Kesetaraan Manusia

Sosialisme Kristen (Prinsip Kristen Sayap Kiri) Bukan Komunis, Menunggu Kapitalis Melakukan Kesalahan (Menuhankan Diri & Mengeksploitasi Manusia Demi Kepentingan Pribadi (Kelompok)


Sosialisme Kristen (Prinsip Kristen Sayap Kiri) Bukan Komunis, Menunggu Kapitalis Melakukan Kesalahan (Menentang Tuhan Dan Mengeksploitasi Manusia Demi Kepentingan Pribadi (Kelompok)

Kristen Sejati – Sistem pemerintahan sangat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat termasuk didalamnya adalah kehidupan orang-orang kristen. Ada begitu banyak sistem pemerintahan di dunia ini, sayang dari semuanya itu ada beberapa diantaranya yang meniadakan Tuhan didalamnya dan yang lainnya hanya berusaha mengeksploitasi sesama manusia demi kepentingan pribadi dan kelompok semata. Keadaan ini jelas-jelas bertentangan dengan prinsip dasar kekristenan seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi manusia. Seperti yang pernah dikatakan Yesus.

(Matius 22:37-40) Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Pengertian

Menurut KBBI (Luar Jaringan), sosialisme adalah ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yang berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara. Sedangkan sosialisme kristen adalah paham kenegaraan dan ekonomi yang mengusahakan agar segala sumber daya yang ada merupakan milik bersama. Kekristenan menganggap negara sebagai kumpulan aturan yang menjunjung tinggi kesetaraan pengetahuan (pendidikan), pendapatan (gaji) dan kekuasaan. Sama halnya dengan Alkitab (firman) yang adalah Tuhan sendiri. Dimana didalamnya berisi kebenaran yang terdiri dari aturan berbagai-bagai hal. Demikian juga negara yang menjunjung tinggi aturan yang berkeadilan sosial adalah Tuhan sendiri.

Mengapa hanya ketiga hal ini yang harus disetarakan? Mengapa tidak menyetarakan semuanya atau menyamakan semuanya? Alasan pertamanya adalah karena ketiga hal ini adalah kekuatan (power) yang bisa mengendalikan semuanya. Ketika ini disetarakan maka yang lainnyapun akan secara berangsur-angsur ikut kedalamnya. Faktor keduanya, karena tiga kekuatan ini beresiko tinggi mengendalikan manusia dan merusak tatanan sosial bermasyarakat (mengacau-balaukan). Yang terakhir adalah karena ketiga hal ini bisa menjadi sarana penyaluran sikap arogansi yang menjadi inti dan awal mula dari semua kesalahan manusia.

Sosialisme Kristen adalah suatu bentuk sosialisme religius yang berdasarkan pada pengajaran Yesus dari Nazaret. Banyak kaum sosialis Kristen yang meyakini kapitalisme sebagai pemberhalaan dan berakar pada keserakahan atau ketamakan, yang dipandang sebagai dosa berat oleh sejumlah kalangan Kristen.[1] Kaum sosialis Kristen mengidentifikasi bahwa penyebab ketidaksetaraan adalah keserakahan yang mereka kaitkan dengan kapitalisme (id.wikipedia.org). Simak juga, Potensi anti kristus disekitar kita.

Sayap kiri atau kanan?

Sebenarnya, dalam paham sosialis dimana semua manusia sama, kita tidak perlu mempetak-petakkan diri atau memisahkan diri dari kehidupan masyarakat lainnya. Sadarilah bahwa keadaan ini cenderung mendorong sikap individualisme yang menjadi ciri khas masyarakat kapitalis. Bila kembali lagi dipandang secara nilai-nilai yang alkitabiah maka sosialisme pada hakekatnya termasuk dalam sayap kanan karena sangat dekat dengan ajaran kristen itu sendiri. Tetapi karena sayap kanan Amerika menentang komunisme termasuk didalamnnya adalah sosialisme maka kita berada dalam sayap kiri. Sekalipun demikian, paham/ aliran ini tidak sama dengan paham komunis.

Prinsip sosialisme kristen

Menurut KBBI (Offline), prinsip adalah asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya); dasar. Kita harus memilikinya untuk mempertegas dan memantapkan langkah untuk mencapai masyarakat yang damai dan sejahtera. Berikut akan kami berikan beberapa gambaran dari prinsip-prinsip yang kita miliki.

  1. Menjunjung tinggi kebersamaan.

    Inti dari sosialisme adalah kebersamaan. Kita hidup bersama dengan orang lain bukan tanpa aturan melainkan ada sekumpulan aturan yang menjunjung tinggi keadilan sosial untuk mewujudkan cita-cita bersama. Aturan tersebut adalah undang-undang dimana semuanya berasal dari dasar negara (Pancasila) yang adalah negara itu sendiri.

    Seperti ada tertulis.
    (Kisah Para Rasul 2:44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

  2. Menjunjung tinggi kesetaraan antar seluruh umat manusia.

    Manusia sosialis meyakini bahwa ada Tuhan dan Tuhan ada di dalam negara yang kita miliki. Ciri khas utama yang menyatakan bahwa ada Tuhan di dalam negara adalah ketika peraturan yang menyusun suatu negara menjunjung tinggi keadilan sosial alias kesetaraan bagi seluruh umat manusia. Baca juga, Keadilan sosial menurut Alkitab.

    Seperti ada tertulis.
    (Matius 5:45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    (Imamat 19:34) Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.

    Menjunjung tinggi kesetaraan antar pekerja: bandingkan dengan Matius 20:1-16.

  3. Mengedepankan manajemen sumber daya demi keseimbangan alam.

    Di dalam masyarakat kapitalis, setiap individu/ kelompok diberikan kebebasan yang seluas-luasnya dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Keadaan ini cenderung membuat para pemilik modal dan penguasa cenderung mengeksploitasi alam secara besar-besaran sehingga mengganggu keseimbangan alam. Kejadian yang sama juga dijumpai dalam hal pemanfaatan teknologi mesin dimana orang-orang yang kaya-raya bebas menggunakan uang untuk mengoperasikan mesin sekaligus memboroskan sumber daya. Keadaan ini cenderung mempertinggi angka polusi sehingga mengganggu keseimbangan alam yang berujung pada bencana alam dan kelangkaan BBM.

    Orang kristen bukan tidak boleh menggunakan sumber daya alam dan teknologi melainkan silahkan saja asalkan aktivitas tersebut diperlukan untuk kepentingan bersama dan tidak menyebabkan kelangkaan BBM (karena terlalu boros). Minyak bumi memang selalu tergantikan hanya saja apakah kecepatan ladang minyak untuk beregenerasi sudah seimbang dengan kecepatan konsumsi masyarakat?

    Kita harus memahami bahwa alam semesta termasuk bumi ini telah diciptakan secara seimbang oleh Allah. Gangguan keseimbangan alam yang ditandai dengan bencana adalah pertanda bahwa kehadiran kita telah merusak tatanan ciptaan Allah. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya harus dilakukan secara merata dan bila tidak memungkinkan maka akan dilakukan secara bergilir hingga semua mendapatkannya. Bacalah, Penyebab pemanasan global.

    Berikut firman tentang kesempurnaan ciptaan Allah.
    (Kejadian 1:31) Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

  4. Semua hal yang kita miliki adalah pinjaman, tidak ada milik pribadi.

    Segala harta yang diperoleh selama kita hidup, hanyalah pemberian negara terhadap hasil jerih lelah kita. Gunakan dan belanjakan itu sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan apa yang dikehandaki hatimu. Tetapi begitu kita meninggal dan tidak ada lagi keluarga yang tersisa maka semua harta benda, kekayaan termasuk tanah dan rumah akan menjadi milik negara.

    Jika yang masih tertinggal adalah seorang anak kecil maka kehidupannya akan ditanggung negara. Sedangkan saat anak tersebut sudah dewasa, mandiri dan berkeluarga maka ia akan memulai dari awal lagi. Mengapa harta warisan orang tua tidak dititipkan kepada anak? Karena saat jumlah harta tersebut terlalu besar maka anak berpotensi malas-malasan dan tidak mau bekerja kelak. Tetapi ketika seorang anak kembali memulai dari nol maka disanalah mental kepribadiaannya akan bertumbuh.

    Seperti ada tertulis.
    (Imamat 25:23) “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.

    Lagi Tuhan Yesus sendiri tidak memiliki apa-apa selama di bumi.
    (Matius 8:20) Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

  5. Anak muda harus lebih gigih bekerja keras.

    Beban kerja orang muda harus lebih besar daripada beban kerja orang yang sudah tua. Ini dilakukan karena pekerjaan adalah salah satu cara untuk mencerdaskan manusia baik secara emosional maupun secara intelektual juga spiritual.

    Seperti ada tertulis.
    (Ratapan 3:27-30) Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya. Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya. Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan. Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.

  6. Menjunjung tinggi demokrasi kerakyatan dan demokrasi Tuhan.

    Pemilihan pemimpin di setiap instansi (wilayah kerja) harus dilakukan oleh orang-orang yang bekerja disana. Setelah diperoleh dua nama yang paling banyak dukungannya maka kedua pihak ini akan diperhadapkan dalam undian. Pemilihan pemimpin tidak boleh dilakukan oleh orang yang lebih berkuasa (dari atas ke bawah) melainkan semuanya harus melalui demokrasi rakyat yang diakhiri dengan demokrasi Tuhan.

    Seperti ada tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:15-26.
    (Kisah Para Rasul 1:26) Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

  7. Menerapkan ekonomi sandiwara.

    Jika kembali mengamati struktur Alkitab maka disana akan kita temukan berbagai hal yang jahat dan baik berpadu jadi satu sehingga semuanya membawa kisah yang bermakna sekaligus memotivasi pembaca. Kisah di dalam Kitab Suci memangg sudah terjadi, sedang berlangsung dan akan terjadi kelak. Semuanya ini membawa kita kepada perumpamaan yang memberi makna kehidupan. Demikian juga jaman sekarang manusia kreatif yang bekerja dengan otaknya akan diberdayakan untuk membuat ilustrasi: lagu, musik, sinetron, film, kartun dan lain sebagainya. Pendapatan pekerja seni yang menggunakan otak tetap sama dengan orang yang menggunakan otot hanya saja para pekerja otak tidak terikat dalam sistem kerja terjadwal melainkan mereka benar-benar bebas bekerja dimana saja mencari inspirasi.

    Saat jumlah manusia bertambah banyak maka pekerjaan yang dilakukan juga semakin mudah. Keadaan ini cenderung membuat beberapa orang menganggur. Oleh karena itu, memberikan mereka pekerjaan dengan memberlakukan pekerjaan sandiwara (misalnya membongkar dan menyusun ulang).

Dampak tertinggi kebebasan ekonomi ala kapitalis bencana alam hingga kecanduan akan BBM

Pada dasarnya perekonomian kapitalis memberi kebebasan penuh terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia. Akibatnya, keadaan ini mengganggu keseimbangan alam. Seperti yang kami sampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa, bumi ini terdiri dari komponen penyerap dan pemancar panas. Selain itu, jumlah polutan di atmosfer juga harus dipantau ketat sebab mesin berteknologi yang membuang asap yang mengandung mineral logam dan karbon menjadi konduktor panas yang membentuk debu mikro dan membuat suhu lingkungan semakin panas. Keadaan ini akan berujung pada bencana, yaitu meningkatnya suhu permukaan, banjir, longsor, badai (angin kencang, topan, putting beliung, tornado dan lainnya), kekeringan, fuso, kelaparan dan lain sebagainya.

Pemilik modal memanfaatkan alam dengan merusaknya yang menyingkirkan/ menyempitkan tumbuhan hijau/ pepohonan/ hutan. Keadaan ini sama saja dengan semakin menurunnya komponen penyerap panas matahari. Usaha pemilik modal untuk mengatasi hal ini memang cukup brilian, mereka menyediakan berbagai-bagai mesin berteknologi untuk membuat lingkungan sekitar kita tetap sejuk layaknya dihutan belantara. Mereka memproduksi AC, kipas, mobil, rumah mewah dan lain-lain untuk mengantisipasi keadaan tersebut. Akibatnya, selain semakin merusak alam dan menambah polusi juga berakibat pada tingginya konsumsi minyak bumi. Resikonya, kecepatan konsumsi manusia lebih tinggi dari kecepatan pemulihan ladang minyak sehingga menyebabkan kelangkaan BBM. Keadaan ini bisa saja berujung pada konspirasi yang memicu perang antar negara untuk berebut sumber daya.

Mengulas kembali sejarah awal dosa dan sistem kapitalisme yang memfasilitasinya

Bila kita kembali lagi ke belakang untuk membahas sejenak tentang kisah manusia pertama di Taman Tuhan, Taman Eden. Disinilah dosa pertama telah berlangsung sehingga kita bisa memahami bahwa sesungguhnya di dalam diri setiap orang penuh dengan arogansi. Sikap arogan ini jelas sebagai sebuah bentuk ketidakpuasan terhadap diri sendiri sehingga cenderung menginginkan lebih dan lebih lagi. Keinginan untuk lebih baik, lebih unggul dan menang dari orang lain cenderung membuat manusia tidak taat terhadap firman Tuhan.

Sedangkan sistem pemerintahan kapitalis itu sendiri cenderung membeda-bedakan manusia dalam kelas-kelas tersembunyi. Semua orang yakin bahwa kasta sosial dalam masyarakat telah lama musnah tetapi itu hanya tampak dari luarnya saja. Sistem kelas yang mereka ciptakan memang tidak kasat mata, itu barulah disadari jikalau kita betul-betul mengamati suatu hierarki dalam sistem. Perbedaan kelas ini jelas kentara dalam perolehan ilmu pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan. Ketiga hal inilah yang berpotensi untuk dibanggakan/ ditinggikan/ dimanfaatkan salah oleh manusia sehingga dipakai untuk melampiaskan hasrat yang tinggi terhadap sesuatu dan lain hal.

Sosialis kristen tidak sama dengan komunis

Paham komunisme jelas-jelas menuntun pengikutnya untuk melakukan kudeta kepada para kapitalis yang saat itu sedang berkuasa. Tetapi sosialis kristen lebih cenderung untuk menyadarkan oknum kapitalis tentang betapa berbahayanya sistem yang mereka anut. Kita akan menjelaskan kepada mereka secara detail tentang dampak buruk dari menumpuk harta kekayaan untuk diri sendiri. Sambil-sambil disamping usaha edukasi tersebut, kita akan mengawasi sepak terjang pemilik modal di dalam masyarakat. Kaum SOSIALIS KRISTEN HARUS SABAR MENUNGGU sampai para pemilik modal terbukti menuhankan dirinya sendiri, melakukan eksploitasi terhadap manusia, melegalkan premanisme, seks bebas, narkoba, utang negara tak terbayarkan dan bencana alam yang bertubi-tubi (banjir, longsor, badai, kekeringan, fuso dan lainnya) hingga bencana kemanusiaan lainnya (kelaparan, penyakit, peperangan).

Ingatlah bahwa ajaran kristen menuntun kita untuk mengasihi manusia seperti diri sendiri, anarkisme jelas tidak mengasihi sesama. Kita hanya perlu menunggu kebobrokan kapitalis terkuak ke media. Sampai saat itu tiba jangan lupa untuk selalu menyibukkan diri dengan fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), belajar dan bekerja (sesuai kemampuan, talenta). Orang-orang sosialis juga harus tahan uji namun tetap bersikap lembut kepada masyarakat. Tidak ada satupun orang yang kita anggap sebagai musuh bebuyutan, melainkan semuanya kawan, semuanya teman. Tanpa sikap yang kuat tapi lembut maka kita sama saja dengan kapitalis yang arogan. Tetap pertahankan sikap yang tulus dan selalu cerdik dalam menghadapi segala situasi.

Kesimpulan

Sistem pemerintahan sosialisme mengedepankan azas kebersamaan yang setara. Tidak ada lagi orang yang dimanfaatkan untuk kepentingan oknum tertentu melainkan semua bekerja untuk kepentingan dan tujuan bersama. Sistem sosialis juga menjauhkan diri dari pemanfaatan arogansi manusia untuk memajukan ekonomi. Jelaslah bahwa perbedaan kekuatan yang terlalu kontras di dalam masyarakat beresiko menimbulkan reaksi iri hati dan kesombongan yang dapat berujung pada kerugian pihak lain, orang itu sendiri dan juga lingkungan hidup. Perpaduan antara pemerataan dan manajemen sumber daya akan menciptakan kehidupan masyarakat yang terus berputar sempurna dari generasi ke generasi. Tanpa ada yang harus diseleksi secara sengaja maupun secara diam-diam terkecuali ketika orang tersebut tersandung, jatuh, terkapar dan berakhir sendiri karena dosanya.

Salam, kemanusiaan yang adil dan makmur!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s