Gejolak Sosial

Pengetahuan Tentang Awal Dan Akhir Kehidupan, Segala Sesuatu Diciptakan Seimbang – Permulaan Penciptaan & Akhir Dunia Adalah Rahasia Tuhan


Pengetahuan Tentang Awal Dan Akhir Kehidupan, Segala Sesuatu Diciptakan Seimbang - Permulaan Penciptaan & Akhir Dunia Adalah Rahasia Tuhan

Kita perlu belajar dari sejarah kehidupan umat manusia. Mengetahui seluk-beluk masa lalu bukan untuk mencari-cari siapa yang salah tetapi menemukan kebenaran ditengah semua persoalan yang timbul/ muncul di dalam masyarakat. Dengan belajar dari sejarah kita bisa memahami suasana emosional dan instabilitas yang menyertainya. Apa yang memicu semua keadaan itu? Bagaimana cara mereka menemukan solusi? Mampukah mereka menyelesaikan semuanya atau tidak? Dan apa pelajaran penting yang dapat kita tuai dari kisah tersebut.

Dibalik segala hal yang pantas kita pelajari, ada beberapa hal yang sebaiknya kita hindari. Sebab Tuhan telah memberi batasan buat pengetahuan yang dapat kita jangkau. Jika kita keluar dari batasan tersebut maka hidup ini cenderung menyimpang dari kebenaran. Bergerak di luar batas pengetahuan juga mengindikasikan bahwa kita mulai melakukan berbagai ramalan bohong yang penuh omong kosong. Seolah-olah kita adalah ahli jampi yang dapat mengamati tanda-tanda langit dan menebak masa depan sampai dimana akhirnya dan dari mana semuanya berawal.

Awal dan akhir adalah rahasia Tuhan

Adalah baik bagi kita untuk sekedar mempelajari hal-hal yang sedang dialami sendiri. Marilah mulai hidup dalam realitas kehidupan yang menjangkau semua kalangan untuk kebaikan bersama. Untuk apa membahas atau menerka-nerka sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan hidup yang sedang kita hadapi sehari-hari? Menggali ilmu yang tidak memberi faedah bagi kehidupan adalah kesia-siaan. Demikian juga mencari tahu kejadian di awal kehidupan dan di akhir dari segala sesuatu adalah sebuah kesasatan berpikir sebab awal dan akhir adalah haknya Tuhan. Jadi sekali lagi kami katakan, galilah sesuatu yang membuat kehidupan kita lebih baik lagi. Seperti ada tertulis.

(Wahyu 1:8) “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Daripada kita capek-capek memikirkan tentang awal & akhir dimana jelas-jelas, sampai detik ini kita belum sampai pada kenyataan itu. Adalah lebih baik memikirkan bagaimana agar kehidupan di dunia ini seimbang adanya. Sehingga semua kita  dapat hidup dengan damai dan sejahtera tetapi tetap cerdas dari generasi ke generasi. Sadarilah bahwa dalam sistem yang buruk (misalnya kapitalisme) biasanya kesejahteraan hidup cenderung membuat manusia kehilangan kecerdasannya. Keadaan ini dipengaruhi oleh kemewahan, kenyamanan, kemudahan, kenikmatan, kemuliaan yang diperoleh hari lepas hari. Kesemua indikator kesejahteraan tersebut telah menciptakan zona nyaman yang mengurangi aktivitas sehingga kecerdasan manusia menurun. Jika keadaan ini terus berlangsung maka kebodohan akan menggiring manusia lebih buruk dari hewan karena dipenuhi hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

Berikutnya pada paragraf selanjutnya akan kami tampilkan beberapa hal yang mungkin bisa anda temukan dari kisah-kisah sejarah maupun dalam Kitab Suci. Yang perlu kita pahami dan pelajari dari masa lalu adalah sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita saat ini. Pola-pola permasalahan yang mereka temukan dan bagaimana cara mereka menyelesaikannya. Pada dasarnya semua informasi ini akan mendatangkan manfaat bagi kehidupan kita sehingga bisa menjalin kerja sama yang baik dengan sesama tanpa harus kehilangan eksistensi Tuhan dalam diri kita.

Belajar dari sejarah – reaksi antara kesombongan dengan iri hati

Pada dasarnya, masa lalu terbentuk dalam pola-pola tertentu yang dapat dihubung-hubungkan dengan masa sekarang. Misalnya seputar kejadian tentang kekerasan. Bila kita belajar lebih tekun menelitinya sejak dari awal keberadaan umat manusia di bumi ini. Dari sana kita akan menemukan bahwa sungguh kebanyakan aksi kekerasan di dominasi oleh karena reaksi antara kesombongan dan iri hati. Saat kedua fungsi ini saling bereaksi maka masing-masing pihak akan saling berhadapan langsung maupun secara diam-diam.

Belajar dari Kitab Suci – masalah diawali oleh balas dendam

Dalam beberapa bagian Kita Suci juga kita dapat menemukan aksi kekerasan yang terus berkembang yang dipicu oleh balas dendam. Saat manusia terlalu nyantai dalam zona nyaman akan memupuk rasa kebinatangan di dalam hati. Keadaan ini membuat sedikit-sedikit terjadi masalah sudah direspon dengan cara-cara kekerasan. Ketika aksi balas dendam bisa diwujudkan maka hatinya menjadi senang padahal di masa depan telah menanti sebuah balasan yang lebih parah dari apa yang pernah mereka lakukan dahulu.

Belajar dari masa lalu – keburukan diawali oleh hawa nafsu

Saat hawa nafsu tidak bisa dikendalikan sehingga memuncak melebihi ubun-ubun, manusia kadang kehilangan akal sehatnya. Keinginan untuk memiliki sesuatu, memenuhi hasrat bebas yang sangat menggebu-gebu. Sayang hawa nafsu itu tidak dapat disalurkan secara lurus dan benar adanya. Keadaan ini membuat orang mengeksploitasi kecerdasannya sehingga dimungkinkan untuk meraih semuanya itu. Akibatnya jalan-jalan yang tidak lurus sekalipun akan ditembus demi mewujudkan sesuatu yang diiming-imingi. Pada akhirnya, keadaan ini akan membanya ke dalam jerat, seperti orang yang menggali lubang sampai jatuh kedalamnya.

Makin tinggi power seseorang maka makin besar masalah dan kerusakan yang ditimbulkannya

Apa saja power yang kami bicarakan dalam tulisan ini? Yang termasuk dalam kekuatan yang tidak dapat dikendalikan dan cenderung merusak adalah ilmu pengetahuan, pendapatan (kekayaan) dan kekuasaan. Tiga hal ini telah membawa pengaruh positif sekaligus dampak buruk bagi kehidupan nenek moyang kita di masa lalu. Tetapi bila dibanding-bandingkan jumlahnya berapa power yang mendatangkan kebaikan dan berapa pula yang mendatangkan keburukan maka dampak buruknya pastilah lebih besar. Mengapa demikian? Sebab setiap kali manusia memiliki harta benda yang melimpah, kekuasaan yang besar dan pengetahuan yang tinggi, tepat saat itu jugalah ia akan menghancurkan diri sendiri dan turut juga menghancurkan orang lain. Seperti ada tertulis.

Ulangan 32:15 Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, — bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun — dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Dari yang kami pelajari, kuncinya terletak kepada kemakmuran. Saat kehidupan seseorang terlalu sejahtera maka hawa nafsunya akan semakin tinggi. Menginginkan ini dan itu bahkan milik orang lainpun dirampas dengan berlaku demikian ia menghancurkan kehidupan sesamanya. Ketidakpuasan membuat manusia dengan power tinggi menghabiskan sumber daya yang ada sampai merusak lingkungan sekitar. Karena terlalu makmur, kesombongan meninggi, temperamen menjadi buruk sehingga jatuh dalam perangkap lawan-lawannya. Sekali lagi kami ulangi: kehidupan yang terlalu sejahtera dalam zona nyaman membuat manusia mendestruksi dirinya sendiri, kehidupan orang lain dan lingkungan hidup alamiah juga.

Tanpa keseimbangan kehidupan kita akan terancam

Dalam kehidupan ini, sembari memanfaatkan apa yang ada, sambil juga menjaga setiap fungsi untuk berjalan dengan semestinya. Kita perlu menjaga keseimbangan diri dengan orang lain. Kemampuan ini membuat kita tidak begitu mencolok dengan sesama. Ini juga identik dengan kemampuan menyesuaikan diri sehingga bisa mengimbangi keberadaan mereka. Dalam hal ini, mencolok yang kami maksudkan adalah sombong. Artinya, ketika kita memiliki kelebihan maka sudah seharusnya untuk merendahkan diri agar lebihnya kita tidak memicu kedengkian dari sesama manusia.

Kita juga harus menjaga keseimbangan antara menikmati materi dengan saat-saat menyendiri untuk menikmati pikiran yang mencoba memuaskan hati ini. Terus-menerus menonton televisi, menonton film, travelling, tiduran, makan-minum dan belanja seharian jelas tidak sehat bagi otak anda. Keadaan ini beresiko membuat anda dalam kecanduan yang akhirnya membuat bosan sehingga menginginkan lebih. Resikonya kebutuhan akan materi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini jelas bisa membuat anda merasa khawatir akan hari esok sehingga timbullah niat untuk korupsi dan menghalalkan segala cara (termasuk yang keji).

Keseimbangan juga dibutuhkan oleh alam sekitar kita. Kemampuan lingkungan untuk memproduksi pangan haruslah seiring dengan kesanggupan kita untuk mengkonsumsinya. Ini tidak hanya terjadi dalam hal makanan saja melainkan juga dalam pasokan udara. Saat pasokan udara bersih yang dihasilkan oleh berbagai pepohonan hijau terus berkurang karena pepohonan telah di babat habis sehingga areal hutan dipersempit demi pembangunan dan modernisasi. Ditambah lagi keberadaan kendaraan bermotor yang turut menghasilkan polutan dalam jumlah banyak. Akibatnya udara di tempat kita berada memadat sehingga menyimpan panas lebih lama. Jika keadaan ini terus berlanjut maka timbullah bencana alam: badai, gelombang panas dan badai matahari. Saat kita tidak dapat menjaga keseimbangan alam maka dengan alasan demikian, alam sendiri yang akan mengusir dan menyingkirkan manusia dari muka bumi lewat bencana alam.

Inti dari segala sesuatu adalah siklus yang berputar

Kunci dari segala sesuatu yang terjadi di muka bumi adalah sistem yang berputar. Inilah yang seharusnya kita jaga dari generasi ke generasi, bagaimana agar siklus kehidupan yang kita jalani tetap ramah lingkungan dan tidak merusak bumi sebagai rumah seluruh umat manusia. Untuk menciptakan siklus harus memperhatikan keseimbangan antara input dan output di segala bidang. Saat semuanya berada dalam posisi setara maka akan menghasilkan suatu perputaran kehidupan yang saling menguntungkan. Tetapi saat masing-masing bagiannya hidup berjenjang dalam kelas/ kasta sosial niscaya kehidupan kita tidak ada ubahnya dengan perilaku hewan di alam rimba, hanya lebih halus dan cantik main (main belakang). Seharusnya yang perlu kita pelajari dari sejarah adalah bagaimana mempersatukan sistem dan membuatnya seimbang satu-sama lain tanpa ada yang harus dikorbankan (termasuk lingkungan alamiah tidak dieksploitasi secara berlebihan sebagai The Guardian). Sedang pengetahuan tentang awal dan akhir kehidupan biarlah itu tetap menjadi rahasia untuk dibicarakan saat Tuhan datang untuk menghakimi umat manusia.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.