Gejolak Sosial

+10 Alasan Penyebab Over Dosis Narkoba: Kenikmatan & Kemuliaan Duniawi


Alasan Penyebab Over Dosis Narkoba Kenikmatan & Kemuliaan Duniawi

Narkotika adalah obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (seperti opium, ganja – KBBI Luar Jaringan). Narkotika dan obat-obatan psikotropika lainnya hanyalah sekumpulan kecil dari berbagai-bagai jenis narkoba yang ada di dalam dunia ini. Semua kenikmatan duniawi juga termasuk didalamnya, yang menjadi pesona indra hingga membuat seseorang kecanduan. Bahkan sampai pula kepada tahapan over dosis akibat pemakaian yang tidak terkontrol.

Kenikmatan dan kemuliaan duniawi termasuk narkoba

Dalam konsep normal-biasa, narkotika selalu dihubung-hubungkan dengan obat terlarang yang terdiri dari bahan kimia maupun alami. Tetapi pada bagian ini, kami menjelaskan bahwa narkoba duniawi adalah segala sesuatu yang membuat manusia ketergantungan, baik seputar kenikmatan duniawi maupun seputar kemuliaan duniawi. Mengapa demikian? Karena sifat-sifat ketagihan pada narkotika jenis obat terlarang hampir sama dengan saat ketagihan dengan gemerlapan duniawi. Hanya saja perbedaannya adalah kecanduan narkoba menyebabkan efek samping yang lebih cepat sedangkan ketergantungan dengan hal-hal duniawi menyebabkan dampak yang masif, lamban tetapi pasti.

Sesungguhnya, semua kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang dikonsumsi tidak terkendali dan berlebihan merupakan narkoba bagi manusia itu sendiri. Mulai dari hal-hal yang menyebabkan panca indra terpesona hingga yang langsung memberi efek pada otak manusia. Kita ambil saja beberapa contoh dekat, yakni segala jenis makanan, minuman, televisi, smartphone, tablet, laptop, internet, media sosial, berbagai aksesoris lainnya, hadiah, penghormatan, penghargaan, pujian, popularitas dan lain sebagainya. Kesemua hal tersebut sasarannya terletak di indra yang perlahan-lahan merusak otak manusia itu sendiri.

Ketagihan materi karena hubungan dengan Tuhan dan sesama rusak

Orang-orang yang telah kehilangan akal sehatnya membawa diri untuk ketergantungan dengan materi. Padahal bukannya mereka tidak mengerti bahwa hal-hal duniawi tidak dapat dan tak akan pernah bisa memasuki hatinya. Tetapi semuanya itu dikarenakan oleh hawa nafsu yang tinggi akan hal-hal materi tetapi hubungannya dengan sesama rusak apalagi dengan Tuhan. Mereka merasa bahwa kenyamanan adalah tempat yang mereka tuju, sayang keadaan tersebut justru membuat kehidupan, lebih tepatnya kecerdasannya menurun. Akibatnya, tingkat kesadaran dan kecerdanya akan terjun bebas sehingga tidak mampu memuaskan, membahagiakan, mendamaikan dan menenteramkan diri sendiri.

Kacanduan narkoba kurang mandiri menciptakan kebahagiaannya sendiri

Orang-orang ini terus hidup dalam sifat kekanak-kanakan. Persis seperti seorang balita yang baru tersenyum senang saat Ayah dan/ atau Ibunya menghibur hatinya dengan berkata, “cilukbaaa.” Demikianlah setiap orang yang hidup dalam kenyamanan yang lebay. Sadar atau tidak, orang-orang seperti ini beresiko tinggi mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan psikotropika lainnya. Penyebab utama dari keadaan ini adalah, hatinya yang semakin tidak tenang dan jauh dari kedamaian. Pada akhirnya, keadaan ini hanya akan semakin membuatnya bingung sekaligus kehilangan kesadaran. Sifat yang dahulu baik, kini menjadi temperamen dan penuh emosional bahkan kerap kali melakukan kekerasan verbal kepada sesama.

Manusia terlena oleh berbagai tawaran manis lewat indra. Hati mereka yang dulunya dipenuhi dengan kebaikan dan kebenaran, kini telah meredup dan jauh dari kedamaian yang sejati. Ya memang, indra mereka dipenuhi oleh berbagai-bagai bentuk materi yang mempesona tetapi semuanya itu hanyalah fatamorgana belaka yang cenderung merusak kehidupannya sendiri. Mereka berpikir akan bahagia selamanya tetapi semuanya itu tidak lebih dari kepalsuan belaka yang pada akhirnya mempertemukan mereka dengan kematian yang kekal (upah dosa adalah maut).

Alasan mengapa over dosis narkoba : obat terlarang, kenikmatan dan kemuliaan duniawi akan mengalami

Narkoba jelas tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Demikian jugalah dengan berbagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi jelas tidak baik saat kita sangat ketergantungan dengan hal-hal tersebut. Kita butuh materi seadanya tetapi jika beranggapan bahwa gemerlapan duniawi dapat terus membahagiakan, memuaskan, mendamaikan dan menenteramkan hati; disinilah letak kesalahan besar itu. Berikut selengkapnya faktor penyebab seseorang mengalami over dosis dalam bentuk proses terstruktur.

  1. Kehilangan Tuhan dalam dirinya.

    Sebelum masuk dalam tahapan over dosis, hal pertama yang hilang dalam diri seseorang sehingga cenderung sangat candu dengan hal-hal materi adalah Tuhan. Tidak ada lagi ketenangan dan kedamaian di dalam hati sebab hal-hal duniawi telah menawan hatinya.

    Kedekatan dengan Tuhan semakin jauh dikarenakan perilaku yang cenderung menyimpang untuk memiliki nilai uang yang lebih. Uang digunakan untuk membeli gemerlapan duniawi sedangkan penghasilannya terbatas. Oleh karena itu, mereka menghalalkan segala cara untuk menimbun uang agar selalu bisa memastikan bahwa narkoba ada seumur hidup.

  2. Hubungan dengan sesama juga memburuk.

    Uang telah memanjakan sikawan ini sehingga berpikir bahwa dunia ini aman-aman saja. Dia lebih suka berjalan dalam zona nyaman sebab semakin banyak berhubungan dengan orang lain maka semakin tinggi masalah yang dihadapi.

    Pikirannya terhadap masalah menjadi sempit, menganggap hal tersebut sebagai penghalang yang harus dijauhi. Ia menjauhkan dirinya dari orang lain dan berusaha membalas dendam sekaligus menakuti orang-orang yang suka menggiringnya dalam godaan hidup (mengujinya). Semua keadaan ini membuat hubungannya dengan orang lain memburuk.

  3. Rendahnya pengawasan.

    Sistem kapitalisme membebaskan penggunaan uang di dalam masyarakat. Konsumsi terhadap materi tidak terkendali dan cenderung menjerumuskan orang dalam ketergantungan. Semakin tinggi konspirasi yang dilakukan maka semakin besar modal yang dimiliki. Keadaan tersebut membuat orang tertentu bebas ala suka-suka dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu. Lama-kelamaan sifat candu terhadap narkoba duniawi terbentuk.

  4. Jumlah uang yang besar.

    Mereka memiliki modal yang besar dari warisan, mungkin juga karena bekerja dekat-dekat dengan pemerintah. Nilai uang yang cukup tinggi membuat seseorang berpikir, “masa bodoh yang penting saya happy-happy aja dulu, lingkungan rusak emang gua pikirin! Uangnya milik gue!” Saat jumlah uang yang dimiliki cukup tinggi secara otomatis jumlah konsumsi terhadap materi juga cukup tinggi. Keadaan ini membuat kemungkinan untuk ketagihan terhadap narkoba duniawi semakin besar.

  5. Masalah yang biasanya tambah rumit.

    Jangan berpikir bahwa “semakin banyak uang semakin hilang masalah.” Ini adalah kesalahan terbesar dari pemahaman manusia. Sadarilah bahwa uang adalah masalah, itulah yang diperjuangkan, diperebutkan dan dipertaruhkan orang sampai sekarang.

    Sadar atau tidak, semakin banyak uangmu maka semakin banyak pula orang yang iri sehingga mereka cenderung mencobai engkau disegala waktu. Terlebih ketika kita “hanya mau berjalan dalam zona nyaman maka rasa-rasanya sesama manusia terus mempermain-mainkan kita.”

    Uang membuat kita terlena dan tanpa disadari memasukkan kita dalam zona nyaman. Keadaan inilah yang berdampak buruk bagi kehidupan seseorang hingga membuatnya menghancurkan dirinya sendiri.

  6. Hidup yang terisolir dalam kemewahan dan kenyamanan pribadi.

    Uang yang banyak membuat hubungan dengan Tuhan terganggu terlebih ketika menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Juga mengganggu hubungan baik dengan sesama. Keadaan ini juga turut menggiring manusia untuk hidup dalam kenyamanan dan kemewahan pribadi yang berlebihan. Padahal keadaan ini sama saja dengan membodohi otak sendiri hingga kesadaran terjun bebas.

  7. Terlalu sering mengkonsumsi kenikmatan dan kemuliaan duniawi lainnya termasuk narkoba.

    Saat seorang manusia memiliki banyak sumber daya ditangannya, alhasil kecepatan dan jumlah konsumsinya terhadap gemerlapan duniawi juga berlebihan hampir over dosis. Hanya mungkin saja dia masih belum menyadari keadaan tersebut.

    Ketergantungan itu makin parah saja ketika ia menjadikan materi sebagai sasaran pelarian hidup ketika ada masalah menawan kehidupannya. Belum lagi ketika kenyamanan hidup membuat aktivitasnya minim sehingga banyak waktu luang yang didedikasikan untuk menikmati gemerlapan duniawi.

  8. Terlalu banyak mengkonsumsi kenikmatan dan kemuliaan duniawi lainnya termasuk narkoba.

    Mereka mengkonsumsi materi dalam jumlah banyak karena berpikir bahwa semuanya itu bisa membahagiakan, mendamaikan, memuaskan dan menenteramkan hatinya. Ingin sekali menambah porsinya, berpikir bahwa dengan demikian rasa puas, bahagia, damai dan tenteram yang dirasakan semakin panjang saja……… Padahal kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, yaitu semakin banyak dikonsumsi maka semakin tidak berasa apa-apa (seolah hambar).

  9. Masuk dalam tahapan jenuh.

    Akibat terlalu fokus mencari kebahagiaan, kedamaian, kepuasan dan ketenteraman hati terlalu sering dan terlalu banyak, masuklah sikawan dalam tahapan yang menjenuhkan. Keadaan ini jelas sekali membuat indranya mati rasa terhadap gemerlapan duniawi tertentu (seolah hamber). Ujung-ujungnya beresiko tinggi membuat si kawan menginginkan sesuatu yang lebih bernilai.

  10. Efek nge-fly yang kian hari kian berkurang.

    Seiring bertambahnya usia, sensitifitas indranya semakin berkurang. Ditambah lagi tingginya kerusakan di bagian ini akibat terlalu sering dan terlalu banyak terpapar dengan materi berbahan kimia keras yang terlihat lembut. Semua keadaan ini terakumulasi sehingga kenikmatan yang dirasakan saat mengkonsumsi gemerlapan duniawi semakin berkurang bahkan pada satu titik akan menghilang.

    Minimnya kenikmatan ini (efek nge-fly) pada satu titik akan mendorong pelanggan untuk mengkonsumsinya lebih banyak dan lebih sering sehingga beresiko over dosis. Yang lain justru mencari-cari sensasi dengan mengkonsumsi kenikmatan duniawi yang berhubungan langsung dengan perbuatan menyimpang.

  11. Ketakutan dan kegelisahan tinggi hingga enggan bertemu dengan orang terdekat (kerabat, keluarga) dan orang lainnya.

    Apa yang dilakukan oleh narkoba? Rasa senang yang ditimbulkannya, ketenangan yang dihasilkannya dan kenikmatan yang diberikannya bersifat destruktif.

    Coba perhatikan orang yang sedang nge-fly, bukankah fungsi-fungsi indranya hilang dan kesadarannya turun bahkan tidak ada lagi? Ini bukti kongkrit bahwa narkoba menekan syaraf pusat (lebih tepatnya merusak) sehingga beberapa bagian otak kehilangan fungsinya selama beberapa waktu.

    Ketika otak mengalami dsetruksi karena fungsi indra dan kesadaran kerap kali hilang secara tiba-tiba maka kemungkinan besar kemampuan seseorang untuk memanajemen pikirannya menurun drastis. Keadaan ini membuat alam bawah sadarnya yang dipenuhi oleh hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya terus aktif. Akibatnya timbul halusinasi yang membuat dirinya ketakutan tanpa sebab yang pasti. Bahkan kegelisahan terus menawan dirinya karena alam bawah sadarnya semakin liar dan merusak.

  12. Timbul keinginan untuk mengkonsumsinya dalam jumlah lebih tinggi dan lebih sering.

    Uang yang banyak di tangan, sedang masalah terus datang bertubi-tubi membuat seseorang berpikir untuk melakukan pelarian dari persoalan dengan mengkonsumsi kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Kemewahan hidup yang penuh kenyamanan membuat manusia memiliki banyak waktu kosong sehingga dimanfaatkan untuk menikmati hidup.

    Efek nge-fly yang berkurang drastis (rasa nikmat terjun bebas) membuat seseorang berpikir untuk meningkatkan dosis bahkan mengkonsumsinya lebih sering untuk mengembalikan rasa nikmat setidak-tidaknya seperti yang dulu.

    Semua alasan ini tersuspensi dan mengalami penimbunan hingga menggunung-gunung sampai mendorong pecandu tersebut untuk meningkatkan jumlah narkoba dan mengkonsumsinya lebih sering.

  13. OVER DOSIS.

    Orang yang mengalami over dosis biasanya akan kehilangan kesadaran bahkan berujung pada kematian.

    Manusia yang kecanduan dengan kemewahan dan kenyamanan hidup berpikir bahwa hidup ini harusnya nyaman saja tanpa sedikitpun gejolak. Ia terus menerus hidup dalam zona nyaman. Over dosis di alami ketika masalah tiba-tiba datang. Ia menanggapinya dengan membabi buta, kasar dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai kepatutan dan kelayakan.

    Kenikmatan duniawi yang dikonsumsi berlebihan cenderung membuat manusia mengalami penyakit metabolis: kolesterol dan asam urat tinggi, diabetes, jantung, darah tinggi dan lain sebagainya.

    Akibat ketagihan dengan hal-hal materi, kebutuhan seseorang akan uang meningkat. Padahal pendapatannya tidak sebesar jumlah materi yang diinginkannya. Lantas ia mengusahakan jalan-jalan sempit untuk memperkaya diri, seperti penggelapan, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

     

    Kemuliaan duniawi mengalami over dosis karena terlalu menginginkan hal tersebut. Ingin populer dan dipuja-puji orang lain lalu menghalakan segala cara untuk meraihnya. Keadaan ini membuat seseorang memanfaatkan perbuatan menyimpang untuk sekedar meraih ketenaran bahkan iapun menggila karena terlalu sering terlibat dalam kejahatan.

Materi tidak setiap hari berkembang sedangkan kecerdasan manusia setiap hari berkembang. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang membuat kita cenderung cepat jenuh terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Oleh karena itu, arahkan pekembangan otak anda untuk menghasilkan suatu karya, tulislah sesuatu, dengan demikian aktivitas kecerdasan anda terarah. Demikian juga halnya dengan kemampuan untuk fokus kepada Tuhan akan semakin berkembang hari demi hari, bahkan puji-pujian baru (merasa nyanyian baru padahal kalimatnya itu-itu saja (terus Haleluya) hanya nadanya yang berbeda). Demikian juga dengan kemampuan kita berbuat baik kepada orang lain akan berkembang, dari yang awalnya tidak suka tersenyum kepada orang asing menjadi murah-meriah sekalipun ada orang yang mencibir. Sekali lagi,  camkanlah bahwa gemerlapan duniawi cenderung mengalami stagnasi (gitu-gitu aja) tetapi karena anda terlalu fokus kesana maka ketergantungan, sampai memaksakan diri sehingga over dosis. Arahkan perkembangan kecerdasan anda untuk fokus mengasihi Tuhan dan berbagi kasih kepada sesama, niscaya dua hal ini akan terus berkembang sehingga membuatmu puas, bahagia, damai dan tenteram dari waktu ke waktu.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s