Lingkungan

7 Cara Membuat & Menggunakan Air Laut Jadi Pupuk Alami Untuk Tanaman Pertanian Dan Perkebunan


Air laut adalah air di laut yang biasanya mempunyai kadar garam 30—35% (KBBI Luar Jaringan). Ciri khas lautan adalah tidak bewarna tetapi berasa sangat asin. Cairan yang satu ini, telah terlarut sangat kuat dengan mineral yang disebut garam. Ini adalah senyawa esensial yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, termasuk manusia didalamnya. Tidak ada senyawa lain yang dapat menggantikan perannya dalam proses transportasi makanan dan turut menjaga stabilitas cairan tubuh. Perannya yang lain dan tidak kalah penting adalah sebagai detoks yang akan mengeliminasi berbagai jenis racun dari dalam tubuh kita.

Lautan adalah toilet

Sekalipun kita semua sudah tahu bahwa sesungguhnya lautan adalah pusat dari segala jenis sampah yang ada di dunia ini. Andai bisa diumpamakan maka beberapa media nasional menyebutnya sebagai “Toilet terbesar” di muka bumi. Bagaimana tidak, segala kotoran yang berasal dari berbagai penjuru dunia akan berakhir dilautan yang dalam dan luas. Lalu pertanyaannya sekarang, apa yang terjadi dengan semua kotoran tersebut? Ya, jika diteliti lebih lanjut maka dapat diketahui bahwa semua kotoran tersebut akan mengalami proses demineralisasi sambil melepaskan berbagai jenis gas untuk energi matahari (misal hidrogen, metana dan lainnya).

Kehidupan di bumi ini berputar-putar

Kita hidup di daratan, mengkonsumsi kebanyakan makhluk darat, mulai dari tumbuhan, hewan hingga akhirnya kembali lagi ke lautan, yakni ikan. Bila kita mengkaji semuanya itu maka akan menemukan bahwa kehidupan di dunia ini senantiasa berputar-putar. Kita mengkonsumsi sesuatu lalu membuangnya lewat kotoran (urin dan feses). Sebagian kotoran ini akan diserap oleh tanaman (pepohonan di belakang rumah) dan sebagian lagi akan dibawa lari ke selokan lalu sungai hingga sampai ke luatan untuk di demineralisasi kembali menjadi NaCl. Sedangkan, air laut akan kembali dikeringkan oleh para penambang untuk diperjual-belikan sehingga sampai ke rumah kita masing-masing sebagai garam meja/ garam dapur.

Manfaatnya menambah nafsu makan tanaman anda

Perannya yang sangat utama adalah untuk menambah rasa setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Akibatnya, seseorang yang awalnya tidak nafsu makan menjadi sangat bergairah setelah menambahkan garam dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi. Demikian jugalah perannya bagi tanaman, membuat berbagai jenis tumbuhan yang anda rawat menjadi doyan makan (mengambil unsur hara dari tanah dan menyerap karbon dioksida dari udara). Keadaan ini membuat peliharaan anda semakin subur plus bebas dari berbagai macam penyakit.

Cara membuat pupuk dari air laut

Bagi anda yang memiliki kebun dekat dengan lautan, tidak perlu lagi susah-susah untuk membeli garam yang mahal di warung. Anda bisa langsung menuju ke lautan sambil keliling-keliling cuci mata di pantai. Lihat-lihatlah disana siapa tau ada sesuatu/ seseorang yang menurut anda menarik hati. Tapi, berhati-hati jugalah, karena pasir pantai terkadang menyimpan beberapa ciri (feses). Oleh karena itu, selalu perhatikan setiap langkah kaki yang anda tapaki disana. Jangan lupa juga membawa beberapa jiregen lalu mengisinya penuh dengan air laut. Inilah yang akan kita jadikan sebagai bahan dasar pupuk dengan kualitas terbaik. Berikut ini, cara mempersiapkan semuanya.

  1. Mengumpulkan air asin langsung dari sumbernya.

    Koleksi air laut langsung dari sumbernya. Seperti yang sebelumnya kami katakan, kita bisa melakukannya dengan sengaja (langsung datang ke pantai dengan satu tujuan jelas) atau secara tak sengaja (hanya pekerjaan sambil-sambilan jalan-jalan menikmati sunset atau sunrise di pinggir pantai bersama teman-teman).

    Bila yang diambil adalah air laut ya airnya saja, jangan turut pula di bawa dengan batu karang dan pasirnya. Sadarilah bahwa batu karang sangatlah penting untuk konservasi biota laut. Jika ingin mengambil pasir, jangan melakukannya dipinggir pantai melainkan ambillah pasir yang terdapat di sekitar muara sungai yang menuju ke lautan luas. Pasir laut sebagai pupuk memang bagus untuk memperkaya tanah pertanian di tempat anda asalkan diambil dari muara sungai.

  2. Bedanya air asin dengan air garam isotonik.

    Jika biasanya anda menggunakan pupuk cair dengan memanfaatkan garam isotonik (menambahkannya sebanyak 9 gram per liter) maka air asin ini jauh dari keadaan isotonik. Ketahuilah bahwa kandungan garam lautan adalah 3 – 3,5%. Sedangkan pemberiannya pada makhluk hidup harus selalu diusahakan isotonik (0,9%). Jadi saat menggunakan air laut yang perlu dilakukan adalah pengenceran (3,5 >> 0,9 = 4) sebanyak empat kali.

  3. Cara penggunaan I PENGENCERAN

    Tetap simpan air laut yang anda peroleh dalam jeregen/ ember/ wadah khusus lainnya. Setiap kali, menggunakan pupuk pada tanaman selalu encerkan dengan perbandingan 1:4 (satu bagian air laut dan empat bagian air tawar).

  4. Cara pemakaian II TANPA PENGENCERAN

    Metode ini berbeda dari sebelumnya: jika sebelumnya kita mengencerkan pupuk cair dari air laut terlebih dahulu maka sekarang yang dilakukan adalah mengurangi jumlah pupuk yang diberikan pada tanaman hingga empat kali lebih kecil dari sebelumnya.

    Jika biasanya anda memberikan pupuk cair isotonik sejumlah 4 bagian untuk setiap tanaman maka saat menggunakan air laut asli, anda lantas mengurangi jumlahnya menjadi lebih sedikit, yaitu hanya satu bagian saja. Artinya, saat menggunakan air laut secara langsung pada tanaman maka jumlah yang diberikan hanyalah ¼ dari jumlah biasanya.

  5. Cara pemakaian III TANPA PENGENCERAN

    Jika pada metode sebelumnya yang dilakukan adalah pengenceran atau mengurangi jumlah pemakaian maka pada teknik kali ini yang dilakukan adalah menambah panjang rentang waktu pemberian pupuk cair tersebut.

    Misalnya, jika biasanya anda memberikan pupuk cair isotonik sekali sehari maka saat menggunakan air laut asli (tanpa pengenceran dan tanpa mengurangi jumlah pupuk yang diberikan) yang dibutuhkan adalah memperpanjang waktu pemberiannya menjadi 4 kali lebih lama, yaitu sekali sebulan (sekali dalam 4 minggu).

  6. Tahapan mencampur/ mengguncang.

    Jangan lupa untuk selalu mengguncang atau mengocok wadah pupuk cair tersebut di atas sebelum dicampurkan (diaplikasikan pada tanaman). Ini adalah upaya untuk kembali meratakan suspensinya dari pengaruh pengendapan setelah disimpan dalam waktu yang lama.

  7. Selalu sesuaikan dengan pengalaman anda sendiri.

    Silahkan pilih sesuka hati metode apa yang anda gunakan. Terapkanlah yang terbaik (yang paling efektif dan efisien) menurut pengalaman anda. Untuk diketahui bahwa semakin kecil tanaman maka semakin sedikit pupuk cair yang dibutuhkannya akan tetapi semakin tinggi dan besar tanaman maka semakin banyak pula pupuk yang diperlukannya.

No

Metode Pemberian

Prosedur Pengerjaan

1.

Pupuk isotonik cair

Mencampurkan 0,9% garam (9 gram) ke dalam satu liter air. Setelah itu baru diaplikasikan kepada tanaman secukupnya (setiap hari).

2.

Metode I Pengenceran

Menggunakan air laut yang ditambahkan dengan air tawar dengan perbandingan 1:4

3.

Metode II Mengurangi Jumlah

Menggunakan air laut asli tanpa pengenceran tetapi jumlah yang diberikan ke tiap tanaman dikurangi menjadi ¼ bagian dari biasanya (yang biasanya, yaitu saat kadar garamnya isotonik, perhatikan no. 1 atau dari kebiasaan anda sebelumnya)

4.

Metode III Memperpanjang rentang waktu pemupukan

Menggunakan air laut asli tanpa pengenceran dan tanpa mengurangi jumlah pupuk yang diberikan. Hanya saja memperlama rentang waktu pemupukan menjadi 4x (empat kali) lebih lama dari biasanya (perhatikan poin 1 atau berdasarkan kebiasaan anda sebelumnya).

(Racikan yang kami tampilkan kali ini memang cukup sederhana. Jika ada tambahan dari rekan-rekan Petani sekalian, kami tunggu….)

Mudah sekali untuk mempersiapkan air laut menjadi pupuk bagi tanaman anda. Asal saja mau berlelah dan bertekun untuk melakukan semunya itu pastilah akan membuat tanaman anda lebih subur dari sebelumnya (sebelum di berikan pupuk). Air laut dan mineral garam yang ada didalamnya tidak akan pernah habis sebab siklus hidrologi di bumi ini tidak pernah putus. Tentu saja keadaan ini, akan menghemat biaya produksi sebab semua gratis. Masalahnya sekarang adalah, apakah ladang anda dekat dengan lautan?

Salam, bertani itu sederhana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s