Lingkungan

Masa Jenis Dan Pemanasan Global – Udara Tercemar Lebih Banyak & Lama Menyimpan Panas

Masa Jenis Materi Dan Pemanasan Global - Udara Tercemar Lebih Banyak & Lama Menyimpan Panas

Materi adalah (1) benda; bahan; segala sesuatu yang tampak; (2) sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dan sebagainya – KBBI Offline). Merupakan segala sesuatu yang ada dan dapat diindrakan di alam semesta (jagad raya). Jadi ketika kita berbicara tentang sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan kehadirannya berati pembicaraan tersebut tidak ada hubungannya dengan berbagai-bagai benda yang dapat kita indrakan.

Wujud materi secara umum

Secara garis besar, terdapat tiga wujud materi di dalam dunia ini, yaitu padatan, cairan dan gas. Ketiga bentuk materi ini tersebar luas di alam semesta. Disamping itu ada pula bentuk transisi yang menjadi perantara diantara masing-masing. Misalnya agar-agar dan bubur adalah gabungan antara padatan dan cairan. Awan dan embun adalah peralihan bentuk antara gas dan cairan. Sedangkan gabungan antara gas dan padatan contohnya adalah salju dan jelaga pada periuk/ kuali. Masih banyak bahan-bahan lainnya dalam hidup sehari-hari yang dapat anda temukan dalam berbagai bentuk. Padat, cair dan gas hanya bentuk dasar sedangkan perubahannya terjadi dalam berbagai bentuk.

Perubahan materi menunjukkan bahwa alam semesta hidup dan tidak terjadi begitu saja

Perubahan materi adalah yang terus terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita beranggapan bahwa benda-benda mati di sekitar kita memang jelas-jelas tidak bernyawa. Tetapi tahukah anda bahwa oleh karena pengaruh energi matahari dan aktivitas makhluk hidup maka benda-benda tersebut akan mengalami perputaran silih berganti. Misalnya saat air di lautan menguap, bentuknya berubah menjadi gas lalu di atas atmosfer berkumpul akan kembali lagi jatuh di atas tanah dalam bentuk cairan. Demikian juga saat tanaman mengubah udara (gas) dengan bantuan sinar matahari dan klorofil untuk kemudian diubah menjadi batang, daun, bunga dan buah. Ketika makhluk hidup yang terdiri dari daging, tulang dan darah (padatan, cairan) membusuk di bantu oleh kuman maka sebagian besar akan dilepaskan menjadi gas di udara.

Kerapatan, jarak antara, masa jenis dan ukuran

Saat padatan berubah menjadi cairan maka tepat saat itu juga kerapatannya akan berkurang sehingga masa jenisnya turut menurun. Ini terjadi saat es berubah menjadi cairan. Demikian juga saat logam mencair, pada awalnya molekulnya rapat dan saling berikatan kuat satu sama lain. Tetapi proses pemanasan membuat molekulnya bereaksi sekaligus  melekang sehingga ikatannya menjadi longgar. Keadaan ini membuat kerapatannya akan melonggar sehingga masa jenisnya turut berkurang dibandingkan saat dalam bentuk padat. Ketika suhunya telah menurun drastis maka ikatan yang sebelumnya melonggar akan kembali merapat satu sama lain.

Saat air berubah menjadi gas, kerapatan antara molekulnya akan menjadi regang, keadaan ini membuat ukuran ruangan yang dapat diisi oleh gas lebih besar dibandingkan saat masih berada dalam wujud cair. Sebaliknya ketika awan kembali berkumpul, bertambah berat lalu menjadi air maka jarak antara melekulnya semakin rapat. Keadaan ini membuat masa jenisnya bertambah dan mampu mengisi ruang yang lebih kecil. Pada dasarnya, perubahan dari padat ke cair ke gas akan membuat kerapatan antara molekul/ senyawa penyusunnya semakin melonggar. Keadaan ini akan dikuti oleh masa jenis zat/ senyawa tersebut yang semakin ringan sedangkan ukuran ruang yang dibutuhkannya semakin besar.

Demikian juga, saat gas menjadi cair kemudian menjadi padat, kerapatan antara molekul/ senyawa yang terkandung didalamnya akan semakin tinggi karena jerak antara yang semakin dekat. Keadaan ini turut membuat masa jenis benda tersebut berada pada angka yang semakin tinggi tetapi ruang yang dipakainya juga semakin kecil. Jadi jika diurutkan wujud benda dari kerapatan yang paling tinggi ke rendah adalah “padat >> cair >> gas.” Keadaan ini sama juga halnya dengan jarak antara molekul/ senyawa sebagai satuan terkecil didalamnya, dari yang terjauh ke yang paling dekat, yaitu “gas >> cair >> padatan.” Bila materi dijejerkan berdasarkan masa jenisnya dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah “padat >> cair >> gas.” Demikian juga dalam hal ukuran yang diisi/ dimilikinya, dari yang terbesar ke yang terkecil, yaitu “gas >> cairan >> padatan.”

Kerapatan = padat>cair>gas

Jarak antar molekul/ senyawa = gas>cair>padat

Masa jenis = padat>cair>gas

Ukuran ruang = gas>cair>padat

Gas bisa dimampatkan dalam udara dingin dan ditambah dengan tekanan tinggi maka kerapatan gas dapat meningkat sehingga berubah bentuk menjadi cair. Proses penyusutan ini biasanya dilakukan untuk tujuan pengiriman berbagai jenis gas sehingga wadah penyimpanan tidak boros dalam hal ukuran. Itulah mengapa saat anda menggoyangkan tabung gas di rumah rasa-rasanya seperti ada riak air didalamnya. Fenomena ini juga dapat diamati pada korek api gas yang sering digunakan Ibu di dapur.

Hubungan antara kerapatan dengan cahaya

Materi yang rapat biasanya lebih lama menahan panas daripada materi yang jarak antar molekulnya sedikit longgar. Besi yang dipanaskan lebih lama menahan panas dibandingkan dengan cairan atau udara. Proses pendinginan udara lebih cepat dibandingkan perairan saat matabarj terbenam. Itulah penyebabnya air laut terasa masih hangat ketika matahari terbenam di sore menjelang malam hari sedangkan udara diatasnya menjadi lebih cepat dingin. Semakin rapat suatu materi maka semakin besar kemampuannya untuk menahan panas lebih lama. Terkecuali untuk jenis materi dari bahan isolator kuat.

Hubungan antara kerapatan dengan cahaya. Semakin rapat suatu materi maka semakin tinggi kemampuannya untuk menyimpan lebih banyak energi  panas. Jika diurutkan dari yang paling besar maka jejerannya dimulai dari “padatan >> cairan >> gas.” Suatu materi akan semakin panas jika bisa berperan sebagai konduktor sedang benda lainnya yang bukan konduktor sekalipun kepadatannya tinggi, kemampuan untuk menyimpan energi matahari lebih kecil. Dalam lautan sendiri, biasanya bagian atas permukaannya cenderung lebih cepat mendingin di sore hari. Sedangkan bagian yang dalamnya tidak akan kehilangan panas dengan mudah karena pengaruh gaya tekanan dari atas.

Menahan panas = padat>cair>gas

Kemampuan menahan panas = kerapatan dan masa jenis tinggi

Hubungan antara pencemaran udara dan suhu lingkungan

Untuk di ketahui, bahwa sekalipun hewan dan manusia mengeluarkan karbon dioksida tetapi dapat dicerna dengan mudah oleh lingkungan, karena terdiri dari senyawa hidrokarbon. Tetapi lain halnya dengan polutan yang dihasilkan oleh mesin-mesin berteknologi canggih. Di dalam setiap gas buangannya terdapat senyawa logam berat akibat hasil pengikisan mesin, pemanfaatan oli dan pemakaian bahan bakar yang digunakan (BBM). Asap atau polutan jenis ini memang tidak terlihat tetapi kemampuannya sebagai konduktor (salah satu jenis logam) menjadi potensi besar untuk menyimpan panas lebih lama. Ditambah lagi berat molekul/ senyawa gas tersebut lebih berat dari udara bersih sehingga tetap berada di bawah. Keadaan ini membuat masa jenis udara lebih tinggi dari biasanya, sehingga makin tinggi saja suhu lingkungan tempat anda berada.

Bisa dikatakan bahwa gas buangan mesin berteknologi lebih banyak membuang logam berat ke lingkungan. Jika senyawa ini tidak segera dinetralisasi oleh klorofil (tumbuhan hijau – pohon) maka jumlahnya akan semakin menumpuk disekitar lingkungan kita. Keadaan ini jelas saja menambah kerapatan dan masa jenis udara dimana lebih besar dari biasanya. Terlebih ketika logam berat yang dalam bentuk gas itu berfungsi sebagai konduktor sehingga semakin panaslah lingkungan tempat anda berada. Belum lagi masalah pantulan sinar matahari yang semakin menimbun panas karena tidak serta-merta diserap oleh bangunan tinggi yang menjadi kebanggaan masyarakat. Semua keadaan ini akan terakumulasi secara bersama-sama sehingga terjadilah pemanasan global. Saking panasnya di malam hari masih sangat gerah yang disusul oleh bencana alam lainnya. Oleh karena itu, ketimbang membangun gedung mewah lebih baik menanam pohon!

Salam hijau

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.