Gejolak Sosial

Selalu Sadari Hinanya Dirimu & Tetap Usahakan Kebenaran, Itulah Semangatmu

Selalu Sadari Hinanya Dirimu & Tetap Usahakan Kebenaran

Hidup ini rasanya hambar bila semua sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Bersukacitalah saat rencana kita tidak terwujud sebab dengan demikian hawa nafsu kita diremukkan. Kami sendiri saat ini, seperti orang yang sudah kehilangan hawa nafsu terhadap hal-hal duniawi. Bahkan kami akui sendiri, sama perempuan saja sudah nggak ada rasa gregetan yang dahulu sempat kayak ikan lele saat ditangkap klepek-klepek. 😀 wkwkwkkkkkk 😀 Tapi bukan dalam arti kami adalah gay/ homo lho…. Bila ada yang merasa demikian, terserah saja silahkan nilai sendiri. Dari sini kami mengerti betapa pentingnya rasa kecewa itu.

Berbahagialah anda yang saat ini dikecewakan sebab dengan demikian hawa nafsu anda dikebiri. Ini adalah kesempatan emas untuk kembali kepada Tuhan, menikmati kebahagiaan sejati di dalam hadirat-Nya.

Hidup yang penuh kejutan, itulah kehidupan yang sejati. Kami sendiri telah merasakan betapa kejutan-kejutan kecil yang tidak mengenakkan telah melatih diri ini untuk mampu bertahan menerima kejutan 1 Terra Watt per detik. Oleh karena itu, berbahagialah anda yang saat ini mampu menanggung pencobaan-pencobaan kecil, dari sanalah anda dilatih untuk menanggung sesuatu yang luar biasa. Tetapi bukan dalam artian, anda bisa mati konyol tanpa alasan yang pasti, melainkan cerdaslah menghadapinya!

Harap diingat, ketika kita menghadapi ujian kehidupan hadapilah semuanya itu dengan cerdas (lebih tepatnya cerdik) tanpa mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Artinya, hadapi masalah dengan tegar dan cerdas tetapi tetap lembut dan santun terhadap semua orang yang terlibat.

Pengalaman pribadi

Mungkin ada banyak yang bertanya-tanya, “mengapa kami masih bisa bertahan sampai sekarang?” Ini adalah sebuah muzizat yang selalu membuat hati ini merasa luar biasa. Sebab tidak mudah untuk melewati cobaan hidup yang datangnya bertubi-tubi, “bagaikan sunami yang lebih tinggi dari gelombang lautan.” Keadaan ini memang membuat kami bersedih sekaligus bersukacita, sehingga rasa yang ada di dalam dada seimbang adanya. Sekalipun demikian kami tetap berusaha merendahkan hati, selalu disetiap waktu.

Kami sudah membuktikan sendiri bahwa kerendahan hatilah yang membuat Tuhan dekat dengan kehidupan ini. Sedang kesombongan seperti batu sandungan yang membuat kita terjatuh.

1. Rendah hati.

Hati yang selalu merendah adalah kunci kedamaian dan ketenteraman hidup. Disaat-saat sulit, orang yang rendah hati tidak mengandalkan kekuatannya melainkan tetap menanggapi segala sesuatu dengan lembut lalu membiarkannya berlalu begitu saja. Tidak ada pergumulan hidup yang dapat membuat orang yang rendah hati tertawan dan terjatuh. Ini adalah kunci kehidupan yang aman sentosa dimana-mana.

2. Baik hati.

Untuk semakin menyempurnakan kerendahan hati kita yang diperlukan adalah kebaikan dan sikap yang rela berkorban. Ketahuilah bahwa tidak ada seorangpun yang menolak orang yang baik hatinya. Sekalipun anda ditolak, itu hanyalah sekedar pencobaan biasa yang merupakan bagian dari ujian kehidupan. Jangan menganggap itu sebagai halangan melainkan lihatlah itu sebagai peluang untuk berbagi kasih. Sebab, “memaafkan orang yang bersalah kepada kita juga merupakan bagian dari kebaikan hati.”

3. Fokus hati.

Kerendahan hati ditambah lagi dengan sifat yang suka berbuat baik (semampunya, mulai dari yang terkecil), hasilnya akan semakin meledak-ledak jikalau disertai dengan kebiasaan fokus kepada Tuhan. Saat anda mampu senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan di segala waktu, ini adalah energi dari semua kebenaran yang ada di dalam kehidupan kita. Saat hati terus bernyanyi dan berdendang memuliakan Tuhan maka saat itu jugalah kerendahan hati dan kebaikan hati ini akan semakin dikuatkan/ diteguhkan.

Rendahkan hatimu serendah mungkin, hinakan dirimu sehina mungkin. Dengan demikian tidak ada yang bisa menjatuhkanmu. Sebab orang yang bisa dijatuhkan adalah mereka yang berada dalam posisi tinggi (angkuh). Lha orang yang merendah, bagaimana cara menjatuhkannya?

Kesimpulan

Di dalam hidup ini, jangan mau berjalan dalam zona nyamannya kehidupan. Saat anda keluar dari zona tersebut maka ini adalah kesempatan untuk merasakan kebebasan sejati. Kami sendiri baru menyadari bahwa kebebasan sejati itu sesungguhnya bukan bebas membeli dan mengkonsumsi apa saja. Melainkan kebebasan ini lebih menekankan kepada bebas dari ketergantungan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Ini adalah sebuah tahapan kehidupan dimana kita benar-benar bisa mengeluarkan dan mengembangkan potensi/ talenta yang ada di dalam diri sendiri.

Pergumulan hidup adalah cara terbaik dari Tuhan untuk menjauhkan kita dari sifat yang kekanak-kanakan. Tidak baik saat kita hidup dalam hawa nafsu dan keinginan sendiri, ini adalah awal dari kekacauan pikiran. Melainkan biarkan dirimu kecewa agar hawa nafsu itu lepas dan kamu bebas dari semua hal duniawi yang mengikat pikiran. Jalanilah semua persoalan dengan penuh kerendahan hati, biarkan semuanya mengalair apa adanya. Cerdik dan telitilah tetapi bukan berarti kebaikan hatimu berkurang. Maafkan semua orang yang terlibat. Tanggapi semuanya dengan santun dan lembut juga jangan lupa untuk selalu bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati, itulah semangatmu!

Singkatnya, hinakan dirimu serendah-rendahnya tetapi bangkitkan semangatmu dengan senantiasa memuliakan Tuhan dalam hati dan berbagi kasih kepada sesama.

Salam dahsyat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.