Gejolak Sosial

10 Alasan Uang Bukan Hasil Usaha Tetapi Konspirasi Manipulasi


Alasan Uang Bukan Hasil Usaha Tetapi Konspirasi Manipulasi

Uang merupakan alat tukar, sekaligus telah menjadi alat pengendali masyarakat bahkan kapitalis tertentu dapat berburu apa saja lewat limpahan harta benda yang dimilikinya. Ini merupakan hasil ilmu pengetahuan manusia setelah mengkonsumsi Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Kemampuannya untuk menghasilkan kebaikan sekaligus kejahatan, terbukti sangatlah ampuh menggiring manusia dalam berbagai-bagai keterpurukan yang masif. Banyak orang yang tidak memahami bahwa sebenarnya mereka telah ditipu oleh hasil pengetahuan yang dimiliki. Mereka berpikir itu baik padahal semuanya membawa kepada kerusakan sistem bermasyarakat yang semakin memburuk dari tahun ke tahun.

Ketahuilah bahwa jaman sekarang kertas ajaib ini bukan merupakan sebuah bagian dari hasil usaha. Jika di zaman dahulu manusia harus kerja banting tulang barulah beroleh upah tetapi zaman sekarang anda dapat memperolehnya asalkan bekerja dalam internal pemerintahan dan memiliki relasi internal diantara pemimpin negara (badan eksekutif). Negara sebagai sumber peredaran dan pengendali pergerakan materi berperan aktif dalam menentukan siapa-siapa saja yang berhak kaya-raya dan siapaa juga yang tidak. Keuangan negara jelas semuanya berasal dari dana hibah atau lebih tepatnya diperoleh dari utang luar negeri yang dihibahkan oleh negara tertentu. Tetapi kemudian harus dibayarkan kembali secara bertahap kepada negara yang memberi pinjaman.

Faktor penyebab kekayaan manusia zaman sekarang bukan dari hasil usaha tetapi konspirasi

Jaman dahulu saat seseorang kaya raya, hal itu murni berasal dari hasil usaha dan perjuangannya..Tetapi jaman sekarang beroleh uang berhubungan erat dengan seberapa pintar dan seberapa dekat anda dengan pemerintah. Jadi tidak ada lagi yang namanya “usaha keras maka hasilnya juga besar.” Melainkan “eksekutif berpihak maka kantongpun meluap-luap.” Jadi jaman sekarang untuk menjadi kaya-raya: pintar-pintarlah dan jadi penjilat bagi pemerintah. Berikut ini alasan mengapa kertas ajaib yang kita pegang bukanlah merupakan sebuah hasil perjuangan masing-masing.

  1. Uang sama sekali tidak berharga.

    Tahukah anda bahwa nilai uang saat ini bukanlah sesuatu yang berharga? Melainkan yang lebih berharaga dibandingkan materi adalah barang dan jasa yang dihasilkan. Jadi suatu negara dikatakan kaya tidak tergantung dari uang yang berputar didalamnya melainkan seberapa banyak sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang tersedia.

    Lagipula silahkan lihat uang yang anda miliki, bukankah semuanya itu hanyalah kertas semata? Jaman dahulu fulus dibuat dari logam khusus yang harga bahannya setara dengan nilai uangnya. Misalnya dari aluminium, perak, tembaga, emas dan lain sebagainya. Tetapi jaman sekarang, materi yang di tangan kita tidak ada apa-apanya jika tidak ada barang dan jasa.

    Kita hanya mengandalkan modal percaya saja kepada pemerintah. Padahal mereka hanya perlu mencetaknya, sekali print maka semuanya sudah selesai. Artinya, untuk memiliki uang zaman sekarang sangatlah mudah asalkan negara ada dipihak anda.

  2. Semua uang berasal dari bank dunia, IMF dan lain sebagainya.

    Sadarilah bahwa dolar kita banyak bukan karena telah berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan ekonomi yang makmur. Melainkan semua dolar itu berasal dari alias dikasih pinjam sama World Bank, IMF dan badan moneter dunia lainnya.

  3. Semua uang adalah utang.

    Kepemilikan materi yang ada di tangan kita saat ini sudah menjadi hak orang luar negeri jika mereka mau mengambil semuanya itu. Sebab tahukah anda bahwa jika utang Indonesia di bagi rata kepada seluruh penduduknya maka ada dua juta lebih yang nilainya merupakan milik orang asing. Jadi bersyukurlah dan jangan bangga karena hasil usaha anda selama ini sebab semuanya itu berasal dari utang yang suatu saat akan ditagih.

  4. Uang tidak menunjukkan kekayaan suatu negara.

    Sebesar apapun uang yang dimiliki oleh suatu bangsa jelas tidak ada nilainya/ harganya jika dibandingkan dengan sumber daya alam yang dimiliki. Pemanfaat SDA inilah yang kelak akan membuat rakyat sejahtera. Perolehan materi hanyalah angka-angka yang tidak jelas tanpa keberadaan sumber daya yang jelas. Pengolahan, pemanfaatan dan pembaharuan sumber daya yang tersedia menjadi produk tertentu sangatlah berguna untuk meningkatkan peredaran kertas ajaib ini.

  5. Memiliki uang tidak ada hubungannya dengan barang dan jasa.

    Usaha yang kita miliki menghasilkan barang dan jasa sedangkan uang yang tidak berharga dijadikan pembayaran untuk membeli prodak tersebut. Kita hanya percaya kepada pemerintah bahwa uang itu memang benar adanya padahal sebenarnya itu hanyalah kertas murahan yang tidak ada artinya. Jika itu berasal dari logam mulia maka jelas nilainya tetap dimanapun kita berada. Tetapi karena hanya kertas saja, semua itu tidak ada artinya ketika pemerintah tidak ada/ negara hancur oleh karena perang atau serangan terorisme.

  6. Uang berasal dari hasil perjudian.

    Tahukah anda bahwa apa yang dilakukan oleh bank adalah mengambil bunga/ riba sekian persen dalam setiap tabungan dan pinjaman yang kita lakukan. Ini jugalah yang dilakukan oleh bank Indonesia terhadap bank dunia yaitu mereka mendapatkan bunga dari bank dunia ketika sejumlah uang disimpan atau dipinjam. Jadi, ada semacam hubungan yang saling mengambil riba antar bank ke bank dan kepada masyarakat luas.

    Perjudian yang kentara terjadi dalam hal pembelian saham-saham tertentu dalam badan moneter. Ini dikenal dengan nama forex yang menjual dan membeli saham tertentu berdasarkan naik turunnya suku bunga yang ditentukan oleh bank pusat (bank dunia). Disinilah orang-orang kaya  akan menanamkan modalnya hingga terus bertambah dari tahun ke tahun.

  7. Semakin tinggi konspirasi maka semakin banyak peredaran uang.

    Informasi adalah alat untuk menjalankan konspirasi. Saat suatu informasi disebarkan maka muatan ekonomi yang terkandung di dalamnya akan membuat manusia membelanjakan uangnya. Ketika uang tidak jalan maka kemungkinan besar keuntungan yang diperoleh dari pajak sifatnya sedikit tetapi saat ekonomi terus berputar niscaya nilai pajaknya semakin meningkat. Salah satu cara tercepat untuk memutar ekonomi adalah dengan memanipulasi informasi yang beredar di masyarakat. Tentu saja ini tidak dilakukan oleh seorang pengusaha melainkan semua kalangan termasuk pemerintah terlibat didalamnya.

  8. Kepemilikan uang didominasi oleh pekerja pemerintah.

    Bukan hasil usaha lagi untuk memiliki materi. Melainkan sekalipun orang lain susah payah mencarinya banting tulang tetap tidak ada harganya ketika pemerintah menilai hasilnya kecil. Sebaliknya sekecil apapun usaha anda asalkan ada link-nya dengan pemerintah niscaya akan terus berkembang. Jadi bukan dari usaha yang kita lakukan tetapi dari seberapa dekatnya kita dengan sumber uang tersebut, yaitu pemerintah.

  9. Pembagian uang diatur oleh lembaga negara.

    Tidak ada keadilan dalam suatu negara kapitalis. Saat orang lain banting tulang untuk berusaha mencari nafkah tetap saja hasil yang diperoleh hanya cukup-cukup makan. Tetapi sekelompok orang yang kerjaannya hanya duduk-duduk saja, jalan-jalan dan berbicara di depan publik akan digaji tinggi oleh negara. Ketidakadilan semacam ini jelas akan menyebabkan gangguan keseimbangan sehingga lahirlah orang sombong yang sangat konsumtif.

  10. Penjatahan uang dikendalikan oleh relasi yang dimiliki.

    Jika anda memiliki relasi dengan orang-orang yang bekerja di bawah naungan negara atau setidak-tidaknya didekat pegawai pemerintahan maka banyak kertas ajaib akan diperoleh dari sana. Tetapi saat usaha dan perjuangan kita jauh dari pemerintah niscaya hasilnyapun kecil.

    Seperti halnya pegawai negeri yang terkadang kerjaannya begitu santai tetapi gajinya begitu tinggi. Lainnya keadaannya dengan para petani dan nelayan, sekalipun mereka bekerja keras dan berusaha semalam-malaman tetapi tetap saja hasilnya begitu-gitu aja.

  11. Perekonomian kita akan terguncang oleh karena uang orang kaya.

    Ketika orang-orang kaya memboros-boroskan harta benda yang dimilikinya maka akan terjadi kelangkan pangan dimana-mana. Mereka bisa saja menimbun banyak barang untuk dirinya sendiri sehingga jumlah sembako sedikit di pasar. Keadaan ini membuat barang langka sehingga harganya melambung tingggi. Hal semacam ini telah terjadi berulang kali di Indonesia saat para distributor menahan barangnya agar harganya naik diantara para pengecer.

Tidak tertutup kemungkinan konglomerat saat ini tidak memiliki harta benda karena usahanya yang keras. Melainkan karena kehidupan mereka dekat dengan pemerintahan. Sekeras apapun usaha, kita tidak akan menemukan titik perkembangan/ kemajuan jika negara belum melakukan acc. Oleh karena itu, jadilah penjilat terhadap pemerintah niscaya hidup makmur sekalipun hanya goyang-goyang kaki! Andaikan kesetaraan diberlakukan niscaya semua kekayaan itu akan sama-rata sehingga tidak ada lagi yang kaya dan miskin!

Salam sukses!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s