Kesetaraan Manusia

+10 Alasan Perusahaan Jahat, Industri Menggila Karena Kelesuan Ekonomi

Faktor Penyebab Mengapa Perusahaan Jahat, Industri Menggila Karena Kelesuan Ekonomi

Perusahaan adalah (1) kegiatan (pekerjaan dan sebagainya) yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan (dengan menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dan sebagainya); (2) organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha (KBBI Offline). Merupakan perkumpulan pekerja dengan kemampuan (sklill) yang berbeda-beda saling bekerja sama dan mengusahakan sesuatu dan lain hal untuk kepentingan semua angotanya.

Keadilan sosial dibutuhkan dalam menjalankan suatu usaha

Dalam kenyataannya, industri hadir sebagai pemuas kebuatuhan manusia (secara ekstrenal). Disamping itu, perusahaan sendiri beroleh benefit (keuntungan) yang lumayan dari setiap penjualan yang diperoleh. Sayang, beberapa industri tersebut hanya fokus memuaskan kalangan manajerial saja secara internal. Sedang banyak dari karyawan dipekerjakan sebagai buruh biasa yang upahnya sangat jauh berbeda dari para petinggi. Padahal bila ditelaah dari proporsi kerja, karyawan/ karyawati yang dibawah lebih menguras kekuatan fisik. Kelihatan mencolok ketidakadilan di dalamnya terlebih ketika usaha tersebut adalah milik keluarga.

Menasionalisasi badan usaha swasta dan mempersatukannya di bawah kedaulatan negara demi mewujudkan pemerataan yang berdikari

Disinilah sebenarnya peran pemerintah untuk menasionalisasi dan mempersatukan semua sistem yang ada dalam satu kekuasaan, yaitu negara. Ketika setiap perusahaan di jadikan miliki negara maka keuntungan yang diperoleh akan ditujukan untuk kesejahteraan orang banyak. Suatu negara yang berdaulat berkuasa atas tanah, air dan udara diwilayahnya termasuk terhadap semua bangunan dan industri yang didirikan didalamnya. Sebab pada dasarnya, semua uang yang dibelanjakan oleh rakyat terhadap perusahaan tersebut berasal dari negara. Jadi sudah seharusnya semua komponen yang ada di dalam badan usaha tersebut baik materi (benda) maupun insani (orang) adalah milik negara.

Mengapa semua perusahaan di negeri ini berhak dimiliki atau dinasionalisasi oleh negara? Sebab ada undang-undang yang telah mengatur hal tersebut. Yaitu, “Tanah, air dan udara adalah milik negara (Undang-Undang 1945 Pasal 33),” selain itu “segenap uang yang dimiliki rakyat adalah uang negara yang kemudian dibelanjakan oleh rakyat untuk membeli prodak dari industri tertentu.” Kami rasa, dua argumen ini adalah alasan utama yang dapat digunakan untuk menasionalisasi berbagai jenis usaha yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Yang perlu kita kembalikan kepada mereka adalah modal awal saat usahanya dibuka pertama kali, karena setelah itu perusahaan berkembang seiring dengan makin larisnya produk yang dibeli rakyat menggunakan uang negara.

Menyatukan Semua Sistem Dalam Masyarakat (Termasuk Perusahaan Swasta) Di Bawah Satu Kekuasaan Negara Sebagai Kapitalis Tunggal Dalam Sistem Yang Berputar

Saat semua perusahaan swasta dinasionalisasi maka pendapatan negara akan bertambah dan kemungkinan untuk mengaplikasikan sistem ekonomi tunggal yang berputar sempurna semakin besar. Akhirnya pemerintah dapat berdikari tanpa harus mengharapkan bantuan dari badan keuangan dunia (World Bank & IMF). Tentu saja keadaan ini hanya dapat dicapai dalam kesetaraan yang menjunjung tinggi hidup sederhana. Tetapi tanpa kesetaraan tidak ada hidup sederhana. Dan tanpa hidup sederahana, lingkungan rusak. Ketika lingkungan telah rusak maka ketergantungan sistem terhadap minyak bumi semakin tinggi sehingga harus ngutang lagi untuk membeli BBM dari negara lain. Jadi semandiri apapun kita, tanpa hidup sederhana tetap terjebak dalam kerusakan lingkungan yang didorong oleh ketergantungan terhadap minyak dan utang luar negeri.

Perbedaan Mencolok Kapitalisme Dan Sosialis

Penyebab utama perusahaan menjadi jahat

Pada awalnya memiliki perusahaan adalah sebuah keuntungan yang dapat diterima dengan senang hati oleh swasta maupun pemerintah. Tetapi, keadaan ini akan berubah drastis ketika masing-masing usaha tersebut mengalami kelesuan. Alasan utama yang mempengaruhi kelesuan tersebut karena prodak yang dihasilkan telah dimiliki oleh seluruh kalangan masyarakat. Keadaan ini membuat produk yang dihasilkan industri tidak lagi laku. Dari sinilah semua kegilaan konspirasi akan dimulai untuk memanipulasi masyarakat agar mau membeli produknya kembali. Salah satu yang mungkin akan dilakukan adalah menyebarkan virus jaringan yang sifatnya masif (lambat untuk melemahkan software) dan merusak barang tersebut dengan mengalirkan listrik bertegangan yang tidak stabil (melemahkan hardware). Pada akhirnya, semua konspirasi ini akan merugikan pelanggan (konsumen).

Alasan mengapa perusahaan baik-baik menjadi jahat

Semua industri yang ada di negeri ini harus di nasionalisasi sebab saat berdiri sebagai swasta, mereka lebih cenderung untuk berorientasi kepada hasil. Dari sinilah keburukan itu dimulai, saat perusahaan mulai merugi maka mereka akan mencari-cari cara paling efektf agar supaya produk yang dihasilkan tetap terbeli sekalipun dalam kondisi yang sudah tidak layak lagi. Berikut selengkapnya, faktor penyebab dari keadaan tersebut.

Alasan mendasar – UMUM

  1. Sebuah perusahaan mengalami masa-masa kejayaan yang luar biasa dimana produknya laris manis terus.
  2. Kalangan manejerial dan petinggi perusahaan terjebak dalam kesombongan karena kelimpahan materi. Keadaan ini sekaligus membuat mereka ketergantungan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang diperoleh.
  3. Hampir semua masyarakat telah memiliki produk dimaksud sehingga produk tersebut tidak selaris dulu lagi ditambah lagi terjadinya kelesuan ekonomi dalam berbagai bidang.
  4. Produk mengalami stagnasi sebab hampir semua masyarakat memilikinya ditambah lagi dengan adanya produk saingan dari industri lainnya.
  5. Para petinggi yang sudah terbiasa hidup mewah selama ini sangat merindukan keadaan seperti dulu lagi lalu mereka mencari-cari cara untuk mewujudkan ide tersebut.
  6. Dilakukan inovasi terhadap prodak yang sebenarnya hanya menyentuh penampilan yaitu permukaan produk, padahal isinya sama saja. Sekalipun demikian peningkatan penjualannya hanya bergerak ditempat alias sama saja.

    Konspirasi perusahaan kesehatan dan kebugaran.

  7. Minimnya produk kesehatan yang terjual membuat industri ini membanting stir dan berpikir di luar kebenaran. Mereka akan menyebarkan desas-desus omong kosong agar penduduk menjauhi makanan dan aktivitas tertentu. Padahal bahan konsumsi dan aktivitas itu sangat penting untuk mempertahankan dan menunjang kesehatan fisik manusia. Misalnya konspirasi menghilangkan garam dari makanan.
  8. Menyebarkan suatu wabah penyakit, lewat udara, air dan makanan juga minuman yang dikonsumsi agar masyarakat sakit. Keadaan ini jelas menguntungkan para medis dan industri farmasi.

    Konspirasi perusahaan elektronik.

  9. Melakukan invosi di berbagai barang elektronik yang diperjual-belikan sembari menyebarkan iklan-iklan yang dapat mempengaruhi konsumen.
  10. Menyebarkan virus software yang sifatnya menghasilkan kerusakan masif dalam sistem operasi barang elektronik tersebut. Keadaan ini membuat alat elektronik yang kita gunakan mudah rusak karena hal-hal sepele. Virus software ini terutama akan disebarkan kepada orang-orang berduit agar mau membeli produk mereka yang lebih inovatif.
  11. Mengirimkan jaringan listrik yang tidak stabil ke masyarakat agar barang-barang elektronik mengalami gangguan bahkan kerusakan pada hardware-nya. Keadaan inilah yang membuat suatu prodak memiliki jangka waktu pakai yang singkat (hanya dalam beberapa tahun saja sudah harus diganti dengan yang baru).
  12. Menginstruksikan kepada teknisi lapangan untuk melakukan sabotase terhadap berbagai barang elektronik yang direparasi sehingga lebih mudah rusak di waktu yang akan datang. Misalnya dengan memasang sperepat yang tidak kompatible sehingga mudah terbakar.

    Konspirasi industri makanan dan kuliner.

  13. Suatu badan usaha menyebarkan informasi bagaimana cara mengawetkan produknya. Hanya saja bukan industri tersebut yang melakukannya melainkan menggunakan jasa pihak ke tiga. Ini dilakukan agar tidak ada pedagang besar maupun kecil yang rugi akibat prodaknya tidak laku. Jika produk tidak laku ditingkat eceran, beresiko tidak akan dibeli oleh pedagang besar.
  14. Makanan dan minuman yang kadaluarsa akan tetap dijual oleh para pedagang. Label dan bungkusannya telah diganti secara masif oleh kaki tangan perusahaan (pihak ke tiga dengan identitas tersembunyi).
  15. Produk yang tidak laku dan telah kadaluarsa akan diolah menjadi produk lain yang lebih menarik dan murah harganya. Keadaan ini jelas membuat konsumen sangat tertarik.
  16. Produk yang tidak layak dan jauh dari kata higienis terutama akan diperjual-belikan di daerah-daerah terpencil dimana masyarakatnya berada di bawah garis kemiskinan dan kebodohan (buta-huruf).
  17. Pemilik perusahaan lebih suka memperkerjakan robot dan mesin berteknologi lainnya untuk menghemat pengeluaran.

    Biaya operasional yang tinggi akan membebani perusahaan, sedang produk yang diperjual-belikan peredarannya begitu-begitu saja. Keadaan ini membuat manajemen melepaskan/ PHK-kan beberapa karyawan yang dianggap kurang efektif lalu memperkerjakan mesin berteknologi canggih. Sebab mesin tidak memiliki masa kerja, waktu istrahat, pesangon, kecelakaan kerja, keterbatasan waktu kerja dan lain sebagainya.

  18. Pihak manajerial banting setir untuk memanfaatkan modal yang dimiliki membangun industri yang ilegal.

    Kecanduan akan uang membuat petinggi perusahaan berpikir keras untuk menemukan lahan-lahan yang bagus demi mengembangkan modal perusahaan. Orang-orang ini akan menggunakan pihak ke tiga (tidak menggunakan nama perusahaan itu secara langsung) untuk melancarkan aksinya. Mereka akan memodali oknum tertentu untuk mendirikan perusahaan narkotika, perjudian (kasino), miras, prostitusi dan adegan syur yang mengundang shawat lainnya

  19. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Perusahaan yang sudah terbiasa memegang uang tebal akan berusaha memilikanya lagi. Mereka sudah terlanjur ketergantungan dalam kemewahan hidup yang glamour dan dipuja-puji. Padahal keberadaan barang dan jasa dimaksud, di tangan masyarakat sudah terpenuhi semuanya, ditambah lagi oleh karena adanya prodak saingan yang mungkin saja jauh lebih murah dan ringan digunakan konsumen. Keadaan ini akan membuat orang-orang intelektual berpikir keras hingga keluar dari batas-batas kebenaran yang hakiki demi memperoleh gemerlapan duniawi yang tak terbatas. Konspirasi manipulasi akan dilegalkan dan disebarkan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah harus mengakuisisi (menasionalisasi) semua badan usaha swasta agar dapat digunakan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat.

Salam persatuan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.