Kepribadian

+10 Alasan Perusahaan Menggunakan Robot Ganti Karyawan – Memilih Komputer Buatan Ilmuan Daripada Manusia Ciptaan Tuhan


Alasan Perusahaan Menggunakan Robot Ganti Karyawan - Memilih Komputer Buatan Ilmuan Daripada Manusia Ciptaan Tuhan

Perusahaan adalah kumpulan manusia yang memiliki kemampuan (skill) yang berbeda-beda yang bekerja sama untuk mewujudkan Tujuan bersama. Seharusnya, mereka ada untuk memuaskan kebutuhan konsumen (ekstrenal) sekaligus memuaskan diri sendiri (internal). Tetapi, terkadang yang terjadi adalah pelaksanaan fungsi yang dijalankan hanya memuaskan para petinggi perusahaan saja. Sedangkan orang lain atau lebih tepatnya karyawan yang bekerja keras di bawah, mereka sebut buruh, hanya dikenakan dana recehan dari keuntungan yang diperoleh.

Arogansi pihak manajemen dan pemimpin perusahaan memang cukup mengherankan. Pasalnya, keuntungan yang diperoleh lumayan banyak tetapi yang dipuaskan dengan pendapatan dan fasilitas hanyalah para petinggi didalamnya. Keadaan ini membuat mereka terus hidup dalam kemewahan, kenyaman dan kemudahan disana-sini. Padahal situasi semacam ini jelas-jelas membuat kemampuan mereka untuk mengendalikan diri berkurang seiring menurunnya tingkat kesadaran. Pada dasarnya semua ini diawali oleh minimnya aktivitas yang turut menurungkan aktivitas otak sehingga tingkat kecerdasan juga turut menurun.

Sifat egois semacam ini bisa saja terjadi karena mereka adalah tipe manusia yang antisosial. Para petinggi dalam suatu badan usaha biasanya tidak suka diganggu oleh keluhan karyawan tentang ini dan itu, masalah kecil yang timbul, kesalahan kerja, beban biaya gaji yang ditanggung oleh perusahaan dan masih banyak biaya lainnya. Orang-orang yang tidak mau ribet dan enggan berhadapan dengan masalah ini jelas mencirikan pribadi yang arogan-egois sehingga membuat kepribadian terkesan manja. Kemungkinan besar hal ini jugalah yang membuat mereka merumahkan tenaga keraja manusia lalu memperkejakan mesin berteknologi (teknologi robotika).

Faktor penyebab pihak manajerial dalam industri mempekerjakan mesin robot daripada karyawan

Pada dasarnya manusia yang hanya berpikir bahwa hidup ini haruslah lebih mudah merupakan kumpulan orang yang tidak pernah dewasa. Mereka merasa diuntungkan saat segala sesuatunya mewah, mudah dan nyaman. Padahal bentuk kehidupan semacam ini, secara berangsur-angsur membawa pikiran mendapatkan penurunan kesadaran yang secara otomatis menurunkan kecerdasan. Akibatnya, jangan tanya-tanya lagi, mengapa banyak pihak manajerial yang hidupnya gemar main perempuan, gonta-ganti istri, anak jadi berandalan, ada juga yang manja, dan lain sebagainya. Ketika kenyamanan menurunkan kesadaran seseorang maka tepat saat itu juga sikap menjadi buruk (perkataan dan perilaku).

Berikut ini beberapa alasan mengapa petinggi perusahaan lebih doyan menggunakan sistem komputerisasi dan robotik.

Tidak mau mengeluarkan dana lebih (pelit).

  1. Tidak di gaji.

    Bila gaji selalu dibayarkan kepada karyawan setiap bulan atau setiap minggu tetapi teknologi komputerisasi benar-benar gratis. Selama komputer atau robot tersebut masih aktif maka selama itu pula pekerjaan yang dibebankan akan diselesaikan sampai tuntas olehnya.

  2. Tidak menuntut apa-apa selain bahan bakar dan listrik.

    Jika buruh saat ini menuntut agar upahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kurs yang berlaku di masing-masing negara. Tetapi robot dan teknologi komputer lainnya benar-benar hanya membutuhkan bahan bakar dan beberapa yang lainnya membutuhkan listrik.

  3. Tidak ada uang lembur.

    Ketika pesanan menumpuk-numpuk, karyawan harus bekerja lembur sehingga uang lembur akan ditambahkan ke gaji mereka. Namun teknologi komputer dan robot siap bekerja 24 jam dalam sehari tanpa harus dibayarkan pesangon untuk lembur.

  4. Tidak mengenal gaji tiga belas, THR/ gaji empat belas.

    Pegawai pemerintah mungkin mengenal gaji tiga belas. Sedang para karyawan swasta lebih mengenal THR di akhir tahun. Bagi sekumpulan manajer yang kikir dan egois, membayar gaji karyawan sangatlah berat baginya. Tetapi menggunakan uang perusahaan untuk foya-foya dan hura-hura bersama teman dan sahabatnya adalah suatu aktivitas yang sangat digemari bahkan “minta nambah lagi, biar makin sering!”

  5. Tidak memiliki batas waktu kerja.

    Manusia memiliki waktu kerja yang terbatas, yakni 8 jam dalam sehari sedangkan komputer dan robot dapat diaktifkan selama 24 jam nonstop. Oleh karena itu, para manejer dan direktur disetiap perusahaan sangat menggilai teknologi mesin yang satu ini. Benarkan penggunaan teknologi modern tersebut tanpa efek samping?

  6. Tidak mau rahasia perusahaan bocor.

    Entah ini sebuah alibi atau omong kosong belaka, beberapa industri enggan mempekerjakan karyawan manusia karena tidak bisa dijamin integritas dan kesetiaannya. Para pemimpin dan pihak manajemen tidak percaya sama sekali kepada manusia melainkan mereka lebih percaya kepada teknologi mesin komputer dan robotik yang diciptakan ilmuan dan teknisi terkenal.

  7. Enggan mempublikasikan betapa bobroknya industri yang mereka kelola.

    Alasan paling fatal mengapa suatu badan usaha mempekerjakan mesin komputerisasi dan robot karena mereka tidak ingin kebobrokan perusahaan yang dikelolanya ketahuan oleh publik. Mereka juga sangat anti dengan pers/ wartawan yang ingin/ hendak melakukan inspeksi secara mendadak. Orang-orang ini mengharuskan penjadwalan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya agar persiapan matang untuk mengelabui tim pengawas.

    Enggan berurusan dengan masalah.

  8. Kesalahan lebih minimal.

    Pihak manajerial dan kalangan direksi enggan memahami kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Mereka menginginkan agar segala sesuatunya sempurna dari awal sampai akhir. Bukannya melakukan pelatihan, menambah tim pengawas dan tim evaluasi, malahan orang-orang ini mengganti karyawan manusia menjadi robot yang cenderung bekerja stagnan dan konsisten dari waktu ke waktu.

  9. Tidak banyak bicara.

    Para manajer dan petinggi dalam badan usaha ini jelas saja memiliki sifat yang psikopat sempit. Keadaan ini membuat mereka sangat anti dengan gangguan sosial. Suara kecil dan bisikan yang tidak terkendali saja akan dianggap sebagai penyimpangan yang harus di hilangkan lewat peraturan yang tegas. Orang-orang yang memiliki kehendak bebas cenderung lebih suka bicara saat sedang kurang sibuk sedangkan komputer dan robot akan tetap diam walau waktu istirahat tiba.

  10. Mau saja dimaki-maki dan dirusak.

    Kemungkinan besar pihak manajemen dan para petinggi dan industri tersebut memiliki temperamen yang buruk. Mereka suka sekali marah dan memaki-maki karyawan yang melakukan kesalahan kecil didepannya. Keadaan ini membuat para pegawainya kewalahan sekaligus kesal sehingga melakukan resign (mengundurkan diri). Akhirnya industri tersebut hanya memiliki sisa pekerja dari robot dan komputer canggih.

  11. Tidak ada perselisihan antar karyawan.

    Perselisihan antara karyawan mungkin saja terjadi dalam sebuah badan usaha. Ini bisa saja disebabkan oleh karena reaksi antara iri hati dan kesombongan. Akibatnya masalah tersebut sampai ketelinga manajemen bahkan direkturpun mendengarnya. Para petinggi kemungkinan kewalahan dalam menghadapi persoalan seperti ini sehingga merekapun memutuskan untuk memecat orang-orang yang bermasalah ini. Kemudian posisi yang kosong tersebut akan digantikan oleh teknologi komputerisasi dan robotika.

  12. Mustahil ada gejolak persaingan untuk memperebutkan promosi perusahaan.

    Ada persaingan yang tinggi saat pihak manajemen mengumumkan akan mengadakan promosi terhadap karyawan yang memenuhi persyaratan tertentu. Rupa-rupanya pengumuman tentang promosi ini telah membuat rucuh suasana. Terciptalah persoalan yang lebih rumit dan tidak dapat dijelaskan apalagi diselesaikan. Pada akhirnya, semua pegawai yang hubungannya tidak baik dengan sesamanya akan di PHK-kan. Lalu para pengambil keputusan disana memutuskan untuk menggantikan posisi yang kosong dengan teknologi yang lebih canggih yaitu robot otomat.

  13. Ingin menjebak pengangguran dalam narkotika, seks bebas, perjudian, miras dan aksi kriminalitas lainnya.

    Alasan paling fundamental untuk mem-PHK-kan karyawan adalah untuk membuat mereka tidak waras sehingga tidak berkembang kehidupannya bahkan mati dijalanan (akibat kecanduan dan mabuk-mabukan). Sebab dari orang-orang yang tidak waras inilah perputaran ekonomi sangat kuat. Mereka cukup diberikan sekedar biaya hidup lalu uang itu akan dihabiskan untuk membeli narkoba, prostitusi, miras dan main judi. Sehingga uang yang diberikan negara kepada pengangguran ini akan kembali ke tangan kapitalis licik yang berkonspirasi.

Memang dunia ini edan, sudah ada organisme yang sempurna diadakan oleh Sang Pencipta tetapi masih saja kurang puas. Ketika para pengambil keputusan dalam suatu instansi terlena memasukkan uang ke kantongnya sendiri, otomatis sifat-sifatnya akan menjadi buruk. Orang yang terlena dengan gemerlapan duniawi sangat ketergantungan dengan materi (uang). Akibatnya, mereka lebih memilih untuk mempekerjakan organisme anorganik ciptaan manusia yang terbatas daripada mempekerjakan manusia ciptaan Tuhan yang sempurna. Padahal, jika saja pihak manajerial dan direksi perusahaan mau merogoh kocek untuk melakukan pelatihan, meningkatkan pengawasan dan memberdayakan tahapan evaluasi: pastilah kinerjanya lebih baik. Manusia bisa salah dan belajar dari kesalahan; tetapi ketika komputer atau robot salah, unitnya harus diganti semuanya.

Salam teknologi humanis!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s