Gejolak Sosial

10 Cara Membersihkan Hati – Menyucikan Pikiran Dari Keburukan


Tips & Trik Membersihkan Hati - Menyucikan Pikiran Dari Keburukan

Membersihkan adalah (1) membuat supaya bersih (dengan jalan mencuci, menyapu, menggosok, dan sebagainya); (2) membinasakan; melenyapkan; (3) memulihkan; mengembalikan (nama baik). Sedangkan menyucikan adalah membersihkan (batin, hati, dan sebagainya); memurnikan; menguduskan (KBBI Offline). Pikiran adalah bagian dari otak manusia yang berhubungan dengan logika sedangkan hati adalah bagian dari otak manusia yang berhubungan dengan sisi emosional. Kedua hal ini saling mendukung dalam membentuk pola pikir dan kepribadian seseorang.

Membersihkan hati disebut juga menyucikan/ memurnikan hati merupakan upaya untuk menjauhkan pikiran dari berbagai-bagai hal buruk yang sudah ada secara default di dalam alam bawah sadar dan yang berasal dari berbagai informasi yang ditangkap oleh indra. Aktivitas ini akan menghasilkan manusia yang mengasihi Tuhan sepenuh hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Dimensi dasar dalam kehidupan manusia

Otak adalah dimensi dasar dalam kehidupan manusia yang menjadi awal dari segala sesuatu. Setiap hal yang kita ekspresikan dalam hidup ini bersumber dari dalam hati lalu meluap dalam bentuk perkataan (lisan maupun tulisan) dan perbuatan. Perkataan yang terucap sebagai dimensi ke dua menjadi icon utama bagaimana awalnya berhubungan dengan orang yang tidak kita kenal. Saat kedekatan mulai terjalin maka, teman-teman disekitar kita akan kenal betul, bagaimana perilaku yang biasa diekspresikan kepada orang disekitar. Tetapi ketika kita sudah lama bersahabat dengan orang lain, niscaya mereka bisa mengenali suasana hati ini sekalipun belum diungkapkan.

Keburukan sikap awalnya dari dalam hati

Pikiran adalah pusat segala rancangan kehidupan yang kita jalani hari lepas hari. Kita telah merencanakan sesuatu sehingga terwujudlah, walau kadang juga tidak (sebab rencana Tuhan tidak sebanding dengan rencana manusia). Jadi sewaktu anda menyadari bahwa sikap-sikap yang dimiliki sungguh jauh dari kebenaran, sadarilah bahwa keadaan ini dimulai dari hati yang juga jauh dari nilai-nilai yang benar. Sikap yang buruk akan diekspresikan ketika suasana hati kita lebih condong untuk memikirkan berbagai-bagai hal yang negatif. Apa saja contoh pikiran negatif itu? Seperti, iri hati, kesombongan, suudzon, sungut-sungut dan masih banyak lagi. Silahkan temukan sendiri.

Cara unik dan klasik untuk membersihkan hati manusia oleh Tuhan

Tahukah anda bahwa Tuhan menyucikan hati manusia melalui pencobaan hidup yang sengaja di izinkan terjadi dalam hidup kita? Ini merupakan cara kuno yang terbukti ampuh untuk memurnikan hati manusia. Secara disengaja, kita terpapar dengan masalah sehingga tertekan (terutama tekanan mental) lalu disaat seperti inilah biasanya sifat-sifat manusia akan keluar. Bila itu sifat buruk biarkan saja keluar, nanti juga sadar akan akibatnya sehingga tidak dilakukan lagi di hari-hari yang akan datang. Jika itu sikap baik maka hati yang memaafkan akan mengawalinya. Kemudian disusul oleh kemauan untuk menerima situasi apa adanya lalu tetap berusaha lembut dan penuh kasih menanggapinya.

Biasanya saat seseorang tidak mengerti dengan situasi yang dihadapi maka kegusaran dan kegundahan akan meluap dari dalam hati. Oleh karena itu, generalisasikanlah segala pergumulan hidup itu sebagai UJIAN KEHIDUPAN untuk memurnikan hati dan melatih mental kepribadian ini menjadi lebih kuat dan dewasa.

Setiap ekspresi yang baik berawal dari pikiran yang sadar

Tahukah anda bahwa segala yang buruk memang sudah ada secara default dalam diri manusia itu sendiri. Artinya, tanpa diajaripun semua hal tentang hawa nafsu yang sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya dapat diekspresikan oleh seseorang manusia. Ini yang kami maksudkan sebagai “keburukan yang sudah tertanam dalam alam bawah sadar seseorang.” Jadi satu-satunya cara untuk menonaktifkan pikiran kotor semacam ini adalah dengan menekan alam bawa sedar dengan mengaktifkan kesadaran. Untuk selalu mengaktifkan sistem sadar yang diperlukan adalah senantiasa memikirkan hal yang positif, yang disebut dengan aktivitas fokus Tuhan, bekerja dan belajar.

Cara membersihkan hati agar tetap suci.

Untuk menyucikan hati, tidak dibutuhkan sabun dan sampo untuk mencuci segala -hal badaniah yang kotor. Melainkan diupayakan untuk melakukannya dengan apa yang tersedia di dalam bagian yang hendak disucikan. Saat kita berpikir untuk mencuci  otak maka yang diperlukan adalah komponen yang ada di dalam pikiran orang tersebut. Tidak ada sapu atau apapun alat bersih-bersih di dalam otak tetapi pikiran bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Artinya, untuk membersihkan hati yang dibutuhkan adalah hati itu sendiri, lewat pengaturan sederhana yang disebut sebagai manajemen pola pikir.

Seperti komputer yang terkena virus, untuk membersihkannya tidak dibutuhkan teknologi vacum cleaner tercanggih buatan Korea. Tetapi yang dibutuhkan adalah software yang dibuat/ diprogram di komputer lain, untuk kemudian di-instal dalam komputer yang sakit. Demikian jugalah untuk menyucikan pikiran dari segala yang jahat, yang kita butuhkan adalah sesuatu yang bisa memasuki pikiran (yang jelas bukan materi). Melainkan sesuatu yang bisa merasuk ke dalam hati manusia, yaitu Roh Allah. Cara terbaik untuk memiliki Roh Kudus adalah dengan melakukan kebenaran, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama manusia seperti diri sendiri.

Berikut selengkapnya tips membersihkan hati yang kami janjikan.

  1. Senantiasa berfokus kepada Tuhan.

    Kita bisa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ini adalah cara terbaik untuk membersihkan hati dari segala hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Saat kita terus memusatkan pikiran kepada Tuhan maka tepat saat itu juga hati menjadi tenang, terkendali dan tenteram. Anda dapat mulai melakukan hal ini dari tahapan dasar seperti berikut.

    • Ambil waktu khusus untuk berdoa, membaca firman dan memuji Tuhan.
    • Anda dapat memfokuskan diri kepada Tuhan saat sedang ada waktu luang/ lagi istirahat.
    • Juga dapat dilakukan sambil menikmati hidup, misalnya saat makanan & minuman.
    • Memusatkan pikiran kepada Tuhan sambil berjalan kaki (menggunakan kendaraan) dan menyapa orang yang dikenal dan ditemui di jalan.
    • Fokus Tuhan senantiasa saat sedang melakukan pekerjaan kecil. Misal saat membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai
    • Bernyanyi memuliakan Allah di tengah-tengah/ disela-sela pekerjaan dan pejaran yang kita tekuni.
    • Mampu selalu berdoa dan bernyanyi memuliakan Allah sekalipun sedang dalam masalah besar. Juga tetap ramah kepada setiap orang yang dijumpai.
  2. Mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Untuk mengasihi orang lain kita harus berkorban. Tanpa pengorbanan maka tidak ada kasih. Mulailah berkorban dari dalam keluarga sendiri. Ini adalah tempat yang pas untuk melatih kebaikan hati yang kita miliki. Mampukan diri untuk tetap ramah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia, jujur, adil konsisten, berbagi informasi, berbagi solusi, berbagi pengalaman dan lain sebagainya.

    Adalah baik bagi kita untuk melakukannya secara konsisten. Sikap yang konsisten adalah sebuah wujud kedewasaan yang telah mengambil sikap hati yang penuh, bukan karena terpaksa melainkan karena hal tersebut mampu menjaga hati tetap bersih (suci). Kebaikan kita adalah mode latihan sebagai sasaran yang tepat untuk menguji diri sendiri, seberapa pintar/ lihaikah kita dalam mengendalikan diri dan menjauhi rasa sakit saat keramahan dijawab dengan pasif, cuek (acuh tak acuh) dan lain sebagainya.

    Saat kasih yang kita berikan tak berbalas, tidak usah bersungut-sungut dan menyalahkan ini-itu melainkan teruslah bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati. Tidak perlu merasa bersalah atau menyalahkan orang lain atas keadaan tersebut, anggap saja itu sebagai latihan hidup untuk mengendalikan diri, meningkatkan kekuatan hati dan membentuk mental kepribadian menjadi lebih baik.

  3. Siap diuji oleh situasi.

    Sadar atau tidak, ujian kehidupan ada dimana-mana. Ini adalah salah satu cara Tuhan untuk membersihkan hati kita dari segala yang jahat. Ketika suatu ketidaknyamanan datang menghampiri, apa yang dilakukan? Pencobaan hidup adalah kesempatan emas bagi anda untuk mengendalikan diri. Berusahalah untuk tidak melawannya tetapi terima saja itu apa adanya lalu beradaptasilah dengan semuanya itu. Akan tetapi jikalau pencobaannya sudah masuk dalam kategori menyebabkan kerugian materi yang besar, anda dapat melaporkannya kepada aparat hukum.

    Berhati-hatilah jikalau anda hendak bermaksud untuk menguji orang lain. Ini jelas tidak membuat hati tetap tenang dalam ketenteraman. Sebab “hidup ini membutuhkan konsistensi, saat kita tidak mampu menjaga integritas akan menjadi orang yang plin-plan sehingga berkat dan penyertaan Tuhan yang kita rasakan juga sifatnya tanggung.” Oleh karena itu, ujilah sesama seolah itu dilakukan tidak sengaja karana faktor tertentu dan lain hal.

    Untuk membersihkan hati dari rasa kesal, saat sebuah ujian terjadi, biarkan saja/ ikhlaskan saja/ relakan saja lalu langsung maafkan dan berkati setiap orang yang bersalah. Katakan, “bebaskan orang-orang ini dari kesalahannya Tuhan dan mohon kepada-Mu tuntunlah mereka dalam kebenaran yang penuh keberkahan.” Atau andapun bisa memaafkan mereka LANGSUNG dengan gaya khas sendiri.

  4. Selalu rendah hati.

    Tidak ada orang yang lebih aman kehidupannya selain mereka yang rendah hati. Saat kita sombong, posisi/ suasana hati ada di atas, akibatnya orang lain dapat menjatuhkan diri ini dengan mudah. Tetapi saat kita bergerak dan beranjak di bawah, mustahil ada orang yang dapat menjatuhkan. Sekalipun mereka berusaha posisi kita tetaplah aman senantiasa.

    Tidak mudah untuk merendahkan hati. Beberapa orang melakukannya dengan menegaskan bahwa “kebersamaanlah” yang menghasilkan semua kebaikan yang terjadi. Ada pula yang mengatakan bahwa “semuanya itu karena Tuhan menyertai dan memberkati dengan sungguh.” Artinya, jangan mudah termakan pujian tetapi anggaplah semua yang anda lakukan berkat dukungan orang lain dan dukungan dari Yang Maha Kuasa.

    Manusia jelas dilahirkan dalam kesombongan. Untuk menyucikan hatinya dari rasa sombong ini juga dapat dilakukan dengan cara “menginjak diri sendiri” dan menyadari betapa hina dan berdosanya kita ini. Misalnya dengan mengatakan “kami hanya sampah, manusia yang penuh dosa. Ini sudah seharusnya terjadi. Kuatkan kami menjalani semuanya itu Tuhan!”

  5. Menghilangkan ketergantungan akan kenikmatan duniawi.

    Mengkonsumsi materi adalah suatu kebiasaan dalam keseharian kita. Tetapi ketergantungan terhadap salah satu kenikmatan duniawi jelas tidak baik bagi perkembangan mental kepribadian seseorang. Keadaan ketagihan semacam ini mudah saja membuat pikiran menjadi kacau-balau. Oleh karena itu, untuk menyucikan (membersihkan) hati dari berbagai bentuk kecanduan yang negatif sempit, dibutuhkan kemauan untuk menikmati hidup secara fluktuatif. Hindari sikap yang terus mengkonsumsi yang mahal-mahal melainkan terkadang andapun harus mengkonsumsi sesuatu yang sifatnya murahan dan tidak berasa (tawar).

    Harap dipahami bahwa inkonsistensi dibutuhkan saat menikmati hidup tetapi dalam bersikap sebaiknya hindari sifat yang kurang stabil. Sebab saat perkataan dan perilaku kita tidak konsisten akan sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

  6. Membatasi ketergantungan akan kemuliaan duniawi.

    Ketahuilah bahwa bahagia itu masalah bagaimana menjaga pikiran dari berbagai-bagai hal buruk sembari tetap fokus untuk bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Rasa senang yang kita peroleh saat dihargai dan dihormati orang lain sifatnya sesaat saja. Padahal tidak semua orang yang kita temui selalu mampu menghargai dan menghormati diri ini, ada juga diantara mereka yang berlaku sebaliknya: menghina dan menjelek-jelekkan. Jadi, menggantungkan kebahagiaan kepada penghormatan dan penghargaan duniawi jelas bukan sesuatu yang mengenakkan karena rasanya pasti “campur-aduk.”

    Adalah baik bagi kita untuk tidak memusingkan diri tentang bagaimana agar orang menghargai dan menghormati diri ini. Melainkan sibukkan diri untuk menghargai dan menghormati orang lain. Ini adalah aktivitas positif yang mendatangkan kebahagiaan saat dibiasakan.

  7. Mampu menerima kenyataan apa adanya – tidak mencobai Tuhan.

    Kenyataan dibentuk dan dipengaruhi oleh orang-orang yang tergabung didalamnya. Tidak ada kenyataan yang terjadi berdasarkan rencana kita, sekalipun ada jumlahnya minimal dan hanya sesuatu yang berhubungan dengan hal pribadi. Sadarilah bahwa apa yang saat ini sedang terjadi adalah sebuah kehendak Tuhan. Kita lawanpun, untuk apa? Bukankah itu usaha yang sia-sia sebab apa yang sudah terjadi tidak mungkin diundur lagi ke belakang alias waktu tidak dapat berbalik/ berputar.

    Sadar atau tidak, pada waktunya nanti keadilan Tuhan akan ditegakkan di dalam kehidupan kita, cepat ataupun lambat. Oleh karena itu, jangan berhenti berharap kepada-Nya dan senantiasa fokuskan pikiran kepada Tuhan di segala waktu.

  8. Menjauhkan diri dari pikiran negatif.

    • Iri hati.

      Kedengkian adalah sebuah beban yang meracuni otak saat ada orang lain yang lebih unggul dari diri ini. Oleh karena itu, lepaskan rasa dengki ini dengan memberikan pujian dan ucapan selamat kepada orang tersebut.

    • Sifat sombong.

      Selalu upayakan untuk merendahkan diri sendiri dalam hati. Hindari sikap yang mudah termakan pujian dari orang lain. Semakin banyak keunggulan kita maka semakin sering cara-cara menyangkal diri diperkatakan di dalam hati.

    • Bersungut-sungut.

      Tidak ada gunanya bersungut-sungut karena kenyataan yang sudah terjadi. Tetapi jadikanlah semuanya itu sebagai koreksi untuk memperbaiki masa depan. Sungut-sungut menyalahkan orang lain, diri sendiri bahkan Tuhan merupakan awal keburukan hati. Sucikanlah hatimu dengan senantiasa fokus Tuhan, belajar dan bekerja.

    • Prasangka buruk.

      Memandang hal-hal buruk jauh ke depan merupakan salah satu bentuk kewaspadaan standar. Hindari sikap waspada yang berlebihan. Sebab terus-menerus berprasangka buruk kepada orang lain jelas tidak baik melainkan batasi aktivitas ini dengan senantiasa fokus Tuhan, belajar dan bekerja.

    • Masalah dendam.

      Ini bisa saja muncul dari dalam hati kita saat orang lain melakukan hal yang tidak menyenangkan. Untuk membersihkan hati dari dendam maka perlu menyadari betapa berdosanya kita. Tuhan telah mengampuni semua kesalahan kita maka sudah seharusnya kitapun mengampuni kesalahan orang lain.

      Hindari membalas ujian kehidupan yang dilakukan orang lain kepada anda melainkan tetap konsisten berbuat baik. Konsistensi adalah cita rasa yang sukar dibentuk tetapi dapat menambah kepercayaan orang terhadapmu.

      Satu-satunya penghambat untuk mengampuni adalah kesombongan. Oleh karena itu, sangkallah diri sendiri dengan berkata: “Kami hanya sampah, orang yang tidak berguna dan penuh dengan dosa. Ini sudah seharusnya terjadi. Ampuni dan berkati orang ini ya Tuhan!”

    • Rasa bersalah.

      Anda harus yakin bahwa dosa-dosa yang dulu pernah di lakukan telah diampuni oleh Tuhan. Sebaliknya, orang yang telah mendapatkan pengampunan perlu berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi.

      Saat orang lain melakukan kesalahan kepada anda, langsung dimaafkan terkecuali untuk sesuatu yang menyebabkan kerugian materi yang besar.

      Saat orang lain membuat masalah kepada anda, yakinkan diri sendiri bahwa itu adalah ujian kehidupan untuk membuat kepribadian ini berkembang. Jika mindset positif seperti ini sudah terbentuk maka anda dimungkinkan untuk bertahan, menjalani semuanya dengan lapang dada dan langsung memaafkan orang yang terlibat.

    • Malu yang berlebihan.

      Rasa malu memang diperlukan dalam kadar yang tepat dan situasi yang tepat. Malu melakukan kesalahan jelas diperlukan.

      Saat timbul rasa malu ketika keramahan/ kebaikan anda diabaikan oleh orang lain, ini terjadi karena kurang fokus kepada hal positif. Oleh karena itu, saat anda beramah-tamah kepada orang lain selalu lakukan sambil bernyanyi memuji-muji Tuhan di dalam hati. Aktivitas multitasking ini adalah cara terbaik untuk membersihkan hati dari kemaluan yang lebay. Jadi berlatihlah untuk itu!

    • Sakit hati (rasa sakit).

      Rasa sakit biasanya timbul karena kita terlalu memikirkan hal-hal yang menyakitkan. Anda dapat melakukan simulasi bully dan penghinaan di dalam pikiran sendiri agar terbiasa dengan semuanya itu. Tetapi lakukan sewajarnya dan jangan berlebihan (lihat petunjuknya).

      Jangan fokus kepada masa lalu yang menyakitkan. Mulailah gunakan pikiran untuk bernyanyi memuliakan Tuhan, bekerja (sesuai potensi) dan belajar.

    • Terlalu fokus pada pergumulan hidup.

      Hindari terlalu fokus terhadap masalah yang sedang di hadapi. Selesaikan itu seadanya, meminta maaf bila perlu, ganti yang perlu diganti dan biarkan semuanya berlalu begitu saja. Lebih dari itu, tetap fokus kepada Tuhan, sibukkan diri dengan bekerja dan belajar. Asalkan anda tetap fokus kepada hal-hal positif niscaya solusi dari permasalahan itu akan diinspirasikan Tuhan.

  9. Belajar dan bekerja.

    Jangan biarkan dirimu berdiam diri seharian penuh. Pelajari sesuatu yang menurut anda menarik. Ini adalah salah satu fokus positif untuk membuat pikiran tetap aktif di segala waktu. Milikilah buku catatan kecil yang berisi tentang hal-hal penting yang anda lakukan hari ini.

    Daripada banyak waktu luang yang kosong, andapun dapat melakukan aksi rekam ulang terhadap peristiwa yang sudah dialami. Misalnya, membuat catatan seputar khotbah Hamba Tuhan yang didengarakan setiap kebaktian atau PA. Ini merupakan salah satu latihan untuk membuat pikiran berkembang hari lepas hari.

    Anda juga bisa melakukan beberapa pekerjaan sampai selesai. Mengerjakan sesuatu sesuai dengan bakat yang dimiliki. Lewat pekerjaan yang kita lakukan, hidup kita bermanfaat dengan orang lain.

  10. Melakukan semuanya dengan konsisten hingga terbiasa dan membudaya.

    Hati harus selalu dibersihkan sebab ada banyak informasi dari luar yang tidak selalu baik. Cara terbaik melakukannya adalah dengan menyibukkan diri dengan aktivitas yang positif. Amatilah bagan di bawah ini.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasLakukanlah semuanya itu secara berulang-ulang agar menjadi rutinitas. Jangan pernah bosan melakukannya melainkan selesaikan semuanya itu sambil memuji-memuliakan Tuhan di dalam hati (jika dimungkinkan). Rutinitas yang dikerjakan dengan tekun akan menjadi kebiasaan. Sedangkan kebiasaan yang dikerjakan dengan konsisten dari waktu ke waktu, setelah lewat beberapa tahun akan menjadi kebudayaan yang mendatangkan kebahagiaan saat dikerjakan.

Kemampuan membersihkan hati sangat tergantung dari fokus kehidupan masing-masing. Alam bawah sadar bisa saja buruk: didalamnya berisi hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya; sedang informasi negatif dari luar bisa saja memenuhi indra. Tetapi saat mampu tetap menjaga fokus pada hal-hal positif niscaya semua hal-hal yang tidak pantas dan tidak wajar tersebut, tidak akan pernah mengotori hati. Menyucikan pikiran sama halnya dengan kemampuan menjaga fokus berpikir. Membersihkan hati juga setara dengan kemauan yang tulus untuk menjalani pencobaan hidup hari demi hari. Sucikanlah pikiranmu maka perkataan (lisan maupun tulisan) dan perbuatan yang  diekspresikan (keluar) juga pastilah semurni embun di pagi hari.

Salam ketenteraman hati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.