Ekonomi

7 Potensi Campur Tangan Asing Terhadap Indonesia

Potensi Campur Tangan Asing Terhadap Indonesia

Di era globalisasi seperti sekarang ini, rasanya sulit untuk tidak melibatkan negara lain untuk turut serta dalam perkembangan negeri kita, Indonesia. Campur tangan semacam ini jelas selalu ada sebab mustahil TNI/ Polri disiagakan disetiap pos-pos perbatasan, disetiap wilayah, disetiap kelurahan, disetiap desa dan disetiap dusun. Bahkan kalau dihitung-hitung secara kalkulasi nasional jumlah pegawai pemerintah di Indonesia hanya berada pada kisaran 1% saja. Dari sini saja jelaslah bahwa angka yang kecil ini berpotensi menyebabkan kerugian.

Bahasa kasarnya, orang yang siap mati untuk negara hanya ada satu persen saja

Satu persen saja yang pro pemerintah di negara ini, artinya dari jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 261.1 juta jiwa, hanya ada 2,611 juta jiwa saja sebagai pengikut setia alias bawahan yang loyal. Sedangkan 99% jumlah lainnya beresiko tinggi diperalat/ dicekoki oleh bangsa asing. Mengapa kami menyampaikan hal yang seperti itu? Bukan kami menggentarkan pemerintah tetapi jika dihitung-hitung secara kasarnya, loyalis setia, selalu dirawat dan dipelihara hidupnya oleh negara hanyalah para pegawainya sendiri sedangkan masyarakat banyak yang jumlahnya masih ratusan juta jiwa itu kehidupannya masih terlantar.

Pihak asing selalu bisa memanfaatkan kemiskinan

Disinilah potensi besar campur tangan asing masuk dan merasuk di dalam negeri kita untuk merong-rong sekaligus menciptakan musuh dalam selimut. Mereka memanfaatkan orang-orang yang hidupnya terlantar dan terabaikan. Coba sesekali anda tolong orang yang sedang dalam kesusahan, pastilah orang tersebut mau saja saat disuruh untuk melakukan apa saja seperti yang anda instruksikan. Demikian jugalah orang dari negara lain memanfaatkan oknum yang cerdas tapi terabaikan oleh pemerintah untuk menjadi pesuruh, kaki tangan dan bawahannya.

Teknologi informasi adalah kunci dan awal masuk mereka

Ada tidaknya campur tangan/ bantuan pihak asing untuk Indonesia sangat tergantung dari teknologi informasi yang digunakan hari demi hari. Bisa saja, gerakan revolusi berasal dari sana hanya saja berlangsung secara diam-diamKita terlalu sepele terhadap pengaruh internet dan mendia sosial, sadarilah bahwa mesin pencari yang kita gunakan selama ini dibuat oleh bangsa selain bangsa Indonesia. Jadi sudah pastilah bahwa aliran informasi di negeri ini berada sepnuhnya ditangan para penguasa internet dunia.

Sadarilah bahwa awal masuk negara lain ke dalam negeri ini adalah lewat sistem masyarakat yang syarat dengan kemiskinan dan pengangguran. Ketidakadilan sisem ekonomi yang sedang berlangsung adalah sasaran empuk untuk menciptakan teroris-teroris baru. Terlebih ketika kehidupan para pejabat syarat dengan hura-hura, kemewahan dan pesta pora. Ada banyak kebiasaan hidup glamour yang bisa saja dimiliki oleh oleh pejabat negeri dimana semuanya itu memicu iri hati dan kedengkian sehingga memudahkan pihak luar untuk membentuk garda perjuangan garis keras.

Campur tangan itu sifatnya relatif

Sebenarnya campur tangan asing sifatnya relatif. Mereka hanya menguasai informasi: ilmu pengetahuan plus kebenaran untuk dijadikan sebagai semangat api revolusi di negeri kita. Pihak asing memanfaatkan berbagai isu-isu konspirasi di dalam negeri untuk membuat hati masyarakat MUAK dan MUNTAH bahkan MEMBERONTAK akibat berbagai situasi disana-sini yang jauh dari pemeliharaan negara. Selama negara mampu menjaga stabilitas politik dan ekonomi maka selama itu pula pengaruh asing akan bisa dibendung. Akan tetapi hal-hal buruk yang terjadi dalam negeri yang ditimbulkan oleh kesewenang-wenangan niscaya akan menjadi sumbu api yang menjadi awal pemberontakan. Jadi, sekarang semuanya tergantung kepada pemerintah.

Potensi campur tangan asing terhadap gejolak permasalah di Indonesia

Sebenarnya kita tidak perlu takut dengan kekuatan asing dalam negeri ini sebab selama kita benar maka selama itu pula segetol apapun politik adu domba yang dijalankan, tidak akan mampan. Tetapi ketika hal-hal yang tidak wajar mulai terjadi dimana-mana dari berbagai daerah niscaya hal-hal semacam ini akan dimanfaatkan oleh asing untuk memicu kekacauan. Berikut beberapa potensi yang kami maksudkan.

  1. Potensi mengarahkan informasi untuk kepentingan sempit.

    Bila kita cari tahu lebih detail, “siapakah penguasa informasi?” Jelaslah bahwa penguasanya adalah orang asing: Yahudi, Amerika, Inggris dan negara-negara sekutu lainnya. Mereka tidak mau bermain di daerah hoax sebab pemberontakan yang dimulai berdasarkan kepada kabar hoax tidak akan bertahan lam.

    Para penguasa informasi lebih memilih untuk sabar menunggu sampai ada kejadian yang benar-benar diluar moralitas. Ketika kejadian semacam ini muncul di permukaan maka penguasa internet dan media sosial akan mengebom berita tersebut sehingga di-like, comment dan share kepada puluhan ribu akun diseantero negeri.

  2. Ketidakadilan negara.

    Negara yang tidak adil dalam membagi jatah kekayaan kepada seluruh masyarakat. Isu semacam ini sangatlah mudah disebarkan oleh asing untuk menciptakan semacam rasa ketidakpeduliaan terhadap berbagai gerakan/ tindakan/ keputusan pemerintah terhadap warga negara. Kesenjangan sosial yang begitu kuat akan dijadikan sebagai alat untuk mengawali kebencian masyarakat kepada negaranya. Ini adalah cikal-bakal pemberontakan yang kelak akan berlangsung diseantero negeri. Sebab Pancasila dengan jelas mengamanatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila ke lima).

  3. Perilaku para petinggi yang amoral dan melanggar aturan.

    Sikap hidup para pejabat seharusnya bisa dicontoh oleh masyarakat luas. Orang-orang yang bisa membawa contoh yang baik bagi masyarakat akan membuat rakyat yang 99% lainnya akan tetap setia kepada pemerintah. Akan tetapi ketika para petinggi menunjukkan moralitas miring di depan publik, misalnya korupsi, pornografi, narkoba, seks bebas, amarah yang membabi buta dan lain sebagainya. Alhasil sikap amoral dan melanggar aturan semacam ini membuat pendukung pemerintah tok hanya 1% doang. Sedangkan orang-orang yang menginginkan agar penguasa segera lengser kira-kira 90% lebih. Dari sini saja jelaslah bahwa sikap pejabat yang tidak bisa jadi panutan akan melemahkan dukungan rakyat bahkan menghasilkan pemberontakan pula.

  4. Kebiasaan para pejabat yang hidup glamour jauh dari kehidupan masyarakat yang apa adanya bahkan melarat.

    Hidup mewah-mewahan jelas sangat merusak lingkungan. Sedang kita tahu semuanya bahwa tumbuhan dan pepohonan hijau adalah “The Guardian” yang dianugrahkan Tuhan dalam kehidupan kita. Cepat atau lambat kemewahan hidup yang berlebihan adalah pemicu utama bencana alam. Jika masyarakat luas yang hidupnya hanya mengandalkan perlindungan alamiah tahu (menyadari) bahwa ternyata selama ini yang membuat kehidupannya semakin tidak nyaman adalah para pejabat yang suka menghambur-hamburkan uangnya dan melakukan pesta pora setiap bulannya. Niscaya, dukungan masyarakat yang 99% akan berbalik arah menentang pemerintah yang dimulai dari angka kecil. Tatkala perilaku aparatur negara tidak kunjung berubah, lama-kelamaan dukungan yang berupa kelompok kecil ini terus berkembang hingga 90% masyarakat siap sedia melakukan revolusi.

  5. Konspirasi yang dilakukan pengusaha dan pemerintah.

    Seluruh rakyat Indonesia mengehendaki berlangsungnya pemerintahan yang jujur, adil dan berintegritas di segala lini/ bidang kehidupan dan segala waktu. Tetapi kadang kala, oknum tertentu bersama pengusaha swasta melakukan praktek-praktek konspirasi yang merugikan rakyat secara diam-diam. Apabila modus konspirasi semacam ini terungkap dan terbongkar di publik niscaya akan menjadi berita utama/ trending topik di berbagai media dan jejaringan sosial. Keadaan ini secara tidak langsung menciptakan gelombang kebencian yang bisa berujung pada pemberontakan dan terorisme.

  6. Kemelaratan ekonomi.

    Kesusahan akonomi adalah kesempatan jitu yang akan digunakan oleh asing untuk membuat hati rakyat berbalik memberontak. Malahan yang terjadi, rakyat lebih loyal kepada pemimpin pemberontakan tersebut yang jelas-jelas memenuhi kebutuhan hidup mereka hari lepas hari.

    Keadaan ini seperti kejadian di Timur Tengah dimana pemerintahan yang serakah menampung semua uang negara bagi kepentingan pribadi dan keluarganya semata. Sedangkan di luar sana masih banyak rakyat yang tidak memiliki pekerjaan, terlantar dan terabaikan. Orang-orang semacam inilah yang digunakan oleh pihak asing. Kebutuhan hidup mereka akan dipenuhi sehingga lebih loyal terhadap pemimpin pemberontak ketimbang terhadap negaranya sendiri (pemerintah yang berkuasa).

  7. Pelanggaran hak asasi manusia.

    HAM adalah isu yang sangat santer untuk dibicarakan. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi bisa saja menggunakan power yang dimilikinya secara membabi muta sehingga mengorbankan oknum tertentu. Isu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah inilah yang akan dipreteli oleh media asing dan jejaringan sosial untuk menciptakan kebencian terhadap para pejabat yang bermain dalam aksi tersebut. Jikalau pelanggaran HAM ini dibiarkan begitu saja maka dengan sangat mudah rakyat yang 99% akan dihasut. Terlebih ketika ada banyak pelanggaran dan kerugiaan yang dilakukan oleh pemerintah. Juga karena tokoh yang menjadi korban adalah orang yang populer dintara masyarakat luas.

Hitung-hitungannya adalah orang-orang loyalis pemerintah sebanyak 1%. Mereka setia karena kehidupannya ditopang dan dipelihara oleh negara. Sedangkan orang-orang yang 99% lainnya kemungkinan bisa pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah. Tetapi, mengapa pemerintah hanya menjamin kehidupan 1% rakyat saja jikalau 100% juga bisa. Seharusnya, bila para petinggi negeri ini mau berjalan aman maka angka yang seratus itu akan dicapai cepat atau lambat. Satu-satunya sistem pemerintahan yang menjamin hal tersebut adalah sosialis sedang sistem kapitalis cenderung menginjak yang 90% lebih kehidupan rakyat demi kepentingan segelintir orang (1% saja). Jadi bisa dikatakan bahwa campur tangan asing dari negeri ini akan benar-benar bersih jika seluruh rakyat dipelihara kehidupannya oleh negara. Tetapi selama negara tidak mampu memenuhi hal tersebut maka selama itu pula potensi lahirnya pemberontakan dan terorisme (pengkhianat) akan terus berlanjut.

Salam, kesetaraan jalan perdamaian abadi!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.