Gejolak Sosial

+10 Cara Jitu Mengendalikan Hawa Nafsu – Menahan Nafsu Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

Hawa adalah keinginan; nafsu;– pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan, tidak mau kalah dengan orang lain. Nafsu (1) keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat; (2) dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik; hawa nafsu; (3) selera; gairah atau keinginan (makan); (4) panas hati; marah; meradang. Sedangkan hawa nafsu adalah desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dan sebagainya – KBBI Luar Jaringan). Merupakan hasrat yang sudah ada sejak dari awal kehidupan maupun karena dorongan indra.

Semua yang ada memiliki hasrat sendiri

Pada dasarnya, ini sudah ada di dalam diri manusia, seperti keinginan untuk makan, minum, bekerja, bersosialisasi, berteman, tertidur dan lain sebagainya. Jadi, dalam nilai normal yang terkendali, keinginan itu selalu ada dimana semua makhluk hidup memilikinya dalam kadar dan dorongan yang berbeda-beda. Satu-satunya dalam dunia ini yang tidak memilikinya adalah benda mati (materi anorganik). Sekalipun tidak memiliki hasrat sendiri, beberapa jenis materi terlibat dalam perubahan dan pergerakan yang dipengaruhi oleh medan energi matahari dan keberadaan makhluk hidup di sekitarnya.

Darimana nafsu berawal/ berasal?

Pertanyaan semacam ini, mungkin pernah terlintas dalam benak anda tetapi terabaikan karena dimakan waktu. Sadarilah bahwa segala sesuatu sudah ada dalam diri manusia itu sejak dia pertama sekali dibentuk dalam rahim. Berawal dari keadaan ini, kita mengetahui bahwa nafsu telah terikat dalam diri manusia, yaitu dalam darah, daging dan tulang-tulang ini. Tepatnya berada di dalam sistem otak bawah sadar manusia. Jadi, tanpa harus berpikir panjang, bahkan anda tidak perlu bersusah payah untuk mengekspresikannya. Melainkan akan keluar begitu saja, bisa jadi anda tidak menyadari keadaan tersebut.

Hampir semua keinginan juga berawal dari pencitraan yang dilakukan oleh indra. Ketika mata menyaksikan hal-hal yang manis, indah dan penuh pesona. Bisa jadi ini adalah sebuah pancingan untuk meningkatkan hawa nafsu sehingga mau saja mengikuti sugesti-sugesti yang terpancar dari sumbernya. Orang lain bisa saja membuat anda terpesona tetapi keputusan untuk mengikuti keinginan tersebut tergantung dari kemampuan mengendalikan diri. Besar kemungkinan anda akan terpengaruh saat terlalu sering terpapar dengan pesona yang memancing hasrat itu. Oleh karena itu, jangan terlalu sibuk berlebihan memanjakan indra dengan hal-hal yang waw, termasuk teknologi, agar hal tersebut tidak semakin merusak.

Akibat hawa nafsu yang membabi buta

Dampak terburuk keinginan yang sesat dan tidak terkendali adalah kerusakan orang itu sendiri. Artinya, sifat semacam ini cenderung membuat manusia melemahkan dirinya sendiri tanpa dia sadari. Ini akan berlangsung secara masif dan membutuhkan waktu destruksi menahun. Pada suatu saat nanti kerusakan yang ditimbulkannya akan semakin kentara hingga menyebabkan sakit fisik (gangguan kesehatan) dan sakit jiwa (gangguan mental – psikologi). Oleh sebab itu, sebelum semua keadaan memburuk maka yang dibutuhkan adalah mulai mengurangi ketergantungan terhadap sesuatu dan lain hal.

Cara jitu mengendalikan sekaligus menahan keinginan lebay dan sesat

Menurut pengalaman kami sendiri, cara terbaik untuk mengendalikan hawa nafsu yaitu dengan menjalani dan menghidupi kekecewaan. Bagi setiap pembaca, kami berpesan: “Jangan pernah membenci rasa kecewa.” Tekanan semacam ini sangatlah bermanfaat untuk mengkebiri keinginan yang sesat dan berlebihan dari dalam hati. Semakin sering kecewa asalkan mampu menemukan fokus positif maka kejadian tersebut akan menggiring anda dalam kelepasan sejati. Berikut beberapa tahapan yang dibutuhkan agar diri sendiri dimampukan untuk menahan bahkan mengendalikan berbagai-bagai bentuk keinginan.

Tahapan persiapan.

  1. Selalu mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya.

    Hidup yang selalu berfokus kepada Tuhan adalah sebuah solusi praktis untuk meningkatkan kecerdasan otak. Terlebih ketika aktivitas ini terbiasa anda lakukan bersamaan dengan aktivitas positif lainnya (multitasking). Keadaan ini juga turut mempengaruhi tingkat kesadaran seseorang yang menjadi lebih baik. Saat manusia selalu berada dalam posisi sadar diri maka tepat saat itu jugalah kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu menjadi maksimal.

    Aktivitas berdoa, membaca firman dan bernyanyi sebenarnya bukan sesuatu yang berbeda-beda melainkan serupa tapi tak sama. Anda dapat memulai hal ini dengan membiasakan diri pada hal-hal kecil sehingga lama kelamaan akan belajar melakukannya dalam porsi yang besar.

    • Mempersiapkan waktu khusus untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan dalam doa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya (Saat teduh).
    • Menggunakan waktu luang yang tersedia untuk berdoa atau membaca firman atau bisa juga sambil memuji-muji nama-Nya, baik dalam hati, lewat bibir, alat musik, sambil menari (melakukan gerakan kecil) dan lain sebagainya.
    • Senantiasa bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati saat sedang menikmati hidup (misalnya saat makan dan minum).
    • Berjalan dengan santai sembari senantiasa memuliakan Tuhan di dalam hati, baik saat jalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, mobil dan kendaraan transportasi lainnya.
    • Saat melakukan pekerjaan ringan, diselesaikan sambil senantiasa memusatkan pikiran untuk bernyanyi memuliakan Tuhan, misalnya saat membersihkan rumah, menyapu lantai, membuang sampai, menyuci piring dan lain sebagainya.
    • Menyelesaikan pekerjaan atau pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi sembari mempersiapkan waktu break (selama 5 menit saja) untuk bernyanyi memuji Tuhan di sela-sela aktivitas tersebut.
    • Saat anda di dera oleh masalah, tetap bekerja seperti biasa sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan. Kemudian ketika anda berpapasan dengan orang lain, sikap jauh dari rasa cuek dan cemberut melainkan tetap menanggapinya dengan santun dan ramah.
  2. Tetap mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Orang yang hidup bersosial dengan pihak lainnya jelas merupakan orang yang cerdas. Sebab saat kita berhubungan dengan seseorang maka otomatis terpapar dengan berbagai-bagai perbedaan kepribadian dan ditambah lagi dengan kelemahannya. Situasi semacam ini tentu saja membutuhkan suasana hati yang mau mengerti dan memahami orang lain apa adanya, disinilah letak kecerdasan yang kami maksudkan itu.

    Anda dapat berbagi kasih kepada sesama dimulai dari hal-hal sederhana di dalam keluarga. Misalnya dengan saling beramah tamah satu sama lain (senyum, sapa, salam, tolong, terimakasih, maaf, menjadi pendengar yang baik), jujur, setia, konsisten, berbagi pengetahuan, berbagi solusi dan lain sebagainya. Selanjutnya anda dapat melakukannya dengan cara memberi sesuatu sesuai dengan sumber daya dan pekerjaan (potensi) yang dimiliki.

    Ingatlah selalu, ketika keramahan anda tidak ditanggapi/ dicuekin oleh orang lain, jangan menyalahkan diri sendiri atau orang tersebut. Tetapi belajarlah dari semuanya itu lalu anggaplah hal tersebut sebagai ujian kehidupan yang dapat melatih tingkat kesabaran dan kemampuan untuk mengendalikan diri dari sikap-sikap buruk lainnya (misalnya kebinatangan yang penuh amarah, dendam dan kebencian).

  3. Siap sedia menanggung cobaan.

    Ketika anda memutuskan untuk menyikapi masalah sebagai sebuah ujian untuk meningkatkan level kepribadian sendiri maka saat itu juga kehidupan ini akan dijalani lebih baik dari hari ke hari. Sebab pencobaan hidup datangnya selalu tak terduga hari lepas hari. Semakin banyak menjalin hubungan dengan orang lain maka semakin tinggi pula resiko menghadapi ujian kehidupan. Oleh karena itu selalu persiapkan dirimu akan hal tersebut agar kelak tidak terkejut saat situasi itu datang secara tiba-tiba.

    Ketahuilah bahwa ujian kehidupan bila dijalani dengan sabar, tetap tenang dan santai kelak akan membuat diri ini menjadi lebih dewasa. Selain itu, rasa sakit yang kita alami membuat otak mampu mengenali sisi-sisi kebahagiaan sejati. Keadaan ini mampu membuat seseorang mengatur pikirannya sendiri sehingga bisa sendiri melepaskan hormon kebahagiaan tanpa harus menikmati materi (gemerlapan duniawi) bernilai jutaan rupiah.

    Pada umumnya hanya ada tiga bentuk masalah yang sering kita hadapi hari demi hari, yaitu sebagai berikut.

    • Membatasi diri terhadap kenikmatan duniawi.

      Kita membutuhkan materi dalam kadar yang wajar. Bila sudah berlebihan, biasanya akan menimbulkan gejala klasik yang disebut dengan kecanduan. Saat rasa candu semakin menjadi-jadi yang didorong oleh kepemilikan uang yang tinggi sehingga semua yang diinginkan hatinya akan dibeli juga. Keadaan ini cenderung membuat hawa nafsu semakin menjadi-jadi ditambah lagi rasa puas yang semakin singkat/ semakin kerdil.

      Adalah baik bagi setiap orang untuk mengkebiri sifat ketergantungan ini dengan menikmati hidup secara fluktuatif. Hindari kebiasaan terus-menerus mengkonsumsi sesuatu yang mahal melainkan konsumsilah juga yang murahan. Jangan terus menerus berkunjung ke restoran mewal melainkan baik juga untuk makan di kaki lima pinggir jalan.

      Fluktuatif-lah dalam menikmati hidup tetapi tidak boleh demikian saat bersikap. Sikap yang tidak konsisten cenderung membuat kita menjadi orang yang tidak bisa dipercaya lebih jauh. Kebiasaan ini juga beresiko membuat berkat yang kita rasakan dari Tuhan sifatnya tanggung.

    • Menghilangkan kecanduan akan kemuliaan duniawi.

      Terus mengharapkan penghormatan dan penghargaan dari orang lain akan membuat bahagianya hati tanggung dan fluktuatif. Sebab tidak semua orang yang kita kenal sekalipun, membalas kebaikan dengan kebaikan yang sama melainkan ada juga yang melakukan sebaliknya, yaitu cuek/ abai bahkan tidak jarang yang membalasnya dengan gangguan kecil (sikap usil). Oleh karena itu jangan mengharap orang lain membuat anda bahagia melainkan buatlah orang lain bahagia maka andapun berbahagia.

      Sadar atau tidak, menghargai dan menghormati orang lain merupakan salah satu unsur dari kebaikan hati. Ini adalah kasih yang sederhana, saat kita mampu menghargai dan menghormati orang lain di segala waktu otomatis rasa puas dan bahagia akan memenuhi diri ini. Sebab kebenaran yang sejati adalah kebahagiaan sejati.

    • Tidak mencobai Tuhan – mampu menerima kenyataan apa adanya.

      Apa yang kita yakini, itulah yang kita lakukan. Tetapi saat apa yang kita harapkan tidak terwujud, dari sanalah kita belajar bersikap jujur kepada diri sendiri. Mampu menerima kenyataan apa adanya salah satu ciri khas kedamaian hati. Saat kita terlalu banyak menolak kenyataan maka saat itu juga bahagia dan tenteramnya hidup ini sifatnya penuh. Oleh karena itu, jangan memaksakan kehendak sebab bumi ini bukan miliki pribadi melainkan jadikanlah kenyataan sebagai pelajaran untuk membangun hari depan yang lebih baik.

      Berhati-hatilah dengan cita-cita di masa depan. Apa yang dapat anda lakukan saat ini adalah berusaha yang terbaik tetapi soal hasil yang diperoleh janganlah memaksakannya kepada Tuhan. Melainkan terima setiap rencana Tuhan dalam hidup anda apa adanya dengan demikian anda jauh dari kesan mencobai Allah.

  1. Sanggup merendahkan hati – menyangkal diri.

    Manusia dilahirkan dalam kesombongan. Jika anda hendak merendahkan diri, hal ini harus dibiasakan dengan cara senantiasa menyangkal diri dalam segala peristiwa. Semakin banyak kelebihan yang anda miliki maka semakin sering aktivitas menyangkal diri diperkatakan di dalam hati. Orang yang rendah hati juga termasuk orang-orang yang memiliki hawa nafsu yang lumayan rendah. Mereka tidak akan terpengaruh dengan keinginan duniawi sebab hatinya terus merendah di bawah kaki Tuhan.

    Kita bisa menyangkal diri dengan berkata di dalam hati bahwa “Kami hanya sampah, orang yang penuh dosa. Semua ini sudah seharusnya terjadi.. Kuatkan hati menjalaninya ya Tuhan!” Kalimat-kalimat yang menginjak diri sendiri merupakan sebuah cara untuk menghancurkan kesombongan di dalam hati termasuk ketika kebinatangan menggebu-gebu. Artinya, saat hati ini dipenuhi kebencian, dendam, amarah dan kekerasan: langsung tekan keburukan ini dengan menyangkal diri. Niscaya emosi yang meledak-ledak meredup dan suasana hati lebih tenang.

    Hati yang mau merendah adalah suatu kepasrahan hidup kepada Yang Maha Kuasa sehingga kita tidak lagi mengandalkan kekuatan dan hebatnya diri ini saat menghadapi segala situasi yang sulit. Tetapi pasrah dan berserah kepada Tuhan secara penuh sembari melakukan daya upaya maksimal untuk menekan hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan.

    Upaya merendahkan hati juga berkaitan erat dengan hidup sederhana. Mampu membatasi hawa nafsu seputar kemewahan, kenyaman dan kemegahan hidup yang melebih-lebihkan diri. Melainkan hidup seperti orang lain hidup tanpa meninggalkan nilai-nilai kebenaran. Hati yang merendah semata-mata bertujuan untuk lebih dekat dengan Tuhan dan juga selalu hadir mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Proses inti.

  2. Kecewa terhadap makanan.

    Bagi anda yang masih belum mampu mengendalikan hawa nafsu seputar makan dan minum perlu mengecewakan diri sendiri agar dapat mengendalikan keinginan semacam ini ketika muncul secara tiba-tiba. Mungkin bisa di tempuh dengan tahapan seperti berikut.

    • Saat muncul keinginan untuk ngemil, ikuti saja. Datanglah ke warung/ swalayan terdekat untuk membelinya. Tetapi saat sampai di warung dimaksu, liatin aja cemilannya, kecewakan diri dengan tidak membelinya lalu pulanglah ke rumah dengan damai sembari bersyukur dan bernyanyi-nyanyi memuliakan Allah.
    • Ketika teman disebelah anda sedang ngemil terus biasanya anda terbawa emosi lalu melakukan hal yang sama. Untuk kedepan ini cobalah melawan nafsu tinggi yang menirukan hal yang sama. Biarkan dirimu terlihat kalah dalam kekecewaan lalu teruslah bersyukur dan bernyanyi di dalam hati memuliakan Allah.
    • Ketika hawa nafsu untuk makan atau minum sesuatu yang enak diluar jam makan. Keluarlah jalan-jalan dan tinggalkan dompet anda di rumah. Lalu datanglah ke kedai makanan kesukaan anda tapi jangan memasukinya, lihat dari luar betapa nikmatnya makanan yang disajikannya. Lalu pulanglah kerumah dengan penuh kekecewaan karena dompet telah tinggal.
    • Sewaktu anda ingin sekali mengkonsumsi sesuatu yang ada dibawah lemari penyimpanan makanan di rumah. Datang saja mendekat lalu bukalah lemari penyimpanan itu. Kemudian ambil dan lihat betapa lezatnya panganan yang ada didalamnya. Saat nafsu anda untuk segera memakannya memuncak, langsung kecewakan dirimu: kembalikan panganannya, tutup lemari tersebut lalu tetap bersyukur dan memuji-muji Tuhan di dalam hati.
    • Cara terbaik lainnya untuk mengecewakan diri sendiri sehingga nafsu makan yang berlebihan di kebiri adalah dengan cara berpuasa.
  3. Menghilangkan nafsu candu terhadap film dan sinetron.

    Bagi anda yang terlalu ketagihan untuk menonton film dimana saat rutinitas ini ditinggalkan, hati jadi bersedih dan gundah gulana. Ada baiknya jikalau anda mulai mengendalikan hawa nafsu di bidang ini dengan mengecewakan diri sendiri, seperti yang kami lantunkan disini.

    • Saat acara televisi yang anda gemari bertepatan disaat orang tua dan/ atau saudara sedang menonton acara yang lain. Biarkan dirimu kecewa dengan tidak protes atau tidak memaksa mereka mengubah channel pada acara yang anda sukai.
    • Tontonlah film yang anda sangat idolakan selama 5 menit pertama. Setelah itu hentikan aktivitas tersebut lalu sibukkan diri dengan fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja.
    • Anda bisa melihat televisi, tepat disaat sinetron kesayangan anda mulai tayang. Tetapi atur channel-nya ke tempat yang lain. Anda memang menonton tetapi ada rasa kecewa menawan hati karena yang ditonton adalah chanel berita, olahraga dan yang lainnya.
    • Selanjutnya, anda dapat melakukan puasa menonton televisi selama beberapa hari bahkan seminggu penuh untuk menghilangkan hawa nafsu akan sinetron yang berlebihan.
  4. Kekecewaan terhadap cita-cita.

    Setiap orang memiliki harapan di masa depan. Tetapi sikap yang terlalu berharap untuk mewujudkan hal tersebut jelaslah tidak baik. Hasrat yang terlalu tinggi ini harus segera dipotong dengan mengikuti berbagai prosedur mengecewakan diri sendiri.

    • Jangan terus tenggelam dalam angan, berpikirlah realistis dalam menjalani hidup. Rasakan kekecewaan itu dengan mengatakan kepada diri sendiri: “Emang loe siapa sehingga tau masa depan? Diluar sana masih banyak orang yang harapannya belum terwujud.”
    • Yakinlah bahwa setiap orang memiliki cita-cita di dalam lubuk hatinya. Tetapi beberapa diantara mereka tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Keadaan ini membuat mereka berlaku menyimpang saat apa yang diinginkan hatinya telah tercapai. Memaanfaatkan pencapaian untuk melakukan penggelapan, misal kolrupsi.
    • Apa cita-citamu? Datanglah dekat-dekat ke rumah orang yang telah menggapai cita-citamu dan lihatlah dari jauh. Atau andapun bisa melihat beberapa orang yang telah meraih cita-cita tersebut di dalam internet, google. Ketikkan nama profesinya lalu amati baik-baik orang yang telah meraihnya. Katakan di dalam hati anda, “Orang-orang ini hidupnya luar biasa, sedang saya sampai sekarang belum menjadi apa-apa. Kuatkan hatiku ya Tuhan!”
    • Kecewakan dirimu karena cita-cita belum tercapai (memang kenyataannya belum tercapai) dengan demikian anda tidak lagi peduli dengan cita-cita melainkan berusaha melakukan yang terbaik untuk masa depan yang lebih cerah.
  5. Kecewa karena jalan-jalan.

    Jika anda sangat ketergantungan dengan aktivitas travelling, ini jelas tidaklah baik untuk kehidupan. Sebab terlalu sering melakukan perjalanan jauh juga jelas merupakan sesuatu yang boros.

    • Susun rencana untuk melakukan jalan-jalan, tetapi saat tiba hari H langsung batalkan (karena alasan tertentu). Telan bulat-bulat kekecewaan itu sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.
    • Pergilah ke suatu tempat tetapi tidak sampai di tempat wisata. Lalu kembalilah ke rumah sembari bersyukur dan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.
  6. Kecewa terhadap pornografi.

    Hawa nafsu yang berlebihan akan konten pornografi membuat anda kecanduan menonton bokep. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan ini dengan mengecewakan diri sendiri saat sedang melihat-lihatanya, misalnya.

    • Lihat gambar-gambar telanjang dari lawan jenis anda di Google. Begitu birahi anda memuncak langsung tutup gadget/ smartphone/ laptop. Rasa kecewa yang anda alami nikmati saja sambil selalu bersyukur dan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.
    • Selangkapnya anda dapat menyaksikan hal tersebut pada bagian “Cara terbiasa dengan gambar telanjang.”
  7. Kekecewaan terhadap masturbasi.

    Untuk menghilangkan ketergantungan terhadap masturbasi, lakukanlah itu sampai anda hampir mencapai klimaks-nya. Lalu hentikan saat itu juga, alhasil jika ini dilakukan secara berulang kali, ketagihan itu akan menghilang. Ketagihan akan hal-hal seksual akan hilang ketika rasa kecewa terus meradang dalam diri anda. Disetiap aktivitasi ini pastikanlah bahwa anda senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.

  8. Menghilangkan ketergantungan untuk dihormati dan dihargai orang.

    Ketahuilah bahwa saat kita terlalu ketergantungan untuk dihargai dan dihormati orang maka tepat saat itu jugalah, seolah-olah kita mempasrahkan hidup kepada kendali mereka. Jika mereka menghargai maka kita senang dan saat tidak dihargai maka kita kurang semangat: sadar atau tidak keadaan semacam ini sangatlah menyakitkan.

    Oleh karena itu, hilangkan ketergantungan akan kecanduan terhadap penghargaan dan penghormatan dari sesama dengan senantiasa beramah-tamah kepada siapapun. Ini adalah jalan kepada pilihan yang konsisten untuk mendatangkan kebahagiaan di dalam hati.

    Ingat-igatlah selalu bahwa bukan apa yang berasal dari luar, yang diterima dari orang lain dapat membahagiakan hati tetapi apa yang keluar dari dalam hatimu, lewat perkataan dan perbuatan yang diekspresikan, disanalah kebahagiaanmu berada.

  9. Hawa nafsu yang berlebihan akan benda-benda tertentu.

    Saat anda mampu mengenali diri sendiri maka tepat saat itu juga bisa menilai apa-apa saja hal yang membuat anda ketagihan. Sadarilah bahwa semakin tinggi keinginan terhadap sesuatu maka semakin rendah kebahagiaan dan ketenteraman di dalam hati. Sebab bisa saja apa yang kita inginkan sewaktu-waktu tidak terwujud. Oleh karena itu, antisipasi keadaan ini dengan menjebak diri sendiri dalam kekecewaan.

    Sadar atau tidak pergumulan hidup yang kita alami sehari-hari sebenarnya sangat mengecewakan diri ini. Oleh karena itu pahamilah bahwa pergumulan hidup adalah kesempatan untuk menghilangkan kecanduaan akan hal-hal duniawi (materi dan kemuliaan). Jalanilah semuanya itu dengan sabar sembari tidak jemu-jemu untuk senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian hingga hati dipenuhi oleh rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  10. dan lain sebagainya. Ininya adalah kecewakan dirimu maka kemampuan untuk mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu menjadi lebih mumpuni.

Kekecewaan adalah cara terbaik untuk mengkebiri hawa nafsu di dalam hati. Tetapi berhati-hatilah, sebab rasa kecewa yang datang tiba-tiba terkadang mendorong suasana emosiaonal yang tidak stabil. Keadaan ini beresiko tinggi berubah menjadi kekesalan, kebencian, amarah, dendam dan kekerasan. Oleh karena itu untuk menikmati saat-saat terburuk ketika dikecewakan, pastikan hati selalu terhubung kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Andapun bisa mengalihkan konsentrasi dengan melakukan hal positif lainnya seperti mempelajari sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan. Ini adalah salah satu bukti konkrit yang menyatakan bahwa UJIAN KEHIDUPAN ITU PENTING.

Ingat-igatlah selalu bahwa bukan apa yang berasal dari luar, yang diterima dari orang lain dapat membahagiakan hati tetapi apa yang keluar dari dalam hatimu, lewat perkataan dan perbuatan yang diekspresikan, disanalah kebahagiaanmu berada.

Salam tegar tetap lembut!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.