup itu sendiri? Justru ini pertanyaan yang menyakitkan dan sulit untuk dijawab oleh siapa saja. Ada baiknya keingin tahuan tentang awal dan akhir ini kita tanyakan saat Tuhan Yesus Kristus datang untuk yang kedua kalinya, menghakimi manusia. Persiapkan pertanyaan anda kala itu tentang awal dan akhir, mungkin saja Ia berkenan untuk ditanyai. Pasti kitapun yang mendengarnya asyik dan sangat antusias menyimak rahasia tersebut.

Susunan atmosfer bumi

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi. Bagian ini terbentuk dari banyak gas. Sebagian besar gas bersama partikel debu dan uap berada di lapisan atmosfer terbawah di dekat permukaan bumi. Dari banyak gas, hanya empat gas utama yang mendomiasi atmosfer, yaitu gas nitrogen, oksigen, argon, dan karbon dioksida. Keempat gas tersebut mencakup 99,96% dari volume udara kering.

Gas menempati atmosfer dalam urutan yang tertata rapi menurut berat dari masing-masing jenisnya. CO2 sebagai salah satu gas yang berat biasanya akan menempati wilayah yang dekat dengan permukaan tanah. Bersama-sama dengan gas yang mengandung logam berat & lunak lainnya, mereka akan menempati area dekat permukaan bumi. Sedang oksigen akan tersuspensi secara teratur diseluruh permukaan bumi yang disebabkan oleh gaya rotasi. Tetapi jumlah oksigen terbatas sampai ketinggian tertentu saja karena terbatasnya pepohonan dan lautan yang menghasilkannya.

Atmosfer dan pemanasan global

Seperti kita ketahui bersama bahwa polutan adalah hasil buangan makhluk hidup gerak aktif dan teknologi mesin yang tersebar dimana-mana. Setiap bagian-bagiannya akan menghasilkan gas yang tersusun atas senyawa hidrokarbon dan logam berat & lunak. Asap pabrik, industri, kendaraan bermotor dan mesin berteknologi lainnya akan mendominasi polutan. Zat pencemar ini biasanya berada dekat dengan permukaan tanah sehingga akan menambah kepadatan udara yang ada didekat permukaan dimana manusia hidup. Penumpukan udara yang mengandung logam ini akan membuat masa jenisnya (kepadatan) meningkat. Peningkatan masa jenis udara yang mengandung logam berat  & lunak inilah yang akan memicu banyak bencana lingkungan.

Masa jenis gas yang didominasi oleh logam berat & lunak (polutan) terus meningkat sehingga membuat panasnya matahari ditahan lebih lama. Belum lagi panas yang dihasilkan oleh makhluk hidup dan mesin-mesin lainnya yang sedang akitf dalam setiap rumah tangga (misalnya pemanas air, penanak nasi, kulkas, lampu dan lain sebagainya). Kesemuanya ini akan membuat udara tetap gerah di malam hari terlebih lagi di siang harinya. Tidak hanya itu saja bencana badai (angin kencang) juga akan menimpa wilayah tersebut. Sebab udara yang berat lebih merusak daripada udara yang ringan.

Sumber atmosfer bumi

Dari mana sajakah udara di bumi ini berasal? Atau lebih tepatnya siapa sajakah yang menghasilkannya/ yang memproduksinya? Pada dasarnya udara dihasilkan oleh aktivitas makhluk hidup. Tanpa bahan-bahan hidup maka tidak ada gas. Bila suatu wilayah tidak dihuni oleh satupun makhluk hidup maka bisa dipastikan bahwa gas di tempat tersebut berada pada kadar yang kecil. Hanya saja mengapa di daerah padang pasir yang tandus masih ada udara? Tentu saja karena penyebaran udara diseluruh permukaan planet ini terjadi secara merata karena pengaruh gaya rotasi dan revolusi.

Berikut beberapa asal muasal dari atmosfer bumi.

Penghasil udara bersih.

  1. Respirasi bakteri di dalam tanah.

    Semua tanah pada dasarnya mengandung mikroorganisme yang dapat mengubah bahan-bahan tertentu menjadi udara bersih. Beberapa kuman pembusuk juga turut menghasilkan bau yang tidak sedap. Segala macam bau seperti ini jelas dihasilkan oleh kuman yang memecah beberapa mineral logam. Jika ke semua mineral itu telah mengendap di atas tanah maka tepat saat itu jugalah aroma yang dihasilkan akan menghilang. Bila diupamakan aktivitas ini seperti ledakan/ kembang api yang menyebar dengan cepat. Kemudian setelah itu sisanya akan kembali ke atas tanah. Layaknya seseorang yang menggunakan parfum dimana suatu saat wanginya akan hilang karena telah jatuh ke bawah, mengendap di atas lantai dan tercampur dengan bahan mineral lainnya.

    Berbagai polutan hasil pembakaran kendaraan akan terlempar keudara oleh faktor kinetik dan perbedaan tekanan (akibat perbedaan suhu).  Selama ada gaya kinetik (angin), tidak ada tanah terbuka dan pepohonan juga telah ditebangi maka selama itulah polutan akan terus berterbangan di udara. Keadaan ini membuat jumlah zat pencemar (gas yang mengandung logam berat & lunak) itu semakin banyak dan bertambah padat di udara. Lama kelamaan, persoalan ini akan membuat masa jenis udara semakin besar dan padat sehingga memudahkan terjadinya bencana, yaitu badai.

    Semua bahan-bahan yang di demineralisasi oleh mikroorganisme yang berasal dari bumi akan mengendap dan kembali ke bumi dalam kurun waktu tertentu. Sekalipun bahan-bahan ini tertarik/ terlempar ke atas oleh faktor mekanik (misal gerakan makhluk hidup, angin dan lainnya) tetapi pada satu waktu akan kembali lagi ke atas tanah. Masalahnya sekarang adalah apakah di sekitar anda terdapat tanah terbuka dan pepohonan hijau?

    Jadi, adalah baik jika sekitar lingkungan rumah anda tidak semuanya di tutupi dengan semen/ beton lainnya. Sebab saat semua tanah di tertutup maka perannya untuk menetralkan polutan hilang sama sekali. Tanah yang lebih baik untuk menetralkan udara yang tercemar oleh mineral logam adalah yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Biasanya ini kita temukan di bawah pohon yang rindang dan rumput-rumput hijau yang menutupi tanah dengan rapih.

  2. Respirasi mikroorganisme (utamanya plankton dan alga) di dalam lautan.

    Mikroorganisme dilautan sangatlah melimpah. Berhubung karena luas lautan lebih besar daripada luas daratan maka kemampuannya samudra untuk menetralkan polutan juga sangat besar. Semua jenis polutan yang berada di atas permukaan laut akan dinetralisir secara berangsur-angsur oleh kuman.

    Seiring dengan gerakan gelombang yang terus terjadi dari waktu ke waktu ditambah semilir angin yang berhembus kencang. Dua kekuatan ini sudah cukup untuk mencampurkan air asin dan polutan. Setiap proses netralisasi akan berlangsung lama atau cepat tergantung dari jenis dan jumlah mineral logam yang terkandung dalam udara kotor tersebut.

    Selain menetralkan polutan, lautan luas juga turut menghasilkan udara bersih (termasuk oksigen). Unit yang menghasilkan oksigen dari dalam laut juga memiliki klorofil seperti halnya pepohonan hijau di daratan. Beberapa nama yang terkenal diantaranya adalah alga hijau, alga biru, plankton dan lain sebagainya.

  3. Tumbuhan hijau.

    Tanaman yang ada disekitar anda adalah penghasil udara bersih. Kemampuannya untuk menambah bobot oksigen dalam udara sudah diakui oleh semua pihak. Kemungkinan bukan hanya jenis oksigen saja yang dihasilkannya tetapi masih banyak gas hijau (bersih) lainnya.

    Semakin banyak tumbuhan hijau di tempat tinggal anda maka semakin bersih udara yang dihasilkannya. Tidak hanya itu saja, karbon dioksida dan gas-gas pengotor lainnya (gas yang mengandung mineral logam) akan diserap oleh tanaman untuk dijadikan sebagai bahan pembentukan zat organik. Zat organik inilah yang kemudian digunakan manusia dan hewan lainnya sebagai sumber protein, karbohidrat dan kolesterol.

    Jadi bisa dikatakan bahwa mikroorganisme di dalam tanah, mikroorganisme di dalam samudra dan tumbuhan hijau bersama-sama menetralkan berbagai macam polutan. Mereka juga sekaligus menghasilkan udara bersih untuk membuat bumi ini lebih sejuk dan nyaman untuk ditempati.

  4. Penguapan air – awan sebagai atmosfer pelindung.

    Uap air juga turut membentuk atmosfer. Biasanya air yang menjadi gas (uap) akan memasuki atmosfer pada ketinggian tertentu dan berkumpul dalam bentuk awan. Ketika awan semakin menebal maka beratnya akan bertambah sehingga jatuh ke bawah bersama-sama, menjadi hujan. Sayang, keadaan ini hanya terjadi pada suhu udara yang lumayan adem (sejuk) sehingga memicu proses kondensasi yang menghasilkan hujan.

    Lain halnya ketika cuaca panas menyengat, tidak akan terjadi kondensasi dan hujan tidak turun. Melainkan air akan tetap menjadi uap dan mengisi ruang atmosfer yang ada. Sekalipun ada awan tetapi saat semuanya bergerombol dan jatuh akan menguap lagi seluruhnya untuk mengisi ruang yang ada. Sebab itulah udara panas memiliki kandungan air (kelembaban) yang lebih tinggi daripada udara sejuk.

    Penguapan yang terjadi lebih besar di samudra tetapi tidak tertutup kemungkinan di daratan juga mengalami hal yang sama. Hanya saja jumlah uap yang dihasilkan daratan tentu lebih sedikit jumlahnya. Uap air yang terkumpul dalam awan menjadi salah satu tameng pelindung dari cahaya matahari yang panas menyengat. Awan akan menahan intensitas cahaya matahari yang sampai ke kulit anda sehingga udaranya tetap sejuk.  Tetapi saat matahari terlalu panas sedang penghasil uap air didaratan sedikit (pepohonan hijau juga makhluk hidup yang memicu penguapan) maka semua awan akan menjadi uap di dalam atmosfer. Itulah mengapa di daerah gurun yang tidak ditumbuhi pepohonan, membuat panas menyengat dan awan jarang/ hilang dari atmosfer (hampir semua telah menjadi uap sehingga kelembaban meningkat). Artinya semakin panas sinar matahari maka semakin banyak awan yang berubah menjadi uap untuk meningkatkan kelembaban udara.

    Penghasil udara kotor yang mengandung logam berat & lunak.

  5. Manusia juga.

    Sebagai makhluk dengan populasi terbanyak diantara hewan darat lainnya, manusia adalah organisme penghasil polutan utama di dunia ini. CO2 merupakan senyawa hidrokarbon yang dihasilkan untuk memenuhi ruang disekitar sehingga turut meningkatkan masa jenis udara di lokasi tersebut. Situasi atmosfer disekitar kita akan semakin buruk ketika tanaman hijau hilang dibabat habis oleh efek pembangunan. Ditambah lagi ketika permukaan tanah telah ditutupi semuanya oleh beton-beton yang tebal. Jika keadaan ini terus berlanjut maka masa jenis gas disekitar kita akan meningkat sehingga menambah kemampuannya untuk menyimpan panas lebih lama. Keadaan inilah yang membuat suhu udara terasa gerah sekalipun di malam hari.

  6. Hewan di padang belantara.

    Sama halnya dengan manusia, hewan-hewan di sekitar kita juga turut menghasilkan polutan dari senyawa hidrokarbon. Semakin banyak hewan peliharaan di rumah anda, maka semakin tipis pula oksigen disana. Lain halnya ketika disekitar rumah terdapat pepohonan dan tanaman hijau lainnya (bunga segar). Atau bisa juga dengan menggunakan AC yang dapat diaktifkan secara elektronik. Sayang, energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan AC juga besar sehingga tetap menghasilkan efek samping plus biaya operasional yang mahal. Sedang tanaman hijau, dapat anda manfaatkan secara gratis dan bebas biaya operasional.

  7. Mesin-mesin berteknologi.

    Kita terlalu bangga memiliki mesin berteknologi dan melupakan bahwa dari sanalah udara yang mengandung mineral logam berasal. Seperti semua bahan metal yang ada disekitar kita, polutan logam ini juga berfungsi sebagai pemantul, penghantar dan penyimpan panas yang baik (disebut juga konduktor). Seharusnya setiap perusahaan yang menghasilkan polutan diganjar dengan bayaran yang tinggi. Bahkan bila perlu mereka diberi tanggung jawab untuk mengelola sebidang areal hutan hijau sebagai ganti polusi yang dihasilkannya.

    Selain menghasilkan polutan, kendaraan seperti sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat dan kendaraan lainnya akan menghasilkan lebih banyak polutan sekaligus. Pencemar yang dihasilkan berasal dari bahan bakar, oli dan gesekan mesin yang terus terjadi. Inilah penghasil utama dari zat polutan yang mengandung logam berbahaya. Untuk diketahui bahwa polutan yang dihasilkan oleh manusia dan hewan mudah dicerna lingkungan sedang yang dihasilkan oleh teknologi mesin sangat sukar dinetralisir lingkungan karena terdiri dari logam berat. Jika keadaan tersebut terus berlanjut maka keadaan udara dilingkungan sekitar anda akan dipenuhi oleh polusi yang membuat udara menjadi berat sehingga menahan panas lebih lama. Tidak hanya sampai disitu saja, udara yang mengandung logam ini juga turut menjadi awal penyebab badai (misal angin topan, tornado, puting beliung dan lain sebagainya.

    Contoh kerjanya seperti saat matahari terbenam dimana anda sedang berenang di lautan. Ketika mengangkat tubuh sendiri meninggalkan air laut udara akan terasa lebih dingin tetapi begitu anda menceburkan diri lagi ke dalam lautan maka kehangatan itu terasa nyata. Begitulah udara yang masa jenisnya lebih tinggi menyimpan lebih lama panas matahari.

    Demikian juga saat anda melempar batu kecil kepada seseorang, pasti ia tidak akan menggubrisnya. Lain halnya ketika yang anda lempar adalah batu besar hingga membuat badannya benjol, pastilah anda akan diomelin bahkan dilaporkan ke pihak berwajib. Udara yang berat kekuatan terjangannya akan merusak semua wilayah yang dilaluinya (badai). Sedangkan pengaruh rotasi bumi tidak akan sampai menyebabkan badai jikalau udaranya lebih bersih dan ringan.

  8. Pembakaran yang dilakukan dengan sengaja oleh manusia.

    Saat kita membakar sesuatu memang kelihatan asapnya mengepul ke atas. Sebenarnya keadaan ini terjadi karena pengaruh perbedaan suhu sehingga asap tersebut naik ke atas. Tetapi pada suatu waktu pastilah asap yang dipenuhi oleh logam-logam itu akan kembali jatuh lagi dekat diatas permukaan tanah karena pengaruh gravitasi. Seperti halnya CO2 yang berat dan mengusir oksigen dari perapian sehingga digunakan sebagai salah satu komponen penting untuk memadamkan api. Demikianlah semua polutan hasil pembakaran akan kembali ke sekitar lingkungan anda, sehingga membuat udaranya kotor. Bila keadaan semacam ini terus berlanjut, jelas akan membuat masa jenis udara meningkat, mampu menyimpan panas lebih lama dan memicu terjadinya badai.

Polutan cenderung berada di bawah dekat dengan permukaan bumi oleh karena pengaruh gaya gravitasi. Itulah mengapa wilayah dataran rendah lebih panas sebab udara yang mengandung hidrokarbon dan logam mendominasi daerah tersebut. Keadaan ini membuat masa jenis/ kerapatan udara lebih tinggi sehingga dapat menahan panas lebih lama dan lebih banyak.

Atmosfer dihasilkan oleh makhluk hidup dan tanpa makhluk hidup tidak ada atmosfer. Tanaman hijau adalah penghasil udara bersih. Bukan hanya itu saja, mikroorganisme di atas tanah dan di dalam samudra juga turut menghasilkan udara bersih. Ketiga-tiganya juga turut berperan menetralisir berbagai polutan yang mengandung mineral logam didalamnya. Ketika mineral logam yang dihasilkan oleh mesin semakin menumpuk di udara karena pepohonan telah disingkirkan dan permukaan tanah yang subur telah tertutupi beton, tepat saat itulah panasnya mentari lebih mencekik. Keadaan ini akan diperparah oleh hilangnya atmosfer pelindung yang dikenal sebagai awan. Suhu udara akan semakin bertambah panas yang turut dipicu oleh banyaknya kendaraan pribadi nan mewah yang melepas kalor di jalanan. Kesemuanya ini beresiko menimbulkan gelombang panas bahkan menyebabkan badai matahari akibat menipisnya udara bersih dan meningkatkan udara yang mengandung mineral logam.

Salam pemanasan global!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s