Gejolak Sosial

7 Pelajaran Dari Agama Lain Membuat Ajaran Kristen (Kekristenan) Semakin Jelas


Pelajaran Dari Agama Lain Membuat Ajaran Kristen (Kekristenan) Semakin Kuat

Kristen Sejati – Hidup adalah belajar, jika tidak demikian maka kita sama saja dengan benda mati yang tidak bisa berkembang. Kita mampu mengindrakan banyak hal di dunia ini tetapi hanya orang-orang yang sanggup memahami semuanya, itulah yang dapat memetik pelajaran berharga. Oleh karena itu, jangan hanya melihat sesuatu senyatanya saja melainkan baik juga untuk memahami arti dibalik semua yang telah terjadi. Jika anda mau memberi waktu untuk berpikir sejenak dan merendahkan hati maka pastilah bahwa segala sesuatu ada maknanya.

Agama adalah sebuah filosofi hidup yang bertahan dimakan zaman. Ada keyakinan yang tua dan ada pula keyakinan yang muda, masing-masing memberikan ciri khas yang unik dan saling mendukung sekaligus saling bertentangan satu-sama lain. Jelaslah bahwa aliran kepercayaan memiliki sekelumit perbedaan sebab yang membawanyapun berbeda-beda. Jadi mustahil mempersatukan seluruh agama dalam perdebatan resmi, mau sampai kapanpun tidak akan pernah ditemukan titik temu, karena semua pasti merasa benar. Tetapi ada dua pesan yang sangat intim dalam suatu kepercayaan, yaitu kedekatan kepada Tuhan dan kedekatan kepada sesama.

Kita harus memiliki pikiran yang terbuka agar dapat mengambil pelajaran penting dibalik semua kepercayaan manusia. Sebab agama tersebut mustahil dapat bertahan didera zaman dan waktu tanpa ada sesuatu nilai yang benar didalamnya. Disinilah kita harus mampu mengekstrak nilai-nilai kebaikan tersebut agar dapat dihubung-hubungkan dengan kekristenan itu sendiri. Dihubungkan dalam hal ini bukan untuk di cela tetapi untuk menemukan kebenaran bahwa hal tersebut sesungguhnya telah dicatat di dalam Alkitab.

Kami sendiri perlu merasa jujur kepada pembaca sekalian. Sesungguhnya pemahan ajaran kristen dalam diri kami sangat dangkal dan kurang melekat kepada Tuhan itu sendiri. Tetapi seiring dengan semakin besarnya cobaan hidup ditambah lagi kami memperhatikan perilaku positif umat beragama lain, ilmu itu menjadi lengkap. Secara tidak langsung sebagian ajaran dari keyakinan orang lain itu mengingatkan kita tentang nilai-nilai terpenting dalam kekristenan itu sendiri. Seolah mereka menegaskan, “begini lho jadi orang yang beragama.” Dan ketika hal tersebut di “check & recheck” di dalam Alkitab, ternyata ada ayat yang membicarakan tentang hal tersebut.

Pelajaran penting dari agama lain yang juga disebutkan di dalam kekristenan

Mustahil seorang yang sombong dapat belajar sesuatu dari pihak lain. Apa lagi ketika keyakinan yang dimiliki berbeda, pastilah ia cenderung merendahkan dan menghinanya. Cara pertama dan utama untuk mempelajari hal positif dari agama lain adalah “kerendahan hati.” Tanpa kerendahan hati penilaian yang kita lakukan cenderung memojokkan oknum tertentu. Semakin rendah hati maka semakin baik sudut pandang dan semakin bermanfaat ilmu yang kita hasilkan. Berikut ini beberapa pelajaran positif yang kami maksudkan.

Agama Islam.

  1. Kesederhanaan.

    Jujur saja bahwa dahulu kami juga orang yang suka dengan hidup yang mewah. Terlebih ketika adat istiadat di daerah kami terkesan meriah-muntah-mewah, seolah berfoya-foya dalam setiap acara yang dilakukan. Tetapi dari orang Muslim kita belajar tentang kesederhanaan. Kami pernah mendatangi pernikahan seorang teman sewaktu berada di Jawa, acaranya hanya satu hari penuh. Pun bisa melihat saat mereka datang ke Mesjid, pakaiannya biasa saja, terlihat putih-putih. Lha kalau kita, pake kebaya, jas, perhiasan dan masih banyak asesoris lainnya…..

    Coba pelajari lagi Alkibat maka anda akan menemukan bahwa Tuhan Yesus adalah orang yang paling sederhana di zamannya. Mulai dari tempat tidur, kuburan dan kain kafannya semua yang disedekahkan orang. Seperti firman yang berbunyi demikian.

    (Matius 8:20) Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

  2. Membahas-bahas firman dalam hati.

    Kami pada awalnya tidak begitu membahas-bahas firman di dalam hati. Melainkan dahulu lebih suka mengisi hati dengan hal-hal duniawi (misal membahas film, sinetron, berita terbaru, info teknologi). Saat kami melihat beberapa orang Muslim yang menghafal Alquran, ini mengingatkan kami untuk senantiasa membahas-bahas firman di dalam hati. Seolah apa yang mereka lakukan (menghafal Alquran) mengingatkan kami betapa pentingnya firman itu.

    Saat kami membolak-balik Alkitab secara tidak sengaja mendapati bahwa firman memang membersihkan hati kita. Seperti ada tertulis.

    (Filipi 4: 8-9), “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

    Lagi,

    (Lukas 6: 45) “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

  3. Berlutut – duduk di lantai saat berdoa.

    Dahulu kami tidak begitu peduli apakah saat berdoa itu perlu duduk, berdiri atau berlutut. Kami melakukannya sekehendak hati ini, nyamannya dimana maka itulah yang diikuti. Tetapi saat kami melihat orang Muslim berlutut dan duduk dilantai Mesjid tepat saat itulah kami menyadari bahwa berlutut saat berdoa itu adalah penting.

    Kamipun sampai saat ini selalu berlutut atau duduk dilantai atau duduk simpul saat berdoa terkecuali jikalau kondisi tidak memungkinkan. Saat rajin membuka-buka Alkibat, kami menemukan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang sangat direkomendasikan, bahkan dalam beberapa moment ada firman yang menyatakan bahwa tokoh Alkibat melakukan “sujud syukur hingga mukanya sampai ke tanah.” Perhatikan firman ini.

    (Daniel 6:11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

    Dari agama Buddha.

  4. Tentang fokus Tuhan.

    Sungguh bahwa ide pertama tentang fokus kepada Tuhan jelas tidak kami temukan langsung di dalam Alkitab tetapi dari film-film Asia yang kami tonton. Misalnya saja adalah tentang “Biksu Tong yang membawa Kitab Suci ke Barat,” “Boboho” dan film lainnya. Dari sini mulai ada gambaran bahwa fokus Tuhan itu sangatlah penting.

    Beberapa waktu yang lalu akhirnya kami menemukan firman tentang fokus Tuhan di dalam Alkitab. Seperti ada tertulis.

    (Mazmur 91:14) “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

  5. Menundukkan kepala dan membungkuk untuk memberi hormat.

    Ini khususnya kami temukan saat menonton film dari Jepang. Pada awalnya kami merasa bahwa orang-orang ini aneh dan tidak ada kerjaan sampai membungkuk di depan orang lain. Tetapi lama kelamaan kami mengerti bahwa melakukan hal ini sangatlah penting.

    Beberapa waktu yang lalu kami menemukan firman yang menyatakan betapa pentingnya menundukkan kepala. Berikut selengkapnya.

    (Ayub 22:29) Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!

  6. Bermeditasi.

    Awalnya tidak ada disebutkan tentang bermeditasi di dalam Alkitab. Ini adalah aktivitas yang sangat mengagumkan untuk mencerdaskan otak. Belakangan ini kami baru mengerti bahwa segala sesuatu tentang meditasi adalah bagian dari fokus Tuhan. Hanya saja dalam ajaran kristen tidak harus selalu dilakukan dalam keadaan duduk sambil melipat tangan tetapi meditasi dapat dilakukan juga disegala waktu sambil menyelesaikan aktivitas lainnya. Ini adalah salah satu cara terpenting dalam upaya mengendalikan diri dan menjauhi segala hawa nafsu sesat-berlebihan, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Seperti ada tertulis.

    (Matius 11:28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

  7. Ramah tamah dari orang Jawa.

    Tahukah anda bahwa dahulu kami merasa ramah-tamah adalah budaya orang Jawa kuno. Hingga beberapa waktu, kami masih meyakini bahwa kebiasaan beramah tamah ini memang berasal dari sana. Kami sendiri terinspirasi dari keramahan orang-orang Jawa sehingga sedari kami SMP telah mulai melakukannya kepada orang lain (selain keluarga).

    Kami sangat tertarik dan gemar melakukan kebiasaan ini sebab dengan demikian kita berbagi kasih yang paling sederhana kepada orang lain. Belakangan ini kami temukan bahwa ternyata tertulis dengan jelas pesan untuk beramah tamah di dalam Alkitab. Seperti ada tertulis.
    (Efesus 4:32) Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Bila kita bisa mempelajari segala sesuatu yang ada di muka bumi ini maka akan lebih banyak ilmu yang akan didapatkan. Harap diingat bahwa tidak semua ilmu tersebut adalah positif melainkan selalu bandingkanlah dengan nilai-nilai kebenaran. Jika suatu wawasan menjauhkan kita dari Tuhan dan membuat mengganggu hubungan dengan orang lain maka tinggalkanlah keilmuan semacam itu. Oleh karena itu, perbedaan tidak selalu berbeda, terkadang ajaran kristen juga meyakini hal yang sama dengan agama lain tetapi kita kurang memperhatikannya. Lewat keyakinan mereka, kita diingatkan untuk lebih mendalami ajaran yang kita yakini. Milikilah kerendahan hati, selami segala sesuatu dan temukan kebenaran yang hakiki di balik semuanya itu.

Salam pembelajaran hidup!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.