Gejolak Sosial

7 Alasan Segala Yang Baik & Buruk Dari Dalam Hati – Asalnya Dalam Pikiran, Yang Ada Diluar Hanya Faktor Yang Mempengaruhi Tidak Menentukan


Alasan Segala Yang Baik & Buruk Dari Dalam Hati - Asalnya Dalam Pikiran, Yang Ada Diluar Hanya Faktor Yang Mempengaruhi Tidak Menentukan

Seandainya, kehidupan ini diumpamakan sebagai alam semesta maka satu orang adalah satu galaksi sehingga tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Satu-satunya yang bisa mempengaruhi kita adalah sistem. Ketika hidup ini kita dedikasikan dalam sistem maka tepat saat itu juga tidak boleh bergerak dalam kehendak sendiri melainkan harus berputar dalam sistem yang konstan dan seimbang sehingga segenap fungsi berjalan dengan semestinya dan sistem berputar sempurna. Jadi keberadaan kita di dunia ini dipanggil untuk hidup sendiri (mandiri) sekaligus dipanggil untuk hidup bersama orang lain (bergaul dan bersosial).

Struktur tubuh manusia sama halnya dengan buah-buahan yang dihasilkan oleh tanaman. Tidak pernah ada buah yang bagian lembutnya berada di luar melainkan pastilah apa yang ada diluar hanyalah sebagai pelindung untuk sesuatu yang berharga di dalam. Tubuh kita adalah pelindung dan semua aktivitas yang kita lakukan hanyalah gambaran bagaimana sebenarnya suasana di dalam otak masing-masing. Orang yang berpikir baik akan menghasilkan hal-hal baik dari perbendaharaannya sedangkan orang yang berpikir buruk juga mengekspresikan hal-hal buruk lewat perkataan dan perilakunya. Keadaan ini senada dengan firman yang berkata.

(Lukas 6:45) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Hindari salah sangka!

Terkadang kita merasa bahwa kehidupan kita mudah dipengaruhi oleh berbagai suasana yang sedang berlangsung diluar diri sendiri, yakni disekitar lingkungan kehidupan kita. Seolah-olah kita menyalahkan orang lain karena telah membawa diri ini dalam suatu kesalahan. Menyalahkan lingkungan sekitar yang buruk sehingga kitapun ikut-ikutan memburuk didalamnya. Apakah sikap ini sudah benar? Sudah tepatkah cara pandang kita terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini? Atau jangan-jangan kita terlena menyalahkan berbagai-bagai pihak padahal utamanya persoalan itu berasal dari dalam diri sendiri.

Pilihan dan keputusan kita yang membuat terpengaruh

Kehidupan manusia di bumi ini dibentuk oleh pikirannya. Segala yang buruk bisa saja berasal dari luar diri manusia itu sendiri tetapi keputusan dan pilihannyalah yang membuat hidupnya campur aduk dengan situasi yang sedang berlangsung tersebut. Selama memilih untuk ikut ambil bagian maka sikapnya akan turut berubah seperti perilau disekelilingnya. Akan tetapi, ketika memilih dan memutuskan untuk tidak turut berbaur maka ia cenderung berpegang pada integritas sendiri. Jadi, pilihan kitalah yang membuat hidup ini sama dengan orang-orang yang berada disekitar dan keputusan kita jugalah yang membuat diri ini berbeda.

Faktor penyebab segala kebaikan dan/ atau keburukan berasal dari dalam hati

Tidak ada sesuatu yang keluar dari dalam diri kita yang tidak dimanajemen oleh pikiran. Hanya saja dalam beberapa situasi kita kehilangan kesadaran lalu membiarkan alam bawah sadar ini berkuasa atas pikiran. Akibatnya, hal-hal burukpun keluar dari dalam diri ini yang kebutulan sesuai dengan keburukan yang terjadi di luar sana. Berikut beberapa alasan mengapa semua hal yang baik dan buruk asalnya dari dalam pikiran sendiri.

  1. Semua perintah asalnya dari otak.

    Tubuh manusia sekalipun memiliki fungsi yang berbeda-beda tetapi tidak pernah tangan bergerak sendiri tanpa sebab, atau kaki menendang tanpa perintah, atau mulut berbicara tanpa arahan. Sekalipun ada informasi dari salah satu panca indra atau salah satu organ bukan berarti yang mendefenisikan keadaan adalah organ tersebut. Misalnya saat anda memegang sesuatu, bukan tangan yang mengatakan “ini adalah….” tetapi otaklah yang memutuskan jenis benda apa yang sedang di raba tersebut.

  2. Aliran kehidupan selalu berasal dari dalam ke luar.

    Hidup ini mengalir lalu membentuk berbagai oase dalam berbagai bidang dimana semuanya bersumber dari danau yang kepadatan aktivitasnya lebih besar dan tinggi. Semua yang terjadi dalam hidup kita pastilah telah dipikirkan terlebih dahulu lalu barulah diekspresikan keluar.

  3. Kita tidak salah saat sesuatu terjadi di luar diri ini sebab asalnya bukan dari dalam pikiran.

    Saat orang-orang yang ada disekitar anda sedang dalam mode “kurang benar.” Tidak perlu risih dengan keadaan tersebut melainkan santai saja dan bila perlu doakan agar mereka disadarkan Tuhan. Tetapi saat pikiran anda ikut mendukung/ men-support apa yang mereka lakukan, berarti anda sudah ikut dalam kesalahan tersebut.

    Oleh karena itu selama pikiran anda bersih  dan bebas dari segala kelaliman yang sedang berlangsung di luar sana maka selama itu pula kita tidak termasuk dalam kesalahan mereka. Jadi bersihkan pikiranmu dari segala yang buruk dengan senantiasa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja positif hari demi hari.

  4. Kita dibenarkan oleh apa yang dikatakan dan diperbuat karena asalnya dari dalam hati.

    Segala hal yang baik maupun yang buruk yang kita ekspresikan asalnya dari dalam pikiran sendiri. Jadi ketika kita memperkatakan (lisan, tulisan) dan melakukan yang baik, ini menandakan bahwa apa yang selama ini dibahas-bahas dalam sana, tidak jauh-jauh dari hal-hal yang baik dan benar.

  5. Sikap yang tidak disadari terjadi karena pikiran kosong.

    Terkadang beberapa orang merasa bahwa apa yang sebelumnya dikatakan dan dilakukannya adalah sesuatu yang tidak pernah disadari sebelumnya. Keadaan ini sebenarnya disebabkan oleh karena suasana pikiran yang sedang mengalami kekosongan sehingga muncullah ekspresi yang tidak jauh-jauh dari hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

  6. Semua kebaikan kita lakukan dalam suasana sadar.

    Ada dua belahan besar dalam pikiran manusia, yaitu sistem sadar yang berhubungan dengan hal-hal yang positif dan sistem alam bawah sadar yang berhubungan dengan hal-hal negatif. Tetapi apalah artinya kesadaran itu ketika yang kita pikirkan adalah hal-hal yang salah? Jika saat sadar saja hati menjadi sombong dan memikirkan hal-hal negatif lainnya (misalnya dengki, sungut-sungut, suudzon dan lainnya) maka sikap kita pastilah juga tidak jauh-jauh dari keburukan.

    Oleh karena itu, selalu sadarkan pikiran agar senantiasa mengisinya dengan hal-hal yang baik, misalnya fokus Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), belajar positif dan bekerja positif. Dengan demikian sikap yang keluarpun tidak jauh-jauh dari hal yang positif tersebut.

  7. Pilih bahagia atau sedih? Semuanya itu berasal dari keputusan hati.

    Berbagai macam uangkapan yang positif seperti kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman hidup dan yang lainnya asalnya dari dalam hati sendiri. Memang berbagai energi positif tersebut bisa kita peroleh dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Sayang semuanya itu hanyalah sesaat saja. Sedang ketika kita ingin membuat rasa dari materi lebih tahan lama maka tepat saat itu jugalah kebosanan akan menghadang kehidupan ini. Keadaan ini cenderung membuat kita menginginkan nilai kenimatan dan kemuliaan duniawi yang lebih tinggi, adakah yang semacam itu? Jika tidak ada lagi berarti kita sudah mencapai batasnya sehingga muncullah keinginan untuk bergerak diarea yang menyimpang.

    Bahagiakan dirimu dan tenteramkan hatimu dengan melakukan kebenaran sejati. Jika lewat berkarya anda bisa menyatakan kemuliaan Tuhan maka berkaryalah. Ketika melalui pekerjaan anda dapat mengasihi sesama maka bekerjalah. Saat memusatkan pikiran kepada Tuhan, anda dapat merasakan hadiratnya maka teruslah fokus kepada-Nya. Bukan apa yang terjadi disekitarmu yang membuat hati bahagia dan tenteram tetapi apa yang dipikirkan, diperkatakan (lisan, tulisan) dan diperbuat hari lepas hari.

Manusia diciptakan untuk mandiri dan menghasilkan segala sesuatu yang baik atau yang buruk selama hidupnya, tergantung pilihan masing-masing. Sadari jugalah bahwa kita diciptakan untuk hidup bersosial, bila tidak setuju dengan keadaan, setidaknya ikuti saja sambil menyibukkan diri dengan hal yang positif dan menjaga hidup agar tidak terbawa arus. Untuk menjaga sikap terhadap orang lain, perhatikan sumbernya! Orang yang pikirannya baik selalu mengeluarkan hal-hal baik dari perbendaharaannya sedangkan orang yang buruk juga tetap mengekspresikan hal-hal buruk seperti yang ada di dalam hatinya. Selama kita mampu menjaga pikiran maka selama itu pula sikap yang diekspresikan terjaga.

Salam santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s