Gejolak Sosial

7 Alasan Tidak Ragu & Malu Mengubah Lagu Duniawi Jadi Rohani


Alasan Tidak Ragu & Malu Mengubah Lagu Duniawi Menjadi Lagu Rohani

Kreativitas manusia berasal dari pengetahuan yang dimilikinya, Kita menjadi kreatif karena kemampuan menata ulang, menggabungkan, mengembangkan dan memajukan beberapa informasi. Sedangkan informasi itu sendiri berasal dari berbagai-bagai sumber. Sumber informasi yang paling awam adalah alam semesta yang sudah termasuk diri kita di dalamnya. Pada dasarnya, suatu informasi natural bisa muncul diawali dari proses pengamatan, baik yang dilakukan secara singkat maupun dalam jangkap panjang.

Semua ilmu berasal dari mengamati, menyimak dan menyimpulkan

Pada hakekatnya segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh ke lima indra adalah informasi. Kita harus mengamati, menyimak dan menyimpulkan sesuatu dari setiap informasi yang diperoleh. Masalahnya sekarang adalah konsisten dan tingkat kepercayaan yang dimiliki oleh sebuah informasi adalah sangat menentukan apakah hal tersebut bersifat pengetahuan atau tidak. Jikapun itu tidak konsisten tetapi tetap harus memiliki pola-pola yang terstruktur sehingga dapat dipakai agar mampu menebak sesuatu di masa depan maupun di masa lalu bakalan menjadi seperti apa. Jadi pada akhirnya pengetahuan yang baik itu sifatnya mampu memberi solusi untuk keberlangsungan hidup dari zaman ke zaman. Sedangkan informasi yang sifatnya tidak konsisten dan cenderung acak (tak berpola) tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan.

Pengetahuan menipu indra yang akhirnya membawa bencana

Di balik semua ilmu pengetahuan ini, ada juga yang disebut dengan pengetahuan destruktif masif. Secara kasat mata, apa yang kita sebut sebagai pengetahuan sangat menarik di indra tetapi lama-kelamaan keadaannya akan berubah drastis (perlahan tapi pasti) menuju ke arah yang merugikan manusia itu sendiri. Contoh kecilnya dari ilmu semacam ini adalah tentang pemanfaatan mesin berteknologi tinggi. Awalnya memang penggunaan berbagai teknologi canggih tersebut serasa membuat hidup lebih mudah sekaligus rapuh. Karena kemudahan, kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan oleh teknologi pada akhirnya mengganggu kesehatan lingkungan, kesehatan sosial dan kesehatan personal (baik fisik maupun mental).

Ilmu membuat manusia semakin jauh dari Tuhan

Bila kita gali lebih dalam lagi dikala masa-masa penciptaan bermula, akan ditemukan bahwa sesuangguhnya semua pengetahuan yang kita miliki berasal dari Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Dari pohon inilah berkembang berbagai-bagai ilmu yang kita kenal sampai sekarang. Juga jangan lupa bahwa karena pohon ini jugalah kita dibuang dari hadapan Tuhan. Kita telah mencuri pengetahuan Tuhan tanpa meminta izin terlebih dahulu sehingga hal itulah yang membuat kita semakin murtad terhadap-Nya. Puncak dari betapa bahayanya Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat adalah ketika ilmu yang kita peroleh dari sana membuat manusia menjadi ateis (tidak percaya akan keberadaan Tuhan).

Sistem yang kita anut tidak seimbang dan tidak setara sehingga menghasilkan sisa dan sampah (orang-orang nggak mutu)

Jadi, bisa dikatakan bahwa pada akhirnya ilmu yang kita miliki akan menghancurkan hal-hal yang paling lemah dalam kehidupan ini. Misalnya saja turut berlakunya seleksi alam diantara umat manusia. Keadaan ini jelas menunjukkan betapa bobroknya sistem yang mengayomi kehidupan manusia itu sendiri. Sedang yang membuat sistem itu bukan makhluk hidup lain dan bukan pula alien melainkan kita sendirilah yang menyusun dan menjalankannya hari lepas hari. Sistem yang tidak setara yang hanya menguntungkan kalangan tertentu saja jelas merupakan penghancur yang bersifat masif di dalam kehidupan bersosial.

Lewat ilmu curi-curi, manusia memuliakan dirinya sendiri diantara orang lain

Lewat ilmu yang kita curi dati Tuhan, kita berusaha menuhankan diri sendiri, sama seperti nenek moyang kita yang dahulu mencuri buah tersebut karena mereka ingin sama seperti Tuhan. Maka demikianlah kita menggunakan akal budi hasil curian tersebut untuk menyombongkan diri diantara manusia. Kita membuat sistem yang dengan sengaja menciptakan kelas sosial alias kasta di dalam masyarakat sehingga dapat meninggikan diri sendiri diantara sesama. Kemudian ilmu itu menggiring kita dalam kesesatan berpikir sehingga menginginkan kemewahan, kenyamanan dan kemudahan yang beresiko tinggi merusak lingkungan, merugikan kehidupan orang lain bahkan menghancurkan diri sendiri juga.

Lagu dan musik adalah bagian dari pengetahuan

Lagu dan musik termasuk termasuk ke dalam salah satu bagian dari ilmu pengetahuan yang perkembangannya sangat cepat, dinamis dan bermanfaat luas bagi kemanusiaan itu sendiri. Setiap orang dapat menghasilkan suara yang memiliki ciri khas antara orang yang satu dan orang yang lain. Bahkan ketika kita sudah terbiasa bergaul dengan seseorang, mampu mengenali orang tersebut dari suaranya sekalipun kita tidak melihat wajahnya. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat kemiripan suara antar manusia sehingga terkadang kita merasa ada seseorang yang dekat disekitar padahal itu hanyalah orang lain yang suaranya kebetulan mirip saja.

Alasan mengapa kita tidak perlu ragu dan malu mengubah lagu duniawi menjadi lagu rohani

Seperti sudah kami katakan sebelumnya bahwa semua ilmu yang kita miliki berasal dari Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Dimana sejak dari mulanya, nenek moyang kita telah mencuri buah tersebut selama berada di Taman Eden. Sejak hari itulah kehidupan kita semakin menjauh dari Tuhan bahkan cenderung lewat ilmu tersebut kita merusak kehidupan makhluk lain (tumbuhan dan hewan), sesama manusia bahkan diri sendiri. Mengubah lagu duniawi menjadi lagu rohani justru mengembalikan pengetahuan itu kepada Tuhan yang awalnya dicuri tersebut. Berikut ini beberapa alasan yang kami maksudkan.

  1. Segala sesuatu dalam hidup ini asalnya dari Tuhan.

    Bila anda meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini asalnya dari Tuhan maka demikian juga dengan berbagai hasil karya manusia yang ada di muka bumi, termasuk lagu dan musik adalah asalnya daripada-Nya. Demikian juga dengan berbagai kejahatan yang terjadi di muka bumi adalah hasil ciptaan-Nya yang disalahgunakan oleh manusia itu sendiri. Jadi untuk apa segan dan malu mengubah lagu duniawi menjadi lagu rohani? Kan semuanya itu asalnya dari Tuhan….

  2. Ilmu yang kita miiki adalah hasil curian yang bisa berdampak buruk bagi kehidupan manusia.

    Kami rasa semua orang telah mengenal sejarah penting saat nenek moyang kita mencuri Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik dan Yang Jahat dari taman Tuhan, Taman Eden. Kisah ini adalah bukti konkrit betapa tingginya hasrat manusia untuk menjadi sama seperti Tuhan yang adalah penciptanya sendiri. Akibat barang curian ini, dosanya ditanggung oleh kita semua beserta anak-cucu kita kelak. Jadi tidak perlu segan apalagi malu karena adaptasi lagu yang anda lakukan.

    Mengapa pengetahuan yang kita miliki beresiko tinggi melemahkan bahkan menhancurkan manusia itu sendiri? Saat ilmu yang dimiliki membuat diri ini bertambah-tambah kaya saja, tabiat jadi buruk. Kita hanya menginginkan kemewahan, kenyaman dan kemudahan hidup hari lepas hari. Padahal semua keadaan ini membuat kepribadian menjadi kekanak-kanakan, merusak lingkungan dan merugikan kehidupan orang lain Semua keadaan ini akan menggiring kehidupan kita bak dialam rimba yang liar dimana kita saling menekan, menyeleksi dan membunuh satu-sama lain. Seperti dalam dunia hewan tetapi cara-caranya lebih halus, lembut dan tak terlihat.

    Justru saat kreativitas yang kita miliki digunakan untuk memanen uang maka tepat saat itu juga kapasitas diri untuk merusak lingkungan semakin besar. Tetapi saat mengarahkan potensi yang dimiliki untuk memuliakan Tuhan maka kemampuan itu sifatnya netral terkecuali jika anda berniat untuk mengkomersialkan karya tersebut. Ingatlah bahwa semakin besar jumlah uang yang kita miliki maka semakin besar potensinya untuk menimbulkan kerusakan. Tidak ada jaminan, orang-orang kaya tidak menggunakan uangnya dalam ranah yang salah. Lebih baik memilikinya dalam kadar yang biasa saja sehingga potensi merusaknya kecil.

  3. Hanya ada dua cara untuk menebus penjarahan yang sudah menimbulkan dosa dari generasi ke generasi.

    Dosa Adam dan Hawa teruslah melekat kepada kita karena telah membawa lari ilmu pengetahuan milik Tuhan demi kepentingan pribadi dan kelompok. Oleh karena itu, untuk mengakhiri dosa yang sudah berlangsung lama ini maka yang dibutuhkan adalah mengembalikan semua ilmu yang kita miliki untuk kemuliaan nama Tuhan dan kesempatan mengasihi sesama sama seperti diri sendiri.

    Tidak ada istilah malu dan segan saat mengubah lagu pop/ soft rock/ rock/ regee/ dangdut/ hip-hop dan lain sebagainya untuk menjadi lagu rohani. Justru aktivitas ini mengembalikan ilmu dan kreativitas kepada pemilik-Nya yang sesungguhnya, dengan menujukannya untuk kemuliaan nama Tuhan. Cara terakhir untuk mengembalikan pengetahuan tersebut dengan memanfaatkannya untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri.

  4. Untuk kalangan sendiri dan tidak untuk dipublikasikan apalagi diperjualbelikan.

    Semua lagu duniawi yang kita dengarkan baik lewat kaset, CD/VCD/DVD, radio, televisi, internet dan media sosial lainnya bisa kita bawakan sendiri. Artinya setiap lagu yang anda dengarkan dari multimedia berbayar maupun gratis berhak anda nyanyikan dimanapun dan kapanpun asalkan tidak ditujukan untuk komersial. Bahkan andapun dapat menyanyikan kembali lagu-lagu populer tersebut lalu menguploadnya ke Youtube.com dengan atau tanpa perubahan/ adaptasi/ improvisasi. Jadi ketika kita mengubah salah satu lagu populer untuk kemuliaan nama Tuhan, orang-orang yang memproduksi lagu tersebut tidak berhak untuk melarang anda selama tidak dikomersialkan.

  5. Lagu duniawi rasanya dangkal: semakin dinyanyikan semakin hambar.

    Pernahkah anda merasakan keadaan ini? Kami sendiri kerap merasakannya dahulu sewaktu masih doyan menyanyikan lagu populer. Mengapa rasanya hambar? Karena kebanyakan yang mereka nyanyikan adalah sesuatu yang terlalu tinggi yang mustahil untuk dicapai. Misalnya tentang sesuatu yang menemukan kekasih idamannya, berhasil menggapai cita-citanya, sedang putus cinta, cemburuan dan lain sebagainya. Keadaan ini, serasa jauh dari kehidupan kami yang begitu sederhana dan masih sendiri. Kesemua ini berakumulasi hingga membuat kami jenus sendiri terhadap lagu-lagu tersebut.

    Tetapi saat kami menemukan cara untuk mengubah lagu duniawi menjadi lagu rohani maka tepat saat itu juga ada semangat dan kebahagiaan di dalam hati bahkan sekalipun di tengah kegundahan/ kesusahan. Jadi tidak perlu ragu apalagi malu untuk mengubah lagu pop/ soft rock/ rap/ disco menjadi lagu rohani. Begitu anda mengetahui tekniknya niscaya hidup ini terasa indah untuk dinikmati sekalipun kita tidak punya apa-apa yang dibanggakan di dunia ini. Sebab Tuhan saja sudah cukup untuk menyemangati dan menentramkan hati ini.

  6. Kemampuan mengubah lagu pop, soft rock, rap, dangdut dan sebagainya adalah kesempatan berkarya.

    Bagi anda, manusia berotak cerdas, jelas membutuhkan sesuatu untuk dikreasikan sehingga energi yang dimiliki tersalur pada hal-hal positif. Ketika kita bisa menggeluti bidang ini maka kepintaran ini tidak lagi mengarah kepada hawa nafsu duniawi yang liar dan tak terbatas. Tetapi seolah-olah kita berada di jalur rel kereta menuju kebenaran sehingga tidak lagi mudah goyah dan dibimbangkan oleh godaan duniawi. Justru kita semakin santun dan lembut dalam bersikap sembari tetap membawa diri untuk bermanfaat bagi orang lain di mulai dari hal sederhana, misalnya ramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, maaf, tolong dan menjadi pendengar yang baik). Itulah salah satu manfaat dahsyat dari aktivitas fokus Tuhan di segala waktu, yakni tetap santun-lembut menghadapi cobaan dan selalu berbagi kabaikan kepada banyak orang.

  7. Kemampuan ini membuat kita lebih cerdas, fokus bagus, mampu beradaptasi dan menambah bijak.

    Jika saja anda terbiasa melakukan aktivitas fokus kepada Tuhan di segala waktu niscaya hidup ini tidak lagi dilalui dalam kebodohan melainkan mampu tampil bijak di dalam segala sesuatu.

    Harap di ingat bahwa bijak itu memang bisa dipelajari lewat berbagai-bagai buku dan literatur yang tersedia disekitar anda. Tetapi hal yang paling besar membuat manusia bijak adalah saat ia “mampu belajar dari kesalahan yang dilakukannya.” Jadi kami tidak menyuruh anda untuk melakukan dosa biar semakin bijak melainkan lakukanlah kebaikan dan berkorbanlah. Ditengah-tengah kebaikan/ kasih yang kita lakukan pastilah ada kesalahan kecil yang bisa diabaikan dan kesalahan besar yang harus segera diubah. Bijaklah memilah-milah semuanya itu teman….

    Jadi anda tidak perlu segan ala malu-malu kucing  untuk mengubah lagu populer menjadi lagu rohani sendiri. Sebab aktivitas ini membantu memberi anda energi agar tetap berpikiran positif dan semangat dalam berbagi kasih dan menghadapi ujian kehidupan hari demi hari.

Kami sendiri senang saat ada orang-orang sekitar yang menyanyikan atau memutar lagu populer. Kami mengikuti nadanya saja lalu sedikit menggerakkan kepala/ tangan/ kaki/ badan untuk menikmatinya sembari mengadaptasi lagu tersebut menjadi puji-pujian bagi Allah kita. Itu seolah menginspirasi kami untuk mengubah syairnya menjadi lagu rohani di dalam hati. Jika anda mampu menekuni aktivitas ini hari demi hari maka dimanapun, kapanpun dan situasi apapun yang dihadapi sanggup dinikmati dengan senyuman yang mendatangkan kelegaan, kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman dari waktu ke waktu.

Salam terindah!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.