Negara

Negara Adalah Peraturan Sama Halnya Dengan Tuhan Adalah Firman


Negara Adalah Peraturan Sama Halnya Dengan Tuhan Adalah Kebenaran

Dalam keyakinan kristen, firman adalah titah Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dijalankan selama menjalani hidup. Pendapat ini adalah tepat, sebab bagaimana kita mengenal keberadaan Tuhan jika tidak ada yang memberitahunya lewat firman dan juga lewat kenyataan yang kita jalani hari demi hari. Jika identitas suatu negara ditempatkan pada posisi yang benar. Semuanya itu tergantung dari poin-poin aturan yang terkandung didalamnya. Sebab tanpa peraturan maka seluruh rakyat tidak mengenal apa-apa dan juga tidak akan merasakan kehadirannya.

Pengertian

Negara adalah (1) organisasi dl suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya (KBBI Luring). Merupakan organisasi terbesar dalam suatu wilayah yang diakui oleh wilayah dimana mempu memanajemen dirinya sendiri baik dalam hal pengelolaan sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

Tertulis dan tidak tertulis

Peraturan tidak pernah lepas dari negara sebab justru itulah yang membuatnya semakin kokoh. Ada dua jenis aturan, yaitu yang tertulis dan yang tidak tertulis. Apa yang tidak tertulis ini, sering kali disebut sebagai norma kebiasaan atau banyak yang mengaitkannya dengan budaya organisasi. Jika suatu aturan sudah tertulis dengan jelas. Dimana disana tertera pula sanksi dan kegunaan yang diperoleh saat melakukannya dan ada pihak/ lembaga/ kelompok/ orang tertentu yang bertugas untuk mengawasi. Disana juga termuat pihak yang menindaklanjuti hasi pengawasan dengan memberi sanksi yang jelas. Peraturan tertulis yang dijalankan, diawasi dan ditegakkan oleh lembaga tertentu disebut hukum.

Ada hukum alam dan ada hukum buatan

Ada juga yang dimaksud dengan aturan alami dan buatan. Aturan yang sifatnya alami ini, umumnya dihasilkan begitu saja lewat kebiasaan positif yang dilakukan anggota masyarakat hari lepas hari. Sedangkan peraturan yang dibuat biasanya disusun berdasarkan kepentingan dan kebutuhan umum. Ada lembaga khusus yang bertugas untuk membuat berbagai-bagai aturan ini. Mereka akan berdasarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki juga berdasarkan atas laporan masyarakat. Klasifikasi semacam ini sepadan dengan aturan tertulis (buatan) dan aturan yang tidak tertulis (alami).

Pula, ada yang mendadak

Selain itu, dalam hal peraturan suatu negara, ada juga yang dimaksud dengan aturan dadakan. Hal-hal yang ditetapkan dan diputuskan secara singkat dan segera untuk menciptakan ketertiban umum. Aturan dadakan ini bisa saja dibuat oleh lembaga/ instansi, kelompok bahkan secara personal (pribadi), asalkan tidak bertentangan dengan aturan tertulis yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hal-hal yang bersifat dadakan ini biasanya termasuk dalam aturan buatan yang sifatnya tidak tertulis.

Ada yang bersifat general dan bersifat khusus

Aturan di dalam suatu negara terdiri dari dua bagian, aturan umum dan aturan internal. Peraturan yang berlaku secara umum biasanya berlaku untuk seluruh masyarakat luas. Ini mencakup kehidupan manusia itu sendiri baik secara individu dan ada pula yang mengatur kaidah-kaidah berkelompok. Sedangkan aturan yang sifatnya secara internal, hanya mencakup orang-orang yang bertugas dalam suatu wilayah kerja/ organisasi/ instansi/ unit tertentu saja. Ada pula jenis aturan internal yang hanya berlaku saat kita berada disatu tempat/ lokasi tertentu saja. Sedang aturan internal lainnya berupa hal-hal khusus yang mencakup tugas satu-dua atau beberapa orang saja.

Negara adalah aturan yang sama halnya dengan Tuhan adalah kebenaran.

Sekarang, marilah kita bahas benar, apa inti dari ketuhanan? Pada dasarnya, inti dari keyakinan manusia (tidak hanya kristen tetapi semua agama) adalah mendekatkan diri kepada Sang Khalik dan kepada sesama manusia. Sedang semua hal-hal yang mengatur tentang ini, telah termuat dalam firman yang kita tekuni hari lepas hari. Kita juga menemukan hal yang sama pada negara, Indonesia. Dimana peraturan dasar yang dimiliki negeri ini terdiri dari jaminan kedekatan terhadap Tuhan dan sesama manusia. Sedangkan aturan tentang kedekatan antar sesama mencakup hubungan antar manusia dan cara berorganisasi.

Apa yang tertulis dan termuat dalam Pancasila sebenarnya sudah tepat adanya. Hanya saja, terkadang, kita belum sepenuhnya mengerti/ memahami nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pengalaman bertambah dan wawasanpun menjadi luas sehingga menambah pemahaman kita tentang nilai-nilai tertentu yang sudah termasuk di dalam kelima silanya. Jika kita mau belajar niscaya akan banyak pembaharuan makna yang kita peroleh untuk membuat semuanya lebih jelas dan lebih bermanfaat luas (tidak hanya demi kepentingan segelintir orang).

Kebersamaan menjadikan Indonesia

Sadar atau tidak negara adalah perwujudan dari kebersamaan seluruh anggota masyarakat. Karena memiliki suatu kesamaan rasa, baik dari sisi wilayah, bahasa, tujuan, semangat dan pengalaman yang sama maka seluruh masyarakat bersepakat untuk membentuk negara Indonesia. Organisasi sekelas Indonesia ada untuk kepentingan seluruh anggotanya bukan hanya demi kepentingan para elit/ petinggi/ pejabat/ pengusaha saja melainkan demi kepentingan semua orang yang ada terdaftar dan/ atau bermukim didalamnya.

Dampak aturan bagi masyarakat

Semua aturan di dalam masyarakat bermanfaat untuk memberi tuntunan dalam kepastian. Tanpa manfaat yang pasti maka tidak ada aturan yang benar-benar diikuti dengan sepenuh hati. Melainkan mereka cenderung memaksakan diri/ mengikutinya hanya saat hal tersebut sedang diawasi. Seharusnya aturan yang dibuat dalam pandangan yang logis (masih bisa diterima oleh akal sehat) merupakan yang dapat diikuti secara sukarela. Jadi, bisa dikatakan bahwa kunci ketulusan masyarakat dalam menjalani peraturan tergantung dari daya guna/ kebermanfaatannya. Ada tiga jenis manfaat yang bisa dirasakan lewat semuanya ini, yaitu manfaat langsung, yang akan datang dan kegunaan yang berkelanjutan.

Harap diperhatikan juga dampak setiap aturan yang ditetapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap perundang-undangan tersebut perlu di pertimbangkan baik buruknya dengan berpatokan pada masa lalu atau bepedomana pada masa depan. Bila suatu undang-undang setelah diterapkan tidak membawa kebaikan bahkan cenderung menciptakan suasana masyarakat yang tidak kondusif, alangkah lebih baik bila hal tersebut perlu dikaji ulang/ direvisi/ dibatalkan. Tindakan yang diambil sangat tergantung dari hasil penelusuran yang dilakukan sebelumnya.

Dampak setiap peraturan di dalam masyarakat harus menguntungkan seluruh masyarakat itu sendiri (kecuali yang bersifat internal). Sebab keuntungan masyarakat adalah keuntungan negara. Oleh karena itu, perlu adanya suatu proses pengkajian sebelum sesuatu di tetapkan. Tahapan peninjaun ini bisa berlangsung sebelum, setelah dan selama undang-undang tersebut ditetapkan. Ada banyak dampak aturan dalam kehidupan masyarakat, baik secara individu (psikis, materil) maupun secara sosial. Diantara semua manfaat itu ada yang mengarah kepada keuntungan dan ada pula yang mengarah pada kerugian tergantung reaksi yang mereka lakukan. Ada yang berdampak relatif dan ada pula yang berguna secara langsung juga tidak langsung.

Tidak ada negara yang sanggup bertahan dan maju tanpa kepastian hukum

Mustahil suatu negara berdiri teguh tanpa adanya aturan yang jelas. Justru peraturanlah yang mendasari, membentuk dan membangun segala potensi yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, penyusunannya harus memperhatikan kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kaidah ini disebut juga sebagai dasar negara yang mana setiap peraturan yang ada setelah itu harus sejalan dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Lewat falsafah inilah, semua cita-cita anak negeri diwujudkan.

Hukum tidak berlebihan dan tidak terlalu lemah

Kita juga harus berhati-hati dengan berbagai keadaan yang dipicu oleh aturan perundang-undangan tersebut. Sebaiknya jangan terlalu kekurangan atau terlalu berlebihan dalam cakupan yang dijangkaunya. Ciri utama ketika suatu peraturan terlalu sedikit, yakni membuat oknum atau kalangan tertentu dapat bertindak semena-mena memperlakukan sesamanya dan alam sekitar. Sedangkan ciri khas aturna yang mengindikasikan bahwa aturan yang ada terlalu berlebihan, yaitu kurang memberi kebebasan kepada individu untuk mengekspresikan diri.

Semua butuh keadilan dan kejelasan

Semakin kuat aturan yang terkandung dalam suatu negeri berarti semakin adil dampaknya bagi masyarakat. Tanpa keadilan maka ada orang yang merasa dirugikan, tidak puas hingga tidak mematuhinya secara diam-diam. Saat peraturan yang kita anut semakin jelas maka semakin banyak aspek yang diaturnya. Mustahil suatu aturan berjalan baik jika rakyat tidak memahami cara pelaksanaan, akibat dan sanksinya. Pada dasarnya, semua hal tentang ini dapat diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat asalkan mereka mampu merasakan manfaat darinya. Tetapi saat suatu aturan hanya sebuah formalitas tanpa manfaat yang jelas maka kemungkinan pelanggaran juga akan terus terjadi.

Biasanya, semakin banyak ketidakadilan dalam suatu masyarakat maka akan semakin banyak dan ribet pula aturan yang dibutuhkan untuk mengatur kehidupan anggota-anggotanya. Akan tetapi semakin adil suatu sistem dalam membagi jatah sumber daya maka semakin sedikit masalah yang mungkin timbul dan semakin sedikit pula aturan yang dikeluarkan untuk mengatur ini-itu. Keadaan ini sama juga halnya dengan pengawasan dan pelanggaran yang terjadi. Sistem yang tidak adil biasanya membutuhkan pengawasan super ketat dimana angka pelanggarannya juga tinggi. Sedang sistem yang mengutamakan keadilan sosial alias kesetaraan diantara anggotanya, membutuhkan lebih sedikit pengawasan dimana pelanggarannya juga bersifat minimal.

Tujuan dari semua peraturan yang ada

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa potensi yang harus diatur oleh negara agar tetap terpelihara, terawat dan terjamin keberadaannya terdiri dari potensi manusia dan alam sekitarnya. Hukum yang berkeadilan sosial memang menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera akan tetapi belum tentu keadaan ini bisa terjamin untuk kedepannya. Itulah gunanya seluruh kalangan bisa menyampaikan pendapatnya tentang suatu aturan sembari mencoba menelaah lebih jauh kedepan tentang dampak dari hal tersebut. Apalah gunanya kita membuat suatu peraturan jikalau hal tersebut berpotensi menyebabkan bencana alam (badai, banjir, tanah longsor, kekeringan, fuso, gelombang panas) hingga bencana kemanusiaan (peperangan, kelaparan, penyakit)?

Negara adalah peraturan. Sedang aturan itu sendiri bertujuan untuk memelihara, merawat, menjamin, mendamaikan dan mensejahterakan seluruh masyarakan. Indonesia tidak pernah didirikan untuk kepentingan satu-dua orang/ kelompok saja melainkan demi kepentingan bersama. Bila hendak membuat situasi di dalam masyarakat lebih kondusif maka perkecillah kemungkinan timbulnya reaksi antara kesombongan dan iri hati dengan memberlakukan kesetaraan untuk semuanya. Tanpa keadilan sosial, dibutuhkan biaya lebih tinggi untuk pengamanan, pengawasan dan pembuatan undang-undang. Sekalipun semuanya itu sudah diusahakan tetap saja, angka kriminalistas masih muncul juga. Oleh karena itu, kesejajaran di dalam masyarakat adalah sebuah kepastian hukum yang lebih efisien dan efektif.

Salam, negara yang kuat berawal dari aturan yang adil!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s