Ekonomi

11 Dampak Akibat Ketergantungan Minyak Bumi (BBM) – Untuk Apa Ekonomi Maju Tetapi Anak-Cucu Terancam Kehilangan Segalanya?

Dampak Akibat Ketergantungan Minyak Bumi - Untuk Apa Ekonomi Maju Tetapi Anak-Cucu Terancam Kehilangan Segalanya

Ketergantungan adalah salah satu bentuk masalah yang paling umum dihadapi oleh manusia di zaman sekarang. Semakin ketergantungan dengan hal-hal dunia ini maka hidup kitapun berujung untuk dikendalikan oleh dunia. Yakinlah, sekalipun dunia dengan segala gemerlapan yang ada di dalamnya menawarkan hal yang waw di awal-awal tetapi ujung-ujungnya nanti akan berakhir dengan kemunduran, kerusakan bahkan kehancuran. Akibatnya, diri sendiri akan merasakan kerugian dan orang lain turut didalamnya bahkan lingkungan sekitar juga.

Sebenarnya, bumi ini telah memiliki sumber energi utama yang selalu terbarukan hari lepas hari, yaitu matahari. Pemancar panas terbesar di alam semesta kita, menyuplai energi untuk seluruh planet, dimana reseptor penerima panas tersebut adalah klorofil. Lalu klorofil inilah yang akan memanfaatkannya untuk menyusun senyawa anorganik menjadi senyawa organik, misalnya karbohidrat, protein, lemak dan lain-lain. Proses konsumsi energi akan terus berlanjut dalam rantai makanan yang kompleks dimana manusia adalah salah satu bagian didalamnya. Setiap individu akan menghasilkan kotoran bahkan ketika tubuhnya tak bernyawa lagi semua bagian-bagian itu akan mengalami proses demineralisasi dengan bantuan mikroorganisme yang menghasilkan berbagai  gas (hidrogen, metana dan lain-lain), yaitu bahan bakar untuk matahari.

Sayang, karena begitu serakahnya kita, proses pengubahan energi ini tidak diserahkan langsung kepada alam. Melainkan beberapa pihak lebih memilih untuk menangkap energi itu dengan caranya sendiri (misalnya merawat tanaman dengan menggunakan sinar UV). Lagi-lagi, karena begitu kayanya kita, menyingkirkan berbagai-bagai tumbuhan hijau yang berperan penting untuk merawat atmosfer sekaligus menyerap sinar matahari yang jatuh ke permukaannya. Juga, terus-terulang, karena begitu manjanya kita, enggan menggunakan tenaga sendiri untuk melakukan sesuatu melainkan mempercayakan semua kepada mesin berteknologi tinggi (padahal tenaga kita diambil dari energi hijau terbarukan: tumbuhan dan hewan).

Sudah otomatis, aktivitas yang serakah dan super malas ini  (enggan menggunakan tenaga sendiri) akan berdampak pada konsumsi energi yang semakin tinggi pula. Ketika konsumsi yang tinggi sudah dibiasakan maka keadaan ini akan berubah menjadi ketergantungan yang sangat pelik, sulit ditinggalkan dan beresiko mengharuskan kita menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Keadaan ini jelas akan berdampak positif sekaligus akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Salah satu dampak negatif itu adalah terjadinya bencana alam (dimana ada bencana disitu berlangsung seleksi alam) dan  bencana kemanusiaan (perang berebut sumber daya, kelaparan akibat kekurangan BBM/ bisa juga karena bencana alam).

Akibat ketergantungan BBM (minyak bumi)

Minyak bumi adalah energi yang paling dibutuhkan di abad ini. Kemungkinan karena harganya yang masih lumayan murah dan bentuknya yang cair memudahkan transportasi juga karena keberadaannya yang cukup melimpah di alam. Pada dasarnya, konsumsi BBM yang terkendali dapat mengurangi pemakaian. Sayang, trend yang muncul di lapangan sungguh jauh berbeda. Jumlah konsumsi Indonesia terhadap minyak terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal jumlah produksi dari kilang-kilang minyak kita justru menurun dari tahun ke tahun. Pertumbuhan konsumsi minyak bumi rata-rata negara kita sebesar tiga sampai empat persen per tahun, menempatkan Indonesia menjadi negara konsumen minyak terbesar ke-14 di dunia (2011).

Berikut ini, apa saja dampak buruk dan dampak baik dari ketergantungan BBM.

  1. Kemajuan ekonomi : meningkatnya permintaan dan penawaran.

    Ini menunjukkan bahwa perputara uang di negeri kita terus meningkat dari tahun ke tahun. Semakin banyak saja orang yang sejahtera kehidupannya. Kemakmuran yang meningkat pastilah diawali dengan bertambahnya pendapatan. Saat uang di tangan seseorang meningkat maka jumlah barang dan jasa yang dapat dimiliki akan bertambah pula. Artinya, kemajuan ekonomi yang ditandai dengan penggunaan minyak bumi yang meningkat, turut pula meningkatkan jumlah konsumsi masyarakat.

  2. Penggunaan mesin berteknologi meningkat drastis.

    Orang yang memiliki banyak uang akan memenuhi rumahnya dengan berbagai-bagai mesin berteknologi tinggi. Keadaan ini juga di dorong oleh karena pengaruh iklan dari berbagai-bagai media (TV, Radio, Internet). Barang-barang mewah akan memenuhi jalanan dimana manusia enggan untuk berjalan kaki sekalipun hanya berpergian sejauh sepuluh meter dari tempatnya. Penggunaan pendingin udara, kipas angin, penerangan yang lebay (untuk hiasan) dan peralatan rumah tangga. Bahkan para kapitalis ini akan melakukan pertanian di dalam gedung yang lebih praktis, terkendali dan bebas dari yang kotor-kotor.

  3. Kerusakan hutan meningkat.

    Perputaran uang yang tinggi, jelas-jelas membuat banyak orang semakin kaya-raya. Uang yang sangat banyak ini mereka manfaatkan untuk membangun berbagai hunian mewah yang berkelas. Selain itu masih banyak lagi fasilitas yang dibangun di atas lahan yang luas sehingga menyingkirkan berbagai-bagai tanaman hijau dan hewan ke daerah pinggiran bahkan sampai hutan hilang sama-sekali. Kekayaan membuat orang semakin serakah: mereka membuat hunian dengan luas yang besar dimana didalamnya sudah termasuk lapangan, tempat olahraga, rekreasi, kolam renang dan berbagai FASILITAS PRIBADI NAN MEWAH lainnya.

  4. Pencemaran air, udara dan tanah.

    Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat banyak industri didirikan di berbagai wilayah. Akibatnya, limbah buangan industri ini akan sangat mengotori udara (polutan), perairan dan tanah. Udara tidak lagi bersih melainkan penuh dengan partikel logam yang menjadi konduktor panas sekaligus mempertipis atmosfer di wilayah tersebut. Sungai-sungat tercemar karena pembuangan limbah yang tidak dilakukan sesuai prosedur. Tanahpun sudah sangat tercemar (misal oleh pupuk kimiawi) sehingga tidak bisa lagi ditimbuhi oleh tanaman bahkan rumput saja mengering.

  5. Kelangkaan bahan pangan dan kebutuhan lainnya.

    Kemajuan ekonomi karena segalanya dikomersialkan membuat sekumpulan orang menjadi makmur bahkan berlebihan. Jumlah uang yang banyak ditangan sudah otomatis membuat mereka menjadi sangat konsumtif. Jika sifat konsumtif ini tidak terkendali, merajalela dan terus meningkat niscaya kecepatan konsumsi sumber daya lebih tinggi daripada produksi, akibatnya terjadilah kelangkaan.

  6. Bencana alam.

    Biasanya, bencana alam yang paling umum terjadi akibat penebangan hutan sembarangan adalah banjir dan tanah longsor. Selain itu badai pasti akan menyerang berbagai penjuru (topan, puting beliung, tornado dan lainnya). Selain itu, uang yang dihasilkan dari keuntungan penjualan BBM akan dimanfaatkan untuk membeli mesin berteknologi dan melakukan aktivitas/ kegiatan lebay yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jika keadaan ini tidak segera ditanggulangi maka kerusakan hutan akan memicu polusi udara yang membuat suhu lingkungan semakin panas saja. Selanjutnya yang terjadi adalah gelombang panas yang membakar kering segala makhluk diatasnya.

  7. Kelangkaan BBM.

    Kelangkaan BBM jelas membuat berbagai-bagai mesin berteknologi yang kita operasikan dengan bebas akan berhenti bekerja sebagian bahkan seluruhnya (tergantung seberapa parah kelangkaan itu). Listrik tidak ada lagi sehingga malam menjadi sangat gelap gulita dan air bersih tidak lagi mengalir ke rumah-rumah. Peristiwa kelangkaan ini akan semakin merajalela dan menggila tatkala selama ini pertanian dilakukan di dalam gedung yang membutuhkan sinar uv dan BBM untuk mengoperasikannya. Ini akan menjadi awal dari bencana terburuk dimana negeri kita kehabisan bahan pangan sekaligus energi secara bersamaan.

  8. Rakyat miskin terseleksi dan kapitalis bertahan.

    Inilah yang disebut sebagai ironi kehidupan. Ketika hampir semua bahan makanan termasuk bahan bakar minyak (BBM) berada dalam jumlah terbatas maka harga barang kebutuhan tersebut akan melambung setinggi-tingginya. Keadaan ini membuat rakyat jelata yang ekonominya lemah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga hari-harinya berakhir dalam kelaparan dan kepanasan. Sedangkan oknum kapitalis yang memiliki banyak uang akan tetap terpelihara hidupnya hingga hari akhir tiba di masa tuanya.

  9. Munculnya aksi kejahatan, pemberontakan dan terorisme.

    Kebutuhan hidup yang tidak dapat lagi terjangkau oleh masyarakat luas membuat beberapa kalangan membanting stir meninggalkan ajaran kebenaran. Mereka justru akan melakukan aksi pencurian dan penjarahan ke berbagai wilayah yang dikenal masih memiliki sumber daya tersedia. Atau mereka langsung datang untuk merampok para kapitalis yang kaya raya didaerahnya. Tidak cukup sampai disitu saja, amarah rakyat yang meluap-luap terhadap arogansi pemerintah menghasilkan aksi terorisme yang semakin meluas dari hari ke hari.

  10. Bencana kemanusiaan.

    Akan terjadi kelaparan dimana-mana sebab tanah tidak lagi memberi hasilnya karena cuaca panas yang ekstrim sedangkan pertanian di dalam gedung sudah sangat berkurang. Akan timbul penjarahan dimana-mana, orang/ kelompok yang kuat akan tetap bertahan dari apa yang dapat diperolehnya. Selain itu, muncul berbagai gerakan yang mengorbankan (membunuh secara diam-diam/ pelan-pelan) orang lain demi kepentingan sempit. Perang juga tidak akan mungkin dihindari lagi sehingga menyebabkan banyak korban jiwa.

  11. Pemerintah dan negara Indonesia tidak ada lagi.

    Ekonomi yang awalnya digerakkan oleh ketergantungan akan BBM kini sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Sebab apa yang selama ini mereka bangga-banggakan telah lama berlalu (minyak bumi) sehingga proses perdagangan sudah tidak berlangsung lagi, entah sejak kapan? Transportasi sudah lama berhenti karena BBM yang sudah sangat langka. Hanya orang-orang elit (pejabat, pemimpin dan kapitalis) saja yang mendapatkan BBM sedangkan rakyat jelata telah tercerai-berai cari selamat sendiri-sendiri.

Ketergantungan akan minyak bumi memang pada awalnya baik, akan tetapi hanya butuh beberapa puluh tahun saja hingga semuanya itu tidak ada lagi. Ini seperti makanan yang rasanya enak di dalam mulut tetapi menjadi racun pahit yang membuat perut terasa perih. Untuk apa negeri ini sejahtara oleh kemajuan ekonomi, sekarang. Sedangkan anak-cucu kita kelak terancam kehilangan segalanya. Kapitalisme jelas-jelas akan semakin memperparah kecanduan akan energi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pemerintahan yang mengedepankan kebersamaan (sosialis), kemampuan memanajemen sumber daya sekaligus pengembangan pemanfaatan energi alternatif, seperti panas bumi, angin, air, bio massa dan lain sebagainya.

Salam, Indonesia untuk masa depan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.