Cerpen

+10 Dampak Negatif Film, Sinetron, Drama, Musik, Lagu, Tari Dan Karya Seni Lainnya


Bahaya dan Dampak Buruk Film, Sinetron, Drama, Musik, Lagu, Tari Dan Karya Seni Lainnya

Manusia sejak dari awal telah banyak mengalami masalah. Salah satu persoalan mendasar dari dalam diri manusia itu sendiri adalah hawa nafsunya yang selalu ingin lebih dan tidak pernah puas. Keinginan semacam ini memang pada awalnya baik karena membuat seseorang berjuang dengan sungguh-sungguh. Kerja keras untuk kehidupan yang lebih dan lebih baik lagi. Memang saat pertama-tama, motovasi ini terkesan bagus adanya.  Tetapi lama kelamaan akan mengarahkan kehidupan seseorang pada berbagai-bagai hal buruk lainnya. Sehingga pada satu titik ia akan menyebabkan kerugian bagi orang lain, diri sendiri bahkan lingkungan sekitar.

Orang suka berimajinasi lalu memikirkan dirinya lebih baik, lebih unggul dan menang dari sesamanya (arogansi)

Dalam rangka memfasilitasi hasratnya yang begitu tinggi akan banyak hal, manusia mengupayakan atau lebih tepatnya mengkondisikan kehidupannya ke dalam imajinasi yang dihasilkan oleh pikirannya sendiri. Pikiran melakukan berbagai-bagai manuver cantik yang menghasilkan khayalan entah berantah. Pada dasarnya semua angan-angan ini berlangsung untuk menjawab keinginan hatinya tentang hal-hal yang lebih. Jadi, hati yang selalu ingin lebih, ingin unggul dan ingin menang alias arogansi inilah yang menjadi pemicu kuat sehingga kita terus berkhayal dari waktu ke waktu.

Aktivitas otak yang tinggi kalau tidak diarahkan akan berujung pada angan-angan yang tidak jelas

Alasan utama manusia terus hidup dalam imajinasi adalah untuk menjawab aktivitas otak yang tinggi. Diantara semua organ dalam tubuh manusia, otak adalah komponen yang paling aktif bekerja selama 24 jam dalam seminggu. Tidak pernah berhenti sedetikpun untuk memberi perintah ke berbagai organ lainnya lalu menjaga keseimbangan berbagai zat di dalam tubuh. Sekalipun kita sedang tertidur, tetap saja ada instruksi dari otak untuk membuat organ vital lainnya tetap aktif. Demikian halnya juga dalam berpikiri, ketika pikiran sedang kosong maka berbagai khayalan (imajinasi) akan merasuk secara otomatis sampai membuat seseorang terlena.

Orang yang kurang cerdas menikmati karya seni lalu mengkhayalkannya

Untuk memfasilitasi hasratnya terhadap sesuatu yang lebih bernilai tersebut maka seseorang sangat suka menonton televisi. Seolah-olah televisi, internet, media sosial dan berbagai-bagai media lainnya memberikan kepadanya kesempatan atau lebih tepat memberinya ide, “apa yang hendak dikhayalkan hari ini?” Setelah kami telusuri baik-baik, ternyata hasrat manusia yang tinggi untuk menonton film, sinetron, ftv, carpen, novel, roman dan lain sebagainya merupakan salah satu cara untuk menemukan ide berupa hal-hal apa saja yang hendak ia khayalkan. Dengam begitu timbul rasa senang seperti bahagia saat mengkhayalkannya karana dialah aktor penting dalam angan-angan tersebut.

Bahaya menonton film, sinetron, ftv, mendengar lagu, membaca komik, carpen, novel, roman penuh imajinatif

Karya seni itu baik asalkan kita mampu mengambil makna positif di balik semua yang kita saksikan dengan panca indra.  Tetapi keadaan akan memburuk ketika kita cenderung lebih suka membayangkan bahwa tokoh utama adalah kita lalu mengimajinasikannya di dalam pikiran sendiri. Sadarilah bahwa kebiasaan berimajinasi semacam ini membuat kita tidaklah realistis dan cenderung hidup dalam bayang-bayang yang tak pasti. Oleh karena itu, jangan dibiasakan sebab aktivitas dengan angan-angan tinggi dapat berdampak buruk bagi kehidupan ini, berikut selengkapnya.

  1. Menjauhkan kita dari Tuhan (fokus kepada Tuhan jadi tidak nyaman dan kacau).

    Saat waktu kita di depan televisi, smartphone, tablet dan berbagai-bagai media lainnya lebih banyak untuk menikmati hidup niscaya Tuhan akan menjauh. Ketika pikiran terlalu banyak didedikasikan untuk berkhayal maka dampak buruk pertamanya adalah aktivitas fokus Tuhan jadi terganggu. Jikalau biasanya dengan bernyanyi memullliakan Allah di dalam hati, ada kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman maka keadaan ini tidak bisa lagi dicapai. Angan-angan yang tinggi akan mendominasi otak sehingga rasanya lebih bahagia mengkhayalkan hal-hal yang ajaib daripada memuji-memuliakan Tuhan di dalam hati.

  2. Membuat terlena hingga ketergantungan.

    Saat seseorang terlalu asyik menonton film barat maupun lokal, sinetron, ftv, mendengar lagu romantis, mosik hot dan lain sebagainya karya seni. Kebiasaan ini cenderung membuatnya terlena hingga lupa waktu untuk berdoa, belajar, mengerjakan PR, membersihkan rumah dan menyelesaikan pekerjaan lainnya. Bahkan ketika seseorang sudah terlanjur candu dengan sesuatu maka saat dia diganggu dari aktivitas tersebut, temperamen akan meledak, amarah meluap bahkan berujung anarkis. Oleh karena itu, batasi aktivitas ini teman. Kami sendiri maksimal menonton film hanya 1 sampai 2 film saja. Selebihnya lanjutkan besok atau di hari yang akan datang.

  3. Membuat seseorang lebih suka berkhayal – berimajinasi.

    Seperti kami katakan pada tulisan sebelumnya, bahwa gunakanlah imajinasi anda untuk menghasilkan karya seni yang nyata. Jika anda hanya sekedar berkhayal-khayalan tidak jelas maka lebih baik fokuskan pikiran untuk senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan atau menyibukkan diri dengan berbagi kasih (lewat pekerjaan atau belajar bersama). Ketahuilah bahwa khayalan beresiko menjadi fatamorga yang membuat kita lupa diri.

  4. Moralitas buruk.

    Biasanya sikap seseorang menjadi buruk karena meniru aktivitas dalam karya seni yang menurutnya bagus, nyatanya bertentangan dengan norma yang berlaku. Bisa juga, sikap seseorang memburuk karena tidak mampu lagi berkonsentrasi pada hal-hal yang baik (misalnya fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja). Ini disebabkan oleh aktivitas menikmati hidup yang over dosis. Saat, seperti inilah temperamen seseorang menjadi buruk dan sikap amburadur.

  5. Membuat mimpi buruk.

    Saat menonton film pahlawan super, kita membayangkan bahwa itulah diriku. Ketika menyaksikan film Korea super romantis, kita berangan-angan, itulah diriku. Begitu melihat film horror, ketakutan selalu menghampiri diri ini. Kita terus membayang-bayangkan bahwa diri ini sebagai korban disana yang sangat mengerikan. Kita cenderung bermimpi bahwa diri inilah anak muda dalam film horror tersebut tetapi tetap saja bulu kudu merinding ketakutan karenanya. Kebiasaan kita yang suka berkhayal juga memudahkan hal-hal buruk dari luar merasuk dalam tidur panjang yang dilalui.

  6. Tidak mampu lagi menerima kenyataan.

    Takutnya, karya seni yang ditonton dan didengar membuat kita berpikir bahwa kitalah tokoh utama dari film/ sinetron/ cerpen/ komik/ novel dan lain sebagainya. Karena terlalu banyak mengimajinasikan bahwa: kita adalah superhero, penyelamat gadis-gadis, pemimpin yang paling disegani, orang yang sangat romantis, punya istri/ suami super tampan juga populer, punya banyak kekayaan, memiliki banyak mobil, mampu membuat alat canggih, mata-mata yang meringkus penjahat kelas dunia dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa aktivitas semacam ini benar-benar merusak otak kita. Memang saat berimajinasi kita bisa jadi apa saja tetapi bagaimana jadinya saat kita diperhadapkan dengan kenyataan yang tidak selalu baik?

  7. Beresiko mengalami kekecewaan.

    Mereka yang terus hidup dalam mimpi indah, cenderung berpikir bahwa hidup ini juga selalu indah. Berharap bahwa apa yang kita alami selalu yang baik dan enak. Padahal semuanya itu hanyalah imajinasi belaka sedang kenyataan tidak melulu seperti itu. Bahkan terkadang masalah yang datang bertubi-tubi membuat kita semakin kecewa. Rasa kecewa yang dibentuk membuat kita semakin tidak mampu mengendalikan diri untuk melakukan hal-hal yang buruk.

  8. Membuat anda enggan berkorban apalagi menderita.

    Saat menonton sebuah film, apalagi film romantis dari Korea, pastilah hati sangat senang lalu membayangkan bahwa kitalah pemeran utama dalam acara tersebut. Hati ini jadi berbunga-bunga karena menyaksikan akhir cerita yang indah “full romantics.” Kita hanya fokus pada akhir ceritanya saja sedang melupakan pahitnya hidup yang dialami oleh tokoh utama. Karena begitu terlena membayang-bayangkan yang indah-indah di dalam hati maka tepat saat kenyataan memposisikan diri ini untuk menderita, kita langsung menolak dan memberontak terhadapnya. Karena hanya fokus mengkhayalkan bagian akhir yang indah saja maka diri ini cenderung enggan untuk berkorban demi kebaikan orang lain atau lebih tepatnya demi kebaikan bersama.

  9. Gila pujian dan popularitas.

    Kita berpikir bahwa kisah hidup ini akan sebagus akhir cerita dalam film tersebut. Berharap bahwa semuannya indah dan begitu memposona. Lalu berharap bahwa demikian populernyalah juga hidup kita. Kita berharap dipuja-puji orang saat melakukan kebaikan padahal tidak semua kebaikan kita ditanggapi baik melankan terkadang ada juga yang mengabaikannya.

  10. Mendorong orang untuk tetap menjadi kanak-kanak yang tidak mau dewasa.

    Ketika kita hanya suka menikmati hidup dengan duduk santai di depan layar kaca seharian penuh. Lalu malamnya berimajinasi memimpikan bahwa kitalah tokoh utama dalam kisah tersebut, orang yang super kuat, super romantis, super keren dan lain sebagainya. Sadarilah kebiasaan yang hanya memikirkan hal yang indah-indah ini cenderung membut anda tidak akan pernah dewasa. Pikiranmu akan tetap kerdil seperti anak kecil yang enggan untuk berkorban demi kepentingan bersama dan tidak siap menderita demi kebaikan di masa depan.

  11. Membuat anda menghancurkan diri sendiri.

    Orang yang hidup dalam bayang-bayang sudah jelas akan lebih sering mengalami kekecewaan terlebih ketika ia menyadari bahwa kenyataan hidup tidak selalu menyenangkan. Karena tidak mampu menerima kenyataan dan tidak siap untuk menderita, sikawan lebih suka menghancurkan diri sendiri: merokok, mabuk-mabukkan, pesta seks, nge-drugs (narkoba) dan lain sebagainya. Semuanya pelarian ini membuatnya mengakhiri hidup dengan sia-sia.

  12. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

—–=#=—–

Tahukah anda, apa perbedaan antara realitas film dan realitas Tuhan? Film, sinetron, ftv, drama Korea, lagu, musik dan karya seni duniawi lainnya dibuat berdasarkan hasil reanimasi logis dari imajinasi manusia. Kejadiannya memang masuk akal atau hampir masuk akal tetapi belum tentu ditemukan dalam kehidupan nyata. Sekalipun ada cerita yang diangkat dari kisah nyata, tetap saja itu sudah didramatisir terlebih dahulu. Sedangkan realitas Tuhan adalah semua yang bisa kita citrakan dengan panca indra ini, semuanya itu adalah bagian dari ciptaan Tuhan. Jika mau merasakan kehadiran Tuhan, maka biasakanlah diri memuji dan memuliakan nama-Nya. Kebiasaan ini mempertemukanmu dengan kedamaian sekalipun di tengah goncangan, itulah REALITAS TUHAN.

—–=#=—–

Manfaatkan karya seni yang anda saksikan sebagai motivasi diri agar lebih dekat dengan Tuhan (berdoa, membaca firman, memuliakan nama-Nya) dan lebih banyak melakukan kebaikan (lewat pekerjaan, bakat, pelajaran yang ditekuni). Hindari mengkhayalkan berbagai karya seni yang ditonton dan didengarkan terebut secara terus-menerus. Sadarilah bahwa mengimajinasikan yang indah-indah memang awalnya baik tetapi segera akan membawa dampak buruk dalam kehidupan anda setelah mengetahui bahwa kenyataan sungguh jauh berbeda dengan khayalan. Sekali lagi kami tegaskan, jawablah aktivitas otakmu yang tinggi dengan senantiasa bernyanyi memuliakan Tuhan dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain (lewat pekerjaan, potensi dan pelajaran yang digeluti).

Salam realitas kehidupan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s