Keluarga

11 Dampak Berkat Abraham Arti Sempit, Bangsa Pilihan Allah Sedang Yang Lain Bukan

Dampak Berkat Abraham Diartikan Sempit Berlebihan - Merasa Sebagai Bangsa Pilihan Allah Sedang Yang Lain Bukan

Abraham adalah bapa orang percaya. Karena imannya yang teguh tak tergoyahkan kepada Tuhan sekalipun diuji oleh berbagai-bagai macam tantangan kehidupan. Ia tidak pernah memfokuskan perhatiannya kepada apa yang bisa dicitrakan oleh indra melainkan tetap berpegang teguh dalam iman kepada Tuhan seumur hidupnya. Kesetiaannya benar-benar terbukti sekalipun dari awal Tuhan telah menjanjikannya sesuatu yang waw tetapi sebenarnya bukan dialah yang kelak menerima janji tersebut melainkan keturunannya yang kemudian. Perhatikan pergeseran janji Tuhan yang merupakan ujian bagi keyakinannya.

(Kejadian 12:2-3) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Pergeseran janji Tuhan terjadi untuk menguji Abraham, seperti katanya.

(Kejadian  22:17-18) maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Janji Tuhan yang diucapkan pertama memang benar dan yang ke dua juga benar. Tapi coba perhatikan objek pada setiap firman diatas. Diawal lebih dominan kata “engkau” tetapi akhirnya pada janji yang kedua disematkan kata “keturunanmu.” Jika anda yang menerima janji ini, apa yang anda lakukan? Mungkin ada yang marah karena kesal hatinya, sebab dipikirnya dizamannyalah janji tersebut digenapi tetapi pada akhirnya baru tahu bahwa dizaman keturunannya janji tersebut akan digenapi Allah. Mungkin ada juga yang bersungut-sungut lalu mengejek Allah dengan langsung pergi ke bukit-bukit pengorbanan allah lain (berhala).

Bapa Abraham memang orang yang setianya luar biasa, sekalipun terjadi pergeseran janji Tuhan dari yang awalnya ditujukan kepadanya tetapi ternyata belakangan barulah diketahui bahwa keturunannyalah yang akan memperoleh semuanya itu. Ujian Tuhan tidak cukup sampai disitu saja, Ia juga dititahkan untuk mengorbankan anaknya di bukit Moria. Tanpa pikir panjang, perintah itupun langsung ditanggapi dengan sungguh-sungguh olehnya hingga hampir menyembelih anaknya sendiri di atas gunung tersebut. Ini hanya ada dua macam ujian dari kehidupan bapa Abraham yang dapat kami tangkap. Kemungkinan besar masih banyak persoalan yang dihadapinya, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis di dalam Alkitab.

Halo sahabatku semuanya…. Bagaimana pula dengan kehidupan anda saat ini? Adakah janji Tuhan yang pernah anda dengarkan selama hidup di dunia ini? Apakah itu sudah digenapi atau belum? Bagaimana anda menanggapi dan menyikapi janji-janji tersebut? Seperti apapun janji Tuhan dalam kehidupan anda, pegang itu dengan erat tetapi jangan diam saja lalu terus hidup dalam khayalan. Melainkan jadilah orang yang realistis, hadapi situasi senyatanya dan tetaplah aktif menyibukkan diri dengan berbagai hal yang positif, yaitu: selalu berusaha maksimal untuk mengasihi Tuhan sepenuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Dampak negatif dari berkat Abraham khususnya tentang “menjadi bangsa yang besar pilihan Allah

Janji Tuhan kepada Abraham pernah sekali ditawarkan kepada Musa sehingga janji itu berpindah dari orang Israel lalu beralih kepada keturunannya. Tetapi, dengan jelas musa menolak hal tersebut secara halus. Sadarilah bahwa tidak semua janji di dalam Alkitab yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita di zaman sekarang. Mungkin saja di zaman dahulu itu memang perkara yang benar untuk diyakini tetapi di zaman sekarang mengambil janji Abraham untuk diri sendiri beresiko memperburuk hubungan kita dengan orang lain. Musa saja, nabi pertama di perjanjian Lama, menolak untuk melakukan hal tersebut. Seperti firman yang berkata demikian.

(Bilangan 14:12-14) Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka.” Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam.

Dari sini kita mengerti sifat kepemimpinan Musa yang luar biasa. Mungkin jika dia adalah pemimpin yang biasa-biasa saja dan suka menaruh dendam terhadap bawahannya, pastilah ia akan menerima tawaran tersebut. Sebab selama ini juga ia juga muak melihat orang Israel terus bersungut-sungut dan menyalahkan dirinya atas segala yang terjadi kepada mereka. Tetapi Musa tidak mau mengambil janji itu melainkan berusaha melunakkan hati Tuhan. Maka demikianlah juga dengan kita saat ini: “Jangan pernah merasa kaum kita (bangsa kita) sebagai “bangsa yang besar, umat pilihan Allah” sebab dengan demikian maka bangsa lain akan kita musnahkan. Jangan terlalu fokus pada berkat Abraham yang satu itu melainkan marilah kita fokus menggenapi janji tentang “menjadi berkat bagi segala bangsa.”

Berhati-hatilah mencerna janji Tuhan yang dinyakan dalam kehidupan anda. Yakini semuanya itu tetapi jangan tenggelam dalam angan yang tidak berakhir melainkan selalu sibukkan diri dengan berbagai-bagai hal  positif lainnya misalnya selalu fokus kepada Tuhan, mempelajari sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Tahukah anda bahwa ketika berkat yang disampaikan kepada Abrahan dimaknai secara sempit maka kita akan merasa diri lebih baik ketimbang orang lain itu sehingga mau-mau saja/ setidak-tidaknya membiarkan orang lain terseleksi baik secara fisik maupun secara sosial. Berikut selengkapnya dampak buruk (negatif) dari janji Abrahan yang diartikan secara sempit/ berlebihan.

  1. Membuat seseorang sombong.

    Jika anda terus berpikir bahwa keturunanmu akan “menjadi bangsa yang besar” maka bersamaan dengan rasa ini sifat-sifat sombong muncullah ke permukaan. Keadaan ini beresiko membuat berbagai sikap buruk yang sudah ada di dalam alam bawah sadar anda akan keluar/ mencuat ke permukaan. Sebab tinggi hati adalah permulaan dari semua keburukan.

  2. Membuat kebaikan kita kendur.

    Kita memetak-metakkan orang lalu berpikir bahwa si itu temanku dan si ini musuhku; si anu bangsa pilihan dan si anu orang kafir. Keadaan ini membuat kita enggan untuk berbuat baik kepada mereka yang kita anggap sebagai orang asing-kafir. Anda sebenarnya bisa membantunya tetapi karena menganggap bahwa dia asing/ kafir maka kebaikan hati ini kendur/ menguap lalu meninggalkannya begitu saja.

  3. Cenderung menghakimi untuk merendahkan seseorang.

    Kita merasa bahwa diri sendiri adalah bangsa pilihan Allah sedangkan bangsa lain adalah orang-orang rendahan yang tidak pantas di tolong. Kita menghakimi mereka karena berbeda secara garis keturunan atau berbeda secara keyakinan. Hal seperti ini jelas tidaklah baik sebab pekerjaan menghakimi orang lain adalah sesuatu yang menimbulkan dosa dan membuat pusing sendiri.

  4. Cenderung menantang dan menindas orang lain.

    Saat kita merasa sebagai bangsa pilihan sedangkan orang lain adalah asing (orang luar). Secara tidak langsung pernyataan semacam ini seperti tantangan yang membuat pihak lainnya bereaksi. Lama-kelamaan keyakinan semacam inilah yang membuat kita bisa saja menindas orang lain tanpa belas kasihan. Sebab menganggap bahwa mereka adalah umat luar/ kafir yang pantas dimusnahkan.

  5. Cenderung tidak adil dalam bersikap.

    Jika selalu berpikir bahwa diri ini lebih berhak atas janji Abraham, tepat saat itu juga kita akan merasa bahwa orang lain tidak pantas menikmati dan merasakan kehidupan seperti apa yang kita alami. Sikap kita terhadap sesama cenderung tidak adil, saat saudara bersalah pasti dibela tetapi ketika orang asing sedang dijebak padahal dia berlaku benar, kita diam saja. Sebab merasa bahwa orang itu dan keturunannya bukan bangsa pilihan melainkan kitalah bangsa pilihan itu!

  6. Menimbulkan perselisihan dan perpecahan.

    Misalnya saja dalam suatu bangsa ada banyak ras didalamnya. Saat diperhadapkan dalam suatu pertanyaan, “siapakah umat pilihan Allah?” Alhasil semua golongan akan mengajukan dirinya ke depan sehingga tidak ada yang mau kalah karena masing-masing ingin menang. Ujung-ujungnya, perdebatan semacam ini hanya akan meningkatkan ketegangan diantara kelompok masyarakat hingga menjadi perselisihan yang akhirnya menimbulkan perpecahan.

  7. Mengusahakan hal-hal picik dan licik (syarat manipulasi) untuk meraih sesuatu.

    Karena kita merasa sebagai bangsa pilihan Allah yang menduduki kota-kota musuhnya, menjadi beringas menyaksikan kaum lainnya. Kitapun lantas berpikir untuk mengenyahkan mereka secara diam-diam tetapi pasti (masif). Konspirasi yang syarat manipulasi dijalankan dimana-mana untuk menekan dan menghancurkan pihak yang menurut kita kafir tersebut.

  8. Menggiring orang lain mengalami seleksi alam.

    Banyak orang akan saling mengadu kekuatan untuk memperebutkan siapa yang berhak berdiri diatas puncak rantai makanan yang sekaligus menjadi penguasa atas segala sesuatu. Lewat tangan-tangan yang beringas dan otak yang tumpuk, kita membabi buta melenyapkan kaum tertentu agar hanya kitalah yang bisa hidup.

  9. Menggiring seseorang dalam seleksi sosial.

    Gelombang permusuhan yang terjadi dimana-mana telah menimbulkan pertengkaran hebat. Tanpa kita sadari, menyeleksi orang lain lewat perang dingin, perang informasi dan perang teknologi. Beberapa orangpun akan masuk bui untuk mempertanggung jawabkan pemberontakan dan aksi terorisme yang dilakukannya.

  10. Menolak kesetaraan.

    Firman berpesan agar kita “mengasihi sesama seperti diri sendiri” tetapi karena merasa bahwa orang lain lebih rendah dan hina sedangkan kitalah umat pilihan Allah yang terbaik itu maka menolak untuk disetarakan dengan mereka. Andapun lantas lebih memperjuangkan cara berpikir kapitalis yang mendukung perbedaan yang kentara antara rakyat jelataa dan bangsawan.

  11. Akhirnya tidak masuk sorga tetapi lebih layak masuk neraka.

    Orang yang menganggap dirinya sebagai umat pilihan Allah tetapi tidak berbuat sesuai dengan firman Allah kelak akan dijatuhi hukuman menderita dalam api kekal. Seperti ada tertulis.

    (Matius 7:20-23) Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Dari pada memperebutkan “siapa umat pilihan Allah?” Adalah lebih baik bagi kita untuk membuktikannya, bukan lewat bibir yang berdebat tetapi lewat sikap yang mau mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Seperti kata firman di atas yang menyatakan bahwa “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Artinya umat pilihan Allah perilakukan pastilah tidak jauh-jauh dari kebenaran sebab Allah adalah kebenaran itu. Mari menjadi berkat bagi lebih banyak orang dengan demikian sikap kita (perkataan: lisan, tulisan; perbuatan) telah menyatakan Allah. Bukankah bapa Abrahan juga telah dijanjikan Tuhan bahwa “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Mari kita genapi janji yang satu ini dalam setiap hembusan nafas dan segenap langkah kaki yang dijalani hari lepas hari.

Jika kami tahu, andapun pasti tahu hanya belum menggalinya saja. Roh yang ada di dalam diri kita adalah sama!

Salam berkat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.